Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Bazar


__ADS_3

Setelah satu minggu Sabrina hanya makan dan tidur. Kini keadaan Sabrina mulai membaik. Exel pun berinisiatif untuk mengajak Sabrina pergi ke bazar Indonesia.


"Terima kasih, mas. Mas ngerti saja kalau aku bosan sekali di rumah terus" Sabrina menatap Exel yang bpak. serius mengemudikan mobil.


"Iya, sayang. Besok mas mulai kerja, kemungkinan akan pulang malam terus. Gak apa-apa kan?"


"Gak apa-apa mas, Sabrina insyaallah sudah terbiasa kok"


"Kamu jangan capek-capek ya. Buat biar saja rumah kotor yang penting kamu gak capek-capek"


"Yang slalu buat kotor itu mas Exel. Coba mas Exel bisa jaga kebersihan dan gak berantakin semua barang" Uh, ternyata bukan suami author saja yang suka kotorin dan berantakin rumah, Exel juga.


"Laaa, kok Mas yang di salahin"


"Tuh kan, gak mau salah"


"Yasudah, mas yang salah" Exel pasrah, karena tak akan menang melawan wanita, ia juga merasa bahwa yang di katakan oleh Sabrina benar.


Mereka diam tak bicara lagi, sampai mobil Exel berhenti di sebuah lapangan hijau yang tak terlalu luas, di sana sudah banyak sekali mobil terparkir dan banyak tenda.


Sabrina sudah tidak sabar, ia langsung turun dari mobil. Sebelum melangkah, Sabrina membetulkan baju nya, memastikan kembali bahwa semua nya rapi.


"Ayo" Exel menggenggam tangan Sabrina, mengajak nya mendekat ke arah bazar.


"Assalamualaikum, Sabrina" Panggil seseorang


Exel dan Sabrina pun berbalik, melihat seseorang yang baru saja memanggil Sabrina.

__ADS_1


"Mba karina?"


Karina mendekat ke arah Exel dan Sabrina "Selamat datang di Bazar Indonesia"


"Terima kasih atas penyambutan nya, karina" walau karina nampak baik, tapi Exel merasa tidak nyaman saja kepada karina. Untuk alasan nya, Exel sendiri tidak mengetahui nya.


"Iya sama-sama, pak exel"


"Ayo, akan aku kenalkan ke semua orang"


Sabrina berjalan menghampiri satu persatu tenda bazar. Karina juga mengenalkan Exel dan Sabrina. Beberapa dari mereka banyak yang sudah tau dengan sosok Exel.


Sabrina yang sudah rindu dengan masakan Indonesia, karena saat ia sakit, Exel slalu membeli makanan khas eropa. Salad, daging panggang, roti, spagetti dan yang lain nya.


"Banyak banget, sayang" Ucap exel saat melihat berapa banyak nya bungkusan yang Sabrina beli.


"Iya mas, ini ada nasi kuning, rendang, lalu ini juga ada bubur ayam, ada juga jajanan pasar... "


"Mas mau makan yang mana?" Tanya Sabrina tanpa melihat Exel, ia masih sibuk memilah-milah bungkusan di depan nya.


"Terserah saja, kamu mau nya mas makan yang mana"


"Sebentar, Sabrina pikir dulu"


Exel memutar bola mata nya malas, makan saja masih di pikir oleh Sabrina.


"Mas makan ini saja" Sabrina menyodorkan sebuah bungkusan nasi kepada Exel.

__ADS_1


"Rendang?" Ucap Exel memastikan bahwa Sabrina tidak akan menyesal memberikan rendang kepada nya.


"Iya mas, ternyata bumbu nya pedas sekali. Sabrina gak suka"


Rasa nya Exel ingin sekali mengumpat, baru kali ini is di kasih makanan sisa. Ya walaupun bukan sisa, tapi bagi Exel itu sama saja seperti sisa.


Setelah makan bersama di sana, Sabrina membawa beberapa bungkus jajanan dan beberapa nasi pulang.


"Mau din kemana kan semua makanan ini" Tanya Exel saat Sabrina baru saja duduk di kursi sebelah nya


"Ya.. nanti di makan, mas"


"Awas saja gak di habiskan" guman Exel lirih, sehingga Sabrina tidak bisa mendengar nya. Seperti nya Exel masih kesal kepada Sabrina.


Setelah sampai di apartemen, Exel duduk di sofa sambil memangku leptop. Ia memperhatikan gerak gerik Sabrina yang dari tadi terus saja makan sambil menonton kartun.


"Hahaha" Sabrina tertawa dengan mulut penuh makanan an dan "Uhuk .. uhuk"


Exel langsung berdiri, ia langsung memberikan air minum kepada Sabrina.


"Makanya jangan makan mulu"


"Lapar, mas" Ucap nya


"Mulai besok gak usah minum vitamin, kata dokter vitamin itu memang untuk meningkatkan nafsu makan."


"Iya iya" Sabrina mengangguk,patuh "Oh iya, ini enak banget loh, mas" Sabrina menawarkan kue yang sudah ia gigit sebelum nya kepada Exel.

__ADS_1


"Tidak, habis kan saja. Jangan ganggu mas. Mas mau kerja"


Sabrina mengkerut kan dahi nya. Sejak tadi Sabrina tidak menganggu Exel, Exel nya saja yang tidak bisa fokus dan slalu memperhatikan Sabrina. Maklum saja, Exel sudah satu minggu puasa karena Sabrina sakit, Ups, keceplosan!


__ADS_2