
Sudah dua hari Exel berada di rumah Desa. Tidak ada yang di lakukan Exel selain bekerja, memeriksa Email, menelpon kesana-kemari, bahkan rapat virtual.
Karena bukan hari libur Exel, untuk itulah Exel tetap bekerja, apalagi satu bulan penuh ia sudah meninggalkan pekerjaan nya, dan sekarang tidak bisa lagi.
"Alexa, mana suami mu?" Tanya Exel yang baru saja menuruni tangga dengan terburu-buru
"Belum pulang, Kak. Lagian kan masih jam tiga sore"
Exel tak menjawab nya, ia masuk kembali ke ruangan kerja bagian depan yang dulu nya di pakai oleh El.
"Ada apa cari mas Reihan, kak?" Tanya Alexa yang ikut berjalan di belakang Exel.
"Gak ada, tanya saja. Sudah pergilah. Aku mau kerja"
"Huh, dasar" Kesal Alexa yang di usir oleh Exel.
Exel melanjutkan memeriksa beberapa berkas yang di kirimkan oleh sekretaris nya. Sedangkan Alexa bergabung dengan Lastri dan Sanjaya yang sedang santai di Ruang Televisi. Jangan tanyakan Afifah, Hubungan Afifah dan Lastri belum juga membaik. Yang sebenar nya terjadi, Lastri gengsi untuk berbaikan dengan Afifah, walau Afifah terus berbuat baik nyata nya Lastri tetap tidak mau memperbaiki nya.
"Assalamualaikum" El dan Reihan mengucapkan salam bersamaan. Dan langsung di jawab oleh semua orang penghuni rumah, kecuali Exel.
El dan Reihan langsung menghampiri sanjaya dan Lastri untuk mencium tangan nya, setelah itu Alexa dan reihan masuk ke dalam kamar untuk bersih-bersih dan berganti pakaian.
"Mas, sejak tadi perut ku mules terus. tapi masih bisa aku tahan" Keluh Alexa
"Apa kamu sudah bilang kepada Mommy?" Reihan menarik Alexa dan mendudukan Alexa di pangkuan nya, ya walaupun berat badan Alexa mencapai 80 kilo
"Tidak, aku takut semua orang jadi khawatir" Jawab Alexa manja
"Tenanglah, sudah mas ajari kan cara hitung nya? kalau mules nya teratur bilang sama mas"
"Sudah teratur mas, tapi tidak terlalu sakit"
"Ya sudah, buat gerak saja. Biar persalinan nya lancar"
"Ih.. mas kalau ngomong seperti bidan saja" Alexa bangkit dari pangkuan Reihan
"Kan sama-sama orang kesehatan"
"Beda, pokok nya beda" Alexa semakin ngotot, ya itulah kebiasaan Alexa, kepo dan ngotot
__ADS_1
"Sama, ah" Goda Reihan.
"Beda!" Kesal, ibu hamil ini sering sekali kesal kepada suami nya.
"Ya sudah beda. Mas mandi dulu"
Cup
Reihan mencium pipi Alexa, agar tak lagi marah. Lalu ia mondar mandir di dalam kamar. Rasa sakit nya kembali datang dengan kadar lebih berat. Ia sebisa mungkin untuk tenang sambil menunggu reihan selesai sholat.
Satu Jam
Dua Jam
Kini Alexa sudah tak bisa menahan nya lagi, kadar sakit nya semakin kuat. Bahkan dia tidak bisa berjalan, dan akhirnya tangisan Alexa pecah.
Di luar kamar Alexa langsung panik saat mendengar suara Alexa menangis. Mereka langsung masuk ke kamar Alexa tak terkecuali Exel.
"Kau ini bagaimana, kenapa diam di kamar bukan nya ke dokter" Omel Exel "Dan kau reihan, kenapa kamu juga diam disini"
"Maaf, kak. Alexa takut membuat panik. Apalagi Ada oma dan Opa"
Dengan segera Exel pergi keluar rumah. Reihan dan El menggendong Alexa karena Alexa sangat berat, jadi butuh dua orang untuk menggendong nya.
"Opa ikut, El"
"Afifah, kamu bawa mobil sendiri. Ajak papa dan mama, biar Alexa berangkat bersamaku dan reihan"
"Iya mas" Afifah sudah menangis sejak tadi.
"Ayo, Ma, Pa"
"Bawa perlengkapan bersalin nya Alexa" Ucap Lastri
Afifah pun baru ingat, ia pun berlari ke dalam rumah dan mengambil tas yang sudah Alexa dan dia siapkan sejak jauh-jauh hari.
"Nyonya Afifah" Panggil bi sumi,
"Ada apa bi?"
__ADS_1
"Bibi masakan atau tidak, nyonya?"
"Masak, bi. Biar nanti Zakir yang mengambil nya"
"Baik nyonya"
Afifah pun kembali berlari keluar rumah, Sanjaya dan Lastri sudah duduk di kursi belakang. Afifah pun langsung masuk dan duduk di belakang kemudi lalu tancap gas menuju ke pukesmas.
Saat Afifah datang, Alexa sudah berjuang di dalam ruang bersalin bersama Reihan. Exel mondar mandir tak kalah khawatir.
"Tenanglah, El. Semua akan baik-baik saja" Ucap Lastri.
Cukup lama mereka menunggu, dan pada akhirnya mereka semua mendengar suara tangisan bayi.
"Alhamdulillah" Ucap semua orang sambil menangis bahagia.
"Bagaimana keadaan ibu dan bayi nya sus?"Tanya El kepada Suster yang baru saja keluar dari ruangan bersalin.
"Semua nya sehat, bayi nya laki-laki"
"Apa kami bisa melihat nya sekarang sus?" Tanya Exel sangat semangat sekali
"Masih di bersihkan, pak. Nanti kalau sudah pindah ke ruang inap. Kalian bisa melihat ibu dan bayi nya"
Semua nampak senang sekali, bahkan wajah mereka kini tak lagi khawatir.
"Keponakan ganteng ku, pasti persis seperti ku nanti" Ucap Exel dengan percaya diri.
"Emang kau ganteng?" Tanya El
"Ya ganteng lah, kaya papa Elramdan" Ucap nya "Apalagi Mommy Afifah juga sangat cantik sekali"
Sikap asli Exel mulai keluar, saat kebahagiaan menyapa dirinya.
Tak lama, Alexa di bawa ke ruang inap. Semua pun mengikuti nya. Bayi kecil juga ada di sana, tidur di dalam box bayi.
"Assalamualaikum" Zakir datang bersama istri nya. Sambil membawa rantang
"Waalaikumsalam"
__ADS_1
Zakir menatap Exel dengan tatapan yang sulit sekali di artikan. Sedangkan Exel masih saja senyam senyum sendiri.