Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Aku tidak bisa menerima nya


__ADS_3

Exel menuruni tangga dengan langkah kaki malas. setelah kaki nya menginjak di lantai satu, ia langsung menuju ke dapur dan duduk di sana bersama papa dan mommy nya.


"Mana Alexa pa?" tanya Exel dengan nada malas


"Dari tadi di panggil gak keluar-keluar, coba kamu panggil dia"


Exel membuang nafas nya kasar, sungguh sangat merepotkan sekali Alexa ini.


setelah sampai di depan pintu kamar alexa, Exel langsung membuka pintu nya. Emosi nya semakin menjadi saat ia melihat Alexa masih membalut tubuh nya dengan selimut.


Exel pun menarik selimut dengan kasar, saat selimut itu sudah terhempas di lantai, Exel melihat Alexa memeluk guling dengan sangat erat, tubuh nya menekuk seperti orang yang kedinginan.


Exel pun langsung berjalan mendekat, lalu berdiri dengan bertumpu kedua lutut nya. ia langsung menyibak rambut pirang Alexa, betapa terkejut nya Exel, saat melihat bibir Alexa pucat dan tubuh Alexa panas.


"Kak, dingin. cepat selimuti aku"


"Papa, Mommy" teriak Exel, lalu ia berlari sampai di ambang pintu kamar Alexa dan teriak kembali memanggil El dan Afifah.


Mendengar teriakan Exel, El langsung berlari menghampiri Exel.


"Ada apa sih xel" Kesal El


"Badan Alexa demam pa, demam tinggi"


mendengar jawaban Exel, El langsung berlari masuk ke dalam kamar Alexa.


"Sayang" panggil El, lalu ia memegang kening Alexa "Panas sekali" setelah itu, El meraih tangan Alexa, dan mengecek denyut nadi nya. "Fah, ambilkan stetoskop ku"


Afifah yang sudah menangis sejak melihat wajah Alexa yang pucat, langsung berlari menuju ke tas kerja Exel yang berada di dekat tangga.


"Kamu kenapa sayang? kalau kamu gak mau sama raihan, bilang saja. papa gak maksa"


"Tidak paa, entah mengapa Alexa tiba-tiba gini" jawab Alexa lemas


"Lalu kenapa kamu menangis, sampai mata kamu bengkak"


"Hmm.. gara-gara, sakit.. sakit gigi" Alexa berbohong.


"Kenapa sakit gigi, kan dari dulu gak pernah sakit?"


"Apa jangan-jangan kata dokter reihan benar, kamu gak pernah sakit gigi?" sempat-sempat nya exel menggoda Adik nya, sambil terkekeh pula.


"Kakak!!" Alexa hendak bangun, namun di cegah oleh El.


"Sudah Exel, jangan ganggu adikmu"


Tak lama afifah datang membawa stetoskop milik suami nya. Alexa pun di periksa oleh Exel, detak jantung nya lemah, badan Alexa lemas dan demam tinggi 40,2 derajat celcius.


"Exel, siapkan mobil. Alexa harus di infus"


"Alexa gak mau ke puskesmas pa, di sini saja"


"Gak, kamu harus ke sana" ucap El lembut, namun langung berubah, ketika El melihat Exel masih berdiri "cepat Exel"


"Oke pa" Exel langsung berlari menuju ke luar, mengeluarkan mobil dari garasi.


"Mommy akan masukan makanan ke kotak, kita akan sahur di sana"


"Cepat fah" ucap El.


"Ayo papa bantu sayang" Ucap El sambil membantu Alexa duduk


El terus membantu Alexa, mengambilkan jilbab dan memakaikan nya. lalu juga memakaikan sandal dan menuntun Alexa berjalan hingga ke depan.


...****************...


Kini Alexa sudah berbaring di atas ranjang puskesmas, dan Exel juga berbaring di sana, namun di ranjang yang berbeda.


Jam 8 pagi, semua dokter sudah stay di ruangan masing-masing, melayani pasien yang sudah antri sejak pagi.


_Biar Exel yang menjaga Alexa_ penuturan Exel tadi pagi nyatanya hanya omong kosong, sejak tadi Exel tidur sedangkan Alexa yang sakit, terjaga sendirian. Acara televisi itu sungguh tidak menarik sekali, Alexa banar-banar bosan.


Tak lama Afifah datang membawa soup untuk Alexa. afifah hanya bisa membuang nafas nya kasar, saat ia melihat anak laki-laki nya itu tidur nyenyak sekali.


"Ayo makan dulu sayang"


"Alexa pengen mual mommy, jangan sekarang" Tolak Alexa saat afifah menyodorkan sesendok nasi.


"Kamu harus makan sayang, biar cepat sembuh dan pulang dari sini" Bujuk afifah.


Alexa pun duduk, ia melihat semangkok soup yang di pegang oleh afifah. Selera makan nya hari ini sangat buruk sekali. Makanan lezat soup daging kesukaan nya terlihat sangat menjijikan, bahkan membuat Alexa ingin mual.


Dengan terpaksa, Alexa mengunyah dan menelan makanan itu. Dengan porsi makan sedikit dari biasanya, sudah membuat Alexa kenyang. Lebih tepat nya eneg, bukan kenyang sih.


"Exel, bangun nak!!" Afifah menggoyang kan tubuh Exel


"Ada apa sih mom"


"Sudah siang, ayo sholat"


"iya" walaupun bilang iya, Exel masih berbaring di sana, dan masih enggan membawa tubuh nya pergi ke kamar mandi.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Ucap afifah.


Semua orang langsung melihat, sosok pria tampan memakai jas putih, dengan rambut rapi, kulit bersih dan senyuman manis yang semakin lengkap dengan tambahan lesung pipi.


"Dokter Raihan" ucap Afifah "Silahkan masuk nak"


Reihan tersenyum, lalu ia berjalan masuk dan berdiri di samping ranjang Alexa.


"Maaf tente, Alexa kenapa?"


"Kemaren malam kata nya sakit gigi, sampe nangis bengkak gitu" Celetuk Exel.


"Sakit gigi?"


"Iya, silahkan di periksa dok" Ucap Exel, membuat Alexa semakin kesal.


"sekarang udah gak sakit gigi nya" Ucap Alexa.


"Sudah Exel, jangan menggoda adik mu terus" lerai Afifah.


"Saya semprot gigi nya mau gak?" Ucap Raihan


Alexa diam saja.


"Gimana xa, mau gak?"


"Gak usah mommy, udah gak sakit kok"

__ADS_1


"Hei, dokter Reihan disini" El masuk ke dalam ruangan Alexa.


"Iya dok, tadi ada yang bilang Alexa di rawat disini. Jadi aku kesini"


Semua diam, suasana canggung tiba-tiba tercipta begitu saja.


"Exel, sholat nak. Kenapa tidur lagi"


"Oh iya, yuk kita sholat berjamaah" Ajak El


"Papa sama dokter reihan duluan saja. Exel masih mandi dulu


El diam, lalu memandang reihan dan tersenyum " Yuk dokter reihan, kita sholat dulu"


Reihan pun tersenyum, lalu pergi bersama El ke mussolla puskesmas.


"Mommy gak sholat?" tanya Exel


"Sholat, nunggu papa mu kembali"


"Mommy sholat saja dulu, biar Exel jagain Alexa"


Afifah memikirkan lagi tawaran Exel "Tapi kamu janji jangan tidur lagi ya"


"Iya mommy, lagian ngantuk Exel sudah hilang"


"Oke baiklah"


Afifah berjalan keluar, menyusul El dan Reihan ke Musollah.


Exel pun mendekat ke arah Alexa, ia duduk di tepi ranjang Alexa, dan itu membuat Alexa tak suka.


"Xa, jujur deh sama aku. Kamu nangis kenapa?"


"Sakit gigi"


.


"Jangan bohong sama aku, aku tau itu"


Alexa diam.


"Alexa, aku sangat menyayangi mu. Jika kau memang tak ingin dengan reihan dan ingin bersama Adam. Aku akan bicarakan sama Papa dan mommy" suara Exel sangat lembut sekali, membuat Alexa Baper.


"Kak" Alexa tiba-tiba memeluk Exel. Membuat Exel yakin bahwa ada sesuatu yang terjadi.


"Cerita lah, ungkap kan semua isi hatimu"


Alexa melepas pelukan nya, lalu menatap mata Exel yang jelas terlihat ikut sedih.


"Kak, kemarin malam Adam menelpon ku. Dia tidak bisa melamar ku, karena dia akan menikah dengan wanita pilihan orang tua nya"


Deg..


"Kak, apa aku terlihat sangat buruk sekali. Sehingga Orang tua Mas Adam tidak bisa menerima ku?"


"Maksud nya?"


"Inti nya orang tua mas Adam, tidak setuju jika mas Adam menikahi ku. Mas Adam sudah membicarakan ku dengan orang tua nya, sampai 3 kali, tapi orang tua nya tetap menolak ku"


Tangan Exel mengepal, rahang nya mengeras menahan emosi.


"Selama ini aku slalu memakai baju yang sopan kak, berjilbab juga sudah sopan, tapi apa aku seburuk itu kak sampai di tolak terus"


Aku tak bisa menerima nya.


"Sudah Alexa, jangan menangis. Dia sudah menyakitimu. Aku tak menerima nya." Alexa semakin menangis.


"Lupa kan dia xa, jangan pikirkan lagi dia. Kamu harus menikah dengan Reihan. Kata papa dia lelaki baik. Terima lah dia"


"Tapi kak, aku sangat mencintai mas Adam"


"Tegak kan kepala mu Alexa" Exel mengangkat dagu Alexa "Jadilah wanita yang mempunyai Harga diri yang tinggi, jangan lemah hanya karena laki-laki" mata Exel dan Alexa saling memandang


"Jangan sebut lagi nama nya. Menurut lah sama papa dan mommy. Menikahlah dengan Raihan"


Alexa memeluk Exel, sambil menangis. Exel pun tak tega, dia membalas pelukan Alexa dan mengusap kepala nya.


Tak lama, Afifah dan yang lain nya kembali ke ruang inap Alexa. Di sana Alexa sudah sendirian, Exel sudah tidak ada.


"Kak Exel pulang mom, kata nya mau mandi"


...****************...


Di rumah, Exel yang sudah selesai mandi menghampiri bi sugiati yang sedang membersihkan halaman belakang.


"Bi, tau adam?"


"Adam siapa ya mas Exel"


"Ini foto nya" Exel menunjukan foto di dalam ponsel nya.


"Ohh.. ini Ustadz Adam mas"


"Rumah nya dimana?"


"Di dekat pabrik beras mas, tak jauh dari sana ada pesantren. Di sana rumah nyw"


"Ohh.. yasudah makasih ya bi"


Exel dengan wajah datar langsung masuk mobil, ia melakukan mobil nya dengan perlahan. Untung saja Exel sudah hafal jalan ke pabrik.


Exel memarkirkan mobil nya di dalam pabrik. Exel memilih berjalan kaki menuju ke pesantren.


Exel yang sudah gelap mata, langsung masuk kedalam.


"Maaf, ada keperluan apa pak?" tanya penjaga gerbang


"Saya mau ketemu sama Ad, oh maksud nya Ustad Adam"


Remaja penjaga gerbang pun memperhatikan penampilan Exel dari atas sampai bawah.


"Sudah janjian belum?"


Sungguh Exel ingin menghantam laki-laki di depan nya.


"Sudah"


"Mari silahkan ikuti saya"


Exel pun berjalan mengekor di belakang laki-laki itu, tak lama, mereka berpapasan dengan Adam.

__ADS_1


"Adam" Panggil Exel, membuat Adam langsung menoleh.


Dengan langkah kaki panjang dan cepat, Exel langsung menghampiri Adam dan langsung memukul Adam.


Beberapa orang melerai Exel, namun nyatanya tenaga Exel sangat kuat sekali, sehingga tangan nya tak bisa terlepas dari kerah baju Adam.


Buk


buk


buk


Exel terus menghantam Adam, kehebohan itu membuat semua orang melihat dan berkerumun. Suara gaduh terus tercipta. Bahkan Exel juga menghajar beberapa orang yang melerai nya dengan kaki panjang nya.


"Aku sudah bilang, jika kamu menyakiti nya. Aku tak bisa menerima nya"


Exel menghempas tubuh Adam hingga tersungkur di tanah.


"Lepaskan!!!!" Exel sangat marah, saat orang-orang disana berusaha mengusir nya.


"Biarkan, sudah jangan pegang dia" Titah Adam kepada beberapa orang yang berusaha menyeret Exel.


"Kau sudah sangat menyakiti nya, sampai dia sakit. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Adikku, kau akan habis!!"


Exel langsung pergi dari sana dengan langkah cepat, dia sungguh sangat puas setelah melampiaskan semua amarah nya.


"Kak Exel" Suara yang sangat Exel kenali, membuat ia langsung berhenti. Exel berbalik dan ia melihat tubuh kecil yang berlari menghampiri nya sambil menangis.


"Kelinci" Semua Emosi Exel langsung hilang, Tubuh Exel yang panas langsung dingin.


"Kelinci, kau disini?"


"Ini rumah ku kak"


Duaaaarrrr! tubuh Exel langsung gemetar


"Bang Adam, yang kakak pukuli tadi itu adalah Abang sepupu ku kak"


Bodoh! Exel baru saja ingat, padahal sebelum nya ia sudah tau bahwa Adam adalah sepupu Sabrina.


"Kenapa kak?"


"Kakak pergi dulu kelinci kecilku, nanti kakak jelas kan ya, Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Exel tersenyum, lalu pergi dari sana. saat ia berbalik, emosi Exel kembali datang.


Sampai di pabrik, Exel memukuli dan menendang tumpukan karung beras.


"Kau kenapa?" Tanya Zakir.


"Aku benci sama dia paman! aku sangat membenci nya."


"Siapa?"


"Adam!"


Exel lalu menceritakan semua nya kepada Zakir, zakir pun menghela nafas nya berat.


"Terjadi lagi" Ucap Zakir.


"Maksud nya?"


"Dulu, Mommy mu juga di tolak sama keluarga mereka" Ucap Zakir sambil duduk di sebuah kursi, Exel pun mengikuti nya dan ikut duduk di samping Zakir.


"Ada paman nya Ustadz Adam, nama nya Ustadz Amir. Dia juga dulu dekat dengan mommy mu sangat lama, 4tahun lebih"


"Keluarga Ustadz Amir tak menerima mommy mu, sampai mommy mu kena fitnah seluruh desa. Waktu itu adalah waktu yang membuat mommy mu sangat terpuruk, bahkan Jualan nenek kalian tidak laku. Nama baik mommy kalian sangat jelek sekali, tercemar begitu saja"


"Dan untung nya Papa kalian datang, bagai pahlawan. Dia menikahi mommy mu. Disaat semua orang itu desa ini tak menginginkan mommy kalian"


"Kenapa mommy di fitnah, paman?"


"Ya intinya di kira mommy mu itu menggoda Ustadz Amir, padahal tidak, mereka saling menyukai sebelum nya"


"Lalu?"


"Sudahlah, itu sudah sangat lama sekali. Dan sekarang mommy mu sudah bahagia, jauh lebih baik dari keluarga Ustadz Amir sekarang. Walau paman sebenar nya jika mengingat nya masih sakit hati, tapi biarlah, tak usah di bahas lagi"


"Sekejam itu kah mereka paman?"


"Tidak, mereka hanya mempertahan kan nama baik mereka sebagai keluarga tokoh Agama. Jadi mereka ingin nya punya menantu yang juga dari kalangan tokoh agama"


"Di keluarga mereka ada siapa saja paman? apa mereka melakukan itu tak takut jika terjadi kepada Anak perempuan nya"


"Anak kyai Ali itu hanya Ada dua, Kyai Rahman dan Ustadz Amir. Kyai Rahman itu ayah nya Adam. Semua anak Kyai Rahman laki-laki, sedangkan Ustad Amir mempunyai 3 anak, dua laki-laki dan satu perempuan"


"Hanya Sabrina keturunan perempuan dari keluarga Kyai Ali"


Deg deg deg deg


"Sabrina?"


"Iya, dia anak bungsu Ustad Amir. Dia kesayangan semua orang. Sabrina ini anak nya sangat cantik, kalau di lihat mirip Ustadz Amir"


Exel rasanya ingin sekali berteriak, saat mengetahui semua kenyataan nya.


"Exel" Zakir menyenggol keponakan nya itu yang tengah melamun.


"Iya paman"


"Kamu kenapa?"


"Gak papa paman. Oh iya, puasaku batal atau tidak ya habis memukuli Adam"


"Batal"


"Yasudah sebentar, aku mau minum dulu. tubuh ku rasanya dehidrasi habis marah-marah"


"Astaghfirullah Exel"


"Sudahlah paman, jangan bilang mommy ya kalau aku minum, hahaha"


Exel pun meminum air mineral yang ada di dalam kantor Zakir. Kini pikiran nya tak lagi Alexa, namun Sabrina. Wanita yang berhasil membuat nya semangat beribadah, wanita yang bisa mengalihkan kebosanan nya, ternyata dari keluarga yang sama. Keluarga yang bukan hanya menyakiti adik nya, ternyata juga pernah menyakiti Mommy nya, wanita yang sangat ia cintai.


...****************...


Alhamdulillah, update lagi.


nanti kita lanjut lagi, jangan lupa tinggalkan jejak ya.

__ADS_1


Terima kasih sudah mendukung author..


__ADS_2