
Pagi ini, Exel sudah bersiap menuju ke Kota. Exel hanya berangkat dengan supir sana. Alexa dan yang lain tidak bisa ikut mengantar kan Exel.
Selama di perjalanan, Exel membuang semua pikiran nya tentang Sabrina dan kerumitan cerita nya. Mulai hari ini, dia harus bisa konsentrasi dengan ujian nya. Jika satu mata kuliah yang tidak lulus, maka sia-sja pendidikan satu tahun Exel ini. Dan terlebih itu akan membuat Jhonathan marah besar kepada nya.
Siang hari, Exel sudah berada di rumah sanjaya. Ia langsung istirahat dan menghabiskan waktu untuk tidur. karena nanti malam ia akan langsung terbang ke Amerika.
"El sama Afifah gak ikut ya pa?" tanya lastri kepada sanjaya.
"Tidak, El tidak bisa libur"
"Kan bisa Afifah yang ngantar, anak di biarkan begitu saja"
"Lagian Exel juga sudah besar ma, ngapain nyalahin Afifah sih"
"Tau ah, papa slalu saja belain Afifah" Lastri marah dan langsung pergi meninggalkan sanjaya yang duduk santai di ruang keluarga
"Tetap saja gak berubah, padahal El dan Afifah bahagia" omel sanjaya
...****************...
Kini Exel sudah berada di atas pesawat. Ia melihat ke luar jendela, ia melihat awan-awan yang gelap di sana. Lagi-lagi Exel memikirkan semua kerumitan masalah hidup keluarga nya dan keluarga Sabrina.
Walau sejak tadi ia berusaha mengalihkan nya, namun tetap saja otak bekerja dengan otomatis yang terhubung langsung dengan hati nya.
Perasaan tidak bisa di bohongi. Exel benar-benar sangat takut sekali. Padahal ia sudah jatuh cinta kepada kelinci kecil nya itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu slalu ada di dalam pikiran ku Sabrina, kelinci kecilku"
Exel mengusap kasar kepala nya, bahkan ia tak kunjung terlelap.
...****************...
Disisi lain, Raihan juga baru sampai di rumah nya. Ia di sambut hangat oleh semua keluarga nya. Walau sudah sangat malam, mereka tetap terjaga menunggu kedatangan Raihan.
"Om Raihan" anak berumur 3 tahunan itu berlari langsung memeluk Raihan.
"Elsaaaa" Raihan memeluk nya "Kenapa kamu belum tidur cantik"
"Kata mama, Om Raihan bawa tante cantik. jadi Elsa gak tidur"
Raihan tersenyum "Mama mu bohong, nanti setelah lebaran kita ke rumah tante cantik ya"
"Kefin juga ingin lihat bang"
"Kata nya tulang kamu retak fin? kau ngapain saja. Bawa motor model gimana, bisa sampai patah gitu" omel Raihan
"Bang Rai, jangan mengalihkan pembicaraan dong. Kita mau tau calon kakak ipar kami" ucap Nita, menggoda
"Sudah, ayo Rai, kamu istirahat saja dulu" lerai bapak Raihan.
"Tapi mamak juga ingin lihat, calon menantu mamak"
__ADS_1
"Kalian ini memaksa sekali. sebentar" Raihan mengambil ponsel nya, lalu membuka galeri nya. ia menunjukan sebuah foto Alexa yang ia ambil diam-diam.
Di dalam foto tersebut, Alexa terlihat sedang menoleh ke arah kanan sambil mengaduk juice alpukat.
"Maa Syaa Allah, cantik sekali!"
"Bapak mau lihat dong" Akhirnya ikut kepo juga si bapak.
"Kok kayak bule gitu ya bang" Ucap kefin.
"kayak blasteran gitu bang" imbuh Nita
"Iya, Kakek buyut nya Alexa itu Orang Amerika. Dokter El, papa nya Alexa itu menjadi fotocopy an nya. Akhirnya Alexa jadi kebule-bule an gitu"
"Ohh.. nama nya Alexa" Goda Nita
"Sudah, aku mau istirahat dulu. Capek" Raihan yang merasa mati gaya langsung berdiri.
"Raihan, mamak udah siapin air hangat, kamu mandi dulu ya"
"Iya mak, makasih ya"
Karena angat lelah sekali, Raihan langsung memutuskan untuk langsung tidur setelah mandi. Namun, Raihan tetap menyempat kan diri untuk mengirim pesan kepada Alexa.
✉Alhamdulillah, mas sudah sampai xa
__ADS_1
Walau Alexa tak menghubungi nya atau menanyai nya, Raihan tetap memberi kabar ke Alexa.