
Kini el sudah merebahkan diri di kasur keras milik Afifah, ia benar-benar tidak bisa tidur. sedangkan afifah sudah tidur memunggungi suami nya.
El akhirnya bangun dan duduk di tepi ranjang. ia bingung harus apa, sedangkan ia sangat mengantuk, tapi tempat tidur nya tak membuatnya nyaman.
Lalu el merebahkan kembali tubuh nya di atas kasur. ia memandangi punggung afifah, karena jarak nya yang dekat, El bisa menghirup bau wangi tubuh afifah.
Bagi El bau nya sangat enak.
El pun memiringkan tubuhnya ke kiri, tepat menghadap ke tubuh afifah. sedikit ragu namun pasti, El langsung memeluknya dari belakang, lalu ia menutup matanya.
Harum sekali!!
Karena tangan El yang besar dan tentu nya berat, afifah mulai terasa sesuatu sedang melingkar di perut nya.
Afifah terkejut saat mengetahui El memeluk nya. perlahan afifah membalik badan, hingga kini posisi afifah terlentang. perlahan ia memindahkan tangan El, tapi bukan nya berhasil, El semakin mempererat pelukan nya.
Haduh, kenapa juga pake peluk-peluk gini sih. besok aku minta belikan kasur besar, biar dia gak mepet ke aku gini!
Karena capek, apalagi kaki afifah juga masih sakit. ia membiarkan El memeluk nya. ia juga langsung tidur kembali.
El tersenyum, saat dirasa afifah kembali tidur.
Suka juga dia aku peluk, bukti nya dia langsung tidur lagi!
...****************...
Adzan Subuh berkumandang, bu zainab sudah bangun dan hendak belanja sayur di depan rumah.
Tanpa permisi, bu zainab langsung masuk ke kamar afifah, dan melihat menantu nya itu tidur memeluk anak nya. afifah juga memiringkan tubuh nya ke kanan, sehingga wajah afifah berada di depan dada El.
Bu zainab tersenyum.
Semoga kalian cepat diberikan rezeki anak!
Gak sabar pengen gendong cucu.
__ADS_1
Bu zainab pun kembali ke luar, ia sebenarnya tak tau jika afifah belum bangun, karena tadi ia mendengar orang berjalan di luar, dan ternyata itu adalah zakir, bukanlah afifah.
Zakir sudah duduk di teras, membaca buku karena hendak ujian. bu zainab pun langsung berbelanja, lalu memasak. bu zainab sengaja tak membangunkan El dan afifah, ia berpikir bahwa mereka mungkin kecapekan habis usaha bikin cucu untuk nya.
Jam 6 pagi, afifah mulai terbangun. ia langsung beranjak setelah melihat jam dinding menunjuk ke angka 6.
"Mas.. kita kesiangan!" setelah itu ia langsung meloncati tubuh el "Ahhh... "
mendengar teriakan Afifah, El langsung bangun. ia melihat istri nya itu jatuh di lantai.
"Kenapa gak hati-hati sih!!!" Marah.
"Aku lupa kalau kaki ku sakit mas, hiks hiks hiks"
El langsung mengangkat tubuh afifah, sungguh air mata afifah membuat El langsung memeluk nya.
"Sudah jangan nangis.. Kamu mau kemana? biar aku gendong"
"Gak usah mas, tuntun aku saja. aku malu sama ibu kalau kamu gendong aku"
......................
"Nanti ibu Panggilkan tukang urut lagi, kaki mu bengkak"
"Kita tetap tinggal disini sementara, sampai kaki mu sembuh" ucap El, tapi seperti nya afifah tidak setuju.
"Tidak mas, nanti sore kita pulang saja" tolak afifah
"Gakpapa, kita tunggu kaki mu sembuh dulu"
"Sudah sembuh kok mas, gakpapa kita pulang saja" paksa afifah
"Nduk, Sudahlah. sebagai istri kamu itu harus nurut suami"
"Tu dengerin, nurut suami!" El menegaskan lagi nasehat ibu mertua nya.
__ADS_1
Emang kapan aku gak nurut sama kamu mas, aku gak suka tidur disini, bisa-bisa nanti malam kamu peluk aku lagi. aku gak mau!
Hari-hari berlalu, selama satu minggu El dan afifah tidur di rumah bu zainab. seperti malam-malam sebelum nya, El tak pernah melewatkan satu malam pun tidur tanpa memeluk afifah.
El merasa sangat nyaman sekali, apalagi bau badan afifah, kini menjadi candu nya. bahkan ketika siang hari saat bekerja, El sering merindukan bau tubuh afifah, dan ingin cepat-cepat malam agar bisa memeluk nya.
Karena hanya dengan berkedok tidur El berani memeluk afifah.
sedangkan afifah sendiri merasa tak nyaman, ia takut jatuh cinta kembali, sakit hati lagi dan kecewa.
Apalagi berselang waktu 6 bulan setelah pernikahan Byan, Pernikahan afifah dan El akan berakhir.
Jika dulu afifah hanya berharap pahala dengan melayani El sebagai suami nya. sekarang afifah merasa jika ia sedang bekerja, melayani majikan nya.
"Mas, jangan peluk gini terus dong" ucap afifah
yang di tegur masih pura-pura tidur.
"Mas, lepasin" afifah berontak.
El membuka mata nya, ia langsung menatap afifah dengan tajam.
"Kenapa?"
"Mas, aku lagi sakit pra datang bulan. jangan peluk aku kayak gini"
El langsung bangun, ia seperti nya mengambil sesuatu. setelah itu menghampiri afifah kembali, langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh afifah.
afifah terkejut, ia hendak bangun namun el mencegah nya.
"Diam!!"
Jantung afifah langsung berdetak dengan kencang, apalagi el sudah menaikan baju nya sampai di atas perut.
"Mas mau ngapain?"
__ADS_1
Segini dulu ya gaes, author udah sempetin.
Jangan lupa tinggalkan jejak!!!