Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Tidak Boleh ketemu


__ADS_3

Sore hari sanjaya dan lastri pulang. begitu juga caca. El langsung memeluk adik perempuan nya itu untuk melepas rindu nya.


"Kak, kakak bener mau nikah?"


"iya, kenapa? kamu mau nikah juga?"


"enggak! nanti dulu setelah S1" caca manyun


"Kok ke kota sebelah lama amat sih. biasanya 3 jam udah nyampe rumah" omel byan


"Issshhh... kan langsung belanja kak" celetuk caca kesal "Kak el, tadi mama beli banyak banget lo hadiah, make up nya makai merk terkenal." heboh caca


entah mengapa ada rasa bersalah di hati el. el pun menghampiri mama nya yang baru saja duduk di samping sanjaya "Makasih ya ma" peluk el


"Iya sayang, istrimu itu harus berusaha untuk membuat mama suka. jujur mama masih belum bisa menerima nya"


"Maa.. istri el cantik maa, kasih dong foto nya el" sahut byan "Paa.. istri el masih kecil gitu, kayak caca. seumuran malah" sambung byan


"benarkah? gak nyangka anak papa suka nya yang daun muda" goda sanjaya


"Kakak jangan mulai deh" el melirik byan


"sini papa lihat calon mantu papa"


"Gak ada, udah el hapus"


"jangan bohong deh el." byan menghampiri el dan mengunci pergerakan el "Cara ayo ambil HP el" teriak byan, caca pun dengan cepat langsung mengambil HP el yang ada di saku nya.


"Dapat.. caca akan buka sebentar" caca sibuk membuka HP el yang tidak di kunci. ia langsung memencet icon galeri dan disana ada foto afifah yang kemarin di kirim oleh andi.


"Cantik banget, kalau ini muda, polos dan kecil. pantesan el tergila-gila hahaha" goda sanjaya


"Cantik pa, cuma masih kampungan deh. harus di rubah sedikit ini" caca ikut berkomentar


"sudah lepasin kak" kesal el, dan byan pun melepaskan el sambil tertawa. lastri yang kepo saat caca dan sanjaya memandangi layar HP el, ia pun ikut melihat nya.


"Cantik apanya, kampungan gitu"


"jangan merusak suasana!" suara nenek eka menghentikan semua aktifitas di ruang tengah tersebut.


"Bu, ibu dari mana saja?" tanya sanjaya


"aku dari butik, ambil baju buat istri nya el. biar besok bisa di bawa"


"Makasih ya nek" ucap el sambil menuntun nenek nya "Nenek istirahat ya. ayo el antarkan ke kamar" nenek eka tidak bisa menolak el, ia pun mengiyakan ajakan el. tentu semua tau, nenek aka di pisahkan dengan lastri agar tidak bertengkar.


di ruang tengah, lastri lagi-lagi badmood. ia rasanya tidak bisa menerima pernikahan el. namun papa dan byan terus memberikan pengertian.


___


keesokan hari nya, el sudah bersiap-siap hendak kembali ke desa, nenek eka merengek minta ikut el sekarang juga. mau tak mau caca harus ikut agar nenek eka tidak kesepian di rumah.


"Besok aku nyusul ca, sekarang ikutlah" ucap byan karena caca menolak nya


"baju ku belum di packing kakak"

__ADS_1


"Biar mama nanti yang packing kan. lagian disana ada bajumu kan" lastri datang dari dalam rumah sambil membawa kotak bekal


"sudah ayo ikutlah ca" ucap el sambil mengelus rambut panjang adik nya


"hmmm.. baiklah, baiklah kalian memang sangat jago merayuku. semoga aku tidak mempunyai suami yang suka merayu seperti kalian" omel caca sambil membuka pintu mobil el.


"Hati-hati el. itu mama buatkan bekal" ucap lastri


"iya ma, makasih. el berangkat dulu ya. assalamualaikum"


"waalaikumsalam"


____


Di puskesmas, pagi ini sangat heboh dengan kabar pernikahan el dan afifah. banyak yang kaget, dan masih belum percaya. namun andi menjelaskan bahwa semua itu adalah benar. membuat semua orang.


"beruntung sekali afifah, mendapatkan dokter el"


"apa jangan-jamgan dia hamil duluan ya? kan pernikahan nya tiba-tiba"


"bisa jadi, apalagi kemarin bi sugiati yang kerja di rumah dokter el, melihat dokter el memeluk afifah"


terus saja seperti itu, gosip tak pernah ada ujung dan habis nya.


___


sore hari, el baru saja sampai di rumah nya. caca merengek terus karena sangat lapar. sedangkan andi yang sudah di kasih wasiat agar membelikan makanan. malah ikut ke kota bersama beberapa orang untuk mengambil beberapa barang.


Fi✉ Nenek dan adikku ikut kesini. kamu bisa kan masakan mereka?


Fi✉ terserah, pokok nya anterin makanan ke rumah terus sampai hari Kamis ya. nanti uang nya aku kasih ke zakir


Dokter el✉ iya, tapi jangan banyak-banyak mas. 300rb saja sudah cukup. gak usah nasi kan?


Fi✉ ya


setelah mendapat titah dari el, afifah langsung memasukkan lauk dan sayur ke dalam wadah.


"Buat apa nduk?" tanya bu zainab saat afifah keluar dari dalam rumah


"buat Pak el bu, nenek dan adik nya ikut"


"ohh.. biar zakir yang antar, kamu jangan ketemu dokter el ya"


"iya bu, aku ngerti kok. dia minta anterin makanan terus seperti biasanya"


"hmmm.. yasudah. bilang ke zakir jangan Terima uang dari dokter el"


"iya bu"


afifah pun keluar menemui zakir yang ada di halaman depan.


__


tok

__ADS_1


tok


tok


el pun melangkahkan kaki untuk membuka pintu. nenek eka dan caca pun mengekor, karena sangat ingin tau afifah.


ceklek


saat pintu di buka. wajah caca dan nenek eka berubah karena bukan sosok wanita yang berdiri di depan pintu. dengan sangat sopan zakir mencium tangan nenek eka.


"siapa ini el? tampan sekali dan sopan" tanya nenek eka


"dia zakir nek, adik nya afifah" jawab el


"ohh... ayo masuk dulu nak" ajak nenek eka


"Maaf nek, seperti nya aku langsung pulang saja. karena di rumah masih sangat riweh" ucap zakir dengan sangat sopan sambil membukukan badan nya


"hmmm.. baiklah. Hati-hati ya"


"Assalamualaikum"


"waalaikumsalam" jawab caca dan el


nenek eka tersenyum, ia sangat yakin bahwa afifah benar-benar anak baik. adik nya saja sangat sopan. begitulah pikirnya.


"el, besok nenek ingin ketemu sama afifah. anterin nenek ya" ucap nenek eka menghampiri el yang sedang duduk di ruang tengah.


"el gak boleh ketemu sama dia nek. ada tradisi di pingit disini" jawab el tanpa melihat nenek nya, ia fokus dengan HP nya untuk melihat laporan.


"tapi nenek pengen ketemu"


"besok biar di antar andi ya nek. andi itu asisten el."


"caca gak ikut. disini saja" caca tau bahwa dia akan di ajak,


"nenek gak ada teman nya caca. kamu harus ikut" paksa nenek eka


"Astaga, nenek jangan memaksa caca dong" caca pun kembali ke posisi ternyaman nya yaitu rebahan di atas sofa sambil mainan hp "caca masih capek nek, jadi caca disini saja rebahan"


"Dasar Kaum rebahan"


"whattt!!!" caca membelalakan matanya saat nenek nya mengatai nya kaum rebahan begitu juga el


"nenek tau kata-kata itu dari siapa?" tanya el


"dari byan. kan biasanya byan ngatain caca seperti itu" jawab nenek eka santai.


keesokan hari nya, setelah sarapan. el berangkat ke puskesmas. caca kembali bermalas-malasan di ruang tengah. sedangkan nenek eka duduk di teras sambil bermain Game babble di tab milik nya.


"selamat pagi nyonya Alexander" seseorang datang menyapa nenek eka


**Bersambung.........


*jangan lupa tinggalkan jejak***

__ADS_1


__ADS_2