
Exel merasa ada yang beres dengan keadaan sabrina. Dokter mengatakan ada senyawa aktif yang di telan oleh Sabrina. Sedangkan satu bulan ini, Sabrina makan apapun yang juga ia makan. Kecuali makanan dari Bazar. Ya, bazar. Exel mencurigai nya.
"kemarin di bazar kamu makan apa saja?" Tanya Exel
"Ya yang seperti mas lihat kemarin" Jawab Sabrina yang masih sedikit lemas.
"Mas tau, tapi waktu di bazar kamu makan apa saja?"
"Hmmm" Sabrina berpikir keras, mengingat kembali apa saja yang ia makan waktu itu. "Makan nasi kuning, lalu onde-onde, terus martabak manis, bubur sumsum" Jawab Sabrina menyebutkan semua makanan yang ia makan waktu itu.
"Oh,iya. Aku juga makan crosom coklat"
"Crosom coklat? itu kan bukan makanan indonesia?" Tanya Exel
"Iya, mas. Sabrina di kasih sama mbak Karina."
Itu dia, Exel adalah tipe orang yang tidak mudah percaya dengan orang. Ia slalu menaruh curiga dengan sesuatu yang tidak biasa, ya itulah Exel. Pembisnis memang harus seperti itu, bukan. Kalau pembisnis gampang percaya kepada orang, sudah di pastikan akan sering di tipu.
"Kamu di sini dulu, ya. Mas mau keluar dulu"
"Jangan pergi, mas. Sabrina takut sendirian di sini" Sabrina menarik tangan Exel, sungguh saat ini Sabrina ingin dekat dengan Exel dan bermanja. Tidak ada satupun hati seorang ibu yang tidak sedih saat tau dia kehilangan anak nya atau keguguran.
"Mas lapar sayang, mas beli makanan dulu ya. Take Away kok"
"Beneran, ya?"
"Iya sayang" Exel mengecup kening Sabrina "Kamu istirahat saja, itu ada televisi juga"
Sabrina mengangguk, Exel pun mulai melangkah keluar. Namun saat ia berada di ambang pintu, Exel berbalik lalu berkata "Sabrina, mas mohon jangan kasih tau siapa pun tentang ini. Terutama teman-teman muslim dan keluarga"
"Kenapa, mas?"
"Pokok nya jangan dulu ya"
"Baiklah mas"
Sabrina tidak mengerti apa yang Exel lakukan, kenapa juga dia bersikap seperti itu. Padahal Sabrina akan memberikan kabar ini kepada orang tua nya, ya walau ini kabar tidak baik, setidak nya Sabrina bisa meminta doa orang tua dan keluarga nya agar supaya lekas sembuh dan secepat nya di berikan keturunan lagi.
Saat Exel kembali dari restoran, ia langsung makan makanan yang tadi ia beli. Setelah itu, suara Adzan dari handphone nya berbunyi. Tanpa menunggu apapun, Exel langsung berjalan ke kamar mandi, mengambil wudhu dan setelah itu ia langsung melakukan sholat Asar.
Sabrina bahagia sekali, ada sebuah kebaikan dari musibah yang saat ini mereka alami. Sabrina kehilangan janin nya yang masih satu bulan, tapi suami nya kini lebih giat beribadah. Tidak perlu di suruh bahkan di paksa, suami nya itu juga saat ini sudah mulai bisa mengaji. Sepanjang hari slalu memutar murottal juz 30, sesekali Exel juga ikut membaca nya. Sehingga hafalan surat pendek Exel mulai bertambah dalam waktu yang cepat.
Surat Al-Fatihah
Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin
Arrahmaa nirrahim
Maalikiyaumiddin
Iyyakana’ buduwa iyya kanas ta’iin
Ihdinassyirathal mustaqiim
Sirathalladzina an ‘am ta ‘alaihim ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhooliin
Surat Al-Ikhlas
Bismillahirrahmanirrahiim
Qulhuwallahuahad
Allahusomad
Lam yalid walam yulad
Walamyakullahu kufuwanahad
Surat Al-Falaq
Bismillahirrahmanirrahiim
Qul a’udzu birobbil falaq
Minsyarri maa kholaq
Wamin syarri ghoosiqin idza waqob
__ADS_1
Wamin syarrinnaffa syatifil ‘uqod
Wsaminsyarri haa sidin idza hasad
Surat An-Nas
Bismillahirrahmanirrahiim
Qul a’udzu birabbinnas
Malikinnas
Ilahinnas
Minsyarril was wasil ghonnas
Aladzi yuwas wisu fi suduurinnas
Minnal jinnati wan nas
Surat An-Nasr
Bismillahirrahmanirrahiim
Idzaa jaa’a nasrullahi wal fath.
Wara'aitan naasa yadkhuluuna fii diinillahi afwaajaa.
Fa sabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu, innahu kaana tawwaabaa.
Surat Al-Lahab
Bismillahirrahmanirrahiim
Tabbat yadaa abiilahabiwwatab
Maa aghna anhumaluhu wamaa kasab
Sayaslaa naa rondza tallahab
Wamrooatuhu hamma latal hatob
Surat Al-Humazah
Bismillahirrahmanirrahiim
Wailul(n) likulli humazatil(n) lumazat
Al-ladzii jama'a maa law(n) wa'addadah
Yahsabu anna maa lahuu akhladah
Kallaa layunbadzanna fiil huthamat
Wamaa adraaka maal huthamat
Naarullahil muuqadat
Allatii tath-thali'u 'alal af-idat
Innahaa 'alaihim mu`shadat
Fii 'amadim(n) mumad-dadat
Surat Al-Maun
Bismilllahirrahmanirrahiim
Ara aitaladzi yukadzibu buddin
Fadzalikalazi yadu’ulyatim
Walaa yahudhu ‘alaa tho’amilmiskiin
Fawailulil mushollin
Alladzinahum angsholaa tihim saahuun
Alladzinahum yuraa uun
__ADS_1
Wayam na’u nal maa’uun
Surat Al-Asr
Bismillahirrahmaanirrahiim
Wal ‘ashr(i)
Innal insaana lafii khusr(in)
Illal-ladziina aamanuu wa ‘amiluush-shalihaati wa tawaashau bilhaqqi wa tawaashaubish-shabr(i)
Surat A-Quraisy
Bismillahirrahmanirrahiim
La ilaa fikurais
Ilaa fihim rihlatasyita iwashoif
Fal ya’ budu rabbahaa dzal bait
Alladzi ata’ ‘amahum minjuui, wa aamanahum min ghouf
"Barakallah, mas. Semoga makin banyak hafalan surah nya" Ucap Sabrina saat exel baru saja selesai membaca beberapa surah pendek.
"Iya, sayang. Mas akan terus mencoba menjadi diri yang lebih baik lagi. Buat kamu dan anak-anak kita"
"Kalau boleh Sabrina kasih saran, mas. Agar Sholat mas semakin khusuk. Mas coba hafalin arti setiap bacaan sholat. Dengan begitu, InsyaAllah mas bisa khusuk dan tidak akan berpikiran apapun saat melaksakan sholat"
"Mas akan membaca nya dan menghafal nya. Coba kamu carikan" Exel memberikan handphone nya kepada Sabrina. Sabrina pun mencarikan nya di google.
"Kamu hafalin dan pahami ya, mas. Sabrina ngantuk, entah mengapa sering sekali mengantuk"
"Iya sayang, kamu harus cepat pulih. Kaga dokter biar cepat pulang"
"Iya mas, Abi sudah menelpon Sabrina tapi Sabrina gak berani mengangkat nya. Nanti abi tau kalau Sabrina saat ini sedang sakit"
"Yasudah, kamu sekarang telepon abi mu. Sambungkan juga ke Alexa ya. Kita minta doa kepada mereka untuk kesembuhan mu"
Baru kali ini, Exel berbicara sangat bijak sekali. Bukan hanya bijak, perkataan Exel mengarah ke doa.
Sabrina bahagia, akhir nya ia bisa menelpon keluarga nya. Walau kasih sayang, perhatian dan segala bentuk perlakuan Exel saat merawat nya sudah cukup, tetap saja bagi seorang anak ingin ber manja atau sekedar menceritakan keluh kesah nya kepada orang tua nya, apalagi saat sakit dan jauh seperti Sabrina ini.
Telepon tersambung, Semua nampak kaget saat melihat Sabrina ada di ruangan yang terlihat jelas di rumah sakit. Semua langsung panik, dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
Akhirnya tangisan Sabrina pecah, saat menceritakan apa yang terjadi kepada nya. Exel memeluk nya, ia tau bahwa sejak tadi Sabrina tidak menangis karena ingin menguatkan Exel yang tadi nangis. Dan sekarang, Exel yang menguatkan Sabrina. Ada juga keluarga yang ikut menangis di balik layar telepon.
"Sabar sayang, Yakinlah ada kebaikan dalam musibah"
"Jangan menangis ya sayang, Mommy yakin secepat nya akan di kasih lagi"
"Yang kuat ya Sabrina. Aku akan mendoakan agar kamu cepat pulih dan bisa program hamil lagi" Sambung Alexa yang ikut bersedih.
"Papa akan kirimkan foto obat dan beberapa vitamin biar cepat pulih. Nanti kamu belikan di apotik, xel" Ya beginilah kalau punya orang tua atau kerabat dokter.
"Iya, pa. Makasih"
"Ya sudah, lebih baik di akhiri saja. Sabrina harus istirahat dan jangan lupa banyak makan"
"Papa El benar, Sabrina" Ucap ustadz Amir "Kamu harus istirahat sekarang"
"Baiklah, doakan Sabrina cepat sembuh"
"Jangan khawatirkan itu Sabrina. Abi akan mendoakan mu, oh bukan. Kita semua akan mendoakan mu walau kamu tidak meminta nya"
"Itu pasti"
"Yasudah, Sabrina istirahat dulu. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Sabrina menatap Exel, lalu ia memeluk Exel dengan erat. Kini Sabrina tidak lagi bisa menahan kesedihan nya, ia sudah tidak bisa menghibur hati nya. Menangis, ya itulah yang ingin Sabrina lakukan sekarang.
"Menangislah sayang, lepaskan semua nya agar kamu lega"
Ddddrrrrrtttt
Handphone Exel bergetar, ia pun melihat layar handphone nya tanpa melepaskan pelukan nya kepada Sabrina.
__ADS_1
Setelah membaca pesan, Exel mengepalkan tangan nya seolah ia sedang menahan Amarah.