
Acara sudah di mulai, tapi Exel masih tidur di dalam kamar nya. Semalam ia bergadang, bukan bergadang tak ada guna, tapi dia bekerja.
Afifah dan El melarang semua orang mengganggu Exel, biarkan saja dia tidur. Sudah jelas dia sangat capek sekali.
Kini semua orang tengah bernyanyi bersama-sama. Bahkan Baby ghani sudah bersiap di depan kue tart.
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat ulang tahun kami ucapkan
__ADS_1
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
__ADS_1
Selamat sejahtera sehat sentosa
Setelah itu, baby ghani yang sudah bisa merangkak, sengaja di lepaskan agar menghampiri rainbow cake. Hari ini tidak ada acara Tiup lilin, konsep hari ini baby Ghani akan merusak kue tersebut. Entah dia akan memakan nya atau pun mengacak-acak nya.
Setelah acara selesai, Exel baru saja bangun dan turun ke lantai satu. Ia melihat rumah nya sudah mulai di bersihkan beberapa orang. Ia juga melihat semua keluarga nya berkumpul di ruang keluarga.
"Ini dia, pemeran utama nya baru saja datang" Goda Byan setelah melihat keponakan nya menuruni tangga.
Exel tetap diam, ia memilih untuk langsung duduk di dekat Alexa, lalu meraih Ghani yang ada di pangkuan Alexa.
"Rupa nya kau sudah besar nya" Exel mengangkat tubuh kecil itu sambil memandangi nya gemas.
"Sudah saat nya kau juga menikah, xel" Ucap Sanjaya
"Tidak, opa. Exel mau selesaikan perusahaan yang ada di Swiss, dan perusahaan yang baru saja Exel bangun di Perancis"
"Kau ini, bekerja terus-menerus. Kamu juga harus memikirkan masa depan, Xel" sambung Lastri
"Oma, Opa, Papa, Mama, dan Paman Exel tercinta. Exel ingin pensiun ketika sudah menikah, jadi ketika dana pensiun itu sudah cukup. Maka Exel akan mulai untuk mencari istri"
"Omong kosong apa ini" Sela Byan.
"Bukan omong kosong, paman. Exel serius. Exel sudah punya tabungan untuk biaya hidup selama tiga puluh tahun kedepan. Tinggal kumpulin uang buat dana darurat sama dana pendidikan Anak"
"Sudahlah, jangan bahas ini. Kalau nanti dia sudah jatuh cinta, aku yakin dia akan merengek untuk menikah"
Byan, Zakir, dan Afifah langsung diam. Byan dan Zakir saling melempar pandang. Seolah ia tau bagaimana keadaan hati Exel.
"Aku akan carikan beberapa gadis, kau jjuga, Kir. Carikan untuk keponakan kita yang paling tampan ini"
"Aku sudah ada beberapa List nama, nanti kalau Exel mau aku akan menyebutkan nya" Jawab Zakir
"Paman, Zakir. Exel mau gadis yang boleh di bawa pergi dari kampung ini dan ikut sama Exel. Kemungkinan Exel akan menetap di Perancis"
"Astagaa, kenapa jadi bahas ini sih" Omel Jihan, anak Byan. "Ayolah, pa, paman. Kita bahas yang lebih menarik, misal nya cerita masa lalu"
"Ngapain cerita masa lalu"
Exel sensitif sekali jika berhubungan dengan masa lalu.
"Ya kan biar jadi motifasi. Wanita-wanita di keluarga kita semua nya wanita hebat, jadi kak Exel nanti bisa mencari gadis yang hebat seperti Mama, Mommy Afifah dan Oma, lalu juga Bibi Zakir"
"Tidak! tidak Asik sekali membahas itu" Exel tak setuju, dia malah bertengkar dengan jihan.
"Tuh kan, kak Exel tetap saja gak berubah. Egosi!"
Mendengar kata Egois yang di lontarkan Jihan, membuat Exel sepanjang malam memikirkan nya. Apa benar dia itu sangat Egois sekali, benarkah seperti itu.
Lalu, jika benar. Apa rasa sakit dihati nya itu juga hasil dari keegoisan nya.
__ADS_1