Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Keluarga Mama Lastri


__ADS_3

afifah terkejut, ia hendak bangun namun el mencegah nya.


"Diam!!"


Jantung afifah langsung berdetak dengan kencang, apalagi el sudah menaikan baju nya sampai di atas perut.


"Mas mau ngapain?" udah panik


dan ternyata El hanya ingin mengoleskan minyak kayu putih di perut afifah.


"Berbaliklah!" titah el


"Hah?" afifah bengong


"Iya berbaliklah!!"


afifah pun berbalik, dan kini ia posisi tengkurap.


El langsung menuangkan minyak putih ke tangan nya, lalu mengusap punggung afifah dengan lembut.


"Sudah" setelah itu El langsung berdiri, meletakkan botol minyak kayu putih di atas nakas dan tidur kembali.


"Lusa, hari sabtu kita akan ke kota. karena hari minggu pernikahan kak byan. jadi besok mulai siap-siap" ucap El yang terlentang sambil menutup mata nya.


"Kenapa gak besok saja mas, kan gak enak sama kak nya datang nya ndadak"


"Gak bisa, hari rabu kita ikut bulan madu!!"


"Hah?" afifah terkejut


"Papa maksa, jadi udah nurut aja. kita gak akan barengan kok sama kak byan. aku sudah mengaturnya" el membuka mata nya menatap afifah "Aku siap-siap saja" El tersenyum licik, sedangkan afifah sudah susah nafas, ia tak tau harus jawab apa.


...****************...


Hari yang di tunggu oleh byan akhirnya datang juga, besok pagi adalah acara akad nikah nya. ia sedang gelisah menunggu El yang belum juga datang.


"Paa.. El belum datang ya?" byan terus bertanya kepada semua yang lewat di depan nya.


"Bentar lagi, palingan jam 8. kan El baru berangkat jam 3 sore"


"hmm.. iya benar" byan kembali duduk, menghafalkan ijab kobul nya.


Sanjaya menggelengkan kepalanya, melihat anak pertama nya itu bertingkah sangat aneh.


"Assalamualaikum" teriak El


"Waalaikumsalam" jawab semua orang disana, memang di pernikahan byan, keluarga dari pihak lastri semua nya datang, untuk keluarga dari sanjaya juga datang, tapi berada di hotel.


Untuk pertama kali nya, keluarga dari lastri melihat sosok istri El.


"Hai paman, bibi, semua kapan datang" sapa El. kepada kedua paman, bibi, dan 4 sepupu nya nya.


"Kemarin El, ini istrimu?" tanya paman saiful


"Iya paman" jawab El sambil tersenyum


"Cantik sekali, lebih cantik yang ini dari yang dulu" ucap paman saiful tulus.


"Iya kak El, cantik banget" ucap bagas, sepupu El


namun, para wanita disana masih diam, hanya tersenyum.


"mereka bibi, paman dan sepupuku" ucap El kepada afifah lembut.


afifah pun langsung mencium tangan mereka bergantian.


"Yasudah, El sama afifah masuk dulu ya. mau mandi dulu" pamit El


"Mandi bareng gitu ya el?" goda paman Hadi.


"Hahaha..." semua orang langsung ketawa


"Paman bisa saja" El lalu menggenggam tangan afifah lalu membawa nya masuk, ia tau bahwa bibi dan sepupu perempuan nya tidak menyukai afifah seperti mama nya.

__ADS_1


"Buta apa El itu, masak buang rania dapat nya kampungan gitu"


"Jangan-jangan kakak el di pelet" ucap Rani kesal.


"Huss... jangan seperti itu. Kata sanjaya, istri El adalah bunga desa disana, dan emang bener cantik banget gitu"


"Cantikan juga Rania pa, Rania kan artis pa"


"Rania cantik karena make up. lihat istri El, kalem gitu tetap. cantik walau tak pakai make up tebal"


Dasar cewek kampungan!!!


...****************...


Kak byan ngapain sih ikutan, padahal aku beneran mau paksa afifah mandi bersama!!


El sangat kesal, pasalnya kakak nya itu mengekor di belakang nya.


Afifah dan byan sekarang duduk di balkon depan kamar El, byan benar-benar gak sabar. ia bercerita kesana-kemari sambil menunggu El mandi. lebih tepat nya bercerita kegugupan nya.


"Aku kok sedikit bergetar ya fah, buat jantungku deg deg an lo. ini lebih mengerikan daripada presentasi tander besar!"


afifah tersenyum, melihat tingkah lain dari kakak ipar nya itu.


"apa El juga gini ya waktu mau nikah" byan menatap langit-langit yang bertaburan bintang.


aku tak tau kak, seperti nya tidak! pernikahan ku bagi mas ramdan cuma sekedar saling menguntungkan. dia menyelamatkan nama baikku, dan dia menghindari perjodohan dari mama lastri.


...****************...


setelah mandi, afifah memasak bersama bi sumi dan bibi endang.


"Maaf Bu endang, biar nona afifah yang buat bumbunya. Tuan El hanya mau masakan nya nona afifah" cegah bi sumi kepada bibi endang


dia pun langsung kesal,


"Gakpapa bi, jangan seperti itu" ucap afifah tak enak dengan bibi nya itu.


semua sudah duduk di kursi masing-masing.


"Maaf Rani, ini kursi untuk afifah. kamu geser ya" ucap El karena Rani sepupu nya duduk di sebelahnya.


Rani pun bergeser, bibi endang pun semakin kesal dengan afifah.


"Sayang, aku ambilin masakan mu ya" ucap El


"Jadi benar kata byan, gak mau makan masakan bi sumi dan mama lagi" goda paman Hadi


"Iya had, sejak menikah El seperti itu."


"Maklum saja pa, kan masih pengantin baru. bentar lagi ikut bulan madu juga" goda byan.


"sudah, ayo kita makan. Lapar" ucap Bagas.


semua lalu berdoa dan mulai menyantap makanan nya. semua terlihat kagum dengan cita rasa masakan afifah.


"Pantesan gak mau makan masakan yang lain, masakan kak afifah enak sih" puji bagas


"Benar! pantesan El gemukan" tambah paman Saiful


afifah hanya bisa tersenyum, merasa tak enak karena semua wanita yang ada disana memandang nya tak enak. tapi El merasa sangat bangga memiliki istri afifah, didalam hati terdalam nya ia sangat beruntung mempunyai afifah.


setelah makan malam, semua para wanita kembali ke kamar, tapi tidak dengan para laki-laki. mereka berbincang di teras.


Afifah yang sudah sangat capek memilih langsung tidur, kantuk sudah menyerang mata nya.


di kamar milik bi endang dan anak nya Rani, mereka masih saja terjaga, mereka terus mengeluarkan kata-kata tak pantas untuk afifah.


"Seharus nya aku ma, yang jadi istri kak El"


"Sabar sayang, tante mu lastri tak menyukai afifah. Gappa kan dapat duda nya. nanti mama akan atur. mama bantu lastri memisahkan El dan istrinya itu"


"Tapi mereka mau bulan madu ma, aku gak rela jika sampai istrinya hamil"

__ADS_1


"Iya, mama gak akan biarin itu. apalagi El dapat warisan yang sangat banyak daripada byan dan caca"


Waktu El menikah dan afifah, keluarga dari lastri tidak di undang karena semua nya juga serba mendadak. Mereka tau dari Televisi.


Padahal waktu itu bibi endang berencana mau menjodohkan Rani dengan El diam-diam dari pak saiful. tapi rencana itu gagal, nenek eka langsung menolak nya mentah-mentah, membuat lastri tidak bisa bekutik, namun saat hendak merayu El, ternyata El memilih afifah untuk jadi istri nya, terlebih nenek eka langsung mengiyahkan nya.


Jam 12 malam, El baru saja masuk kamar. ia melihat istrinya sudah tidur. El pun membuka kaos nya, dan tidur memeluk afifah.


Afifah merasakan pelukan El, tapi ia lebih memilih cuek, karena hampir setiap hari El melakukan nya.


Hemmm... harum.


El mengirup aroma tubuh afifah di tengkuk afifah. El ingin sekali menjilat tengkuk putih dan mulus itu, namun ia tak mau menganggu tidur afifah.


...****************...


Pagi hari, semua sangat riweh dengan gaun dan make up masing-masing, apalagi rani. ia ingin terlihat lebih cantik dari afifah. sedangkan afifah sendiri masih santai membuatkan roti panggang, untuk sarapan El.


Bu endang memperhatikan gerak-gerik afifah. tentu ia ingin mencari kesalahan afifah.


afifah sedang didapur sendirian mengoles selai di atas roti, bibi endang memperhatikan nya dari jauh, tapi El tau itu.


"Sayang" El langsung memeluk afifah dari belakang.


"Diamlah, ada yang lihatin kita" bisik El


afifah pun mengerti, tentu ini bukan drama El yang pertama.


El pun tak melewatkan kesempatan ini, setelah afifah memasukkan roti ke pemangang, El memutar tubuh afifah hingga sekarang mereka saling berhadapan.


El langsung mengelumat bibir afifah.


Manis sekali.


Mata afifah langsung terbelalak. tak lama El melepaskan ciuman itu. lalu mengusap lembut bibir afifah dengan ibu jari nya.


"Maaf" lirih El


afifah mengangguk, dan langsung berbalik. El melihat bahwa bibi endang baru saja pergi, ia pun ikut pergi dari sana.


El tau, kalau bibi endang pernah berniat menjodohkan nya dengan Rani. El juga tau bahwa Rani menyukai nya, karena Rani sangat sering mengirim DM kepada nya.


Jam 10, semua sudah bersiap hendak ke hotel. El dan afifah hanya memakai baju bewarna putih yang sederhana, tidak seperti yang lain nya, sangat heboh.


"Mas, nanti mama kamu marah jika aku tidak memakai baju bagus"


"Ini hanya acara akad nikah. acara nya juga tertutup. nanti malam resepsi, aku tidak akan membuat orang bicara aneh-aneh kepadamu. Sudah nurut saja!"


afifah pun mengangguk, ia berjalan menggandeng tangan El keluar rumah.


Bibi endang menyuruh El untuk gabung dengan mobil nya. namun El menolak nya. ia lebih memilih untuk naik mobil sport nya berdua saja dengan afifah.


Byan sangat mengerti itu, ia tentu tau juga kabar perjodohan Rani dengan El.


"bibi endang, sudah jangan ngurusin El ya. dia gak akan mau pisah sama istri nya" ucap byan.


merekapun berangkat bersama, namun seperti nya bibi endang masih ingin tau lebih dalam El dan afifah.


"Ca, caca tau gak gimana hubungan kakak El da istrinya?"


"Hmm.. gimana ya bi, jujur kakak El itu tertutup kalau ke caca. dia suka cerita sama kak byan"


"Tapi seperti nya kak El benar-benar suka sama kak afifah. dia slalu membela kak afifah saat mama mengatakan hal yang tak baik"


"Dan terlebih nenek sangat menyayangi kak afifah"


Rani ingin berteriak, ia tak Terima dengan semua ini. begitu juga dengan endang.


ia masih merasa jika jawaban caca tidak membuatnya puas.


ia masih mencari kebenaran nya. walau tadi padi ia sudah melihat El mencium afifah, tapi itu belum cukup!!


Segini dulu ya gaes, Jangan lupa tinggalin jejak.

__ADS_1


__ADS_2