Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Dasar, Anak Nakal


__ADS_3

Kini Usia kandungan Alexa sudah 5 bulan lebih, pinggang nya mulai sakit dan sering sekali marah-marah. Reihan tak pernah tersinggung dengan ucapan ketus Alexa, entah mengapa reihan merasa itu sangat lucu sekali.


Seperti malam ini, Alexa tidak mau tidur dengan reihan dengan alasan bau reihan tidak enak. Sudah seminggu Alexa terus seperti ini, bahkan reihan juga sudah mengganti parfum nya. Tapi tetap saja Alexa mengatakan bahwa bau nya tak enak.


"Masa mas harus tidur di luar lagi sih, Xa" ucap reihan dengan nada memelas.


"Pokok nya jangan dekat-dekat" Seru Alexa sambil menutupi hidung nya.


Sebenar nya bisa saja, Ketika Alexa sudah tidur Reihan masuk ke kamar kembali. Ah, itu sudah di coba dan alhasil Alexa langsung bangun. Seperti nya anak reihan sedang mengerjai nya.


Reihan dengan memelas membawa bantal nya keluar dari kamar. Bersamaan dengan itu, tiba-tiba Exel datang. Tentu saja membuat Reihan terkejut.


"Kak Exel?"


"Sssst.. jangan berisik. Nanti mommy bangun, Aku mau langsung tidur. Capek"


"Hah?" Reihan tak habis pikir dengan Exel, bisa-bisa nya dia bersikap seperti itu.

__ADS_1


Exel berjalan melewati nya, dia langsung naik ke lantai dua menuju kamar nya. Tanpa mandi atau makan, Exel langsung merebahkan tubuh nya di kasur.


...****************...


Pagi hari, semua sarapan dengan tenang. Reihan menatap tangga sejak tadi. Tak ada yang tau bahwa Exel berada di lantai dua. Reihan sendiri tak mengatakan apapun, sesuai dengan titah Exel melalui pesan whatsapp nya. Sampai reihan, Alexa dan El berangkat kerja, semua orang masih belum mengetahui keberadaan Exel.


Jam menunjukan pukul sembilan pagi, Afifah tengah membuat brownis krispi. Entah mengapa ia ingin sekali membuat kue kesukaan Exel tersebut. Mungkin ini yang nama nya insting seorang ibu.


"Assalamualaikum" Teriak zakir yang sudah masuk ke rumah Afifah.


"Waaikumsalam" Jawab Afifah yang masih sibuk mengocok telur.


"Exel? kamu pasti ngelindur ya, Kir"


"Kemarin malam, dia bilang udah sampai rumah. Ini sebenar nya siapa yang membodohi ku sih, mbak"


"Aku gak tau, kemarin reihan tidur di kursi. Kalau memang Exel datang malam, tapi... " Afifah menghentikan aktifitas nya, ia langsung berjalan menaiki tangga.

__ADS_1


Pintu putih yang sudah di beri stiker spiderman itu menjadi tujuan Afifah, ia langsung membuka nya begitu sudah dekat. Mata Afifah terbelalak, saat melihat anak nya yang badan nya lebih besar dari nya itu tidur dengan telanjang dada.


Dengan langkah kesal Afifah menghampiri Exel lalu berseru memanggil nama anak nya sambil mencubit lengan nya.


"Mommy, masih ngantuk" Ucap nya tanpa dosa


"Kamu kapan datang, kenapa gak bilang mommy? hah?"


"Mommy tau dari mana aku ada di sini?" Exel masih enggan membuka mata nya, bahkan sekarang ia semakin membalut tubuh nya dengan Selimut


"Paman mu ada di bawah. Ayo mandi, anak nakal gak sholat subuh" Afifah menarik selimut tersebut, lalu mencubiti kaki Exel


"Mommy, kerja nya nanti jam 12 siang. Sekarang biarkan aku tidur. Aku capek sekali" Keluh Exel dengan nada manja.


"Tidak, ayo bangun" Afifah mencubiti lagi kaki Exel.


"Satu jam lagi, mommy. Please"

__ADS_1


"Aku ingin istirahat dari aktifitas melelahkan di kota. Setiap hari aku bangun pagi, dan pulang sangat malam. Masa di sini aku gak boleh istirahat" Rayu Exel, sehingga membuat Afifah diam.


Wajah melas yang di pasang oleh Exel membuat afifah luluh, ia pun meninggalkan Exel dan mengembalikan selimut nya. Bibir Exel tersenyum saat Afifah menutup pintu kamar nya, ia tau benar kelemahan Afifah. Dasar Anak nakal.


__ADS_2