
Karena Hari jumat ini tanggal merah, jadi nya El memutuskan untuk pergi ke kota. Ia ingin mengajak afifah jalan-jalan untuk sekedar refresing.
"Kalau weekend panjang gini kan makin rame mas, kenapa kita ikutan liburan, mending dirumah"
"Bosen aku di rumah, lagian kamu gak bisa ajak berkembang biak"
Afifah langsung memukul El dengan slingbag nya.
"Lama-lama omongan kamu kayak kak byan, ngawur, bar-bar dan mesum sekali"
"itu hanya didepanmu saja, kalau didepan orang banyak ya seperti biasanya, cool"
Kini afifah mulai mengerti bagaimana sifat asli suami nya, ternyata asik tidak membosankan seperti yang ia bayangkan sebelum nya.
"Kamu tidur ya, kursinya bisa kamu dorong kebelakang, biar enak tidurnya"
"Enggak mas, aku pengen temani kamu"
El tersenyum, tangan nya kini mengusap kepala afifah. Lalu El meraih tangan afifah, lalu diciumi punggung tangan afifah.
"Udah mas lepaskan, fokus ke jalanan saja" omel afifah.
setelah beberapa jam kemudian, El memberhentikan mobil nya di sebuah Hotel mewah milik Kakek nya.
"Besok kita ke rumah Papa, sekarang aku mau istirahat, capek"
"Kan bisa istirahat di rumah mas"
"Kalau pulang sekarang, mama pasti membuat mood ku hilang, sudah ayo turun!!"
tak ada pilihan lain, mereka pun masuk kedalam hotel dan menempati kamar Khusus untuk keluarga.
disisi lain, lastri sedang berbincang-bincang dengan seseorang melalui sambungan telepon, entah apa yang mereka bicarakan sepertinya sangat serius sekali.
__ADS_1
Malam ini, Semua anggota keluarga hadir makan malam bersama, caca juga ada disana.
"El ada di hotel pa, tadi manager hotel bilang ke byan"
"Kenapa gak pulang kesini?" tanya mira
"Katanya besok dia ke sini, tadi ia capek pengen istirahat total disana"
sanjaya melirik istrinya yang sepertinya juga sedang melirik nya.
"Besok pagi aku mau belanja, biar nanti masak bareng sama afifah" mira sudah bersemangat sekali
"Kamu suka sama masakan afifah?" tanya lastri
"Suka banget ma, enak.. mira akui masakan afifah sangat enak sekali"
Ku kira dia tidak akan mau dekat-dekat sama anak kampung itu. tapi lihatlah, dia rupanya sangat semangat dan senang sekali..
"Tapi mas... "
"Aku tau kamu gak suka makanan luar. tapi aku tadi pesan nasi goreng, pasti kamu bisa memakan nya" El langsung menarik tangan afifah.
"kalau cuma makan malam, aku ganti baju dulu mas. pakai ini rasanya tak cocok"
El memandangi pakaian afifah, sebenarnya sih oke oke saja, apalagi baju-baju afifah semua nya dari brand ternama.
"Pakai ini saja"
El memberikan baju setelan tie dye yang baru saja ia belikan beberapa waktu yang lalu melalui caca.
Afifah pun memakainya, ia padukan dengan jilbab pasmina coklat dan sandal strappy fipper. sedangkan El memakai celana pendek berwarna hitam dan kaos berkerah putih dengan aksen logo kuda di bagian dari kiri nya.
"Emang kalau Sultan suka nya pakai yang simple ya"
__ADS_1
"Gak akan ada yang tau kalau mereka cucu pemilik hotel"
"Istrinya tetap cantik ya, walau tak pakai meke up dan hanya pakai baju biasa seperti itu"
Pegawai hotel banyak yang kagum dengan penampilan El dan afifah. Mereka terlihat sangat sederhana. Mereka juga menatap para pegawai dengan ramah, tak ada keangkuan sedikitpun.
setelah makan malam, El mengajak afifah mengelilingi beberapa sudut hotel yang sangat indah, apalagi di malam hari, terutama Cafe dekat kolam yang slalu ramai.
"Kayaknya kamu punya cafe gitu mas, dimana cafe kamu?"
"Cafe aku bukan di tengah-tengah kota. tapi berada di dekat Kampus atau universitas, sekalian disana aku juga menyediakan kos"
"Kok gak buka cafe yang sekalian bagus atau tempat nya di tengah kota?"
"Tujuanku buka Cafe dekat campus, biar mahasiswa bisa ngerjain tugas sambil ngopi gitu. kan aku sedia in Wifi gratis, tapi beberapa situs aku blokir. jadi benar-benar untuk tugas"
"Kamu kok bisa sampai punya ide sebagus itu"
"Ya karna aku pintar, dan juga cerdas... "
Belum juga El menyelesaikan omongan nya, afifah sudah meninggalkan El 3 langkah di depan nya.
Kenapa kamu membuatku seperi ini fah, sungguh aku tak bisa marah, semua tingkah mu ini membuatku gemash sekali.
"Aku males aa, kalau kamu muji-muji diri kamu sendiri seperti itu" ucap afifah saat El sudah berjalan disisinya.
"Yasudah deh maaf, ayo kita kembali kekamar. Angin nya kuat banget, nanti kamu masuk angin minta kerokin aku lagi"
El menggenggam tangan afifah, membawanya kembali ke kamar.
"Mah, Besok El datang kesini. Papa peringatkan Mamah Jangan bertingkah"
setelah itu sanjaya meninggalkan lastri yang masih duduk di depan kaca rias, sanjaya memilih untuk tidur dahulu, ia menghindari adu mulut dengan istrinya setelah baru saja ia mengancam nya.
__ADS_1