
dan benar, keesokan hari nya gosip afifah sudah menyebar luas di desa.
"kenapa lamaran nya di batalkan"
"kalau sekarang siapa yang akan melamar nya lagi"
"katanya afifah memberikan syarat sulit hingga bu lurah membatalkan nya"
"gak syukur ya, kurang enak apa coba menjadi menantu pak lurah"
"apalagi fikri itu sudah menjadi TNI"
afifah yang sedang berbelanja tentu saja mendengarkan semua omongan orang. afifah segera pulang dan menangis.
"yasudah nduk, hari ini kita libur saja jualan nya. tapi kamu masak buat sarapan kita sama buat dokter El ya. ibu ndak enak, dia sudah bayar kita" ucap bu zainab
afifah mengangguk.
"nanti sarapan nya dokter El biar zakir yang antar bu, dan sarapan zakir dimakan di sekolah saja" ucap zakir yang mengerti suasana nya
setelah memasak sayur bayem, bakwan jagung, udang dan tempe goreng tak lupa sambel terasi, El membawa 1 kotak bekal dan 3 rantang menuju rumah dokter El sekalian berangkat sekolah.
setelah mengantarkan ke rumah dokter El, zakir langsung berangkat ke sekolah.
___
keesokan hari nya, setelah sarapan keluarga El kembali ke kota.
"jaga diri kamu ya El" ucap pak sanjaya sambil memeluk
"ingat cari pacar" goda byan
"kakak saja persiapkan jadi suami" goda balik El
"uhh.. caca bakal kangen sama kak El" caca memeluk kakak nya
sedangkan bu lastri nangis segugukan.
"sudahlah ma, El sudah besar sudah tua malahan" ucap byan
"kamu memang gak pernah tau suasana ya" omel bu lastri sambil memukul bahu byan
"maa.. mama bisa kesini. El juga kalau libur akan kembali ke kota. jangan sedih"
"tapi janji ya, kamu mau menikah bareng byan" jawab mama lastri
"ya ampun ma, El tahun depan saja. jangan barengan sama kak byan" El memutar bola matanya malas karena sempat sempat nya mama nya membahas pernikahan di suasana seperti ini.
setelah semua masuk mobil, El melambaikan tangan nya. ketika mobil yang di tumpangi keluarga nya sudah jauh. El masuk untuk bersiap siap berangkat kerja.
___
siang hari di ruangan pemimpin puskesmas. Dokter El di temani oleh andi yang sedang sibuk menata barang barang El.
"ndi? nanti belikan saya makan siang di warung bu zainab" ucap El sambil sibuk menulis sesuatu
__ADS_1
"tapi bu zainab gak jualan hari ini pak" jawab andi sambil serius menancapkan paku di dinding
"kenapa?" suara El datar
"kayak nya ada masalah pak, menurut gosip yang beredar afifah kemarin menolak lamaran dari anak pak lurah, ada juga ada yang bilang bu lurah menbatalkan lamaran nya" jelas andi
"kamu suka sekali mengosip ternyata" geram el
"dan sekarang pak, afifah jadi omongan banyak orang" sambung andi
"huh.. emang berpengaruh ya omongan orang" jawab El kesal
"kalau disini pengaruh pak, kalau sudah begini orang mau melamar afifah jadi ragu" ucap andi
"kok bisa?" menghentikan aktifitas menulisnya dan sepertinya ia tertarik dengan topik pembicaraan
andi berbalik lalu duduk di kursi depan El "pak, disini itu desa berbeda dengan di kota. disini kalau ada anak gadis sering menolak lamaran apalagi sampai lamaran nya di batalkan, maka nama gadis itu sudah sedikit tercoreng, orang akan pikir pikir jika mau mengambil nya sebagai menantu" jelas andi
"huh... ribet sekali disini" ucap El kesal lalu melanjutkan menulisnya.
"emang dia sering menolak lamaran?" tanya El
"iya pak, dulu beberpa pemuda pernah melamar nya tapi ditolak. bahkan pak lurah sudah dua kali melamar nya tapi entahlah, mungkin bukan jodohnya" jawab andi
"kamu juga suka kan sama dia?" goda El
"hahah.. iya sih pak, siapa yang gak suka sama afifah, cantik banget gitu" andi cengengesan
El tersenyum melihat andi
"itu namanya gak jodoh hahah" El tertawa
andi manyun karena El menertawakan nya.
____
malam hari, El berkeliling menuju jalan raya, ia mencari warung nasi untuk makan malam nya. setelah mendapatkan nya El sangat tidak selera menghabiskan nya karena rasanya tidak se enak di warung afifah.
karena masih lapar, El berniat mencari toko kelontong untuk membeli beras dan beberapa keperluan lainya agar bisa ia masak di rumah.
Toko Pak Haji
toko terbesar dan terlengkap di desa ini. El masuk kesana, beberapa ibu ibu yang berbelanja memperhatikan El yang sedang berkeliling mencari yang ia butuhkan.
setelah selesai El membawa nya ke kasir.
"anak muda baru disini?" tanya pak Haji
"iya Pak, rumah saya ada di ujung depan lapangan bola" ucap el ramah
"ohh.. jadi kamu dokter baru ya" tebak pak Haji
El mengangguk dan tersenyum. setelah selesai, El langsung pulang ke rumah karena masih sangat lelah akibat perjalanan kemarin dan tadi pagi sudah bekerja.
____
__ADS_1
hari ini afifah dan bu zainab kembali berjualan. di dalam puskesmas semua juga sedang ngomongin masalah afifah.
"duh fah.. kenapa di tolak lagi sih"
"kurang apa si fikri anak pak lurah"
semua menghujani afifah dengan pertanyaan, saat afifah mengantarkan makan siang.
afifah cuma diam, dia tak mau memperpanjang masalah itu.
"sudah bu, anggap saja gak jodoh" afifah tersenyum sumringah seperti tidak terjadi apa apa.
setelah mengantarkan makanan ke ruang dokter El, afifah langsung masuk ke dalam warung nya, ia menangis di tempat cuci piring.
Ya Allah, ampuni aku.. aku yakin semua ini akan berlalu, aku tak menyesal ya Allah, engkau pasti akan mengganti semua rasa sakit ini dengan kebahagiaan-batin afifah sambil menangis
sedangkan di depan warung afifah. dokter El menghampiri bu zainab.
"ada apa nak, mau nambah atau porsi nya terlalu sedikit?" ucap bu zainab saat El baru berdiri di depan nya
"enggak bu, porsinya sudah cukup kok. saya kesini mau membeli nasi ibu setiap hari, untuk menu nya terserah. jadi untuk sarapan, makan siang dan makan malam"
"maksud nya gimana ya nak, ibu bingung" ucap bu zainab polos
El menarik kursi plastik dan duduk di depan ibu zainab "gini bu, berapa harga satu porsi makan saya?"
"satu porsi 10 sampai 15 rb nak, tergantung lauk nya" jawab bu zainab
"oke, ini saya bayar 2juta untuk makan saya 3kali sehari. jadi uang 2juta ini buat jatah makan saya 1bulan. pagi ibu antar sarapan seperti tadi, untuk malam juga bisa di antar kan" jelas El sambil meletakan uang
"eh.. ini kebanyakan nak, gini saja. satu porsi ibu hitung 10ribu saja. jadi sehari 30ribu ya. satu bulan jadi cuma 900ribu" jawab bu zainab sambil mengembalikan uang El
"tapi kan kata ibu tadi ada yang 15rb satu porsi. hmm begini saja, ini 1juta 500 bu, anggap sama ongkir nya karena pagi sama sore kan makanan di antar" El tersenyum
"kebanyakan nak" bu zainab tetap menolak
"sudah bu, anggap ini bonus karena makanan ibu sangat enak." ucap El lembut
"baiklah, nanti sore jam 5 ibu akan antar makanan nya ya" ucap bu zainab
"oh iya bu, untuk sarapan dan makan malam gak usah pakai nasi ya bu, lauk sama sayur seperti biasanya saja"
"kenapa?" tanya bu zainab
"karena kadang El makan nasi di campur beras merah bu, gak papa kan?" tanya El
"iya gak papa nak, makasih ya"
"sama sama bu"
setelah itu El pergi masuk kedalam puskesmas untuk merancang ruang operasi, karena hari ini semua peralatan sudah datang.
"ndi, bersihkan ruangan ku, setelah itu kunci. jangan sampai ada yang masuk" perintah El
"iya Pak, siap" ucap andi
__ADS_1
El pun bergegas menuju ruang operasi karena sudah di tunggu beberpa orang disana.