
Seorang laki-laki yang baru saja memimpin pengajian yasin dan tahlil ini berjalan dengan sangat gagah nya. Beberapa anak-anak muda berebut untuk mencium tangan nya.
"Aaaabbiii" Seorang gadis kecil berlari membelah kerumunan anak-anak muda yang sedang berdesakan.
"Rara, sayang" Gadis kecil itu langsung di gendong oleh orang tersebut. dan itu adalah Exel.
Lima tahun berlalu, kini Exel mempunyai dua anak kembar laki-laki dan perempuan. Mereka bernama Santang dan Rara.
Kini Exel bukan lagi di kenal sebagai pengusaha muda sukses, tapi kini gelar ustadz juga ia dapat kan.
Lima tahun berlalu, membuat Exel menjadi diri yang lebih baik dan lebih baik lagi. kini ia bisa menjadi imam sholat buat istri dan anak-anak nya bahkan imam sholat banyak orang di masjid.
"Assalamualaikum, pak ustadz"
"Waalaikumsalam, paman" Exel dengan sopan mencium tangan Byan. Kini mereka gak lagi bertengkar atau bahkan berdebat. Exel menghormati Byan selayak nya menghormati orang tua nya.
"salam untuk rara mana, kakek?"
Byan terkekeh melihat gadis kecil berumur empat tahun dengan pipi bulat yang menggemaskan itu.
"Asa mualaikum, rara"
"Waalaikumsalam, paman" Tak lupa, Byan mencium pipi gembul rara
"Bagaimana dengan kabar bisnis nya, paman?" tanya Exel sambil berjalan menuju ke rumah nya.
"Tenang saja, kamu jangan khawatirkan itu. Saat keuntungan nya masih dalam jumlah besar. Maka semua nya baik-baik saja"
Kini Exel memasrahkan semua perusahaan nya yang kian membesar kepada anak Byan dan anak jhonatan. Exel hanya sibuk beribadah dan mendidik anak-anak nya. Exel tidak hanya mengajarkan pelajaran umum saja, dia juga mengajarkan anak-anak nya mengaji.
"Santanggg" Panggil sabrina yang terlihat mengejar Santang
"Kakek, tolongin Santang"
"Ada apa, sabrina?" Tanya Byan sambil menyembunyikan Santang di balik tubuh nya"
"Dia mendorong ghani sampai ghania terjatuh dari atas kasur, paman"
"Astaghfirullah, Santang. Ayo pergi minta maaf ke adik Ghania"
"Tadi ghani dulu yang dorong Santang, abi"
"Tidak, abi gak mau dengar. Sekarang kamu harus minta maaf karena sudah membuat ghani jatuh"
Santang pun dengan manyun berjalan di belakang sabrina. Santang memanglah seperti itu, bukan hanya sangat aktif sekali, dia juga sangat nakal, sering membuat teman-teman nya menangis. Apalagi kalau di sekolah, ia slalu saja membuat ulah, tapi di balik sosok nya yang seperti nya nurun dari Exel. Santang juga menjadi anak yang sangat cerdas. Usia empat tahun dia sudah bisa membaca dan menulis. Dia juga pandai berhitung.
"Anak mu yang itu memang sangat nakal sekali, Xel"
"Paman, jangan bilang seperti itu. Omongan adalah doa"
Byan melirik Exel yang berjalan di samping nya "Iya, iya, maaf"
Sesampai nya di rumah Exel, semua keluarga sudah menunggu. Hari ini adalah hari tepat hari kelahiran si kembar Alexa dan Exel yang berumur 35 tahun, Di hari ini juga Santang dan Rara berumur empat tahun.
"Ayo potong tumpeng nya"
Ada dua tumpeng besar dan yang satu nya sedikit lebih kecil. Alexa dan Exel memegang sendok nasi bersama-sama, lalu menumbang kan pucuk tumpeng tersebut ke piring.
Brakkk
Dan setelah itu tiba-tiba Santang mendorong tumpeng yang ada di depan nya dngan sangat kuat, sehingga tumpeng tersebut jatuh berserakan di mana-mana.
Semua orang rasanya ingin sekali mencubit Santang. Santang memang ahli nya dalam merusak sebuah suasana. Namun, saat semua orang menatap Santang dengan kesal. Seperti biasanya wajah Santang langsung berubah memelas, mata nya bekaca-kaca. Dan itu membuat semua orang tak tega untuk memarahi nya.
"Yasudah, gak papa sayang" Ucap Ustadz amir yang langsung meraih Santang.
"Ini hadiah dari mbah kung" Ustadz amir memberikan sebuah kotak.
"Apa ini mbah kung?" Tanya Santang
"Buka saja"
Dengan semangat Santang membuka kotak kado yang lumayan besar tersebut. Setelah di buka, mata Santang langsung terbelalak melihat kado yang di berikan oleh Ustadz amir.
"Ini bola untuk Santang, mbah kung?"
"Iya sayang, katanya nya Santang suka bermain sepak. bola kan?"
Santang memeluk ustadz amir dengan sangat erat.
"Ini kakek juga punya hadiah lo" Semua slalu saja teehilnltis dengan pesona Santang. Walau pun anak. kecil itu slalu saja membuat kesalahan, tapi dengan cepat pesona Santang mengalahkan dan menghapus amarah semua orang.
"Waaa.. hari ini banyak sekali hadiah" Ucap Santang.
"Abi, abi" saat semua orang sibuk melihat Santang yang sedang membuka kado, Tiba-tiba sarung Exel di tarik-tarik oleh Rara
__ADS_1
"Kado buat Rara mana?" Tanya nya dengan mata yang sudah berkaca-kaca ingin menangis.
"Astaghfirullah" Exel langsung menggendong Rara "Siapa ini yang berani mengabaikan putri abi yang sangat cantik ini" Exel menciumi pipi gembul Rara dengan gemas.
Semua orang tertawa, walau Rara lebih lucu dan lebih segalanya, tatap saja mereka slalu terhipnotis dengan pesona Santang.
"Sini ikut opa sayang" El meraih cucu nya yang cantik itu. Lalu El membawa nya masuk ke sebuah kamar.
"Lihat ini" El menyalakan lampu nya, lalu Rara menggerakan kaki nya seolah ingin ia di turunkan.
"Apa ini semua untuk Rara, opa?" Tanya Rara dengan antusias "Iya sayang, ini untuk Rara"
Seketika Rara langsung bahagia, ia loncat-loncat kegirangan saat tau bahwa playgroun dan boneka-boneka besar itu untuk nya.
"Terima kasih, opa" Ucap Rara
"Ini semua dari opa, terus dari mbah kung dan dari kakek. Ayo sekarang Rara berterima kasih kepada semua nya"
"Baiklah, ayo. Setelah berterima kasih, Rafa ingin sekali langsung bermain di sini bersama adik ghania. (Ghania adalah anak kedua Alexa dan Raihan)
...****************...
"Lepasin, mas. Udah tua juga jangan kaya gini" Ucap sabrina sambil mencoba melepaskan pelukan Exel.
"Ihh.. mas pengen ambil hadiah mas. Hari ini kan ulang tahun mas" bukan nya di lepaskan, Exel malah semakin mempererat pelukan nya.
"Mas mau hadiah apa? jangan mesum, udah tua"
"Walaupun tua kan stamina masih muda"
"Lepasin, mas" Sabrina masih memberontak.
"Ayolah, sayang. Mas pengen" Rengek Exel.
Walau Exel sudah berubah menjadi lebih baik dari sebelum nya, tapi kelakuan Exel yang satu ini tidak hilang. Exel. tetap saja mesum.
"Ini hadiah buat mas" Sabrina memberikan sebuah kotak persegi panjang berwarna hitam
"Ini pasti jam tangan, makasih ya sayang. Mas mau anu saja" Exel kembali merengek
"Mas Exel" Sabrina geram, ia pun mencubit lengan Exel "buka dulu dong. Dari dulu mas mana bisa romantis"
"Oke aku buka, tapi setelah ini janji ya"
"Iya mas, buka dulu dong"
"Iya mas, serius. Aku hamil"
Exel langsung memeluk Sabrina dengan erat. Exel tentu sangat bahagia sekali mendengar nya. Setelah kelahiran si kembar, dokter sempat mengatakan bahwa rahim Sabrina lemah, itu karena pengaruh obat yang di berikan oleh michella dulu.
Namun, Takdir tetap lah Allah yang menentukan. Exel ingin sekali mem punyai banyak anak, dan saat ini Allah sudah mengabulkan nya dengan memberikan satu amanah lagi.
Exel langsung menciumi perut Sabrina yang masih rata itu, Exel juga mengelus nya dan memeluk nya.
"Sudah berapa bulan ini sayang?" Tanya Exel
"Sudah 6 minggu, mas. Kemarin lusa Sabrina memeriksa kan nya ke dokter"
"Kamu jaga baik-baik ya sayang. Ini amanah buat kita.
Sabrina menangguk tanda mengerti. Setelah itu, Exel tidur dengan posisi kepalanya sejajar dengan perut Sabrina. Sepanjang malam Exel terus memeluk nya.
Sembilan bulan berlalu, Sabrina melahirkan anak perempuan yang juga sangat cantik seperti rara.
Kini kehidupan Exel dan Sabrina semakin bahagia, dengan tiga orang anak yang mewarnai hidup mereka.
Beautiful In White - Shane Filan
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
__ADS_1
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
And if a daughter is what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, and if she falls in love, we'll let her go
I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
So beautiful in white
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
T A M A TAK
Terima kasih sudah membaca novel author. Terima kasih atas dukungan kalian semua.
AUTHOR TUNGGU DI CERITA TUMBLR LIGHT..
SELAMAT MALAM SELAMAT BERISTIRAHAT..
__ADS_1
WASSALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAHI WABARAKATUH