Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Masih Tidak Berubah


__ADS_3

Pagi hari, afifah memasak sarapan di dapur. Alexa tidak mau makan jika bukan masakan Afifah, ya begitulah Alexa.


"Mommy masak apa?" Alexa yang baru saja mandi dengan rambut agak pirang yang masih basah itu berlari dan langsung memeluk kaki Afifah yang sedang menyajikan makanan di meja makan.


"Ayo duduklah" Afifah mengangkat nya lalu meletakan Alexa di atas kursi "Mommy masak Ayam goreng sama sayur saup. Ada brokoli nya, kamu suka kan?"


"Suka dong mommy, cepatlah. Alexa lapar sekali"


Afifah tersenyum, anak perempuan nya itu slalu semangat untuk sarapan. tetapi jika di suruh makan malam, dia akan rewel sekali.


"Good morning" Teriak el


"Good morning Papa"


"Cucu Opa sudah siap sarapan rupanya" Sanjaya juga datang, di ikuti yang lain nya di belakang.


"Ayo Jihan dan fiki duduk di samping Kak Alexa nak" Titah Mira


"Opa, kita jadi kan pergi ke mall?" tanya jihan


"Jadi dong, tapi kalian harus sarapan dulu. setelah itu kita jalan-jalan ke Mall"


Ketiga anak tersebut bersorak gembira sambil mengangkat tangan nya.


Afifah mengambilkan makan untuk el, lalu untuk Alexa. Dari kecil, Alexa sangat menyukai sayuran. Jadi kalau untuk makan soup, Alexa makan dengan sedikit nasi, hanya sayur yang memenuhi piring nya.


"Kenapa kau kasih nasi nya sedikit. Dia masih anak-anak jangan terlalu di paksa makan sayur" Tegur lastri melihat porsi makan yang diberikan afifah kepada Alexa


"Mama, Alexa memang suka nya seperti itu" Jawab el membela sang istri.


"Sekarang Alexa memang suka, karena sejak dulu istrimu ini memaksakan nya"


"Udalah ma.. " lerai sanjaya


Lastri tidak sebodoh itu, ia tau bahwa jika anak kecil dipaksakan makan sayur, maka dia tetap tidak akan menyukai nya. Berbeda dengan Alexa yang memang sejak kecil menyukai sayur karena tertarik dengan warna-warna nya. Lastri tau itu, namun ia memilih untuk memarahi afifah.


Dasarnya Lastri tetap saja tidak berubah.


Setelah sarapan, ketiga cucu sanjaya merengek terus untuk diajak ke mall. Sehingga, mau tak mau Sanjaya mengakhiri obrolan mesra dengan kedua putra nya.


"Pa, mira mau pulang. Mau anterin ini ke mamah" Ucap mira


"Yasudah, gakpapa mira, lagian papa kan gak prnah mempermasalahkan nya"


Mira tersenyum "Jadi Fiki ikut aku saja pa, takut rewel di Mall"


Fiki masih berusia 3 tahun, sedangkan Jihan sudah 6 tahun. Jadi Mira takut memasrahkan fiki ke sanjaya, karena fiki masih kecil dan sering rewel kalau udah mengantuk.


Akhirnya sanjaya membawa kedua cucu perempuan nya main ke Mall, bersama 2 beby sister. sedangkan el, malah melakukan kesalahan dengan ikut byan ke kantor dan meninggalkan afifah di rumah sendirian bersama Mama nya.


"Mas ada kepentingan juga. Aku gak lama kok"


Afifah akhirnya tak bisa menghentikan el, ia sekarang bingung hendak melakukan apa. Jika ia sembunyi di dalam kamar, maka mama mertua nya tersebut akan semakin memaki-maki nya.


"Enak ya jadi nyonya elramdan, sekarang bisa santai kayak nyonya besar, padahal cuma gadis kampungan" Ucap Lastri saat melihat afifah duduk menonton TV di ruang keluarga


Afifah menghela nafasnya, begitu serba salah nya setiap pergerakan tubuh nya di mata Lastri.


"Maaf ma" Slalu itu jawaban afifah, dari dulu tak pernah berubah


Lastri menghampiri Afifah, lalu duduk di kursi seberang Afifah "Ingat ya anak kampung, aku masih tidak menyukaimu. Kamu gak usah bangga menjadi istri el, atau menjadi ibu dari Kedua cucu kembarku yang Hebat. Aku akan pastikan, bahwa nama mu tidak akan di sebut"


Afifah diam saja, itu lebih baik menurut nya. ya begitulah afifah sejak dulu. Orang nya pendiam, walau dulu waktu gadis panah fitnah hampir menghacur kan hidupnya, ia tetap diam saja, tanpa menjelaskan semua nya kepada dunia.


Afifah memegang satu kata-kata Ali bin Abi Thalib "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu”


...****************...


Malam hari, setelah makan malam. Alexa rewel minta pulang ke desa terus. El dan Afifah menjadi kualahan menghadapi Alexa yang tidak berhenti menangis sejak tadi.


El menggedong nya, di letakan nya kepala Alexa di pundak nya. Lalu menyanyikan lagu kesukaan Alexa.


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are

__ADS_1


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon

__ADS_1


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle little star


How I wonder what you are


When the blazing sun is gone


When he nothing shines upon


Then you show your little light


Twinkle, twinkle, all the night


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Jika biasanya, Alexa akan langsung tidur ketika di myanyikan lagi tersebut satu kali, tetapi ia baru saja terlelap di dekapan El saat El sudah menyanyikan lagi tersebut lima kali.


"Besok El pulang saja pa, gak tega lihat Alexa menangis" Ucap El kepada sanjaya setelah meletakan Alexa di kamar


"Iya, papa juga gak tega"


Ada rasa bahagia di dalam hati Afifah, ia akan segera pulang ke kampung, ke rumah nya, tempat ternyaman. Jika sanjaya sedih karena Alexa akan pulang, begitu juga dengan Lastri, ia sedih juga tetapi kesedihan Lastri ada alasan satu lagi, yaitu tidak bisa memarahi afifah lagi.


"Tinggalah beberapa hari El, lagian kan cuti mu masih tinggal beberapa hari lagi"


"Tidak ma, El harus pulang. Kasian Alexa"


Lastri terus merayu El, namun tetap saja keputusan ek tersebut tidak berubah.


"Terima kasih sayang, secara gak langsung kamu yang memenuhi permintaan mama" Afifah mengecup kening Alexa.


"Apa mama memarahi mu lagi" El. Tiba-tiba datang membuat afifah kaget


"Tidak mas"


"Jangan bohong Fah!" Suara tegas El, membuat afifah takut. Walau El sangat bucin kepada Afifah, namun jika suasana nya seperti ini, afifah tetap takut kepada El.


"Iya mas, tapi jangan di masalahin lagi ya. Nanti yang ada mama akan semakin membenciku. Ia kira aku yang terus mengadu kepadamu"


El memikirkan kembali kata-kata afifah. Walau El sudah sering menegur Mama nya itu, tetap saja Lastri tidak berubah. Yang ada Lastri semakin membenci istri nya.


Walau berbagai cara El lakukan agar membuat mama nya jerah, nyata nya El salah, Lastri semakin menjadi-jadi saja.


...****************...


...****************...


Segini dulu ya gaes..


Alhamdulillah, bisa update lagi


maaf jika sedikit ya.


author janji akan update secepat nya.


Terima kasih sudah menunggu dan terus mendukung author ❤❤❤


Jangan lupa tinggalkan jejak


Follow IG author @ismaniyah._

__ADS_1


DM jika mau di follback


__ADS_2