Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Panggilan kesayangan


__ADS_3

Setelah kepergian Hanan, sanjaya langsung memanggil el agar turun. semua orang juga sangat kepo dan duduk berkumpul lagi di ruang keluarga. sanjaya dan byan memasang wajah serius seolah-olah marah. caca dan lastri sangat takut dengan muka sanjaya. kecuali nenek eka, dia hanya santai.


"Maa, apa kak el buat kesalahan ya" bisik caca kepada ibu nya yang duduk di sebelahnya


"Mama gak tau. tapi papa mu terlihat menakutkan sekali" jawab lastri dengan suara lirih


Mudah-mudahan kabar buruk buat el, dan kabar baik buatku. semoga ini berita pernikahan el batal.


"Ada apa Paa?" tanya el


"Hmm.. begini, tadi paman afifah kesini"


"Kenapa?" jantung el berdetak kencang, ia tidak takut jika ketahuan memeluk afifah. el malah malu


"Dimana letak tanggung jawab mu el? seharus nya kamu bertanya kepada afifah, bagaimana prosesi adat disini"


"Maksud papa?" el masih bingung


"Jadi gini, besok sore kita ke rumah afifah untuk acara lamaran nya. jadi tadi paman nya menjelaskan semua adat dan tradisi nya. papa sebenar nya malu, kenapa kamu mempelai pria nya gak bertanya"


semua diam, kaget.


"Maafin el paa"


"Sudahlah, ayo kita melakukan persiapan" sanjaya tersenyum "papa hanya menggodamu el, jangan sedih seperti itu"


byan dan sanjaya tertawa


"ihhh... papa, gak lucu. caca takut tau"


"ihh.. kalau takut sini aku masukin ke saku ku" goda byan kepada caca


"Menyebalkan" caca pergi dari sana, pergi ke halaman belakang.


"Sudahlah, kalian ini suka sekali goda cucu kesayangan ku" nenek eka mengelus kepala el


"Ma, el pakai baju apa?" tanya el polos "Mama bawakan baju untuk el kan?"


"Gak usah pakai baju" jawab byan, lastri dan nenek eka langsung menatap tajam byan karena suka sekali bicara sembarangan "maksud byan, el gak boleh ikut. baru bisa ketemu adik ipar setelah akad nikah"


"Iyaaa, bener.. kamu gak boleh ikut el" sanjaya dan byan tertawa melihat ekpresi el


"Kenapa?" tanya nenek eka


"gatau nek, kata nya gitu. baru hari jumat jam 7 akad nikah el baru ikut. setelah itu dia disana terus. hari sabtu pagi el dan istrinya ke sini. nanti ada acara apa ya namanya byan?" sanjaya menepuk baju byan


"Lupa byan pa, pokok nya itu deh."


"Yasudah, cepat lastri siapkan semua nya. hadiah nya juga" ucap nenek eka


lastri dengan tatapan kosong melanvkahkan kaki nya ke kamar bagian depan untuk segera mempersiapkan hadiah-hadiah untuk afifah.


didalam kamar tersebut, lastri melihat 4 kardus yang tertumpuk. karena kepo, ia langsung membuka nya. mata nya terbelalak, melihat banyak baju wanita disana.


"Ellll.... " teriak lastri


dengan segera el dan byan menghampiri mama nya


"Mama kan panggil el, kenapa kamu juga kesini" kesal lastri


"Ya gakpapa maa, byan khawatir saja mama kenapa-napa"


"Ini baju-baju siapa el?"


"itu untuk afifah maa, bagaimanapun juga dia istri el. el gak mau istri el pakai baju kurang fashionable" jawab el


lastri lagi-lagi diam.


"Sudahlah maa, mama ngapain sih ikut campur terus. biarin saja. dia cantik ma, kalau udah pakai baju kekinian gini, gak akan terlihat kalau gadis desa" buku byan


"Kamu sekarang sama saja, sama nenek kamu, dan papa kamu"

__ADS_1


"Maa, sudahlah" lerai byan


"Yasudah, ayo bantuin mama menata ini. panggil caca juga" lastri masih kesal.


mereka ber empat pun membantu lastri menata barang-barang yang akan di jadikan hadiah. satu persatu di lipat dan di tata di dalam kotak kaca yang indah.


"Mama beli semua ini dimana?" tanya caca


"Ini Paket Eklusif, beli di teman mama"


"Bagus maa, warna nya bagus" puji caca


"Makasih ya ma, el tau ini semua barang branded... " belum selesai bicara, lastri langsung memotong nya


"El, walaupun mama belum bisa membuka hati untuk istrimu itu. tapi mama akan slalu memberikan yang terbaik untuk menantu-menantu mama. dan mama akan kasih yang sama kepada istrimu dan istri byan" mama lastri memandang teduh kedua anak laki-laki nya bergantian.


"Makasih maa" byan dan el memeluk lastri


semoga Allah membuka kan pintu hati mama buat istri el.


"hmmm... aku kan jadi baper" caca ikut berhambur memeluk mama nya.


**


Malam Hari el terdiam, besok ia mulai cuti dari pekerjaan nya. dalam hati el terkadang ada rasa bahagia dan juga rasa bersalah. ada sesuatu yang membuatnya sangat resah.


Kata-kata yang sudah ia katakan kepada ibu nya afifah, bahwa ia akan mencoba mencintai nya. el takut rasa itu tak hadir.


"satu tahun kita akan bercerai" Kata-kata itu terniang lagi di kepala el, Kata-kata yang pernah el katakan kepada afifah dulu.


*******


Hari ini ada sebuah kebahagiaan dari senyuman bu zainab. ia melihat afifah duduk bersama ayu di kamar nya. tangan afifah di henna. sedangkan di luar sudah di persiapkan untuk acara lamaran afifah.


setelah sholat dhuhur, semua sudah sangat sibuk membersihkan halaman afifah untuk acara yang akan di mulai jam 2 lagi.


afifah juga sudah bersiap-siap, memakai Dress berwarna Navi.


"Fah.. " panggil seseorang


"Ngapain kesini? jangan ngerusak suasana dehhh" ketus ayu kepada Hilda


"Oke aku akan pergi, tapi aku pengen selvi dulu. pumpung lo lagi cantik kek gini kan. aku jadi gak malu"


"Jangan mau fah" ucap ayu


"Ayo cepatlah" ucap afifah


Hilda sudah bersiap-siap memposisikan HP nya.


"Senyum dong" titah Hilda.


afifah pun memberikan senyuman nya. satu jebretan di layar HP Hilda membuat afifah terlihat sangat cantik sekali.


Tak lama, keluarga sanjaya pun datang. acara dimulai. bagi lastri acara ini sangatlah membosankan. tapi bagi yang lain nya sangat menyenangkan.


"Maa, Cantik kan dia?" bisik sanjaya


"Tapi pa, dia tetap gadis kampung"


"Bukan kah mama ingin menantu yang cantik? tuh lihat dia sangat cantik. kulitnya juga putih mah"


"dia bukan sarjana pa, dia bukan dari kalangan kita..... "


"maaaaa... " potong sanjaya


"Untuk Ibu dari Dokter El, silahkan untuk memberikan hadiah nya secara langsung" ucap MC


"Sudahh..mama saja" titah sanjaya, saat lastri memandang nya.


lastripun berdiri dengan membawa sebuah kota berwarna merah berbentuk persegi empat. perlahan kaki lastri menghampiri afifah yang sedang duduk di sebuah kursi yang di belakang nya sudah di hias dengan sebuah papan yang penuh dengan bunga.

__ADS_1


afifah pun berdiri, perlahan namun pasti lastri memasangkan sebuah kalung, gelang dan cincin.


cekrek


cekrek


"Ini semua nya bermata berlian, harga nya hampir 1 milyar. ini hadiah dari nenek nya El, jaga baik-baik jangan sampai hilang" ucap lastri dengan sedikit penekanan


"Hmm.. Terima kasih bu" afifah bukan tidak senang mendapat perhiasan yang sangat mahal, namun kata-kata lastri membuat afifah sedikit sedih. ada sedikit goresan di hati nya. acara pun selesai dan di lanjutkan makan-makan.


"Nek, apa benar ini rumah calon nya kak el?"


"Iya sayang, kenapa? nenek sebelum nya pernah kesini"


"Tapi itu nama nya bukan el nek, Tapi Fah dan Ram"


"eehhh benar!" sahut byan, yang sejak tadi menguping pembicaraan adik dan nenek nya.


"Nanti tanya kan saja pada kakakmu. nenek pusing mau makan" nenek eka beranjak berdiri menghampiri afifah.


"Nenek" afifah langsung menghampiri nenek eka saat tau nenek eka sedang memandangi nya


"Terima kasih atas hadiah ini nek" afifah memegang cincin bermata berlian yang melingkar di jari manis nya


"Iya sayang, kamu cantik sekali hari ini" puji nenek eka


"Terima kasih nek"


"Nenek belikan kamu gaun putih, besok pakailah di acara akad nikah ya"


"iya nek, Terima kasih. ayo nek afifah ambilkan makanan"


disisi lain, ayu sedang duduk di kamar afifah. disana semua hadiah tertata rapi.


"Waaahh.. hadiah nya bagus-bagus bu" heboh Hilda saat melihat hadiah-hadiah itu


"Bu, ini pasti mahal" Hilda hendak membuka salah satu kotak hadiah milik afifah


"Heii.. lancang sekali" teriak ayu. ternyata Hilda dan ibu nya tak mengetahui keberadaan ayu disana.


"Kenapa? inikan punya afifah. afifah saudara kami" ucap ayu


"Walaupun kalian berdua saudaranya. kalian gak ada hak untuk membuka nya. pegilah atau aku teriak maling di sini"


Hilda dan ibu nya tak peduli dengan kata-kata ayu, sehingga ayu berteriak MALING!!!


"Hei" bentak Hilda


"sudahlah hil, kita keluar saja"


"Dasar Uler" ledek ayu


setelah acara makan dan foto bersama-sama selesai, afifah dengan lembutnya mencium tangan sanjaya, lastri dan nenek eka secara bergantian. sanjaya sangat suka kepada afifah. tapi tidak dengan lastri, ia ingin segera ingin pulang dan mengakhiri semua drama ini.


Setelah kepergian keluarga el, afifah kembali masuk ke rumah. di sana tukang foto sudah menunggu nya. Semua hadiah itu di foto, semua sangat senang dengan hadiah yang di berikan el, namun Hilda merasa sangat iri sekali.


Sedangkan di rumah el, byan dan caca sedang menggoda el. sanjaya dan nenek eka cuma bisa tertawa.


"Ram, Mas ram" goda byan


el langsung menoleh "Kenapa kakak memanggilku seperti itu" ucap el gugup


"Apa itu panggilan kesayangan afifah kepadamu" goda byan


"Aahhh.. kak el, romantis bisa juga. ku kira kak el kaku hahaha" ucap caca


"Paaa... papa tau tadi tulisan di papan? Fah dan Ram. ternyata Ram itu panggilan kesayangan el dengan... ekhemmm istri nya" heboh byan


"Benarkah? ternyata anak papa ini romantis juga, tak kalah dengan kakak nya" goda sanjaya


El sangat malu dengan godaan papa dan saudara nya itu. ia hanya bisa diam, ini adalah yang pertama buat El, karena selama pacaran sama rania, El jarang sekali bertemu bahkan mereka LDR hampir satu tahun lebih.

__ADS_1


__ADS_2