Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Penyemangat


__ADS_3

Hari ini, Sabrina mulai ujian. Ia harus semangat karena kemarin ia mendapatkan pesan dari Exel.


✉ Semangat ujian nya, jangan lupa belajar.


Pesan singkat itu membuat Sabrina langsung semangat sekali. Entah darimana Exel tau bahwa Sabrina akan ujian, padahal sudah satu bulan lebih Exel jarang membalas pesan Sabrina.


Sabrina duduk di bangku nya, ia terlihat lancar sekali mengerjakan soal ujian nya. Bella yang saat ini duduk di meja guru, tak henti-henti nya memperhatikan Sabrina.


Sabrina memang sangat cantik, pantesan saja Kak Exel suka kepada nya. Ah, apalah aku hanya remahan rengginang.


✉Sudah belajar? besok adalah ujian bahasa Inggris, kalau kamu dapat nilai tertinggi di kelas, akan kakak kasih hadiah


Pesan itu membuat Sabrina berkerja keras mempelajari mata pelajaran tersebut. Entah dari mana Exel tau semua informasi tentang jadwal ujian Sabrina. Tapi Sabrina tak mau pusing dengan itu, saat ini ia seperti terbang melayang mendapatkan pesan dari Exel duluan.


Sabrina adalah gadis 16 tahun yang baru merasakan jatuh cinta. Ia jatuh cinta kepada sosok tampang, tinggi besar dengan wajah ke bule-bule an. Entah kapan Sabrina jatuh cinta, ia juga tak tau persis rasa itu datang.


Saat Exel kembali dari Amerika, saat Exel sering menganggu nya dengan terus menelpon nya. Sabrina merasa jantung nya berdetak kencang. Ada rasa takut ketahuan oleh abi nya tapi ia juga merasa senang sekali.


Namun beberapa bulan kemarin, setelah kejadian Exel Marah dan memukuli Adam. Exel merasa menjahui nya, dan itu membuat Sabrina galau segalau galau nya. Sabrina juga mulai merasa, bahwa tanpa gangguan Exel hidup nya seperti ada yang kurang.

__ADS_1


Sabrina terus menghafalkan beberapa hal, ia terus mengingat-ingat nya bahkan sampai tertidur sambil memegang buku catatan nya. Malam ini Sabrina hanya belajar Bahasa Inggris, padahal masih ada satu lagi mata pelajaran yang harus ia pelajari.


Pagi hari, Sabrina masih saja membaca buku catatan nya secara berulang-ulang. Sabrina benar-benar ingin mendapat kan nilai terbaik di kelas, tentu karena ia ingin hadiah dari Exel. Dengan begitu, Exel pasti akan menemui nya. Mungkin itu bisa mengobati rasa rindu nya.


"Bismillah" Seperti biasanya, Sabrina akan mengucapkan kalimat basmalah saat hendak mengerjakan soal ujian nya.


Tak sia-sia ia mempelajari nya, dan sekarang semua nya keluar persis seperti yang ada di buku catatan nya.


Sebrina terus menggoreskan tinta bolpoin nya di atas lembar jawaban ujian nya. Walau masih bisa di bilang sulit dan Sabrina sendiri merasa tak yakin dengan jawaban nya, Sabrina terus mengerjakan nya dengan semampu nya. Karena Sabrina mengerjakan nya dengan sangat serius, ia tidak menghiraukan siapapun yang memanggil nya.


Teeettt...


Bunyi bel menandakan bahwa waktu ujian tengah selesai. Artinya sudah dua jam berlalu, sungguh tak terasa bagi Sabrina. Ia berjalan mengumpulkan lembar jawaban nya.


Exel sendiri saat ini tengah sibuk bekerja. Ia tak lagi membalas atau mengirimkan pesan kepada Sabrina setelah waktu itu.


"Xel, Uncle ingin kamu memenangkan nya. Ini proyek pemerintahan, jika kamu berhasil, Uncle baru akan mengatakan bahwa kamu benar-benar hebat"


"Iya, uncle. Ini Exel langsung berpikir keras dan menghitung nya"

__ADS_1


"Uncle akan serahkan semua nya kepada mu, Uncle akan melepaskan mu. Semua nya terserah kamu"


Exel diam, ia memegangi kepala nya sambil menatap sebuah kertas yang ia corat-coret dengan beberapa tulisan angka.


"Michella gimana, Xel? uncle lihat dia sudah bersama laki-laki lain"


"Biarkan saja Uncle kita memang sudah tak ada hubungan"


"Ohh, bagus kalau seperti itu. Uncle pergi dulu, selamat bekerja"


Exel sangat gelisah sekali, tinggal tiga jam lagi ia harus menemukan ide nya. Ia harus memenangkan nya, ini menyangkut reputasi dan harga diri nya. Ah, padahal jika ia tidak bisa memenangkan nya, tidak ada yang memarahi nya.


Beberapa pimpinan perusahaan besar sudah duduk di sebuah ruangan milik pemerintah. Hari ini, setiap perusahaan akan mempresentasikan ide nya untuk proyek besar ini. Terlihat jelas, bahwa hanya Exel yang masih muda, sehingga yang lain nya terkesan meremehkan Exel.


"Masih muda, tak ada pengalaman nya"


"memalukan sekali, Alexander Grup mengirim anak kecil"


"dia bukan saingan, anggap anak Tk yang akan bermain"

__ADS_1


Penghinaan yang dilakukan semua orang secara terang-terangan membuat Exel marah. Ia lun keluar, lalu terlihat menelpon seseorang.


Bersambung...


__ADS_2