Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
SABRINA 7


__ADS_3

Sudah Dua bulan berlalu, aku masih diam tak memberikan jawaban apapun kepada abi dan keluarga ku. Tapi, aku mendengar bahwa keluarga Ustadz Salman akan bertamu lagi ke rumah ku besok.


Malam ini adalah kesempatan ku untuk meminta kejelasan kepada Mas Exel. Mas Exel tidak menghubungiku sama sekali, jujur saja aku sangat sedih sekali.


Setelah sholat isya, aku duduk di kursi meja belajar ku. Ku pandangi layar ponsel ku, ku baca lagi pesan terakhir dua bulan lalu yang aku kirimkan kepada mas Exel. Pesan tersebut ber centang dua berwarna biru, alias sudah di buka tapi tidak ada jawaban di bawah nya.


Aku memang sengaja, tak menelpon atau mengirimkan pesan kepada nya lagi. Aku ingin tau bagaimana mas Exel kepada ku. Nyata nya dia juga tidak menghubungiku, atau sekedar mengirim pesan kepadaku.


Kalian bisa saja mengatakan aku wanita yang mengejar pria. Tapi, ya beginilah jika cinta sudah mendasari nya. Aku sudah menahan nya dua bulan terakhir, tapi tidak lagi sekarang. Aku akan mencoba menelpon nya satu kali saja, dan ternyata mas Exel langsung mengangkat nya.


πŸ“ž Hallo


πŸ“žAssalamualaikum, mas Exel


Sungguh kebiasaan mas Exel ini, tidak pernah mengucapkan salam dahulu


πŸ“ž Waalaikumsalam, ada apa Sabrina?


Jujur bingung aku mau bilang apa. Tapi aku tak mau mengulur waktu lagi, besok bukan lah waktu yang lama. atau mungkin sebentar lagi aku akan di panggil dan di paksa untuk memberikan jawaban.


πŸ“žSabrina mau tanya, apa mas Exel serius sama Sabrina?


Ku gigit bibir bawah ku, sungguh aneh sekali tapi yasudahlah, ini sudah terlanjur. tapi mas Exel diam saja, aku pun berbicara kembali bermaksud menjelaskan.


πŸ“žMaksud nya, jika mas Exel serius sama Sabrina. Minggu ini lamar Sabrina, mas.

__ADS_1


Oh.. Sabrina, sungguh kau sedang memalukan dirimu sendiri.


πŸ“ž Jujur saja, mas. Setelah kejadian hibah tanah dan hadiah mahal dari mas Exel. Sabrina di gosip kan yang tidak-tidak oleh banyak orang. Sabrina malu, bahkan abi melarang Sabrina untuk sekolah.


πŸ“ž Lalu, kamu sekarang gak sekolah?


πŸ“žTidak mas, Sabrina putus sekolah. Kata paman Sabrina ini aib. Itulah akibat nya jika Sabrina sekolah di luar. Akhirnya kena fitnah.


πŸ“ž Kamu harus sekolah Sabrina. pendidikan itu penting


πŸ“ž Tidak mungkin, mas. Sabrina sudah hancur saat ini, dan akan semakin hancur saat Sabrina menikah dengan orang lain. Bukan dengan mas Exel


Tidak ada salah nya menyatakan cinta, bahkan Ibunda Khadijah RA pun menyatakan cnta nya terlebih dahulu kepada Baginda Nabi Muhammad. Meskipun mas Exel jauh sekali jika di bandingkan dengan Beliau, atau bahkan mas Exel itu...


πŸ“ž Sabrina..


πŸ“ž Iya mas


πŸ“ž Aku gak bisa, jika harus melamar mu dalam waktu dekat


deg


πŸ“ž Aku belum siap, untuk menikah


Hancur, hancur sudah perasaan ku.

__ADS_1


πŸ“ž Kamu menikah saja, jika orang tua kamu sudah memiliki calon untuk mu


πŸ“ž Abi ku tak memaksaku, mas. beliau tetap mendukung keputusan ku, sekalipun aku ingin menikah dengan mas Exel


Aku menangis mengatakan itu semua, mas Exel benar-benar melepaskan ku. Merelakan ku begitu saja, padahal dia sudah membuat ku jatuh cinta. Ini sudah sangat lama, dan perasaan ku tak pernah berpaling dari nya. Aku sungguh mencintai nya, menyayangi nya.


"Maaf Sabrina, aku benar-benar gak bisa"


Aku tidak bisa berbuat apapun selain menangis, bahkan tidak ada lagi kata yang mampu ku ucapkan bibir ku gemetar. Badan ku lemas sehingga aku terjatuh di atas kasur.


"Sabrina sayang, kamu kenapa?" Abi tiba-tiba datang, langsung menghampiri ku


Aku pun berdiri, lalu duduk dan memeluk nya. ku tumpahkan semua tangisan ku di dalam dekapan Abi ku, aku tidak bisa berbicara, bibir ku masih gemetar. Yang bisa ku lakukan hanya menangis.


Abi ku mengelus kepala ku, sambil terus bertanya alasan ku menangis.


"Sayang, kalau kamu gak mau menikah dengan Salman. Baiklah, abi akan menolak nya"


"Sabrina sayang, jangan menangis. Abi merasa seperti di tusuk dengan pisau jika kamu seperti ini"


"Sayang, katakan sama abi. Apa yang membuat mu sampai menangis seperti ini"


Aku terus saja menangis, entah kemana handphone ku, entah sudah terputus atau tidak aku tak peduli. Aku terus menangis, cukup lama bahkan semua orang ikut datang ke kamar ku dan khawatir.


Tangisan ku semakin histeris, saat semua datang dan menanyai ku bahkan sempat-sempat nya ada yang menghakimi ku.

__ADS_1


Tapi, Abi ku langsung membelaku. Bahkan beliau mengusir semua orang dari kamar ku.


Cukup lama aku menangis, sampai mataku bengkak dan kepalaku pusing. sampai aku pun tertidur di pangkuan abi ku, Laki-laki yang memiliki wajah seperti ku dan dia cinta pertama ku.


__ADS_2