Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Pacar?


__ADS_3

"Ssstttttt" Exel menunduk, melihat gadis sexy dan cantik itu tengah bermain di atas tubuh nya.


"Ohhhh.... Exel"


"Aaahhhh"


Mendengar desahan nya, Exel langsung membalikan posisi nya. Sudah cukup Michella memimpin permainan nya, batin Exel.


"Are you ready baby?" tanya Exel sambil tersenyum licik, dan Michella hanya mengangguk.


Setelah itu, Exel melajukan pinggul nya dengan sangat cepat, dan dalam. Sehingga milik nya terasa menyentuh dinding rahim milik Michella.


"Ohhh.. Exel aaaahhh" Michella terus mendesah. Miliknya semakin basah karena permainan Exel yang begitu sangat nikmat.


"Ohhh.... Mischelll" Racau Exel saat milik nya terasa di remas di dalam sana.


"Ohh... Exel" Michella meringis, merasakan sakit, saat Exel mulai bermain kasar, namun Michella membiarkan nya.


Tak lama Exel menyentak nya dengan keras, lalu ambruk di atas tubuh Michelle.


"Kau hebat sekali xel"


"Puas?" tanya Exel sambil memindah kan tubuh nya di samping Michella.


"Puas sekali" Michella memeluk tubuh kekar Exel, menenggelamkan wajah nya di sana.


Exel masih mengatur nafas nya, ia benar-benar lemas. Sudah 3 jam mereka bermain, dan ia benar-benar tak kuat dan ingin istirahat.


"Exel" panggil Michella


"Apa kamu punya pacar?"


"tidak, kenapa?"


"Mau gak kamu menjadi pacarku?"


Tubuh Exel langsung kaku.


"Sejak lama aku menyukai mu, dan hari ini aku bahagia sekali bisa menghabiskan malam. bersama mu"


Exel masih diam

__ADS_1


"Tapi, jika kamu gak mau. Oke fine, One Night stand ini cukup, dan kita bisa jadi teman lagi"


"Apa kau benar-benar mencintaiku?"


"Iya Exel, aku sungguh mencintai mu. namun aku takut mendekati mu"


"Tapi.... "


"Aku tak butuh uang. Aku hanya butuh Love, Sex dan perhatian saja" Ucap michella, seolah tau apa yang sedang exel pikirkan.


"Aku punya banyak uang, aku anak tunggal dari keluarga Wilson, tapi mommy and daddy ku tak pernah kasih aku perhatian dan kasih sayang. Mereka hanya memberiku uang tak terbatas" Michella menangis, Exel langsung merengkuh dan memeluk nya


"Aku mau kita pacaran, tapi berjanjilah, kamu akan meninggalkan kebiasaan buruk mu ke club"


"Apapun untuk mu sayang" Michella memeluk erat tubuh exel.


Awalnya exel tak mau pacaran. Ia takut terjebak dalam sebuah cinta. Tentu semua tau, siapa Exel. Cicit dari Alexander. Pengusaha kaya raya di Amerika. Dengan Fasilitas mewah, semua orang bisa mengenalinya.


...****************...


"Ini saudara kembar ku bel, tampan kan?" Ucap Alexa sambil menunjukan foto Exel


"Mata nya biru seperti mu Alexa" Ucap Bella yang gagal fokus dengan mata biru Exel.


"Udah punya pacar belum dia?" mata Bella masih memperhatikan layar ponsel milik Alexa


"Kayak nya dia gak punya deh, soal nya dia gak pernah cerita" jawab Alexa menerka-nerka


"Kamu itu polos banget ya xa, mana mungkin dia cerita sama kamu" Bella merasa gemas sekali kepada sahabat nya itu


"Iya sih, dia tertutup dan gak mau di campuri urusan nya"


Dua piring spagetty datang, dan di letakan di depan Alexa dan Bella.


"Makasih ya xa"


"Makasih untuk apa?


" Makasih kamu sudah mau berteman bahkan bersahabat dengan ku, disaat yang lain menjauhiku karena miskin"


Alexa tersenyum "Jangan bicara seperti itu. Opa ku bilang, kita semua sama bell. Kamu tau Mommy ku kan? dia dulu hanya anak penjual nasi di puskesmas tempat papa ku dinas, lalu mereka menikah"

__ADS_1


"Mommy mu cantik sekali, pantesan papa kamu jatuh cinta"


"Iya sih, Aku juga gak tau gimana Love Story mereka. Mungkin papa jatuh cinta karena masakan mommy yang enak sekali, hehehe"


"Yasudah makan dulu, sebentar lagi kita lanjut nugas"


Alexa mengangguk, lalu mulai menggulung spagetti dengan garpu yang ia pegang.


...****************...


Disisi lain, Afifah sangat bosan sekali. Kedua anak nya jauh dari nya. sepanjang hari ia hanya bisa duduk diam, menyiram tanaman, terkadang ia datang ke tempat el kerja untuk sekedar menghibur diri.


"Nyonya, ada mas zakir di luar" Ucap bi ija membuyarkan lamunan Afifah


"Kok gak disuruh masuk bi"


"Kata nya buru-buru"


Afifah pun menjadi tak enak, ia langsung menghampiri zakir yang ternyata masih duduk di atas motor nya.


"Kenapa kir?"


"Uang pabrik di ambil sama Hilda dan suami nya mbak"


"Kamu tau dari mana?"


"Kan ada CCTV nya mbak, pas aku ke rumah paklek hanan katanya Hilda dan suami nya pergi ke kota untuk merantau"


"Hah?"


"Hilda sama suami nya kan banyak hutang nya mbak"


"Lalu bagaimana ini?" Afifah panik nya terlambat.


"Aku ke puskesmas ke mas el dulu. Tapi aku udah lapor polisi"


Greeeengggg


Zakir langsung tancap gas nya, meninggalkan afifah yang syok.


...****************...

__ADS_1


Author akan up dikit2 ya, karena mengejar judul.


Jangan lupa tinggalkan jejak, Terima kasih sudah setia mendukung karya author.


__ADS_2