Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Duka


__ADS_3

Pagi hari, seperti biasanya afifah dan el jalan jalan pagi. mereka menikmati suasana pagi yang dingin.


"Mas ayo pulang, perut aku mules pengen pop"


"Yasudah ayo"


El dan afifah berjalan menuju rumah nya, sesampai nya di rumah, afifah langsung masuk ke kamar mandi.


"Ana, siapkan susu hangat nya buat istri saya" titah el kepada ana yang baru saja membuatkan kopi untuk el


"Baik tuan"


"Bi lela" teriak el, yang di panggil pun langsung berlari menghampiri el.


"Bi buatkan aku roti panggang keju ya, bikinin dia potong sekarang"


"Siap tuan, ada lagi?"


"hmm.. aku pengen bawa bekal roti panggang juga. Kasih isi an coklat, keju sama selai nanas ya"


"Siap tuan" setelah itu bi lela pergi meninggalkan el dan segera menyiapkan pesanan el.


Tak lama afifah turun dan sudah bersih, ia sudah mandi dan berganti pakaian daster selutut, tanpa menggunakan jilbab.


"Minum dulu susu nya sayang" titah el saat afifah duduk di samping el.


"Enek mas, kamu saja yang minum"


"Ini susu almond sayang, baik untuk ibu hamil"


"Gak mau" afifah manyun, senjata andalan nya.


"Ini tuan, roti panggang nya" bi lela meletakan piring yang di atasnya ada dua buah roti panggang.


"Aku makan ini saja. mas saja yang minum susu nya" afifah langsung mengambil satu roti panggang nya


El tersenyum, ia masih fokus sama layar ponsel nya.


"Aku tinggal mandi dulu. susu nya habiskan"


Afifah manyun, karena suami nya itu terus memaksa nya meminum susu.


setelah 30 menit kemudian, el turun sudah memakai baju kerja rapi, namun roti panggang nya sudah habis.


"Kamu makan roti panggang aku?" tanya el


"Bukan aku, tapi anak kamu mas" afifah tersenyum tak berdosa "Tapi ini bi lela udah siapin bekal kamu hehehe"


"Baiklah, ayo sekarang kita sarapan" el menghela nafasnya kasar, ya mau gimana lagi pikirnya.


setelah sarapan, el berangkat bekerja, sedangkan afifah masih duduk di meja makan belum menyelesaikan makanan nya.


Di ruang kerja el, ia sedang mengotak atik laptop nya. ada banyak sekali laporan perusahaan.


Pusing aku! afifah hamil tua mana bisa di tinggal.


El mengusap rambutnya kasar.


📞Hallo, pak rian


📞Pertemuan nya di rumah saya. Saya gak bisa ke mana-mana karena istri saya hamil tua.


📞Atur saja, yang penting aku gak bisa kemana-mana


El meletakan kembali HP nya. ia Benar-benar pusing merasakan perusahaan yang mengalami masalah.


Tak lama kemudian, ponsel el kembali berdering. Ada panggilan masuk dari zakir.


📞 Assalamualaikum Pak


📞Waalaikumsalam kir, tumben? ada apa?


📞Pak, Ibu.. hiks hiks hiks


📞Kenapa?


*El panik, ia berdiri dari tempat duduk nya


📞*Ibu meninggal pak


📞Kenapa? kalau sakit kenapa gak dibawah ke puskesmas

__ADS_1


📞Gak tau pak, aku tadi repot di toko. waktu jam 8 aku mau sholat dhuha, ibu sudah terbaring dengan mukena nya


📞Yasudah, aku akan kesana


📞aku tadi telepon mbak afifah gak di angkat


El melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.


📞Sekarang mbak mu mungkin masih yoga, sudah kamu urus disana. aku sama mbak mu akan kesana


📞Yasudah, assalamualaikum


📞waalaikumsalam


Setelah menutup sambungan telepon, El langsung pergi dan meminta Andi membereskan ruangan nya.


"Pak" panggil seorang wanita, El pun yang baru saja hendak keluar dari puskesmas menghentikan langkah nya, dan berbalik


"Iya bu nanik ada apa?"


"Pak ada yang mau saya bicarakan"


"Saya sedang ter buru-buru bu nanik, nanti sore atau malam saya telepon saja ya, atau besok saja. saya permisi dulu"


"Tapi pak.."


El tidak bisa dicegah, ia langsung meninggalkan bu nanik begitu saja, dengan langkah kaki panjang nya, El langsung menuju ke mobil nya.


Sesampainya di rumah, afifah sedang mondar-mandir di halaman belakang. el pun menghampiri nya.


"Sayang, kok pulang?" tanyaa afifah saat melihat suami nya


"HP kamu mana sayang?" tanya balik el


"Di atas mungkin mas, kamu kenapa pulang"


Bagaimana ini cara ngomong nya ya!!


el memeluk tubuh afifah, ia mengelus rambut afifah yang masih setengah basah, sesekali ia menciumi nya.


El sungguh bingung mau memulai dari mana "tadi Zakir telepon, katanya ibu kamu meninggal fah"


Tubuh afifah langsung lemah!


"Ayo kita kesana"


Afifah sudah menangis histeris, el jadi takut melihat afifah yang seperti itu.


"Ana, ambilkan jilbab sama gamis istriku" teriak el


Afifah duduk di lantai, kaki nya benar-benar lemah, sehingga tak bisa menopang tubuh nya. El benar-benar menyesal sudah mengatakan nya. Seharusnya ia mengajaknya pulang dulu saja.


El lalu melepas daster afifah, diganti nya dengan gamis agar aurat afifah tertutup, lalu memakaikan jilbab tosca instan untuk menutupi rambut indah nya..


El membawa afifah keluar rumah dengan merangkul nya, berjalan perlahan. Afifah masih menangis tatapan nya kosong, namun ia tak mengatakan apapun, atau sebab ibu nya meninggal


saat hendak masuk mobil, tubuh afifah berdesir hebat. Lalu disusul sakit perut yang sangat luar biasa.


"Aahhh... mas ramdan perutku sakit banget mas, hiks hiks hiks" afifah hampir terjatuh.


El langsung panik.


belum juga El menanyakan nya, afifah sudah terjatuh pingsan.


Bi lela dan ana yang tadi ikut mengekor sampai depan, langsung berlari membantu El.


"Pak, mending di bawa ke puskesmas" saran bi lela


"Iya Pak, tadi nyonya udah ngerasain mules teratur" sambung ana. Walaupun Ana terbilang masih muda, namun ana sudah mendapat pelatihan tentang ibu hamil dan anak-anak dari yayasan.


"Saya takut tadi kontraksi dan sekarang karena kabar duka jadi membahayakan ibu dan anak nya tuan" ucap bi lela


Tanpa ba bi bu, El langsung membawa afifah ke puskesmas bersama Ana. Air mata El terjatuh, saat melihat istrinya itu terbaring di jok belakang.


Beruntung sekali mendapatkan tuan El, Kaya tampan, dan juga seperti nya sangat mencintai istrinya. Aku mau satu ya Allah, sisakan laki-laki seperti tuan El untukku, atau tuan El saja untukku.


Doa yang tak tau diri!


Sesampainya di puskesmas. Afifah langsung di tangani oleh bu nanik. El pun langsung menceritakan kejadian nya.


"Baru tadi pagi saya mau mengatakan, kalau afifah harus segera pindah ke kota"

__ADS_1


"Kenapa begitu bu?"


"Afifah sedang mengandung Anak kembar pak"


Tubuh El langsung lemah


"Apa bapak tidak tau, atau afifah tidak mengatakan nya?"


"Tidak bu, dia tak mengatakan apapun. lalu sekarang bagaimana?" El benar-benar panik


"Bapak jangan panik, bapak harus tenang. Melihat keadaan nya yang seperti ini. Mau tidak mau bapak harus mengeluarkan bayi nya. Untuk kehamilan kembar, usia 8 bulan sudah boleh di keluarkan pak"


"Afifah sudah mengalami kontraksi, ada pembukaan, cuma kita gak bisa menunggu afifah sadar, karena detak jantung bayi melemah karena sang ibu kaget"


El tidak menjawab nya, ia menangisi istri dan anak nya.


Melakukan operasi caesar bukan lah keahlian ku. Bahkan tanganku bergetar saat kemarin aku melakukan nya kepada orang lain. Sekarang, aku harus membedah Perut istriku.


Jika nanti aku salah, anak dan istriku menjadi korban malpraktek ku.


"saya akan membantu pak, bapak tenang kan diri. percaya bapak pasti bisa. Demi anak kembar bapak"


El lalu teringat beberapa minggu kemarin, saat mengambil seorang bayi yang ia beri nama Ghifari. Tubuh nya mampu membuat hati El bahagia saat berhasil mengeluarkan dari perut ibu nya. walau dia bukan lah anak nya.


Semangat langsung ada, El mengusap air mata nya dan menyakinkan diri untuk berguna bagi istri dan anak nya.


📞Assalamualaikum kir


📞Waalaikumsalam, pak El sama mbak afifah kemana? ini ibu sudah di mandikan, hendak di sholati dan langsung dikebumikan


📞Lakukan saja kir, kami tidak bisa kesana


📞Kenapa pak?


zakir mulai menangis


📞Afifah mau melahirkan kir, karena kabar duka ini. mau tak mau afifah harus di operasi. Bahkan sekarang dia tak sadarkan diri


Kabar ini, membuat seluruh keluarga langsung panik, tak terkecuali pak lek afifah. Para tetangga juga ikut bersimpati, disaat seperti ini, afifah juga sedang diuji.


"Andi tolong antar asisten rumah tangga saya pulang" titah El kepada andi yang sejak tadi melongo


"Ana cepat siapkan perlengkapan bayi dan istri saya. Bawa Yang perlu, masing-masing 2 pasang, motif cewe dan cowo. karena calon anak saya kembar"


"Dan bi lela, siapkan makan siang. usahakan cepat. jadi biar sekali jalan sama ana."


"Andi, antar mereka. bantu mereka!"


Tanpa menunggu jawaban dari ketiga asisten nya, El langsung meninggalkan mereka dan mulai menyiapkan diri untuk melakukan operasi.


"Sudah saya suntik obat nya pak"


"Apa gak bahaya kalau melakukan nya disaat afifah tak sadar?"


"Saya sudah kasih obat bius pak, afifah tak akan sadar sebelum 4 jam kemudian"


"Ya sudah, langsung persiapkan semua nya sekarang"


El langsung bersiap, mereka semua masuk ke dalam ruang operasi.


El mamandangi wajah cantik istrinya yang sudah terbaring disana. El juga sudah bersiap, membedah perut besar afifah.


Bismillahirohmanirokhim, Yaa Allah bantu kami. Selamatkan anak dan istriku.


Bersambung......


HAI... SELAMAT PAGI SEMUA.


AYO KITA DOAKAN AFIFAH AGAR SEMUA NYA BAIK-BAIK SAJA... HEHEHEHE....


UNTUK NOVEL USMAN, AUTHOR MASIH MEMIKIRKAN NYA, KARENA ADA PESAN YANG HARUS AUTHOR SAMPAIKAN DI CERITA TERSEBUT.


JADI SABAR YA, KARENA AUTHOR MASIH MIKIR ALUR NYA. KALAU LANGSUNG GITU SAJA TIDAK SERU DAN KURANG GREGET. HEHEHE


AUTHOR MASIH NGUMPULIN IDE, SUDAH ADA SIH BEBERAPA IDE, NAMUN AUTHOR HARUS MEMIKIRKAN NYA, KARENA AKU HARUS NTAMBUNG SAMA PESAN YANG AKAN AUTHOR SAMPAIKAN.


TERIMA KASIH SUDAH MENDUKUNG AUTHOR.


I LOVE YOU. ..


KALIAN BISA FOLLOW AKUN INSTAGRAM AUTHOR @ISMANIYAH._

__ADS_1


TERIMA KASIH, HAPPY SUNDAY...


__ADS_2