
Minggu demi minggu terus berlalu, Afifah setiap hari gelisah.
ia tak tenang karena rasa takut terus menghantui.
Afifah takut Hamil, karena el setiap malam slalu menyemburkan benih-benih jabang bayi kedalam rahim afifah.
Aku gak mau hamil mas, aku mengerti sekarang! kau menginginkan ku hamil karena warisan nenek mu itu kan! nenek eka akan memberikan mu warisam itu jika kamu udah punya anak!
Aku tak mau mas, kasian anak mu!
Kau sungguh egois mas!
Namun sore ini afifah sedikit lega, pasalnya tamu bulanan nya datang.
"Assalamualaikum" teriak El dari luar
"Waalaikumsalam, kok tumben udah pulang mas?" afifah memandang jam dinding yang masih menunjuk angka 3.
El langsung menghampiri afifah, seperti sebelum-sebelum nya, El langsung menarik afifah membawanya ke sofa dan memangku nya.
"Kangen aku sama kamu"
afifah memalingkan muka nya, walau ia tak percaya tetap saja ia malu ketika El menggoda nya, apalagi suaranya itu bisa bikin merinding.
"aku mandi dulu mas, bau acem tau" afifah hendak bangkit dari pangkuan El, tapi El semakin memeluk nya.
"Jangan seperti kemarin, mau dihabisin lagi disofa?" ancam El sambil tersenyum licik
"Ihh.. mas, aku lagi datang bulan. lepaskan!!" afifah memberontak, dan seketika El juga menghentikan aktifitasnya menciumi leher afifah.
El menghela nafas dengan berat, lalu merenggangkan pelukan nya "Yasudah, kamu mandi dulu ya. aku mau cuci mobil dulu"
"Hmm.. oke" afifah langsung kabur sebelum El mencium nya lagi.
Kenapa datang bulan! aku setiap hari meniduri nya. Bulan depan aku akan periksa dia! kalau bisa aku akan belikan vitamin penyubur kandungan.
Beberapa gadis kecil yang baru saja pulang ngaji, melewati rumah El sambil bergosip El. El yang sedang mencuci mobil sport nya sambil telanjang dada. membuat nya sangat terlihat tampan. Tau sendiri anak abg zaman sekarang. udah tau mana yang jelek dan tampan.
El sengaja membuka lebar gerbang nya, karena tadi ada beberapa bapak-bapak yang menghampiri nya, untuk mendata.
Afifah keluar rumah, melihat gadis-gadis kecil saling berbisik, membuat afifah geram dengan kelakuan suami nya tersebut.
ia masuk kembali dan mengambil kaos untuk sang suami.
"Mas, pakai!!" kesal afifah
"Kenapa? gak usah nanti saja fah, sekalian mandi"
"Ihhh.. lihat" afifah menujuk dengan ekor mata nya, El pun melihat, di seberang rumah nya sudah berdiri beberapa abg yang melihat nya.
"Astaga anak-anak zaman sekarang" omel El lalu segera memakai kaos nya.
"Dulu aku seumuran mereka lebih suka belajar daripada lihat om om tampan" omel afifah
"Jadi aku tampan?" goda El sambil mendekatkan wajah nya.
"Tidak! siapa bilang" elak afifah sambil berbalik hendak meninggalkan El.
El pun senang nya bukan main, seperti mendapatkan berlian satu kilo.
Aku tampan memang, kau baru mengakui nya kan. hahaha...
El tertawa puas, sambil berkaca di kaca mobil nya.
Kamu menggemaskan sekali sih, kalau tadi gak kabur duluan, udah habis kucium kamu!!!
...****************...
Hari ini adalah malam minggu, El menghabiskan waktu dengan bermain catur bersama warga sekitar. sedangkan afifah sibuk memasak dan meracik bumbu, karena besok byan akan datang ke rumah nya.
Kalau gini kan enak, besok tinggal bumbuin saja!
__ADS_1
Afifah mengusap dahi nya yang keluar keringat.
"Besok pagi aku kepasar, beli beberapa sayur dan daging sapi" afifah lalu melihat semua persediaan rempah-rempah nya. lalu mencatat nya.
setelah itu, ia duduk di sofa menikmati acara TV kabel yang baru beberapa hari El memasang nya.
waktu terus berjalan, afifah dengan gelisah menunggu El pulang, sudah jam 12 malam El belum juga masuk ke rumah.
Mas ramdan ini, kalau bergadang besok pagi kesiangan. padahal besok pagi aku mau ke pasar.
Jika sebelum nya afifah terbiasa pergi ke pasar sendirian. namun sejak pulang Bulan madu dan kejadian itu, al melarang afifah pergi kemanapun tanpa nya.
**Flashback on
"Mulai sekarang! jangan pergi kemanapun tanpaku" El marah-marah karena andi melihat afifah di cegat oleh adi. duda kaya raya yang sampai sekarang mengincar afifah diam-diam
Waktu itu, afifah pergi ke rumah bu zainab untuk mengantarkan obat dari el, karena waktu itu zakir sedang bimbel, afifah pun memutuskan untuk mengantarkan nya sendiri.
Andi yang saat itu sedang mengisi bensin mobil el, tak sengaja jalan memutar untuk sekedar jalan-jalan saja. Andi yang bersikap seolah-olah jagoan langsung turun.
"Fah, kamu ngapain di sini?"
"Hei, anak kecil gak usah ikut campur" bentak adi kepada Andi.
seperti pahlawan kesiangan, Andi langsung berdiri di antara adi dan afifah.
"Pulang lah" titah Andi.
afifah pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung pergi.
kini Andi berhadapan dengan adi, jantung nya berdetak kencang karena ia sangat ketakutan.
mereka saling menatap, tatapan adi benar-benar membuat tubuh Andi bergetar! namun, tiba-tiba Andi langsung berlari pergi dan masuk mobil, adi sendiri hendak menarik tangan Andi namun ia kalah gesit.
"Untung aku bisa kabur" ucap Andi dalam mobil sambil mengelus dada nya.
sesampai nya di puskesmas, Andi dengan heboh nya menceritakan kepada El, El yang mendengar itu langsung marah! ia langsung memberi uang 200rb kepada Andi karena sudah menyelamatkan afifah. setelah itu ia langsung pulang.
"Tadi habis ke rumah ibu, kamu ketemu siapa saja" tanya El lembut
"Kamu ketemu Andi gak?" tanya El
deg...
"tadi Andi lewat rumah mu tapi gak ketemu kamu" pancing El
Alhamdulillah..
"Aku tadi setelah mengantarkan makanan, dan ke rumah ibu langsung pulang mas. karena aku lapar"
El sangat geram mendengar kebohongan afifah.
El langsung menarik afifah dan melemparkan nya ke ranjang.
Walaupun kamu menangis! aku tak akan melepaskan mu!
Karena kesal, untuk pertama kali nya El memperlakukan afifah dengan sangat kasar. bahkan El menyobek baju yang afifah gunakan.
"Hiks.. hiks.. hiks.. " afifah menangis
Namun El tetap melakukan nya tanpa ampun, walaupun afifah sudah menangis dan merintih kesakitan. El benar-benar melakukan dengan sangat kasar, ia meluapkan kemarahan nya.
Tangan afifah sudah El kunci di atas, sehingga mau melawan pun susah.
"Hmm.. hmm... hmmm " El terus mengeluarkan geraman-geraman
"Mas, Sakit hiks hiks..." hanya itu yang afifah katakan sejak tadi..
setelah satu jam lama nya, El yang juga sudah kasian melihat afifah, akhirnya memeluk nya dan mengakhiri kegiatan panas penuh amarah ini.
Kamu milikku fah, hanya milikku!!!!
__ADS_1
"Ahhhh....." El namcapkan nya dalam-dalam, agar sang istri segera hamil.
"Makanya, jangan pernah berbohong, jika kamu tak ingin merasakan ini untuk kedua kali nya"
Mata afifah langsung terbelalak.
"Mulai sekarang jangan pernah pergi kemanapun tanpaku! Ngerti?"
afifah mengangguk cepat, ia tak mau membantah El. daripada semakin panjang urusan nya.
setelah kejadian itu, afifah menjadi susah berjalan. El pun membiarkan nya dan afifah harus memenuhi semua tanggung jawab nya.
Terkadang El melihatnya tak tega, namun ia ingin afifah kapok dan tak akan berani membohongi nya.
akan tetapi, El terus memberikan obat dan salep untuk afifah. agar bengkak segera hilang.
Flashback off
akhirnya afifah tertidur di sofa, jam 1 malam El baru saja masuk rumah. ia sudah melihat sang istri tidur di sofa.
El pun tak berniat untuk memindahkan sang istri. ia lebih memilih tidur di sofa juga, walaupun sempit. tapi masih muat untuk El dan afifah, namun tak ada jarak diantara mereka, El juga memeluk afifah dengan sangat erat.
Mereka berdua benar-benar kelelahan, bahkan adzan subuh tak membuat mereka membuka mata nya, bahkan sampai bila sugiati datang, mereka masih belum bangung.
Astaghfirullah, kenapa mereka tidur disini sih. aku harus gimana ini? mau bangunin gak enak.
Bi sugiati pun juga dilema hendak ngapain, jika ia pulang, maka hari ini tak dapat gaji.
Lebih baik aku langsung ke belakang saja, cuci baju sama bersihin taman.
Bi sugiati pun mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya. sesekali ia melihat majikan nya yang tidur bersama dengan sangat mesra nya.
Jam 9 pagi, afifah baru terasa bahwa tubuh nya terasa sangat berat sekali. perlahan ia membuka matanya dan melihat bahwa suami nya tengah memeluk nya, bahkan kaki El berada di atas kaki afifah.
"Mas... bangun, udah pagi" afifah mencoba bangun agar El juga melepaskan pelukan nya.
namun, El malah menindih afifah dan menciumi leher afifah.
"Mass... lepasinnnn" afifah mencubit pipi El dengan kuat, sehingga El mengaduh
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat kemesraan mereka dari balik tembok belakang rumah
"Aku kangen banget sama kamu" suara El terdengar berat
"Mas, aku masih datang bulan.. is sshh minggir" afifah berdiri sambil mendorong El
El membuang nafas dengan kasar.
ia membiarkan afifah pergi ke lantai 2, tak lama kemudian ia pun menyusul afifah.
setelah mandi, afifah segera masak. ia kaget bukan main saat melihat bi sugiati sudah menyelesaikan cucian nya, dan sekarang sedang memotong rumput di taman belakang. namun afifah memilih cuek dan tak tanya apapun, daripada nanti ia malu sendiri, begitu pikirnya.
"Fah, aku buatin pizza atau spagetti saja ya" ucap El yang baru saja duduk di meja minibar dapur
"Aku udah masakin bayam sama bakwan mas"
"Yasudah, gakpapa" jawab El tanpa melihat afifah, ia seperti nya sangat sibuk dengan HP nya.
afifah terus melakukan tugasnya, menyajikan makanan di atas meja, setelah tersaji, mereka berdua sarapan bersama.
"Kak byan sampai jam berapa mas?" tanya afifah, sambil membereskan piring-piring kotor
"Mungkin sore nyampe nya. aku mau pergi ke puskesmas dulu, mau cek kondisi orang"
"hmm.. iya, nanti makan siang dikirim gak?" tanya afifah sambil berjalan mengekor dibelakang El yang sudah berjalan dengan cepat keluar rumah.
"Sekarang buatin pizza, nanti andi akan jemput kamu."
Kalau udah bilang pengen makan pizza, ya harus makan pizza.. dasar dokter pizza!!!
...****************...
__ADS_1
Segini dulu ya gaes, author nanti lanjut lagi secepat nya
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK...