
Hari ke lima drama ngambek afifah, seperti biasanya El Tetap makan siang di rumah afifah. hari ini El makan bersama bu zainab dan juga zakir. Afifah masih absen dan enggan keluar kamar jika ada El.
"Bu.. ini masakan afifah ya" tanya El kepada ibu mertua nya
"Itu masakan ibu" suara ketus afifah terdengar oleh El. El pun melihat sang istri tercinta yang baru saja masuk kedapur.
walau ketus, tetap El sangat senang mendengar nya. sudah hampir seminggu ia tak mendengar suara afifah. terakhir suara marah-marah afifah.
setelah mengambil minum, afifah masak kembali ke kamar nya.
"Nak El, tadi afifah yang masak. mungkin amarah nya mereda. nanti coba di bujuk"
"Iya bu, ini masakan nya lebih asin dari masakan ibu sebelum-sebelum nya"
bu zainab tersenyum senang, pasalnya sang menantu bisa mengetahui masakan istri nya.
setelah menyelesaikan makanan nya, dengan sedikit terburu-buru. El menghampiri afifah di dalam kamar nya.
saat ia membuka pintu kamar, El melihat wanita nya itu tidur menghadap ke tembok.
tanpa ragu El ikut berbaring disana dan langsung memeluk nya.
"Maafin aku sayang" bisik El di telinga afifah
"Lepasin mas!!"
El pun langsung melepas pelukan nya, sedangkan afifah langsung duduk bersila di atas kasur sambil menunduk.
"besok sore aku mau ke kota fah, ada acara wawancara Pemuda Hebat, dari stasiun televisi. Ayo ikut"
"Aku disini saja mas, badanku gak enak"
El langsung memegang kening afifah, namun afifah menghempas nya sambil melirik El.
"Maaf, besok aku bawakan obat ya"
"Gak usah mas, vitamin kemaren sudah cukup"
El tersenyum, ternyata afifah meminum vitamin yang ia belikan.
"Aku dapat dua undangan, sekalian sama istri fah. apa bener kamu gak mau ikut?" ajak El sekali lagi
"Enggak mas"
afifah menunduk, El pun memegang tangan afifah, menggenggam nya erat. namun afifah masih saja tertunduk.
"Fah, aku ingin kita lupain perjanjian itu. aku benar-benar ingin bersama mu fah, aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku fah. Aku mohon maafin aku"
afifah diam.
"Percayalah fah, bukan harta nenek yang aku kejar. jika kau mau, aku akan sumbangin semua laba perusahaan nenek ke panti, kita akan hidup dengan hasil kerjaku sebagai dokter saja. aku akan lakukan apapun seperti yang kamu mau fah, katakan saja"
afifah memandang El, sorot mata El benar-benar memancarkan permohonan yang begitu dalam.
afifah sungguh ingin menangis, tapi ada sesuatu yang afifah tunggu diucapkan sendiri oleh El.
"Sayang, aku kangen banget sama kamu"
El menarik tangan afifah perlahan, lalu ia mendekatkan wajah nya ke wajah afifah, setelah itu El hendak mencium bibir afifah, namun afifah menolak nya, sungguh tatapan El berubah menjadi kekecewaan.
"Mas, udah jam satu. kamu sebaiknya bekerja lagi"
hati El benar-benar sakit, setelah berhari-hari afifah mendiam kan nya dan siang ini dia menolak nya.
El menarik nafas panjang, lalu membuang nya perlahan "yasudah, aku pergi dulu ya. assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
...****************...
Semua Harus berakhir-Naff
Ketika semuanya harus berakhir
Ketika pelukku tak lagi berarti
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Telah kuberikan yang mampu kuberi
Namun tak jua puaskan hatimu
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
__ADS_1
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Kau memilih tuk akhiri kisah ini
Kau hempaskan aku tak berdaya
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Aku takkan pernah jadi sempurna
Seperti yang kau pinta
Aku takkan bisa meski tlah kucoba
Tidak, aku harus perjuangin dia sekali lagi. jika usahaku yang terakhir ini tidak bisa, maka aku harus lepasin dia. mungkin dia benar-benar tak mau bersamaku.
Setelah mandi, seperti biasanya El ke rumah afifah. sore ini El membantu zakir ditoko, hanya sekedar bantu membuatkan nota. karena hari ini banyak sekali yang beli, apalagi musim tanam.
Adzan maghrib, zakir mengajak El untuk ke masjid, karena ada Kajian akbar yang di adakan 6bulan sekali. El pun tak menolak nya, ia langsung pergi dengan zakir naik motor butut afifah. kata El butut, padahal masih lumayan bagus.
"Jarang-jarang ada ustadz kondang mas, mumpung ada, kita dengarkan langsung"
"Sampai jam berapa acaranya?"
"Sebentar mas, ceramah nya cuma satu jam saja kok."
El benar-benar gelisah, memikirkan afifah. bahkan ia tak fokus dengan kajian malam ini, ia ingin segera pulang.
Buka surat Annisa ayat 34-35
Maka jika ada satu hal terjadi
Singgungan kesalahpahaman pertama kali kata Alquran
Komunikasikan dulu dengan baik
Ambil nasihat terbaik
Ini yang menjadikan dalam rumah tangga
Yang kecil jadi besar, yang besar tak pernah kecil gitu kan
Karena saling cuek satu dengan yang lainnya
Kadang-kadang ada kesalahan sedikit diam
Ngapain pada diem
Serumah sama-sama, makan sama-sama
Sekamar sama-sama, aktivitas di situ aja
Kayak jadi orang gak pernah kenal gitu kan
Yang satu masak diem
Masya Allah padahal dia butuh yang dimasakin itu
Karena pengein makan
Cuma karena diem gak bicara jadi gak harmonis
Kata Quran kalau ada masalah komunikasikan aja
Tenangkan diri kita
Yang bikin susah itu setan bu pak, hati-hati
Ada setan khusus yang disebutkan langsung pekerjaannya oleh Alquran
Di Quran surat kedua ayat 102
Ada setan rumah tangga
Kalau diriwayat disebutnya Dasyim
Itu sudah sering saya sampaikan, kalau perempuannya Dasyima
Ada muslim ada muslmah
__ADS_1
Anda masuk ke kamar mandi berlindung dari setan laki-laki dan perempuan kan?
Jadi apa tugas setan rumah tangga ini
Salah satu tugas pertamanya
Meretakkan hubungan rumah tangga antara suami dan istri
Dia (setan) akan cari cara
Makanya kalau belum menikah itu akan didekat-dekatkan
.......
El mendengar semua itu dengan baik.
Benar, aku tak akan menyerah begitu saja. mana mungkin aku kalah sama setan itu. aku juga tak rela afifah di miliki orang lain, apalagi ustadz itu!!
karena disana ada beberapa UKM yang jualan, El berniat membelikan afifah martabak manis.
"Ini buat kamu sama ibu" El memberikan satu kotak martabak manis kepda zakir
"repot-repot saja pak. tapi Terima kasih ya"
motor matic berwarna merah itu menarik perhatian banyak orang. bukan motor nya, namun Dua laki-laki yang mengendarai nya.
El di puja-puja sebagai menantu idaman bagi semua ibu-ibu, dan zakir menjadi idola ABG di desa nya.
"Kenapa kita dilihatin si kir?" tanya El kepada adik iparnya itu
"Gak tau mas, kenapa ya. aku jadi malu"
"Sudah ayo cepat pulang" titah El kepada zakir adar segera pergi dari kerumunan orang.
sesampainya di rumah, El langsung masuk ke kamar untuk memberikan martabak manis yang ia beli spesial untuk istri nya.
"Fah, ini aku belikan martabak manis, coklat kacang. kesukaan mu kan?"
"iya mas, Terima kasih"
dalam hati El sangat lah senang, walaupun afifah belum banyak bicara.
"Makanlah fah, ini kesukaan mu kan?"
afifah yang sangat lapar pun akhirnya memakan martabak manis yang dibawa El.
dia benar-benar tergoda dengan lumeran coklat dan kacang.
El pun melangkah kan kaki keluar, saat afifah memakan satu potong martabak manis itu.
tak lama El kembali dengan membawa satu gelas air putih dan sebuah botol dan tak ada Label nya itu.
"setelah makan, minum vitamin ini ya"
sungguh perhatian sekali, mana ada wanita yang tak leleh dengan semua perlakuan manis ini.
El pun sangat senang, perlahan afifah mulai menerima kehadiran nya kembali.
setelah memakan beberapa potong martabak manis, afifah pun minum dan mengambil satu vitamin itu.
"Aku kangen sekali sama kamu fah" lirih El
afifah pun menoleh, ia tak begitu jelas mendengar gunaman El.
afifah diam sejenak lalu ia kembali memalingkan pandangan nya, saat El juga memandangi nya penuh arti.
"Yasudah kamu tidur ya" El mengusap pelan kepala afifah "aku pamit dulu"
entah mengapa saat El meninggalkan nya, afifah merasa sesak dada nya.
tutupan pintu kamar afifah sontak membuat afifah menangis.
Kau bilang tadi siang kangen kepadaku mas? katanya kau kangen aku mas!
kenapa kamu gak tidur disini! kenapa kamu pulang mas? hiks hiks hiks...
Kau benar-benar bulshit mas.
Bukan salahmu, ini salahku yang terlalu berharap banyak kepadamu!!!
Afifah menangis, sampai ia tertidur.
Ya begitulah wanita jika marah, ia ingin sekali laki-laki peka, namun disisi lain sikapnya memang membingungkan.
Ya beginilah wanita, para pembaca laki-laki mohon diingat ya, jangan sampai membuat pacar/istri kalian menangis seperti afifah.
Jangan lupa tinggalkan jejak 😁
__ADS_1