Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Harus


__ADS_3

Bisa di banyangkan bagaimana bosan nya Exel saat duduk di


tengah-tengah orang-orang yang membaca sholawat. Semua orang Nampak serius


membacanya hanya Exel saja yang tak bisa memnaca apapun. Ya mohon maklum saja


Exel memang tidak bisa apapun. Jangan kan membaca Sholawat, membaca al quran


saja tidak bisa. Untung-untungan ia hafal doa sholat walaupun tak pernah


sholat.


Ustadz dan ustadzah yang di undang oleh Amir tujuh puluh


lima pesen adalah anak muda. Tentu mereka tau siapa Exel, dalam dunia anak muda,


sosok Exel memang terkenal sebagai pengusaha muda yang sangat sukses.


Beberapa dari mereka berpendapat kagum dengan exel, sangat


beruntung sekali Sabrina menjadi istri Exel. Namun ada juga yang bilang bahwa


sosok Sabrina di sayangkan saja mendapatkan Exel. Bebebrapa dari mereka


mengatakan bahwa DSabria lebih pantas menjadi istri seorang kyai yang memimpin


sebuah pesantren daripada menjadi istri seorang pengusaha.


“Ustadzah Sabrina, kok bisa sih menikah sama Pak Exel?”


“Iya, ustadzah Sabrina. Dunia kalian kan berbeda. Untuk


bertemu pun bisa di katakana sangat mustahil. Karena kami dengar Pak Exel sejak


kecil di Amerika”


“heheheh..” Sabrina tertawa, saat beberapa ustadzah yang


kenal dan dekat dengan nya  bertanya


tentang pertemuan nya.


“Itu terlalu panjang jika di ceritakan, hehehe..” sambung Sabrina


“Tampan dan cantik. Aku yakin nanti anak nya juga tampan dan


cantik”


“Tapi ceritain sedikit dong, Ustadzah Sabrina”


“Baiklah, aku ceritakan nanti. Tapi ayo kalian makan dulu.


Setelah makan kita bersanti sambil bercerita”


Semua wanita yang mengerubumnngi Sabrina pun tersenyum


senang, merka akhirnya menuju ke sebuah meja yang di atas nya sudah ada banyak


sekali berbagai macam makanan.


Exel yang sudah sangat muak sekali dengan acara ini, ia pun


masuk ke dalam rumah saat orang-orang tengah sibuk makan. Ia langsung


menhampiri Sabrina yang duduk sendirian sambil memegangi sebuah buku.


“Sayang, ayo masuk. Mas mau bicara”


 Sabrina mengkerutkan


dahi nya, ada apakah exel memanggil nya. Terlihat sangat serius sekali. Namun taka


da pilihan, Sabrina pun langsung berdiri dan mengekor di belakang Exel.


“Ada apa ,mas? Kamu mau makan di sini atau…”


“Tidak” potong exel langsung “Mas bosan sekali, ini acara


nya selesai jam berapa?”


“Kemungkinan jam dua belas,mas.”


Exel langsung melihat jam tangan ya, ia ingin memastikan sesuatu


“Kurang satu jam. Oh my god”


“Kamu coba ikut berbincang dengan mereka semua, mas. Biar


gak bosan”


Exel berkecak pinggang, ia bingung sekali mau ngapain


selanjut nya. Satu jam bagi Exel saat ini sangatlah lama sekali.


“Mas tunggu disini saja ya. Bilang ke Abi aku ada pekerjaan”


“Tapi, mas. Gak enak sama tamu-tamu”


Sabrina benar sekali. Ia juga tidak enak hati kepada Merua


nya. Bagaimanapun, ia tetap harus bersikap baik dan tak mengecewakan amir.


“Mas gak nyaman pakai sarung, boleh gak mas ganti?”


Sabrina tertawa, suami nya itu tidak bisa memakai sarung.


Padahal menurut Sabrina exel semakin tampan saat memakai nya.


“Hehehe, yasudah. Sabrina ambilan celana.”


“tidak,” Exel menari tangan Sabrina, lalu memeluk nya. “Biar


mas ambil sendiri, kamu keluar saja dulu” Titah Exel. Tapi sebelum Sabrina pergi,


exel masih sempat-sempat nya mengelumat bibir Sabrina.


*****


“Jadi, aku kenal sama mas Exel itu kita-kira udah sepuluh


tahunyang lalu. Kalau gak salah aku masih sekolah dasar”


“Hah?” Semua Nampak terkejut


“Iya, waktu itu aku ikut bibi pengajian di masjid. Lalu aku


mau belli Es cream rasa pisang. Tapi habis di beli mas Exel”


“Terus?”


“Mas exel mendengar nya, akupun mengampiri nya dan mencoba


membeli nya. Tapi mas exel  malah


memberikan nya kepadaku. Akhirnya aku pun duduk di sebelah nya, Karen waktu itu


umi melarangku membawa es cream ke dalam masjid”


“Lalu?”


“Lalu lama kita gak bertemu dengan nya, karena mas exel


waktu itu kuliah kalau gak alah. Jadi pas aku sekolah SMA, dia dating menghampiriku


di sekolah. Lalau dari situlah kami sering chattingan. Eh gak sering sih, dia


sangat sibuk seperti nya, kadang satu bulan sekali baru blas chatky, heheh”


Sabrina terkekeh.


“Waahh… padahal dul pernah di gosipkan sama selebgram”


“Kamu tau saja” Celah yang lain

__ADS_1


“IYa, aku sering baca berita Pak Exel”


“Ya itulah ujian Cinta. Aku juga sempat menikah dengan Gus


Salman.Tapi yasudah, intinya kalau udah jodoh pasti akan menikah. Jadi kalian


semua yang belum menikah, cukup berdoa. Insyaallah di waktu yang tepat kalian


akan di pertemukan dengan orang yang terbaik”


“Barkallah, Ustadzah Sabrina. Semoga sakina mawaddah wa


rahma”


“Aamiin”


“Yasudah, sebentar aku mau ke depan dulu, ya. Semangat unruk


para jomblo sholihah”


Setelah mengatakan itu Sabrina berdiri, lalu berjalan


menghampiri Exel yang tengah berbicang dengan beberapa orang. Langkah nya


terhenti, saat ia melihat Exel berbicara dengan seseorang yang ia kenal.


Sabrina langsung buru-buru berbalik namun saying sekali..


“Sabrina” Orang itu memanggil Sabrina.


Sabrina menggigit bibir bawah nya, ia sugguh tak ingin


bertemu dengan nya saat ini. Bukan tak mau, tai dia tkut akan menyaiti hati


suami nya.


“Sabrina” Panggil exel. Kali ini Sabrina harus menoleh dan


memenuhi panggilan suami nya.


“Iya, mas” Jawab Sabrina sambil berbalik tapi tak melihat


exel, ia malah menunduk.


“Mau kemana? Ini ada Salman”


Duar


Duar


Duar


Rasa nya jantung Sabrina ingin sekali meledak. Ia bingung


apa yang akan ia kata kan nanti.


“Ayo ke sini, Sabrina”


DEngan langkah ragu abrina berjaln menghampiri Exel.


Yaa Allah, aku hanya memenuhi panggilan suami ku. Jika ini


menyakiti hati nya. Maka ampuni aku yaa Allah.


“Assalamualikum, khaifa khaluq ya Sabrina?” Tanya


Salman langsung sambil tersenyum


“Waalaikumsalam, ana bi khori wal afiyah wal khamdulillah”


“Kalian ngomong apa sih?” Tanya Exel langsung


“Ini mas, Gus Salma menanyakan kabar ku. Jadi aku jawab aku


baik-baik saja”


“Oh, kalian jangan bicara bahasa arap lagi. Aku tak


mengerti. Kalau bahasa Inggris, perancis atau bahas lain nya bisa. Kecuali bahasa


“Maa Syaa Allah, hebat sekali. Kalau bahasa inggris dan yang


lan nya aku gak bisa” Gus salman mencoba bercanda, walau garing


“Ayo, makan. Kamu kan belum makan” Ajak Exel


“Ayo kita makan bersama-sama” Ajak kembali Gus Salman.


“OKey, ayo Sabrina, siapkan makanan ku”


Ada beberapa orang yang memperhatikan Gus Salman , exel dan Sabrina.Merekanampak


baik-baik aja. Seolah tidak pernah terjadi cerita di antara mereka.


Saat Adzan Dhuhur berkumandang, Ustadz Amir mengjak semua


orang untuk Sholat di pesantren sebelum semua nya kembali pulang. Kali ini Gus


Salman yang memimpin Sholat Dhuhur. Exel yang juga iut sholat di barisan paling


depan bersama orang-orang sholeh lain nya, insyaallah. DIa bisa mendengar jelas


bagaimana suara merdu dan faseh nya Gus Salman saat mengaji.


Entah mengapa, untuk pertama kali nya,Exel merasa


terkalahkan oleh seseorang. Padahal jika lihat sekarang, itu terlalu berlebuhan


Apalgi semua sudah bahagia dengan jalan masing-masing. Exel yang sejak dulu tak


pernah menerima kekalahan pun ingi sekali menjadi lebih dari gus salman. Ambisi


Exel tersulut, ia harus berjuang keras untuk menjadi imam yang baik untuk Sabrina,


hingga suatu saat nanti tidak ada yang membandingkan nya dengan Gus Salma.


Walau tidak ada yang berpikiran seperti Exel, tapi exel tak mau itu terjadi di


kemudian hari.


"Aku akan menjadi lebih baim dari nya, harus!"


***


Kini Sabrina dan Exel berbaring di tempat tidur, dengan Sabrina


berbantalan lengan Exel,  mereka


memandangi langit-langit kamar. SUdah lima belas minit mereka diam, Sabrina juga


takut sekali untuk memulai berbicara, sedangkan Exel saat ini banyak sekali


pikiran di dalam otak nya.


“Sabrina, mas gak bisa ngaji. Apa kamu gak malu atau gak


kecewa dengan mas yang seperti ini?” Akhirnya Exel mengatakan unek-unek nya


yang sejak tadi siang ia pendam.


“Sabrina tau, mas” Kini Sabrina memirinkan tubuh nya, tangan


nya ia llingkarkan di atas perut Exel. “Kenpa mas tiba-tiba ngomong seperti


itu?”


“Gus amir kan… Ahhhhh”


Sabrina mencibit keras perut Exel.


“Kenapa di cubit, sayang?” exel menggosok perut nya yang


terasa panas akibat cubutan Sabrina

__ADS_1


“Aku gak suka membandingakn apapun. Kita sudah menikah,


untuk kekurangan nya jangan di bahas. Ayo kita saling melengkapi nya. Gak usah


bahas yang lalu”


Exel memeluk Sabrina, “Terima kasih sayang. Mas aka terus


berusaha akan menjadi imam yang baik buat mu”


“Aamiin.. Nanti Sabrina Ajari mas ngaji pelan-pelan ya. Dan


kali ini mas gak usah gengsi atau malu. Kita sudah menjadi suami istr. Kita


harus bisa menutupi kejelekan pasangan kita dari orag lain, jadi mas gak usah


khawatir”


“Baiklah istri ku yang cantik”


“Jangan bilang cantik, ganti dengan Sholehah saja. Biar jadi


doa juga”


“Baiklah istr sholehah nya mas” Exel menciumi Sabrina,memeluk


nya dengan gemas dan pada akhirnya tau sendiri lah apa yang di lakukan oleh


pengantin baru ini.


***


Hari ini, Exel akan terbang ke Prancis bersama Sabrina. Ia


akan menyelesaiakn beberapa tugas sebelum ia tinggal menetap di Indonesia.


Sebenarnya mereka sudah berada di kota satu minggu yang lalu. Tapi,mereka baru


bisa pergi ke prancis sekarang karena tuga hari Exel merayakan bulan madu di


hotel, dan sisa nya Sabrina sakit karena exel terus menghajar nya tak kenal


waktu.


“Mas Sabrina, takut. APalagi kita akan angat lama di pesawat”


“Gak usah takut,” Exel mengambil sebuah lembaran kertas di


saku kursi “ Ini ada doa nya. Kamu baca dan kamu tambahin ssendiri doa nya biar


kamu tenang”


Sabrina memegang tangan Exel kuat saat pesawat mulai lepas


landas, Sabrina memejamkan mata nya karena ini adalah pertama kali nya Sabrina naik


pesawat.


“Syang, buka matamu. Lihatlah ke luar. Awan pagi ini sangat


indah”


Perlahan Sabrina membuka mata nya, ia lalu meioleh kea rah jendela.


“Maa syaa Allah,mas. Indah sekali”


Exel tersenyum, saat perlahan rasa takut Sabrina sudah


hilang.


“Nanti mas akan mengajak mu keliling eropa. Kita akan


liburan kurang lebih dua sampai tiga bulan”


Sabrina diam, menatap exel.


“Kamu nanti cari informasi wisata, ya. KAmu katakana saja


mau kemana”


“Sebenar nya Sabrina ingin ke Mekkah mas. Kita Umrah saja


gimana?”


Exel diam, ia mengkerutkan dahi nya, seolah hran dengan Sabrina.


Dsaat semua wanita ingin jalan-jalan keliling eropa, Sabrina malah ingin pergi


umrah ke mekkah.


“Gak apa-apa mas, jika Sabrina tidak jalan-jalan keliling


eropa. Atau uang mahar Sabrina saja di pakai untuk pergi umrah. JAdi mas gak


perlu biayain Sabrina lagi. Nanti uang Mas exel habis.”


Sabrina memang bisa berpikir  dewasa, tapi ia juga masih gadis labil yang


kekanak-kanakan.


“Tidak, sayang. Kita pasti akan Umarah. Cuma kita keliling


Eropa dulu, mas juga mau selesaikan pekrjaan mas”


Sabrina memeluk lengan Exel karena sangking senang nya “Terima


kasih, mas”


***


Kini Sabrina dan exel sudah sampai di sebuah aprtemen yang


tidak terlalu besar. Exel sengaja menyewa aprtermen baru dan menjual apartemen


nya yang lama. Karena letak partemen yangbaru ini cukup ramai sekitar nya. Jadi


Sabrina tidak akan bosan jika ia tinggal kerja, Karen depan apartemen ada


swalayan besar dan tak jau dari sana anak Mall besar juga.


“Gimana? Suka gak?” Tanya Exel saat tau Sabrina memandangi


seisi  ruangan


“Suka, mas”


Exel pun berjalan menuju ke dekat jendela, membuak gorden


puth yang menutupi kaca jendela. Pemandangan lampu dari gedung dan mobil di


luar terlhat sangat indah sekali. Sabrina pun menyudul exel. Kini mereka duduk


di dekat jendela bersama.


“Saat mas kerja, kamu bisa belanja di swalayan depan itu”


Exel menunjuk sebuah bangunan yang tepat di depan gedung apartemen nya. “Kamu


ka juga mau masak, jadi eak gak usah nungguin mas. Kamu berani kan?”


“Insyaallah berani, mas. Cuma kan Sabrina gak bisa bahasa


Prancis, Gimana dong? Kalau missal Sabrina berbelanja terus sama kasir nya di


bohongi gimana?”


“Di sini gak ada kejahatan seperti di indonesia. Nanti kalau


kamu berbelanja pakai kartu saja, biar kamu gak bingun dengan mata uangn


disini, biar nanti mas cek terus transaksi nya, kamu jagan buang struk nya ya”


Sabrina mengnangguk mengerti.

__ADS_1


“ Baiklah, kamu mandi dulu. Setelah itu kita istirahat”


__ADS_2