Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Di lamar


__ADS_3

Exel melewati hari-hari nya dengan sangat bahagia dan penuh semangat. Besok sudah memasuki bulan puasa. Namun sayang, lebaran kali ini lagi-lagi Exel tidak bisa berkumpul karena Exel harus kembali ke Amerika, untuk ujian.


Hari pertama puasa, berhasil Exel lalui dengan banyak tidur daripada ibadah. bahkan sangking tak semangat nya, Exel tak menyentuh ponsel nya, sampai-sampai tak menghiraukan pesan dan panggilan telepon yang masuk.


"Kak Exel semangat ya, puasanya"


"Iya kelinci ku. Beneran kakak nguatin, walau kadang ingin sekali minum"


"Harus di tahan dong kak, aku saja yang puasa sambil sekolah, ujian pula tetap semangat"


"Kamu yang pinter ya kalau sekolah, biar anak kita juga pinter"


Sabrina geli membaca pesan Exel jika membahas tentang anak.


✉️ Do'ain aku ya kak, biar naik kelas


✉kalau kamu gak naik, ku tutup sekolah nya, hehehe


✉ya sudah kak, aku bobo ya. Udah malam, biar besok sahurnya gak kesiangan


✉iya kelinci, selamat malam ya. Mimpi indah.


✉ Assalamu'alaikum


✉ maaf lupa kelinci kecil ku, waalaikumsalam.


***


Karena hari ini hari minggu, Alexa bermalas-malasan bersama sang papa di ruang keluarga, sambil kartun Disney.


Sedangkan Exel berada di kamar nya, tentu saja tidur dan afifah sendiri sibuk bikin kue, meski lebaran masih jauh.


"Assalamualaikum" Teriak seseorang di luar rumah


El pun yang masih terjaga langsung berdiri, membuka kan pintu.


"Waalaikumsalam" El membuka pintu nya, dan ia melihat sosok tampan yang sangat ia kenali "Dokter Rei?"


"Hehehe.. Pak El" Reihan tertunduk sambil cengengesan


"Mari masuk rei"

__ADS_1


Reihan pun berjalan, mengikuti langkah kaki El. Ia lalu di persilahkan duduk di sofa.


"Ada apa ya rei? Apa ada sesuatu?"


"Hmmm, gimana ya pak ngomong nya" Reihan terlihat sangat gugup sekali, membuat El curiga.


"Gak papa ngomong saja rei"


"Sebelum nya saya minta maaf Pak" Reihan lalu mengambil nafas dan membuang nya perlahan "sebenar nya kedatangan saya kemari, memohon restu, memohon izin untuk bisa melamar Alexa"


Kaget, sungguh sangat kaget sekali El mendengar penuturan reihan. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tidak ada apapun tiba-tiba reihan datang melamar putri kesayangan nya di siang bolong seperti ini.


"Saya sejak lama menyukai Alexa pak, cuma jujur saja saya tidak berani mendekati nya, karena Alexa tidak pernah dekat dengan laki-laki"


El masih diam, syok!


"Saya tidak takut di tolak pak. Ketika saya datang kesini, saya sudah siap dengan jawaban nya"


"Reihan.. Kamu serius?" Tanya El


"Iya Pak saya serius. Jika saya di Terima, saya akan bawa orang tua saya kesini untuk melamar Alexa"


glekkk... El menelan ludah nya susah payah. Seharusnya reihan yang gugup, takut dan deg degan. Ini malah El yang merasakan nya.


Reihan menunduk.


"Aku acungi jempol untuk semua keberanian mu ini. Kau laki-laki gantle" El tersenyum


"Mau kan kamu menunggu?"


"In syaa Allah" Ucap reihan mantap "ini biodata saya pak, Alexa kan tidak mengenal saya. Siapa tau dari biodata ini, Alexa bisa mempertimbangkan nya" Reihan meletakan sebuah map berwarna merah di atas meja.


"Baiklah rei, nanti ini saya kasih ke Alexa. Saya harap kamu sabar menunggu ya. Karena saya sendiri akan membicarakan ini secara pelan-pelan kepada Alexa"


"Yasudah pak, begitu saja. Saya permisi dulu"


Reihan berdiri, di susul oleh El. Tak lupa reihan mencium punggung tangan el, sebelum ia mengucapkan salam dan keluar dari rumah El.


***


El galau, anak gadis nya sedang di lamar seseorang. Ia sungguh bingung, dalam hati nya masih tak rela. Ia masih ingin memanjakan anak gadis nya itu.

__ADS_1


El pun memanggil afifah dan mengajak nya naik ke lantai dua.


"Ini bulan puasa mas ramdan, mana boleh" Ucap afifah saat El menggandeng tangan nya, menaiki tangga


"Kamu mesum banget sih fah, siapa juga yang mau itu. Ada yang harus aku omongin"


Afifah dan El duduk di sebuah sofa dekat kamar Exel. El menceritakan semua nya. Afifah juga langsung deg degan. Begini rasanya ketika anak gadis di kamar orang, mungkin dulu almarhumah ibu nya juga merasakan nya. batin afifah


"Kamu harus segera membicarakan nya dengan Alexa mas"


"Iya fah, tapi aku bingung mau di mulai dari mana"


Afifah heran dengan jawaban suami nya. Bukan kah Exel dulu adalah seorang mahasiswa,dan sekarang menjadi seorang pimpinan sebuah instasi pemerintahan dan sebuah perusahaan besar. Dengan seperti itu, Berbicara dan menjelaskan sesuatu bagi nya bukanlah hal yang sudah biasa. tetapi kenapa sekarang ia bingung mau menjelaskan kepada Alexa.


"Baiklah, baiklah" Seolah-olah mengerti dengan tatapan heran Afifah "aku akan memikirkan kata-kata nya. Aku akan merangkai nya. Mungkin besok malam, aku baru bisa menjelaskan nya"


"Menjelaskan apa?" Suara khas bangun tidur tiba-tiba nimbrung begitu saja.


"Exel?" Ucap afifah dan El yang tak sengaja berbarengan.


"Alexa di lamar orang nak, gimana menurut mu"


"Hah?" Mata Exel yang tadi nya masih berat langsung hilang seketika. "Siapa? Adam?"


"Adam siapa?" Tanya afifah langsung


"Cuci muka dulu Exel, kamu pasti masih kebawa mimpi ini"


Exel menepuk-nepuk pipi nya perlahan.


"Exel udah sadar kok pa" Ucap Exel saat ia merasa tepukan nya sakit "Alexa di lamar siapa pa?"


"Dokter reihan. Dokter gigi di puskesmas, dia dokter pilihan. Satu almamater sama papa, kayak nya nanti dia yang akan gantiin posisi papa" Jelas El "ini biodata nya" El meletakan map berwarna merah itu di depan nya. Exel pun langsung mengambil nya, dan membaca nya. Afifah yang kepo, juga ikut mengintip sekalian membaca nya juga.


_dari segi materi, dan kemapanan, adam jauh lebih mapan dari reihan ini. Tapi bagaimana dengan Alexa, kira-kira Alexa mau gak ya_


"Pendapat papa dengan lamaran ini gimana?" Tanya Exel dengan wajah serius.


Karena melihat wajah Exel yang serius, El juga ikut merubah ekspresi wajah nya, serius juga. "Kalau papa, tergantung bagaimana nanti Alexa. Cuma kalau di tanya tentang setuju atau tidak nya. Papa akan sangat senang jika Alexa menikah dengan reihan. Papa tau benar bagaimana baik nya reihan"


"Mommy juga, Alexa akan lebih terjamin kehidupan nya. "

__ADS_1


Deg, saat afifah menyinggung tentang materi, Exel langsung yakin, akan kan adam bisa menjadi pertimbangan orang tua nya untuk memilih adam sebagai menantu nya. Ya walaupun Exel tidak tau jelas bagaimana latar belakang adam. tapi nyata nya Exel tidak mengerti maksud mommy nya. afifah tidak seburuk pikiran nya.


Exel terus kepikiran dengan masalah ini. Tetapi dengan keadaan seperti ini, Exel tidak meributkan soal buka puasa lagi.


__ADS_2