
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
Ada beberapa nasehat yang penting untuk perhatikan oleh setiap suami dan istri, baik yang baru menikah maupun yang sudah lama menikah :
1. Wajib menegakkan rumah tangga di atas agama Allah
Artinya awalnya dia wajib untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, wajib dia untuk bertakwa kepada Allah, jadi membina rumah tangga di atas agama Allah, di atas Quran, di atas Sunnah, menegakkan Tauhid, menegakkan Sunnah, menjauhkan keluarga dari perbuatan syirik, menjauhkan keluarga dari perbuatan bid’ah, itu sejak awal nikah. Sejak awal nikah, begitu antum awal nikah, diingatkan seorang istri untuk bertakwa kepada Allah, suami juga untuk bertakwa, kemudian ingatkan istri “kewajiban kamu yang paling besar adalah taat kepada suami, pertama kali habis akad nikah, kewajiban kamu yang terbesar taat kepada suami, suami kamu surga kamu dan neraka kamu !” , ingatkan dia (istri), itu diingatkan.
Kemudian baru diperintahkan untuk mentaati suaminya, mentaati Allah, bertauhid kepada Allah, menjauhkan syirik, kemudian melaksanakan shalat yang lima waktu. Perhatikan itu shalatnya, kemudian diajak dia untuk shalat sunnah apalagi tengah malam.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoakan :
رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ فَإِنْ أَبَتْ رَشَّ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَصَلَّى فَإِنْ أَبَى رَشَّتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ
“Semoga Allah memberi rahmat seorang laki-laki yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan isterinya kemudian shalat. Jika isterinya enggan ia memercikkan air di wajahnya. Dan semoga Allah memberi rahmat seorang wanita yang bangun malam kemudian shalat, lalu membangunkan suaminya kemudian shalat. Jika suaminya enggan ia memercikkan air di wajahnya.” [HR.Ibnu Majah :1336]
Lihat juga: Kumpulan Ceramah Singkat dan Praktis
Allah menyayangi seorang laki-laki yang bangun tengah malam kemudian dia shalat, kemudian dia bangunkan istrinya, Allah menyayangi seorang wanita yang bangun tengah malam kemudian dia bangunkan suaminya. Haditsnya itu ada di buku ini (Panduan Keluarga Sakinah – Bab:12.d), yaitu disuruh untuk apa ? untuk membangunkan suami, membangunkan istri.
2. Membina di atas akhlak yang benar
Artinya kita wajib menegakkan akhlak yang mulia dalam rumah tangga kita. Ini penting, sebab banyak istri atau suami yang tidak menegakkan akhlak ini. Akhlak ini penting, karena mu’min yang sempurna imannya yang paling baik akhlaknya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istri-istrinya”
[HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani].
Antum lihat di halaman 180-181, jadi wajib kita menegakkan rumah tangga ini di atas akhlak yang mulia, atau wajib menegakkan akhlak yang mulia dalam rumah tangga kita.
Jadi bagaimana ?
Seperti seorang suami pulang dari kerja, dagang, usaha, ke rumahnya senyum kepada istrinya, masuk rumah salam, senyum pada istrinya, menanyakan yang baik kepada istrinya, si istri menyambut yang baik kepada suaminya, tolong-menolong dan yang lainnya.
Sebab ada juga orang yang gak punya akhlak, pulang ke rumahnya dengan temannya, dengan teman sekerjanya dia bisa senyum, ketawa, ramah, pulang ke rumahnya istrinya di caci-maki, dilaknat, dimarahi, ada gak yang seperti itu ? Ada !.
Gak Boleh ! Mestinya bagaimana dia lemah lembut kepada istrinya,dia (suami) baik kepada istrinya sebab Nabi mengkaitkan antara iman dengan akhlak
أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istri-istrinya”
[HR. At-Tirmidzi, 3/466; Ahmad, 2/250 dan Ibnu Hibban, 9/483. Hadits dinyatakan shahih oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Syaikh al-Albani].
Nabi Shallallahu ‘alaiihi wasallam bersabda :
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik bagi keluarganya dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku”
[HR At-Thirmidzi no 3895 dari hadits Aisyah dan Ibnu Majah no 1977 dari hadits Ibnu Abbas dan dishahihakan oleh Syaikh Al-Albani (lihat As-Shahihah no 285)].
Jadi kalau antum kepada teman, kepada orang lain itu baik, bisa senyum, bisa menawarkan segala macam, kepada istri juga demikian mestinya, kepada anak juga demikian, jadi wajib menegakkan akhlak. Akhlak ini penting, dan kita harus berusaha bagaimana memperbaiki akhlak kita, karena akhlak ini punya timbangan yang berat di hari kiamat.
Para ulama itu belajar akhlak dulu (adab) sebelum belajar ilmu, coba antum pelajari ini, akhlak ini penting, bagaimana rumah tangga kita ini baik dengan akhlak kita yang mulia, istri juga demikian.
3. Saling memahami
Bahwa kita ini masing-masing punya kekurangan, saling mengalah, saling memaafkan. Perhatikan itu !
Allah menyuruh kita untuk bergaul dengan isteri dengan cara yang ma’ruf :
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسٰىٓ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“… Dan bergaullah dengan mereka menurut cara yang patut. Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya”[An-Ni-saa’/4: 19].
Gak boleh seorang suami menjelekkan isterinya, gak boleh ! Kalau ada satu tabiat atau sifat yang jelek, mesti yang lain ada yang baik.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
__ADS_1
لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain”[HR Muslim II/1091 no 1469]
Gak boleh seorang suami menjelekkan isterinya, kalau ada satu tabiat yang jelek, Allah jadikan yang lainnya baik, itu hadits riwayat Muslim.
4. Saling tolong menolong dalam rumah tangga
Saling tolong menolong dalam rumah tangga, saling membantu, dalam rumah tangga itu gak bisa nafsi-nafsi, bahu-membahu, mengurus anak sama-sama, dalam ketaatan juga demikian saling mengingatkan, tolong-menolong.
Umpamanya anaknya banyak, suaminya mau ngaji, ya bergantian nanti suaminya ngaji, nanti istrinya ngaji suaminya yang pegang anak-anaknya. Tolong menolong dalam kebaikan, saling membantu atau suaminya mau sholat, isteri yang pegang anaknya, isteri mau sholat suami yang pegang anaknya.
Dan ini harus bisa saling memahami,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa . . .” [al-Ma’idah 5 : 2]
5. Berlomba-lomba dalam kebaikan
Suami istri harus terus berlomba-lomba dalam kebaikan, banyak bersedekah, banyak berbuat kebaikan, rajin dalam ibadah kepada Allah.
6. Banyak berdzikir
Baca Al-Qur’an dan buku-buku yang bermanfaat, suami, istri, anak dianjurkan untuk banyak berdzikir. Dzikir pagi dan sore harus hafal itu. Baca Al-Quran, seorang suami harus lancar baca Quran, istri juga, anak juga, paling tidak minimal dalam sehari 1 juz membaca Al-Quran itu minimal.
Pokoknya di rumah itu harus banyak berdzikir pada Allah, terutama di rumah kita jangan tinggalkan baca surah Al-Baqarah, karena setan lari dari rumah yang di bacakan surah Al-Baqarah.
7. Banyak berdoa kepada Allah
Jangan tinggalkan berdoa untuk kebaikan kita, istri kita, anak kita, kedua orang tua kita, terus berdoa siang & malam berdoa.
Di antara doanya :
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Furqon : 74]
رَبِّ اجْعَلْنِى مُقِيمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” [QS. Ibrahim 14: Ayat 40]
“Mudah-mudahan rumah tangga kita bagi yang belum menikah, dimudahkan jodohnya oleh Allah yang shalih dan shalihah.”
“Yang sudah menikah mudah-mudahan diberikan Sakinah Mawaddah Warahmah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, diberikan keberkahan dalam rumah tangganya dan juga diberikan keturunan yang shalih dan shalihah.”
“Dan juga yang bagi rumah tangga yang masih mendapatkan cobaan, ujian, ada problem, ada kesulitan, ada keributan, mudah-mudahan Allah mendamaikan diantara mereka, meng-islah diantara mereka, Allah berikan mereka ruju’ kepada kebaikan. Dan kita memohon kepada Allah agar Allah memberikan kepada kita Sakinah Mawaddah Warahmah”
“Dan juga diperbaiki rumah-tangga rumah-tangga yang ada kekurangan atau keributan atau sengketa, mudah-mudahan Allah berikan kepada mereka itu disatukan hati mereka, dikembalikan pada Al-Quran dan Sunnah, diberikan rahmat dan berkah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala”
وصل نبينا محمد صل الله عليه وسلم
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa.” [QS. Al Furqon : 74]
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” [QS. al-Baqarah : 201]
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ
“Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
...****************...
Exel menguap, ia merasa cerah Ustadz Amir di pernikahan paman nya itu begitu sangat membosankan bagi nya. ia pun keluar dan memilih merokok di luar rumah.
"Ternyata disini" Suara Alexa sungguh membuat exel kaget.
"Ada apa sih xa?"
"Disuruh mommy masuk, sebentar lagi sesi foto keluarga"
__ADS_1
"Harus ikut ya xa?"
"Astaghfirullah" kesal Alexa, saat asap rokok Exel mengenai wajah nya "Ayo cepat masuk" Alexa yang sudah sangat kesal, langsung berbalik meninggalkan Exel diluar rumah.
"Aku ingin pulang ke Amerika, disini sangat membosankan sekali" Exel nyata nya juga sangat kesal, ia membanting putung rokok nya lalu menginjak nya.
Ia pun melangkah kan kaki nya masuk dengan langkah cepat, ia ingin segera menyelesaikan acara ini dan pulang. Bagi Exel, tidur di rumah lebih baik dari pada keluar rumah tapi hanya menghadiri acara membosankan seperti ini.
"Om Exel"
Exel menoleh, saat nama nya di panggil. mata Exel langsung melihat gadis kecil sedang tersenyum kepada nya sambil menaik turun kan alis nya.
"Kelinci? kau disini?"
"Iya" Gadis tersebut menjawab dengan mulut penuh kue. Exel tersenyum, saat ia hendak duduk, suara El terdengar memanggil nya dari dalam rumah. Sehingga Exel langsung meninggalkan Sabrina dan masuk ke rumah.
"Kamu besar banget sih xel" ucap Zakir saat melihat keponakan nya itu hampir sama dengan nya.
"Paman saja yang kecil" Ucap Exel sambil terkekeh.
Fotografer yang sudah di sewa oleh Zakir kini sedang menata posisi semua orang. mulai dari gaya resmi sampai gaya yang sedang ngetren saat ini.
"Mommy, Exel ke depan dulu" pamit Exel setelah beberapa menit yang lalu sesi foto selesai.
saat ia keluar, para tamu sudah tidak ada. Bahkan kursi-kursi di sana sudah di tumpuk. Exel menghela nafas nya, padahal ia ingin sekali mengobrol dengan Sabrina.
...****************...
10 hari berlalu, Exel yang sudah mulai terbiasa dengan kebosanan nya hanya bisa pasrah dan menikmati nya saja.
Exel sadar, bahwa beberapa hari lagi ia akan kembali ke Amerika. Dalam arti lain, masa bermain dan bersantai nya akan berakhir.
"Alhamdulillah, Kau di Terima di MBA xel" Ucap El tiba-tiba, sehingga Exel yang sedang fokus melihat televisi terjingkat karena kaget.
"Alexa juga mau kuliah dong paa" Alexa berlari dari arah dapur, disusul oleh afifah
"Mana bisa MBA nolak Exel pa, nilah Exel begitu tinggi dan hampir sempurna" Ucap Exel sombong.
El pun duduk di samping Exel, lalu mebgusap rambut Exel.
"Kau memang kebanggaan papa" El sangat bangga dengan anak nya itu "Kau mau minta apa dari papa?"
"Aku mau ganti mobil pa, dan karena MBA sama rumah Uncle Jho jauh. Exel mau punya rumah sendiri"
"Untuk mobil Papa akan kasih, kamu bisa memilih nya sendiri nanti. Tapi, kalau masalah rumah kayak nya sulit xel"
"Aku gak mau setiap hari dari rumah uncle ke MBA pa"
"Di dekat MBA ada hotel milik kita xel. Kamu tinggal di sana saja ya, lagian kamar nomer 1 gak pernah di pakai"
Exel diam, masih memikirkan tawaran papa nya itu"
"Oke baiklah, Exel mau"
"Lalu Alexa gimana pa?" Kini giliran Alexa yang merengek.
"Sejak SD, SMP, dan SMA Alexa hanya Home scholling. Alexa mau kuliah pa"
Afifah dan El saling menatap.
"Kasian Mommy kalau kamu tinggal disini sendirian xa"
"Yasudah ayo kita kembali ke kota saja. Beli rumah disana, dan papa ngajuin pindah tugas"
"Tidak usah pindah, disini saja" Tukas Exel membuat semua orang langsung melihat nya. Kenapa? itulah arti tatapan mereka.
"Maksud Exel, kasian kan paman Zakir kalau disini sendiri gak punya saudara"
"sejak kapan kak Exel mikirin orang lain?"
"Ya beginilah Indonesia, perhatian salah, gak perhatian makin salah" Exel kesal lalu beranjak dari duduk nya "Exel ngantuk, mau tidur saja"
semua orang menatap aneh Exel, ada apa dengan nya.
"Alexa gimana pa?"
__ADS_1
"Papa pikirkan dulu ya, kamu tenang saja" El lalu meninggalkan Alexa dan Afifah yang masih duduk, perkataan El berhasil membuat bibir Alexa langsung monyong. Afifah sendiri kini menghindar, agar Alexa tidak merengek kepada nya.
Dari dulu papa slalu pilih kasih. Tidak bisa berbuat adil kepadaku. Kak Exel slalu bisa kamana dan di turuti semua kemauan nya. Tapi aku? aku tak pernah meminta barang-barang mahal, tapi papa susah sekali menuruti ku.