
BANYAK YANG KOMEN TANYA TENTANG IJAB DAN QOBUL NYA SABRINA.
IJAB DUA KALI DENGAN NAMA YANG BERBEDA.
AUTHOR AKAN JAWAB DI SINI YA ☺☺☺
ISLAM ADALAH AGAMA YANG MUDAH, TIDAK MEMBERATKAN UMAT NYA (CUMA KADANG UMAT NYA SAJA YANG MASIH SAJA MERASA KEBERATAN, HEHEHE..)
UNTUK PERIHAL IJAB QOBUL YANG PERTAMA, ITU SUDAH SAH. JELAS SAH, ALASAN NYA KARENA SABRINA SUDAH DI GANTI NAMA NYA, LIMA TAHUN YANG LALU.
TENTANG IJAB DAN QOBUL DENGAN MEMAKAI NAMA SABRINA, ITU KARENA MEREKA NIKAH SAH SECARA NEGERA. DAN NIKAH SECARA NEGARA, NAMA HARUS SAMA DENGAN AKTE KELAHIRAN ATAU KTP. SEDANGKAN SABRINA HANYA BERGANTI NAMA TANPA MERUBAH KTP DAN AKTE. insyallah sah saja, yang penting orang nya sama dan nama wali nya juga sama, Allah tau itu dan malaikat tak akan keliru, hehehe ☺
INSYAALLAH BANYAK KOK YANG MERUBAH NAMA TAPI TIDAK MERUBAH NAMA DI AKTE. ADIK AUTHOR JUGA GITU, AKTE UDAH JADI TAPI PAS UMUR LIMA TAHUN SAMA PAK KYAI SURUH GANTI BIAR GAK SAKIT-SAKITAN. KITA TAU SENDIRI, NGURUS PERUBAHAN DI INDONESIA ITU RIBET SEKALI. KAKAK AUTHOR DULU PERNAH NGURUS PERUBAHAN NAMA DI AKTE UNTUK DAFTAR ABDI NEGARA, KARENA NAMA NYA BEDA SATU HURUF SAMA DI IJAZAH. KAKAK AUTHOR NGURUSNYA SATU MINGGU LEBIH, ITU JUGA HARUS SIDANG SEGALA, RIWA-RIWI SANA-SINI.
...****************...
Setelah ustadz rosyid memberikan nasehat, acara di lanjutkan dengan makan bersama. Tamu yang menghadiri akad nikah langsung di persilahkan untuk menikmati hidangan.Sedanvkan para anggota keluarga dari Sabrina dan Exel langsung berfoto bersama.
Sabrina terlihat sangat cantik dengan gaun putih simple, dan Exel menggunakan sarung dan jas hitam. Bule itu tetap terlihat tampan, walau sebelum nya ada drama pemaksaan saat ia di pakaikan sarung oleh El.
Setelah rangkaian acara Akad nikah selesai. Kini kedua pengantin langsung masuk ke kamar. Ah, bahagia nya exel, akhirnya selesai juga. Namun, Tiba-tiba senyuman Exel meredup, saat tau bahwa kamar pengantin nya masih ada dua orang perempuan yaitu tukang rias pengantin.
"Sayang, udah selesai kan? Kok mereka gak mau keluar?"
"Belum, mas. Kan nanti setelah sholat jumat ada resepsi. Sekarang mas mandi saja, lalu pergi ke masjid"
Oh My God, seorang Exel sholat jumat. Ia tak tau niat sholat jumat. Sudah sangat lama sekali ia tak melakukan sholat jumat.
"Exel, ayo pergi sama abi" Ajak ustadz amir yang kebetulan lewat depan kamar pengantin.
"Iya, bi. Exel ke kamar mandi dulu"
Setelah mandi, Exel mengambil sebuah celana hitam lalu ia memakai baju koko yang sudah di siapkan oleh Sabrina.
"Kok gak di pakai sarung nya, mas? itu sarung baru" tanya Sabrina saat tau bahwa suami nya tidak memakai sarung yang ia siap kan, tapi malah pakai celana.
"Mas gak bisa pakai nya, sayang."
"Astaghfirullah" Sabrina menghampiri Exel membawa sarung yang baru saja ia ambil di atas kasur. "Sabrina pakaikan.
"Biarkan mas pakai celana saja, sayang. Mas gak suka pakai sarung"
"Sudah diam" Ucap Sabrina yang tidak bisa di hentikan.
"Ih, kok gitu?"
"Mas juga sering bilang gitu ke Sabrina"
"Nakal ya"
Sudahlah, kita tunggu mereka di acara resepsi saja.
...****************...
Kini Exel dan Sabrina sudah duduk di panggung pelaminan. Mereka sangat serasi sekali, bagai raja dan ratu. Sabrina terlihat semakin cantik, dan Exel sudah pasti tampan dan gagah.
Gaun berwarna merah maroon tersebut sangat indah berpadu di warna kulit Sabrina yang putih bersih. Lalu jas berwarna hitam ber merk yang Exel gunakan saat ini menjadi pelengkap sehingga sangat sempurna sekali penampilan mereka. Sebelum nya Exel sudah mencoba jas yang di bawakan oleh perias, namun sayang tidak muat.
Tamu yang hadir saat ini adalah teman-teman Sabrina dan beberapa teman-teman dari ustadz amir. Tak lupa para warga desa juga nampak hadir di sana.
Suasana semakin meriah, saat alunan musik gambus terus mengisi acara ini.
"Ini selesai nya kapan sih, sayang?"
__ADS_1
"Mungkin jam empat atau setengah lima, mas"
"Lama sekali"
Exel sungguh tak tau jika resepsi di Indonesia bisa memakan waktu sangat lama sekali. Biasanya ia menghadiri acara resepsi hanya dua jam saja.
"Sabrina, selamat ya"
Beberapa gadis naik ke pelaminan dengan sangat heboh nya. Mareka heboh berfoto ria, sedangkan Exel sangat malas sekali karena sejak tadi banyak sekali yang minta di foto.
"Gaya bebas dong, ayo" Ajak yang lain.
"Astaga, kapan selesai nya mereka ini" Bisik Exel kepada Sabrina
"Sabar, mas" Sabrina menjawab sambil mendongak, menatap Exel.
Jam lima sore, acara baru saja selesai. Perias dan yang lain nya sudah pulang semua. Hanya tersisa keluarga Sabrina yang ada di sana.
"Mas cepek sekali, sayang" Exel berguling-guling di atas kasur milik Sabrina.
"Mas gak makan?"
"Makan kamu saja" Jawab nya sembarangan
"Sabrina makan dulu, ayo kalau makan sama-sama"
"Bawa ke sini, ya"
"Baiklah, sebentar"
Sabrina keluar dari kamar, ia menuju ke dapur untuk mengambil nasi dan lauk. Menu hari ini adalah nasi kabuli dan daging kambing. Ini sangat nikmat sekali bagi sabrina, tapi seperti nya tidak dengan Exel.
"Ini apa, sayang? menyengat sekali" Exel mencepit hidung nya.
"Ini enak sekali, mas. Cobain"
"Husss.. mas ini sembarangan saja. Ini daging kambing"
"Enggak, bau nya menyengat"
"Coba dulu nasi nya saja, aaa" Sabrina membuka mulut nya sambil mengarahkan sendok ke mulut Exel.
"Gak mau" Tolak Exel langsung
"coba dulu, mas. Kalau gak enak, aku ambil kan yang lain"
Akhirnya sesendok nasi samin masuk ke mulut Exel. Mulut Exel mulai bergerak, giginya mengunyah nasi dengan rasa baru di lidah nya.
"Enak?"
"Lumayan sih. Aaaa" Exel membuka mulutnya, seraya meminta Sabrina memasukan kembali nasi samin ke dalam mulut nya.
"Coba daging nya juga ya"
"Boleh, dikit saja dulu"
Dan akhirnya Exel doyan juga.
...****************...
Setelah sholat isya, ini adalah waktu yang paling di tunggu. Ia tentu tau bahwa darah Sabrina sudah berhenti, karena tadi Sabrina sudah sholat.
Exel pun langsung bersiap menunggu Sabrina yang masih membantu umi nya di luar. dan tak lama, Sabrina pun masuk ke kamar. Ah, betapa senang nya Exel sekarang.
__ADS_1
"Ayo, sayang. kita mulai" Ajak nya langsung sambil menarik tangan Sabrina
"Tapi aku pengen buka kado dulu, mas. Kado dari keluarga mas belum Sabrina buka"
"Besok saja"
"Cuma tiga kotak, mas. Sebentar saja, yaaa?" Sabrina memohon dengan menunjukan wajah memelas
"Oke, baiklah. Cuma tiga"
Sabrina langsung tersenyum, ia langsung berdiri dari pangkuan Exel. Ia menuju ke lemari nya, mengambil kotak yang kemarin di berikan oleh Afifah, Alexa dan Mira.
Kotak pertama yang Sabrina buka ialah kotak berwarna merah muda dari Afifah. Isi nya adalah satu setel mukena putih dengan full bordir yang indah.
"Maa Sya Allah"
"Sudah" Exel langsung mengambil mukena, lalu menarik kotak nya dan meletakan nya di bawa "Sudah di buka kan? ngapain masih di lihat. besok saja"
Sabrina mulai manyun, tapi ia tak berani berkata karena wajah Exel sedikit menyeramkan.
Kotak kedua ternyata dari mira, di dalam kotak tersebut ada sajadah bulu halus yang tebal dan satu tasbih cantik. Belum sempat Sabrina mengelus bulu nya, Exel sudah mengambil nya dan menumpuk nya dengan kotak yang pertama.
"Sudah ayo buka yang hitam ini" Titah nya tidak sabar.
Sabrina pun membuka kotak berwarna hitam yang terlihat mewah ini, ada tulisan sebuah merk di atas nya. Setelah di buka, bibir exel langsung tersenyum.
"Kalau ini, langsung pakai."
"Gak mau"
"Mas pengen kamu memakai nya, sabrina"
Tok
Tok
Tok
"Exel" Teriak ustadz amir dari luar.
"Iya, bi"
Exel langsung sigap menghampiri ustadz amir.
"Ada teman abi dari kota sebelah, ayo temui. Kasian jauh-jauh"
"Iya, bi. Exel ganti pakai celana dulu"
"Baiklah, abi tunggu di luar ya"
Exel menghela nafas nya kasar, ada saja gangguan sejak tadi.
Walau Exel malas sekali, tapi ia tetap harus tersenyum. ia tak mau terlihat terpaksa. Prinsip exel, harus memberikan kesan pertama yang baik kepada orang baru.
"Waa.. beruntung sekali, Sabrina menikah dengan pengusaha muda sukses"
Exel tersenyum "Tidak, pak. Masih banyak yang lebih dari saya" Exel merendah, padahal biasanya tidak pernah.
"Jangan merendah, aku tau prestasi seorang Exel putra elramdan ini. aku ngikutin berita pengusaha sukses"
"Terima kasih, pak. Semakin banyak yang bilang saya pengusaha sukses, semoga itu menjadi doa"
"Aamiin"
__ADS_1
Perbincangan baru saja di mulai, Exel sudah mulai terasa bosan sekali. Bukan, bukan bosan. Lebih tepat nya ia ingin sekali pergi ke kamar, merayakan malam pertama nya, tapi ia malah terjebak di sini.
Kapan selesai nya, sih?