Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Makan Siang


__ADS_3

Exel berjalan masuk ke sebuah restoran bersama Byan. Kedua laki-laki itu menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung di sana. Ah, tidak tidak. Exel lah yang menjadi pusat perhatian semua mata orang di sana.


"Paman, apa ada yang salah dengan ku? seperti nya semua orang melihatku"


"Biarkan saja, mungkin mereka tak pernah melihat dua laki-laki tampan berjalan"


Exel diam, tak menanggapi omongan Byan. Ia memilih untuk mencari sosok Kalina.


"Maaf, bapak exel?" Seorang pelayan datang menghampiri exel dan Byan


"Iya mas" Byan yang menjawab nya


"Bapak sudah di tunggu Nyonya Kalina di ruang VIP. Mari ikuti saya"


Byan dan Exel berjalan di belakang pelayan tersebut. Sesampai nya di ruangan VIP, di sana Kalina duduk sendirian. Saat melihat Byan bersama Exel, wajah Kalina nampak kaget. Byan tau bahwa kehadiran nya tidak di inginkan.


Setelah duduk dan bersalaman, mereka mengobrol. Tidak, yang banyak bicara Byan dan Kalina. Exel hanya sekedar menjawab iya dan tersenyum saja.


Cukup lama, hidangan pun tiba. Berbagai macam seafood di suguh kan.


"Gak alergi seafood kan?" tanya Kalina sambil menatap Exel


"Tidak"


"Maaf, sebentar ada telepon"


Byan berjalan keluar, tak lama ia kembali masuk dan berseru "Xel, paman tinggal dulu. Jihan bertengkar, jadi paman harus pulang" Byan terburu-buru keluar dari ruangan tersebut.


Alasan macam apa itu, Exel tau paman nya itu berbohong. Ah, sudahlah. Saat ini ia mau tak mau harus menikmati hidangan di depan nya.


"Ini makan siang pribadi pak, jadi jangan bicara bisnis" Ucap Kalina.


Exel mengangguk sambil menatap wanita sexi di depan nya ini. Padahal, sebelum nya Exel mau kepada siapapun yang mendekati nya dan seperti menyukai nya. Tapi sekarang tidak. Entah apa penyebab nya, yang pasti itu karena Sabrina.


Tak sengaja, ponsel Exel menyala karena masuk sebuah notifikasi. Kalina melirik nya dan bisa melihat foto yang di jadikan wallpaper ponsel Exel.


"Itu anak pak Byan ya, pak?" Tanya Kalina terus terang.


"Bukan, itu.. " Exel berpikir keras, tak mungkin ia mengatakan dia adalah wanita yang membuat nya mabuk kepayang. "Dia keponakan ku, tapi bukan Anaknya paman Byan."


"Ohh"


Makan siang selesai, jam makan siang juga berakhir. Mereka berdua pun keluar dari ruangan tersebut. Hati Exel gembira, akhirnya selesai juga drama ini pikirnya. Tapi nyatanya dia dibuat kesal. Kalina meminta Exel mengantarkan nya ke kantor nya.


"Ternyata mobilku belum selesai di perbaiki"


Exel masih diam saja.

__ADS_1


"Jika pak Exel sibuk, tidak papa. Saya akan naik taxi saja"


"Tidak, biar saya yang antarkan bu Kalina"


Demi apapun Kalina bahagia nya. Ia langsung masuk ke kursi bagian depan. Di perjalanan kalina sering menoleh ke samping sambil tersenyum.


...****************...


Malam hari, Alexa berusaha untuk menjadi istri yang baik seperti Afifah. Untuk pertama kali nya setelah menikah, Alexa berkata kepada Afifah bahwa ia ingin memasak untuk Reihan. Betapa senang nya hati Afifah saat tau bahwa anak nya kini mulai menerima Reihan.


"Enak sekali, mom. Siapa yang masak?" tanya El saat di rasa ini bukanlah masakan istri nya.


"Masakan Alexa, pa. Katanya spesial buat reihan"


"Ihh.. mommy kok bilang gitu sih" Protes Alexa yang saat ini sangat malu sekali, sedangkan reihan sangat senang sekali. Bahkan setelah tau ini spesial untuk nya, perut nya semakin lapar.


"Xa, gak buat cemilan juga buat reihan?" Ucap Afifah saat ia dan Afifah membereskan meja makan bersama bi siti.


Alexa teringat, bahwa sejak kemarin Reihan sibuk mengotak atik laptop. Seperti mengerjakan sesuatu.


"Bikin apa ya, mom. Alexa bingung"


"Kemarin mommy di kasih paman Zakir pisang. Kamu bakar saja, kasih keju dan coklat"


"iya, ide bagus"


Alexa langsung mengambil pisang. Ia mengupas nya lalu membelah nya menjadi dua. setelah terbelah, Alexa menekan-nekan pisang tersebut agar lebih pipih. Setelah di olesi dengan mentega, ia membakar nya di atas teflon. Setelah itu, ia meletakan nya di piring keramik berbentuk persegi. Tak lupa toping parutan keju dan coklat di atas pisang nya.


Setelah itu, Alexa membawa nya ke ruang tamu. Ia sengaja membuat dia piring. Satu untuk El dan satu lagi ia bawa ke kamar.


Ternyata Reihan tengah duduk di kasur sambil bermain ponsel. Ia kira reihan tengah sibuk mengerjakan sesuatu di laptop seperti kemarin.


"Kok santai, mas?"


Reihan mengkerutkan dahi nya "Kan biasanya santai, xa"


"Hmm.. maksud nya, kemarin kan aku lihat mas sibuk ngerjain sesuatu di laptop. Ini udah aku buatin cemilan"


Reihan tersenyum "Sini, gakpapa. Mas cobain"


Alexa pun bahagia, ia segera menghampiri sang suami dan duduk di tepi ranjang. Dengan yakin, Reihan mengambil menusuk potongan pisang dengan garpu, lalu memasukan nya kedalam mulut nya.


"Enak sekali" Puji Reihan "Ayo, aku suapin"


Keisha yang nampak nya masih ragu, tapi ia tetap membuka mulut nya.


Meski sebenarnya reihan masih kenyang, tapi jika ia tidak memakan nya pasti Alexa akan kecewa.

__ADS_1


"Xa"


"Hemm"


Alexa pun memandang Reihan. Pandangan mereka bertemu, sehingga tubuh mereka terkunci diam.


"Xa, aku ingin sekali mempunyai Anak. Jika kamu mengizinkan menjadi ibu nya, Aku pasti akan sangat senang"


Deg deg deg


Jantung Alexa berdetak kencang, ia menunduk karena bingung mau menjawab apa. Reihan pun menarik piring yang sedang di pegang oleh Alexa, lalu ia meletakan nya di atas nakas.


"Jika kamu belum siap, aku tak masalah, Xa. Aku pasti menunggu dengan sabar"


Alexa mendongak, menatap Reihan dengan seksama.


"Tidak mas, Aku siap kok"


Reihan ingin sekali meloncat karena sangat senang sekali. Bagaimana tidak senang, setelah malam pertama ia tak pernah melakukan nya lagi. dan yang bikin ia tersiksa, ia harus menahan nya setiap malam.


"I Love You" Bisik Reihan sehingga Alexa di buat merinding.


Tanpa menunggu apapun, Reihan menciumi setiap lekuk tubuh Alexa sambil melucuti baju nya. Tubuh indah yang ingin slalu ia lihat itu sungguh membuat nya lupa diri.


"Ah.. pelan mas"


Reihan benar-benar hilang kendali, ia merobek dress Alexa karena tak sabar membuka kancing nya yang banyak.


"Xa, buka baju ku" pinta reihan yang berada di atas tubuh Alexa sambil bertumpuh kedua tangan nya.


dengan pelan, Alexa membuka satu persatu kancing baju piyama Reihan. Dada putih sedikit kotak-kotak itu terlihat jelas oleh Alexa.


"Kecup satu kali, xa"


Alexa menatap Reihan. Mata itu sudah di penuhi dengan kabut gairah. Sedikit ragu, Alexa mencium dada Reihan setelah itu reihan semakin gila. Ia langsung melahap habis bibir Alexa, dan membuat banyak sekali tanda merah di leher dan dada Alexa.


"Ssssshhh.. Sempit sekali, xa" Perkataan Reisha tersebut membuat Alexa merinding. Itu terlalu fulgar bagi Alexa. Alexa Hanya diam, membiarkan suami nya itu meluapkan gairah nya. Reihan nampak bersemangat sekali. Tubuh nya penuh dengan keringat, begitu juga Alexa yang seperti nya sudah mulai bisa merasakan sentuhan Reihan.


"Aarrgghhh" Alexa mendorong dada Reihan, saat ia merasa sakit karena permainan Reihan semakin kasar. Reihan sangat kuat sekali, ini sudah lima belas menit tapi dia masih belum mencapai nya.


"Mas, Ngilu" Ucap Alexa


"Sebentar ya, Xa. Sedikit lagi" Reihan semakin menyentak tubuh Alexa dengan kuat, hingga menimbulkan suara decitan ranjang. Tetapi tak lama, Reihan Ambruk di atas tubuh Alexa dengan nafas ter engah-engah.


Setelah melepas menyatuan nya, Alexa langsung duduk dan melihat milik nya yang sudah merah. Saat hendak berdiri, Reihan menarik nya hingga Alexa jatuh ke dada nya.


"Mas, lepasin"

__ADS_1


"Jangan pergi dulu, sayang. Mas pengen meluk kamu gini" Ucap reihan yang semakin mempererat pelukan nya sambil menciumi puncak kepala Alexa.


Malam ini begitu sangat panjang, hingga tengah malam pun mereka berdua masih melakukan aktifitas yang sama. Entah berapa kali dan berakhir jam berapa. Pagi ini mereka bangun kesiangan. Bahkan sangking capek nya, mereka tak mendengar Afifah yang mengetuk pintu. Alhasil mereka sama-sama tak bekerja.


__ADS_2