
Exel berjalan menaiki tangga sambil senyam-senyum sendiri. Dia kini sedang membayangkan bagaimana menghadapi Sabrina. Ah, baru saja membayangkan. Exel sudah adem panas.
Perlahan Exel masuk ke dalam kamar, kamar nya sudah gelap, mungkin kah Sabrina sudah memakai baju sexy. Karena malu dia mematikan lampu nya.
"Kelinci sayang" Panggil Exel sambil berjalan menuju ke ranjang.
Setelah sampai di dekat ranjang, Exel bisa melihat jelas melalui sinar lampu tidur di atas nakas. Sabrina sudah tidur terlelap, ia tidur dengan selimut menutupi semua tubuh nya, menyisakan kepala nya saja.
"Kok sudah tidur sih, dia tidak tau apa kalau sekarang malam pertama pernikahan" Omel Exel.
Ia pun berputar menuju sisi ranjang lain nya, lalu merangkak naik mendekat ke arah Sabrina.
Cukup lama Exel memandangi nya, memperhatikan setiap inci wajah istri nya. Wajah cantik yang membuat nya mabuk kepayang.
"Kenapa kau cantik sekali seperti ini sih, kau juga membuat ku panas dingin seperti ini. Siang tadi aku sudah menahan nya, masa sekarang harus kutahan lagi"
Walau sebuah rasa terus memaksa nya, tapi rasa sayang nya kepada Sabrina cukup mengalahkan semua itu. Exel pun menjauh, agar aroma tubuh Sabrina tidak mengusik indera penciuman nya, sehingga ia bisa tidur lelap malam ini.
Satu Jam
Dua Jam
Nyatanya Exel terus saja membolak balikan tubuh nya, mata nya tak kunjung terpejam, tubuh nya sangat tersiksa menahan nya. Tapi apalah saya, ia tetap tidak mau membangunkan Sabrina. Mau tak mau ia langsung masuk ke kamar mandi, sebuah botol yang berisi sabun cair itu menjadi sasaran mata tajam nya.
"Sial, aku sudah punya istri tapi masih memakai ini" Omel Exel
__ADS_1
Exel pun memulai aksi nya, ia harus bermain solo dulu malam ini ada dia bisa tidur. Matanya terpejam sambil terus membayangkan wajah Sabrina, terus sampai akhir nya semua penampilan solo nya ini selesai, mengeluarkan benih-benih yang seharusnya ia tumpah kan ke rahim Sabrina.
Setelah membersihkan tubuh dengan mandi tengah malam, Exel kembali merebahkan tubuh nya di atas kasur. Ia langsung menarik selimut nya tanpa menatap Sabrina dahulu, kalau sampai dia melihat wajah Sabrina lagi, bisa-bisa junior nya kembali berdiri, Bahaya!
****
Sebenar nya Exel sangat kesal sekali, jam setengah lima pagi ia sudah harus bangun dan langsung sholat berjamaah. Ini bukanlah rutinitas Exel, bahkan Exel tidak pernah sholat subuh sebelum-sebelum nya.
"Aku curiga punya mu kecil, bukti nya Sabrina biasa-biasa saja jalan nya. Atau mungkin dia beneran udah janda ya, xel" Bisik Byan yang baru saja duduk di samping Exel. Exel sendiri sedang berperang dengan mata nya, karena ingin sekali merem tapi Sabrina sudah mengingatkan bahwa tidak boleh tidur setelah sholat subuh.
"Mau janda atau pun masih perawan itu tak penting, paman. Dan bukan karena junior ku kecil, aku yakin junior paman lebih besar dari punya ku." Exel males sekali meladeni Byan.
"Laaahh, terus?"
"Gara-gara paman kemarin banyak berbicara, Sabrina sudah tidur duluan" Kesal nya sambil mengingat nya kemarin malam, saat ia terpaksa harus bermain solo.
"Lagi ngapain?" Tanya ustadz Amir yang baru saja bergabung dengan Exel dan Byan di ruang keluarga, sehingga Exel tidak jadi mau memaki paman nya.
"Eh, ini ustadz. Lagi nonton televisi"
"Hmm, ustadz.. " Ucapan Exel terpotong saat Ustadz Amir memotong nya langsung
"Panggil abi, seperti Sabrina"
"Hehehe.. iya abi."
__ADS_1
"Oh iya, xel. Kakak nya Sabrina sudah mengurus semua berkas pernikahan kalian, kemungkinan tiga hari lagi kalian baru nikah secara Agama. Kalau langsung besok tidak bisa, karena persiapan nya juga belum ada apa-apa"
"Kalau Exel sih terserah, bi. Cuma kalau resepsi di kota masih lama. Kemungkinan bisa bulan depan"
"Kalau itu acara mu, terserah. Abi tidak akan ikutan"
Ya, iyalah. Pesta itu akan di hadiri banyak relasi Exel dari luar negeri. Tentu minuman yang akan di sajikan bukan jus atau sirup, tapi sudah lain lagi. Aku tak akan membiarkan abi datang dan ikut. Bisa kacau kalau sampai abi datang ke acara resepsi ku. Batin Exel.
Setelah sarapan, semua langsung bersiap untuk kembali ke desa. Exel dan Reihan bergantian menyetir mobil. Sedangkan El akan menyusul bersama sanjaya dan Afifah. Iya, sanjaya ikut pulang ke desa bersama El, itu adalah keinginan nya. Caca sendiri juga akan kembali ke pulau Bali. Next time mereka akan berkumpul di kota saat Exel mengadakan acara resepsi.
Sabrina kini duduk di bangku bagian tengah, bersama Alexa. Di bangku bagian belakang, ada ustadz Amir yang duduk sendirian.
"Exel, nanti tidur nya pisah dulu ya. Sabrina pulang ke rumah abi, dan kamu tidur di rumah papa kamu"
Jeduaaaarrr
"Kenapa begitu, bi?"
"Ya, kan warga desa tidak tau kalau kalian sudah menikah. Lagian cuma tiga hari saja, gak apa-apa kan?"
Cobaan apa lagi ini, batin Exel.
"gak usah dengerin omongan orang deh, bi" jawab Exel "yang penting udah halal" sambung nya seolah meyakinkan mertua nya tersebut.
bisa gawat kalau di pisah.
__ADS_1
Sedangkan Alexa, reihan dan ustadz Amir menahan tawa nya saat melihat eksprsi Exel. Sedangkan Sabrina hanya menunduk malu.