Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Ustadz Amir


__ADS_3

Deg... jantung afifah langsung berpacu dengan cepat, masih sama sejak dulu.


"Apa kabar fa?"


"Kabar Baik, maaf aku terburu-buru. Assalamualaikum"


afifah langsung melangkah pergi meninggalkan amir di parkiran.


"Afifah tunggu!" amir memegang tangan afifah


dengan cepat afifah langsung menghempas tangan nya, sehingga tangan amir terlepas "Aku mohon jangan begini ustadz amir. jika ada yang melihat, pasti aku yang akan tercoreng kembali"


"oke oke, tapi aku ingin kamu tau fah, aku sangat mencintaimu. rasa ini masih sama, Apapun status mu nanti, aku akan menerima nya, aku tak akan pedulikan siapapun, jika waktunya tiba, aku tak ingin melepasmu lagi"


"Maksud nya apa ya ustadz" afifah menoleh


"Aku tau bagaimana keadaan rumah tangga mu fah, aku tau itu, kamu jangan pernah sembunyikan apapun dariku"


afifah hendak pergi meninggalkan amir disana, namun langkah nya terhenti.


"Aku mencintaimu fah, masih sangat mencintaimu. jika kamu merasa sedih, aku siap mendengarmu, aku siap membantumu. atau setidaknya biarkan kita berteman, aku mohon jangan jauhi aku"


"Ustadz amir!" afifah berbalik "Kemana saja kamu? kok baru muncul sekarang? disaat semua mencaci ku, membenciku, kamu cuma bisa diam! kamu tak membelaku!" Tubuh afifah bergetar hebat, tangan nya mengepal.


"Dengarkan aku ya ustadz amir yang terhormat! aku sudah bersuami, aku bersyukur bisa menikah dengan mas Ramdan, dia yang menyelamatkan nama baikku, dia menerimaku dengan baik, dia suami yang baik. jadi, jika kamu mendengar cerita tak baik tentang rumah tangga ku, aku pastikan itu TIDAK BAIK"


Afifah berbalik dan berjalan 2 langkah, namun ia berhenti dan berbalik lagi "Aku dan mas Ramdan sangat bahagia, doakan saja supaya aku segera mempunyai keturunan yang sholeh sholeha!"


BOHONG!!!


semua itu bohong! sungguh pandai afifah membuat cerita pernikahan bahagia, padahal kenyataan berbanding terbalik dari yang ia ceritakan.


Hati ustadz Umar hancur sehancur-hancurnya. bukan karena cerita afifah, namun penolakan afifah dan sikap afifah yang membuatnya sedih.


sebelum menghampiri suami yang sedang duduk di depan panggung bersama petinggi desa. Afifah pergi ke kamar mandi, ia menangis disana, sungguh dalam hatinya masih ada sedikit rasa sakit.


Yaa Allah, Buanglah semua rasa yang menimbulkan dosa, dan jauhkan aku dari zina hati, yang sering kali tak kusadari.


"Dari mana saja kamu?" tanya el sangat lembut, tentu karena banyak orang


"Tadi aku ke toilet sebentar mas dan ambil bekal"


"bukain, kamu bawa buah apa?"


"Strowberri sama irisan melon mas, dan parutan keju"


"Hmmm... yummy" el sudah menelan ludahnya.


"Mari pak, sarapan dulu" tawar el sambil memperlihatkan kotak bekal nya

__ADS_1


"Iya Pak, silahkan.. emang beruntung kalau punya istri pintar masak"


"Hehehe... iya Pak, masakan istri saya memang juara nya"


Bukan Senang, afifah merinding mendengarnya.


...****************...


Setelah acara selesai, el dan afifah pun pulang dengan mengendarai motor, mereka berdua sama-sama lelah, hampir setengah hari beraktifitas.


seperti biasanya, hanya keheningan yang ada di tengah-tengah mereka, namun tiba-tiba motor el berhenti secara mendadak, dan afifah reflek melingkarkan tangan nya di perut El.


"Auhh... " keluh afifah saat kening nya terbentur kepala El. "kenapa ngerem mendadak si mas"


"Ada kucing tiba-tiba lewat, untung tidak jatuh!"


El kembali melajukan motor nya, tanpa disadari tangan afifah masih berada di perut El. Lama-lama El menyadari nya, tapi tidak dengan afifah.


setelah motor berhenti di depan rumah, afifah yang hendak melepaskan pelukan nya tiba-tiba El mencegah nya.


"Kamu sengaja ya, manfaatin kesempatan biar bisa pegang-pegang perutku!"


afifah yang menyadari nya langsung melepas paksa tangan nya di perut El. dia gugup dan juga sangat malu sekali. ia langsung turun dari motor "Lagian gak akan dosa!" dengan cepat afifah segera membuka pintu gerbang, El tersenyum melihat wajah afifah yang merah.


setelah masuk rumah, El dan afifah langsung masuk kamar untuk istirahat, karena mereka berdua sudah dijamu makan siang di balai desa.


afifah langsung terlelap, ia benar-benar sangat capek sekali. sedangkan el masih menyempatkan mandi, di pandangi wajah cantik dan mulus afifah, yang terlihat polos. Mata El berlabuh di bibir afifah yang berwarna merah muda kecoklatan.


tentu sebagai lelaki normal, Tanpa disadari, Jiwa kelelakian El bangkit. melihat seorang wanita cantik yang tidur pulas, di tambah lagi dia adalah istrinya. apalagi umurnya sudah hampir kepala tiga. tentu saja dia merindukan sentuhan manja wanita.


namun El memilih untuk menahan nya, ia memejamkan mata nya, walau sulit sekali terlelap, namun akhirnya ia masuk juga ke alam mimpi.


...****************...


Sore hari, El mengencangkan otot-otot nya, dan perlahan membuka mata nya. namun, ia masih enggan untuk bangkit dari posisi nya. ditatap nya langit-langit kamar sejenak, lalu ia melihat ke arah samping, ternyata istrinya sudah tidak ada di sana.


suara kran di kamar mandi menandakan bahwa istrinya sedang mandi didalam sana. ia pun masih enggan bangun dari tempat tidur.


tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka. namun afifah tidak langsung keluar, ia masih celingak-celinguk, El pun menjadi penasaran dengan kelakuan istrinya itu, sehingga ia memilih untuk berpura-pura masih tidur.


tanpa di duga, afifah keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuh nya, sepertinya afifah lupa membawa baju ke kamar mandi.


El menelan ludah nya, saat afifah melepas handuk itu dari tubuh nya. dengan sangat jelas El melihat bagian tubuh belakang afifah.


Indah sekali!


Tubuh putih mulus, bagian bokong yang tidak terlalu besar namun terlihat sangat padat. membuat jiwa kelelakian El kembali tergoda, sepertinya sudah mencapai ubun-ubun.


setelah hendak memakai baju, afifah berbalik, ia bernafas lega karena El masih menutup rapat matanya. Dengan cepat afifah memakai Cd nya, sehingga kini El melihat jelas bagian depan tubuh afifah. mata El terfokus ke dada afifah yang putih dan bersih, dengan pucuk berwarna merah muda.

__ADS_1


Benar-benar seperti terawat, meski dia anak kampung.


setelah berganti baju, afifah menyisir rambutnya, lalu sedikit menggoreskan lipbam di bibir nya.


sedangkan El masih berpura-pura tidur.


afifah pun melangkah kan kaki mendekat ke arah El, namun saat hendak membangunkan nya, niat afifah terurungkan. ia malah masuk ke kamar mandi dan mengisi bathup dengan air hangat.


Kalau gini aku ada alasan untuk bangunin dia.


setelah terisi, afifah keluar dari kamar mandi dan melihat El sudah duduk di tepi ranjang. Afifah tak mencurigai El sama sakali, karena ia sudah memastikan, bahwa tadi El masih tertidur saat dia sedang berganti baju.


"Mas, air hangat nya sudah aku siapin"


"Hmm.." Pandai sekali berakting baru bangun tidur. padahal sudah sejak tadi. "Aku lapar, siapin makanan ya"


"iya mas, aku tunggu di bawah" afifah hendak meninggalkan kamar, namun El kembali memanggilnya, sehingga langkah nya terhenti di ambang pintu.


"Setelah makan, kita ke rumah ibu mu. kamu bersiap, ganti bajumu"


"Hmm... ngapain?" dasar afifah, suka sekali bertanya, kenapa gak langsung jawab iya saja sih.


"Aku ada perlu sama zakir" jawab El tanpa melihat afifah.


belum juga menjawab, El sudah menutup pintu kamar mandi nya.


didalam kamar mandi, El masih memikirkan Nasib junior nya, yang tak mau tidur walau sudah di guyur air dingin. ia sangat kesal sekali, tubuh El benar-benar panas, ia butuh sekali pelepasan.


Dengan sangat terpaksa, El pun melakukan pelepasan nya sendiri.


...****************...


setelah makan, mereka berangkat menuju ke rumah ibu afifah. benar yang dikatakan El, bahwa ia ada keperluan dengan zakir.


"Mas, ibu minta kita makan malam disini. kamu mau?" afifah menghentikan perbincangan El dan zakir. namun El tak marah walau sebenarnya ia kesal, tentu saja karena ada zakir disana.


"Iya, aku juga masih banyak yang harus di bicarakan."


"Yasudah aku tinggal ke toko pak Haji dulu ya mas"


"sebentar" afifah yang hendak berbalik pun terurungkan "Pakai uang ini, jangan pakai uang ibu"


afifah diam, kenapa El tau jika ia memegang uang 100ribu, itupun dari ibu nya.


afifah pun mengambil uang yang El berikan, ia pun pergi ke toko pak Haji.


Toko pak Haji ternyata sedang sepi, afifah sangat senang karena dengan begitu tidak akan dapat berbagai macam omongan dari warga. ia pun memilih-milih beberapa bahan makanan, sambil memikirkan akan memasak apa nanti.


"Nasi Goreng Hati ayam kayak nya enak" lirih afifah saat melihat hati ayam di dalam flezzer.

__ADS_1


"Tapi ayam bakar juga kayak nya enak, ini sisa satu ayam Utuh nya"


afifah pun mengambil ayam utuh, memasukkan ke keranjang. saat berbalik, afifah kaget dengan sosok yang berdiri di belakang nya, untung saja tidak sampai menabrak nya.


__ADS_2