
Kini afifah tengah serius membaca buku Menu makanan, disana tak ada satupun penampakan Makanan apapun, hanya ada tulisan asing yang baru pertama kali ia baca.
El tau, jika istri nya itu sangat bingung. ia lalu menambah daftar pesanan nya di kertas, lalu melambaikan tangan kepada pelayan.
"Mas, aku belum pesan. aku bingung sekali" ucap afifah saat tau pelayan sudah mengambil kertas pesanan
"Sudah aku pesankan" jawab el, afifah pun menutup buku menu dan meletakkan nya di tempat sebelum nya.
"Tadi aku menghadiri pembukaan Cafe ku." el membuka pembicaraan
Afifah diam..
Maksud nya apa sih..
"Aku ingin kamu manfaatin sosial media mu buat bisnis" ucap el
"Jualan online gitu ya mas?" afifah benar-benar bingung
"Bukan, Buka Endors"
"Tapi pengikut ku cuma sedikit mas, dan aku gak pernah update disana. siapa yang mau endors ke aku"
tanpa bicara, el mengeluarkan ponsel nya, mengarahkan kameranya ke afifah "Senyumlah" titah El. afifah masih bengong "Senyumlah, Aku mau foto kamu" kesal El karena afifah sangatlah Lola alias Loading Lama, padahal afifah itu cerdas, dia bukan nya Lola, tapi masih kaget saja dengan perlakuan El yang seperti ini.
Afifah pun tersenyum, menunjukkan gigi nya.
Cekrek
Cekrek
El langsung menutupi wajah afifah, lalu ia men-tag nama akun instagram afifah. tak lama kemudian, makanan datang. afifah memandangi piring-piring yang tertata rapi di depan nya. semua tampak asing di mata afifah.
"Ini resto Jepang, Ini semua makanan Jepang" El tersenyum kepada afifah, mengenalkan semua nama makanan disana "tenang saja, ini semua nya halal. lihat itu" El menunjuk sebuah tulisan 100% Halal di sudut ruangan.
"Mas, ini kan masih mentah" tutur afifah menunjuk piring bilang yang di atasnya berjajar potongan tipis daging.
"Ini namanya Yakiniku" El mengambil selembar daging lalu ia letakan di atas panggangan "Ini kita panggang sendiri seperti ini."
"Aku gak bisa pakai sumpit mas"
El sungguh merasa kesal, untung saja meja sekitarnya sepi, jadi tak banyak orang yang mendengar. namun sebisa mungkin ia untuk tetap sabar. Semoga Kesabaran e menjadi cinta. jika memang seperti itu, author akan ganti judul nya hahahaha....
__ADS_1
El pun memanggil pelayan, untuk meminta sendok dan garpu, tak butuh waktu lama, barang yang El minta datang.
"Mas ini daging apa?" tanya afifah, setelah memindahkan daging yang sudah di panggang ke atas piring nya
Cerewet sekali
"Yang besar ini Beff, kalau yang kecil ini ikan salmon" jawab El
afifah menangguk saja, ia tau kalau El merasa terusik, jelas dari suara nya
Karena ini yang pertama bagi afifah, ia diam-diam memfoto El yang sedang asik makan Bukan hanya makanan nya, ia juga memfoto El yang sedang sangat serius makan.
Tetap tampan
"jangan mainan Hp saat makan" suara datar El membuat hp yang sedang Afifah pegang terjatuh.
Afifah pun membungkuk untuk mengambil hp nya, namun lagi-lagi ia membuat El sangat kesal, kepala Afifah terbentur meja.
Astaga, dia gak bisa diam
El diam dan memilih meneruskan aktifitas makan nya.begitu juga Afifah, ia merasa tak enak dengan El, karena dari tadi ia umek terus.
Setelah makan, El menyodorkan sebuah piring berbentuk segi panjang, kue berbentuk bunga itu berhasil membuat afifah sangat gemas.
"iya mas, aku pernah makan, cuma bentuk nya biasa, gak lucu seperti ini" jawaban yang sangat polos sekali
"sebentar aku mau foto dulu, aku pengen menirunya" afifah meraih tas nya untuk mengambil HP
"Pegang piring nya, biar aku yang fotokan" titah El
afifah mengangguk-angguk "oke, ide bagus. sebentar" afifah merapikan jilbab nya, lalu ia mengangkat piring persegi panjang tersebut dan tersenyum cantik melihat kamera.
Cekrek
cekrek
"Kirim ya mas, aku mau upload langsung"
El pun mengirim foto tersebut melalui whatsapp. setelah itu, ia langsung mengetuk icon instagram di layar HP nya, setelah terbuka layar HP afifah menunjukkan foto Mantan kekasih nya yaitu Ustadz Amir, afifah juga memperoleh DM dari Ustadz Amir. Afifah pun menatap El, sedangkan yang di tatap juga sangat sibuk dengan HP nya.
Aahhh... tak mengapa, dia gak akan melihat instastory ku
__ADS_1
Afifah pun mengunggah foto El yang sedang makan tadi ke instastory nya.
"Ya sudah ayo kita belanja, sudah jam 8" El beranjak berdiri, diikuti oleh afifah.
didalam mobil, notifikasi di HP afifah terus berbunyi.
El tersenyum "matikan notifikasi nya" titah El
afifah pun segera mengambil HP nya yang berada di dalam tas selempang nya, ia sangat bingung sekali, dimana tempat untuk memastikan notifikasi.
karena gugup, afifah langsung memasang mode Diam di HP nya.
Mereka siapa?
afifah bingung, pasalnya banyak sekali yang memfollow akun nya.
"ayo turun" tak terasa mobil El sudah terparkir di depan Mall besar. Afifah pun turun, tanpa di duga, El meminta afifah untuk menggandeng tangan nya "Nanti hilang" memang afifah anak kecil, El ada-ada saja alasan nya.
"Supermarket ada di lantai 3" ucap El setelah memasuki Mall
afifah pun kagum, karena ia jarang sekali masuk Mall, terakhir ia masuk Mall sudah 3 tahun yang lalu, setelah pulang study tour.
"Mas, aku pengen makan itu" ucap afifah saat melewati restoran cepat saji
"Kan barusan kita udah makan"
"Tadi aku makan sedikit, makanan nya gak enak"
"Lidahmu saja yang bermasalah" el menarik tangan afifah, membawa nya ke resto yang di maksud afifah
"Iya, lidahku ini lidah indonesia. jadi gak suka makanan luar negeri"
"Bukan gak suka, tapi gak biasa!"
kenapa mereka jadi bertengkar sih?.
tanpa menunggu, afifah memesan Nasi dan Ayam Crispy, sedangkan El hanya melihat afifah makan, yang sepertinya beneran, ia sangat lapar.
"Alhamdulillah" ucap afifah setelah meminum juice jeruk
"Ayo cepat, kita belum belanja" el beranjak, tak mau berlama-lama disana karena banyak sekali pengunjung
__ADS_1
"Mas, udah jam setengah 9" afifah terkejut karena sudah malam menurutnya "30 menit mana cukup belanja mas. kita harus cepat-cepat" afifah menarik tangan el agar berjalan sedikit cepat
"tenang saja, disini tutupnya jam 11 malam. ini bukan toko pak Haji" aahh... el bisa aja ngelucu nya, bikin afifah tersenyum.