Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Intrograsi!


__ADS_3

"Dapat dari mana kamu uang satu juta?"


afifah masih diam, sudah hampir satu jam El duduk di depan nya, memasang muka tajam bagaikan singa yang menatap mangsanya dan siap menerkam kapan saja.


"Jawablah, atau aku katakan yang sebenarnya kepada ibu mu!"


afifah mendongak, menatap sang suami dengan tatapan memelas, namun tetap tak membuat El merasa iba.


"Aku jual cincin ku mas"


"Cincin apa?" kini amarah El semakin menggebu, ia berdiri dan langsung mencengkram pundak afifah kuat-kuat "Cincin Nikah kita kau jual!" suara El penuh penekanan.


"Tidak mas, hiks hiks hiks."


Afifah menangis, antara sakit merasakan cengkraman kuat di lengan nya, dan takut karena El sangat menakutkan.


"Aku jual cincin ku sendiri yang aku beli saat masih jualan dulu, hiks hiks hiks"


El menghempas tubuh kecil afifah, sehingga jatuh ke sofa.


"Kemarin zakir kesini mas, ibu sedang kesulitan jika harus bayar sekolah nya. makanya motor zakir dijual, tapi tetap saja kurang. karna aku tak punya uang, jadi aku jual cincin ku itu. semua perhiasan hadiah pernikahan dari keluarga mas, sumua nya utuh"


suara afifah serak, ditambah isak tangis nya.


El mencerna semua kata-kata afifah, ia sadar, sudah satu bulan menikah namun ia belum memberikan uang nafkah kepada afifah.


"Nanti malam, Suruh zakir kesini"


setelah mengatakan itu, El langsung pergi. afifah masih duduk di sofa ruang tengah, ia menangis terseduh-seduh


...****************...


Sesampai nya di puskesmas, El terkejut melihat sosok wanita cantik, wanita yang pernah membuat hati El jatuh, sejatuh-jatuh nya.


"El," suara manja wanita itu sambil menatap dengan mata yang membuat El ingin sekali memeluk nya erat.


wanita itu mendekat, memegang tangan El "Beb, aku kangen banget sama kamu"


"Lepaskan Rania! jaga tingkah mu, ini tempat umum!" El menghempas kasar tangan nya, sehingga terlepas lah tangan Rania dari gandengan nya.


"Pergilah," El langsung meninggalkan Rania, masuk ke ruangan nya dan mengunci nya.


Rania pun malu, karena banyak yang melihat El kasar kepadanya. Orang-orang yang tadi ingin berfoto dengan nya pun mengurungkan nya. satu puskesmas membicarakan nya.


dengan kesal Rania pergi dari sana, namun nyata nya ia tak menyerah. ia sekarang pergi ke rumah El.


Sudah jauh-jauh kesini! kalau aku tak menciptakan duri di rumah tangga El, rasanya sia-sia. aku yakin istri El itu polos, tak tau apapun!


Tok


tok


tok


Karena afifah menangis, ia sampai ketiduran. afifah pun tak tau jika ada orang yang mengetuk pintunya.


sudah sangat lama rania berdiri disana, mau masuk pun gak bisa karena el menguncinya dari luar tadi karena kesal dengan afifah.


rania benar-benar kesal. namun saat hendak meninggalkan rumah el, Tiba-tiba pintu terbuka.


"Maaf, siapa ya?"


Rania berbalik, tersenyum manis kepada afifah.


"Aku Rania" rania mengulurkan tangan nya. $


Rania Harahap, dia artis itu kan? dia mantan pacar mas ramdan!


"Oh.. iya mbak, cari siapa ya"


Berusaha tetap tenang, dan pura-pura tak tau itu lebih baik.


"Apa benar ini rumah dokter el?"


"Iya mbak benar, ada apa ya?"


Apa dia tidak mengenaliku?


"Mas ramdan, ohh.. maksud ku dokter el masih tugas mbak"


Ramdan? dia memanggilnya ramdan.


"Bolehkan saya masuk?"


"Oh.. boleh, silahkan"


rania pun masuk, afifah mempersilahkan rania duduk di sofa ruang tamu. sedangkan afifah masuk untuk membuat sirup jeruk.


"Ada keperluan apa ya mbak?" tanya afifah setelah menyajikan segelas es jeruk.


"Apa kamu istrinya?"


"Iya mbak, nama saya afifah, saya istrinya"


"Apa anda tidak kenal dengan saya?"


afifah diam sejenak, ia tau maksud rania.

__ADS_1


"Maaf mbak, sepertinya ini pertama kalinya kita ketemu"


Apa dia tak pernah melihat televisi, jelas film terakhirku menjadi tontonan banyak orang.


"Ya sudah, saya kesini cuma pengen kasih tau ke kamu"


"Aku adalah mantan kekasih Dokter el, suamimu"


deg.. apa tujuan nya rania mengatakan itu, pikir afifah.


"Aku menjalin hubungan dengan nya selama 3 tahun. cuma karena salah paham, dia memutuskan hubungan nya denganku"


"sebagai artis, untuk memdongkrak film yang sedang aku perankan. aku berpura-pura berpacaran dengan salah satu seorang aktor. namun el dan keluarga nya malah memaki dan tak mempercayaiku"


"Aku dulu sering menemani el di Singapura, menghabiskan waktu sangat lama sekali disana. aku yang menemaninya kuliah kedokteran"


...


Rania terus menceritakan semua nya Love Story nya dengan el, tentu sebagai istri, afifah tetap merasakan cemburu dan sakit hati. namun baginya terlihat tegar itu lebih baik. terlebih saat ini, akulah istrinya, jadi tetap akulah pemenangnya, kurang lebih seperti itu pikir afifah. sungguh pikiran yang sangat dewasa.


"Aku yakin, jika dia masih mencintaiku. kita sama-sama mencintai"


"Maaf mbak, dia adalah suami saya. saya percaya sepenuhnya dengan nya. lagian semua cerita itu sudah saya dengar sebelum nya dari suami saya"


Bohong! El mana pernah bercerita. bicara aja seperlunya. afifah memang mengetahui sebelum nya. itupun dari foto-foto yang afifah temukan di laci kamar el.


"Jika mas ramdan masih mencintai mbak rania, lalu kenapa dia menikahi saya dan memberikan kenyaman ini buat saya dan keluarga saya?"


"Apa mbak pernah di perkenalkan dengan keluarga besar nya? keluarga Dari luar negeri? kalau aku sudah di perkenalkan sebagai istri dengan penuh kebanggaan oleh mas ramdan"


sungguh kebohongan besar yang indah!


rania diam, ia sangat kesal dengan jawaban Afifah.


"Tapi El tidak mengumumkan kepada semua orang bahwa kau adalah istrinya. mungkin dia malu mempunyai istri kampungan sepertimu, cihhh"


"itu bukan masalah bagiku, tapi dia tidak menyembunyikan status nya. dia tetap memposting foto pernikahan kita, saya rasa dia bukan nya malu, aku tau mas ramdam orang nya sangat menjaga privasi nya. tidak semua nya diumbar"


Hebat sekali, afifah terlihat seperti seorang istri yang sangat dicintai oleh suami nya. ia tau bahwa kedatangan rania ingin merusak rumah tangga nya, jika ia lemah dan tidak melawan nya, maka kehancuran rumah tangga nya sudah dapat dipastikan. ya walaupun pada akhirnya akan tetap berpisah, begitulah pikirnya.


setelah kepergian rania dengan begitu kesal, afifah langsung naik ke atas, ia pergi ke kamar mandi dan langsung mengguyur tubuh nya dengan shower. air mata nya ikut terurai dengan air. entah mengapa ia merasa sakit, kesal dan ingin sekali marah dengan keadaan. ia tau benar, El tidak mencintainya, El tetap akan menceraikan nya setelah setahun. tapi dalam hatinya ada sebuah rasa untuk suami nya. walau itu hanya sedikit, dan bagaimanapun slama ini dia menganggap El adalah suaminya, Imam nya, dan juga ia sudah melayani El dengan ikhlas.


Disisi lain, dengan keriwehan pekerjaan di puskesmas, El terpaksa harus pulang ketika andi memberitahu bahwa Rania datang kerumah nya.


Untung aku menyuruh andi mengikutinya!


dengan mengendarai motor yang kemarin malam di bawa afifah, El sedikit ngebut ingin segera sampai di rumah nya.


saat masuk rumah, ia melihat ada satu gelas juice jeruk yang masih utuh, dengan langkah panjang nya, El segera masuk dan naik ke lantai dua tanpa bersuara.


Dimana dia? apa dia pulang?


ia pun segera turun, lalu duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.


Afifah yang baru saja selesai mandi, ia langsung berganti pakaian dan langsung turun kebawah karena mendengar suara televisi.


B**i sugiati kayak nya tadi izin gak kembali, karena cucu nya besok sunatan deh. siapa yang menyalahkan TV? apa aku tau menyalahkan nya ya?


namun setelah menuruni tangga, ia melihat suaminya duduk disana, terkejut sudah pasti.


"Mas sudah pulang?," afifah mendekat lalu duduk di sofa depan El.


"iya.." El melihat afifah.


"Ya sudah, aku masak dulu ya"


afifah langsung bangkit meninggalkan ruang tengah, dan pergi ke dapur yang tak jauh dari sana.


Apa dia menangis? mata nya


Apa yang di katakan rania kepada nya?


El sangat pusing memikirkan rania, Rania benar-benar merusak semua nya. ia pun mendapat pesan dari kakak nya byan, matanya langsung terbelalak melihat sebuah vidio kiriman kakak nya.


Di vidio tersebut, terpampang kejadian beberapa jam yang lalu di puskesmas.


✉aku akan menutupnya, jika kau menginginkan nya!


✉Tidak kak, biarkan saja


El merasa sangat pusing sekali, belum lagi masalah pekerjaan.


ia melangkahkan kaki nya, masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya. ia berendam air hangat di dalam bathup sambil memikirkan banyak hal.


tok


tok


tok


"Mas, Ayo makan"


"Iya" slalu menjawab nya sesingkat itu.


El yang ketiduran di dalam bathup, langsung kaget karena ketukan pintu afifah. tak terasa sudah jam 7, waktunya makan malam.


afifah pun turun kembali, menunggu El di meja makan. tak lama El juga turun, mereka berdua pun makan. setelah makan, afifah membersihkan piring-piring kotor di dapur, sedangkan El masih menunggu di ruang tengah, menunggu afifah menceritakan semua nya.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


..


El mencegah afifah yang hendak membuka kan pintu. El pun melangkahkan kaki nya mendekat ke arah pintu.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam," El membuka pintunya, berdirinya pemuda tampan yang ia kenal.


"Zakir? Ada apa?" El menatap adik iparnya itu.


"Kata mbak afifah, Dokter memanggilku?" zakir bingung sendiri


El pun menepuk jidat nya, ia baru teringat titahnya. sejak kapan El menjadi pelupa.


"Masuklah ayo," ajak El, zakir pun mengekor dibalakang El.


"Fah, Zakir sudah datang buatkan minuman!"


"Iya mas," teriak afifah


"Gimana sekolahmu? kapan lulus? " tanya El kepada Zakir yang duduk di depan nya.


"Alhamdulillah dok, kurang 2 bulan lagi lulus"


"Rencana setelah lulus?"


"Mungkin coba untuk berkebun dulu dok, atau ikut Pak lek dulu"


"Hmmm... Jika misal, kamu ingin usaha, usaha apa?"


"Hmm... apa ya dok" Zakir berpikir keras!


"Kira-kira apa peluang usaha disini yang sekiranya barang nya dibutuhkan banyak orang?"


Zakir gelagapan menjawab pertanyaan El, sungguh ini lebih sulit daripada menjawab soal ujian.


"Kalau toko sembako sudah ada Toko Pak Haji dok, disana sudah lengkap" Zakir masih berpikir.


"Kira-kira apa yang tidak dijual Pak haji?"


Kenapa pertanyaan nya sulit sekali sih! Apa ya yang tidak ada di toko Pak Haji.


satu detik


dua detik


tiga detik


"Pupuk!"


"Pupuk?" El menatap Zakir dengan tatapan penuh tanya


"Iya dok, disini petani membeli pupuk di rentenir secara kridit. mereka tak punya cukup uang jika harus membelinya langsung"


Afifah datang membawa Teh jahe untuk suami dan adik nya itu. lalu ikut duduk disana.


"Yasudah, aku akan bukakan Usaha pupuk untuk mu"


deg


bukan hanya afifah, zakir juga kaget. el pun beranjak, lalu naik ke lantai dua.


"Mbak, apa maksud pak dokter?"


"Mbak juga gak tau kir"


kakak beradik itu sama-sama kebingungan.


tak lama El datang, ia langsung meletakkan uang di atas meja.


"Itu ada uang 15 juta. buatlah toko kecil-kecilan di depan rumahmu. seminggu lagi barang akan datang. jadi usahakan toko sudah siap"


Zakir masih diam, ia tak tau apa yang El maksud.


"Pak, saya gak tau maksudnya ini bagaimana"


"Itu aku bantu kamu buka usaha, biar bisa menghidupi ibu mu kedepan nya. Uang 15juta itu kamu buat bangun toko. nanti masalah pupuk itu urusanku"


"Tapi kalau gak di kridit kan, tidak ada yang mau beli pak"


"Nanti aku akan ajari kamu. sekarang tugasmu bangun toko saja"


Kenapa dia begitu baik? ada apa dibalik semua ini? apa semua ini agar aku diam? apa dia mau meminta izin selingkuh dengan kekasih nya? Yaa Allah...


Zakir pulang dengan perasaan bahagia, sedangkan afifah tidak, ia masih kepikiran alasan membuka kan usaha untuk adiknya.


"Mas, Aku tidak punya uang jika harus membayar nya"


"Duduklah!"


"Anggap semua uang yang aku keluarkan untuk membangun usaha adikmu itu adalah Nafkah mu satu tahun!"

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak ya!


__ADS_2