Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
SABRINA 9


__ADS_3

Sungguh aku sangat bahagia sekali dengan pernikahan ku ini. Walau siang tadi mas exel membuatku sangat kesal sekali, bahkan dia tetap diam-diam saja, tidak peka sama sekali dengan kemarahan ku.


Selesai ku membantu Mommy dan bibi di dapur, aku segera menuju ke kamar. Aku yakin mas exel sedang menunggu ku.


Ahh, aku malu sendiri membayangkan nya. Astaghfirullah, pikiran ku ini sangat mesum sekali.


Ku buka pintu kamar mas exel perlahan, wajah ku mungkin sudah merah. Ah aku hanya bisa menundukan kepala ku saja saat ini.


Setelah menutup pintu, aku tidak melihat siapapun. Bahkan di kamar mandi pun juga kosong.


Aku duduk di tepi ranjang dengan kecewa, kemana kah mas exel pergi. Dia tidak bilang apapun kepada ku.


Aku pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka sekalian gosok gigi dan ganti baju. Ku rasa aku cukup lama di kamar mandi, tapi saat keluar dari kamar mandi mas exel tetap tidak ada di sana.


Ku hela nafasku dengan kasar, kemarahan ku yang tadi siang baru saja berhasil ku buang. Prasangka buruk ku kepada mas exel sudah ku buang jauh-jauh. Tapi sekarang, mas exel membuatku kecewa lagi.


Aku masih menunggu nya dengan gelisah, handphone nya juga ada di nakas, entah kemana mas exel pergi. Aku sangat khawatir sekali.

__ADS_1


Cukup lama aku mondar-mandir, pikiranku semakin meluas ke mana-mana. Apakah mas exel sengaja meninggalkan ku di malam pertama pernikahan kita. Kenapa? apa aku membuat kesalahan, atau mas exel sudah tidak mencintaiku, mengingat sejak pagi dia tidak menampakan wajah bahagia yang sebenar nya.


Aku pun memberanikan diri untuk mengambil handphone mas exel, entah mengapa aku ingin sekali mengecek semua isi di dalam nya. Aku curiga bahwa mas exel mempunyai kekasih.


Aplikasi yang pertama ku buka ialah pesan. Disana tidak ada apapun kecuali dari paman Byan, papa El dan sekertaris nya. Ku buka pesan dengan sekertaris nya, ternyata isi nya hanya sebuah file saja.


Tidak ada yang mencurigakan sejauh ini, aku saja yang terus berburuk sangka kepada suami ku.


"Astaghfirullah, ampuni aku yaa Allah" Aku mengambil tasbih ku, lalu aku terus saja beristighfar menenangkan diri ku.


Tok


Tok


Tok


"Mommy? kenapa mommy ke sini. Mommy bisa memanggilku jika mommy ada perlu dengan Sabrina"

__ADS_1


"Tidak, nak. Ini ada hadiah dari keluarga untuk mu. Mommy lupa tidak memberikan nya"


Aku pun menerima beberapa kotak yang mommy bawa. "Terima kasih, umi. Seharusnya Umi memanggil Sabrina, biar Sabrina yang ambil sendiri"


"Gak apa-apa sayang, kamu udah siap-siap belum? besok kita semua pulang ke desa"


"Iya mommy, ini Sabrina mau siap-siap"


"Ya sudah, Mommy pergi dulu"


Mommy berjalan keluar dia juga menutup pintu kamar ku, mesti tau bahwa aku sendirian. Mommy tidak bertanya keberadaan mas exel.


"Astaghfirullah"


Aku tidak mau berprasangka yang tidak-tidak kepada mommy, ini tak baik dan aku yakin semua ini ulah setan.


Aku pun memutar murrotal melalui handphone ku, lalu aku mulai menyiapkan baju dan barang-barang yang akan ku bawa ke desa besok. Setelah selesai, aku mengeluarkan koper kecil yang aku yakini itu milik mas exel. Aku bingung hendak mengapak apa. Isi lemari mas exel hanya jas dan celana kerja. yang lain nya hanya ada kaos oblong putih dan celana pendek saja. Tidak ada lagi.

__ADS_1


"Mas exel kemana sih"


Aku semakin kesal karena sampai jam 10 malam dia tidak kembali. Aku pun memutuskan untuk tidak mengepak barang-barang nya, biarkan saja besok dia siapkan sendiri.


__ADS_2