
pagi ini, el ingin lari pagi sambil menikmati bun pagi di sawah.
jam setengah 6 el sudah bersiap memakai celana sport dan kaos berwarna putih tak lupa sepatu untuk lari berwarna Biru.
el berlari santai sambil menikmati udara sedar di area persawahan.
"sejuk sekali" ucap el sambil menarik nafas panjang membentangkan tangan nya, dan memejamkan mata nya
el pun mencari tempat duduk untuk beristirahat, ia terus bejalan keluar dari area persawahan.
el duduk di sebuah bangku yang terbuat dari bambu di pinggir jalan beraspal yang tak terlalu lebar, jalanan itu sangat sepi, seperti jalan tembusan.
saat el membuka tutup botol minum nya tak sengaja tutup botol nya terjatuh. el pun berjongkok dan mengambil nya.
"afifah.. dengarkan aku dulu" teriak seseorang
el mengintip nya dari balik ilalang yang cukup panjang.
"sudahlan ustadz, jangan menggangguku lagi. apa masih belum cukup ustadz menyakiti ku? aku slama ini sudah menolak banyak lamaran demi ustadz, menunggu ustad datang, tapi apa yang aku Terima? ustadz menikah dengan sahabatku ayu dan lebih parah nya semua orang mencela ku" afifah marah mulutnya bergetar
"afifah, aku benar benar gak bisa menolak abiku. saat aku mau mengutarakan niatku untuk melamar mu, abi lebih dulu menjodohkan ku dengan ayu"
"fah.. aku mohon maafkan aku. aku gak bermaksud mengingkari janji ku dulu" wajah ustadz amir memelas
huh.. sudah ku duga bahwa ustad itu yang memberikan harapan ke afifah.. gak mungkin afifah mau menolak banyak lamaran kalau gak ada harapan- batin el
"ustadz.. sudahlah anggap semua tidak pernah terjadi" ucap afifah lalu menarik gas sepeda motor nya
tak lama ustadz amir berlari dan menghadang afifah.
"ustadz minggir, kalau ada yang lewat bisa bisa di kira aku yang menggoda mu" kesal afifah
"oke aku akan melepaskanmu fah, cuma jawab pertanyaanku dulu"
"apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi?"
"apa benar kata orang bahwa kamu pacaran sama dokter baru itu?"
afifah terdiam
"apapun hubungan ku dengan pak el, itu bukan urusan ustadz" ketua afifah
setelah itu afifah tancap gas motor nya dan meninggalkan ustad amir. setelah ustadz amir pergi el pun keluar dari ilalang pinggir jalan. dan mulai berjalan pulang.
ternyata benar kata andi, dia gadis baik. yang berengsek itu si ustadz, semua salahnya tapi lihat semua menyalakan afifah- batin el
"kasian juga si afifah"
"dan gara gara aku juga, dia dikira menggoda ku, pacaran dengan ku"
"dia seumuran dengan ku, bagaimana jika terjadi kepada caca?"
"ya ampun.. kenapa aku kepikiran dia terus sampai sampai caca kebawa-bawa"
__ADS_1
"ini pasti gara gara andi sering bergosip afifah"
el mengomel sendiri sambil berjalan pulang.
___
Seorang wanita masuk ke rumah keluarga sanjaya, wanita itu turun dari mobil nya.
wanita cantik dengan rambut panjang ter urai.
setelah wanita itu turun, ia langsung masuk bersama Bi jum.
"mbak rania silahkan duduk, bibi mau panggilkan nyonya dulu"
rania hanya mengangguk saja. setelah itu bi jum berlari menuju halaman belakang.
"nyonya di depan ada mbak Rania" ucap bi jum sambil ngos ngosan
"apa?" kaget
"ngapain anak itu kesini, gak tau malu nya dia berani datang kesini" kesal bu lastri sambil berjalan cepat
"Hai tante apa kabar" ucap rania beranjak dari duduk nya
"ngapain kamu kesini?" suara ketus bu lastri keluar
deh.. jantung rania jadi berdetak kencang
"tante.. apa tante marah kepadaku? aku bisa jelaskan semua nya tente" ucap rania sambil menghampiri bu lastri
"tan... "
belum selesai bicara bu lastri langsung memotong nya
"keluar kamu, kalau tidak keluar juga aku panggilkan satpam untuk menyeret mu"
rania meneteskan air mata nya lalu berbalik keluar rumah. ia langsung masuk mobil dan menginjak gas nya.
"sialll..." umpat rania sambil terus menangis.
__
di sisi lain, el sedang melamun di ruang kerjanya. tak lama ia meraih HP di depan nya. dan terlihat el mau menelpon seseorang.
"Hallo pa" ucap el
📞iya nak ada apa? tumben?
📞papa sibuk?
📞 enggak nak ada apa?
el pun menceritakan semua kejadian yang di alami oleh afifah, termasuk gosip dengan nya juga.
__ADS_1
pak sanjaya duduk di kursi ruangan nya. sambil menyilangkan kaki nya.
📞lalu apa yang membuatmu peduli el?
📞pa.. el takut karma. apalagi kak byan slalu memainkan wanita. el takut itu terjadi kepada caca pa
📞lalu?
📞el ingin menikahi afifah pa, el kasian. jika suatu saat caca mengalami hal kesulitan, el berharap ada yang membantu nya.
📞el apa kamu tidak berlebihan?
📞entahlah pa, el rasanya ingin sekali membantu nya. el juga merasa bersalah
📞apa kamu mencintai nya nak? apa dia gadis yang baik?
📞iya Pa, dia gadis yang sangat baik.
📞apa kamu mencintai nya nak?
📞pa.. entah apa yang el rasakan, tapi el ingin menikahinya. cinta atau tidak, el ingin bertanggung jawab pa, bagaimanapun juga ini ada sangkut paut nya sama el.
📞baiklah nak, papa gak akan memaksakan kehendak papa sendiri. papa akan merestui dan mendoakan kalian
📞baiklah paa.. el akan mengurus nya disini. nanti el akan kabari lagi ya pa
📞iya nak, papa akan bicarakan juga sama mama. nanti papa akan datang kesana melamar gadis pilihan mu itu.
📞Terima kasih pa
setelah sedikit mengobrol el memutuskan sambungan telepon nya.
pak sanjaya yang berada di ruangan kerja nya menghela nafas panjang.
pak sanjaya tidak pernah memaksa anak anak nya, semua anak anak nyaemilih jalan nya sendiri sendiri.
jam 8 malam Pak sanjaya baru pulang ke rumah, hari ini ia hanya makan malam bersama istrinya saja, karena byan belum kembali dari luar pulau sedangkan caca sudah lebih dulu makan dan sekarang lagi mengerjakan tugas.
"maa... papa mau ngomong" ucap pak sanjaya setelah makan malam
"iya pa ada apa?" ucap bu lastri sambil mengikuti langkah kaki pak sanjaya menuju ruang keluarga.
pak sanjaya menceritakan semua nya tentang niat el yang akan melamar gadis di desa. dan menceritakan semua kejadian disana.
"papa jawab apa?" tanya bu lastri
"jawab iya maa, papa akan restuin jika benar itu pilihan el" jawab pak sanjaya santai
bu lastri memegang dadanya, nafasnya memburu seperti sesak didada "paa... mama gak mau, pokok nya mama gak mau, apa nanti kata teman teman mama pa ya ampun pa.. mama baru bernafas lega dengan perubahan byan, kenapa el membuat masalah sih pa" omel bu lastri
"maa.. biarkan saja, kenapa mama jadi memandang status sosial seseorang? mama gak ingat kita sama sama dari masyarakat menengah kebawah? maa.. yang penting gadis itu baik, dari pada el balikan sama rania" jawab pak sanjaya
"ya jangan di samain sama rania pa gak ada hubungan nya, bagaimana kalau gadis itu yang memanfaatkan el pa?" tebak bu lastri
__ADS_1
"ma.. el tidak sebodoh itu, kita tau sendiri el bagaimana, dia tidak mudah di bohongi kan"
setelah perdebatan panjang, akhirnya bu lastri pasrah dengan pilihan el, meski pun hati nya berat untuk menerima semua kenyataan ini.