
Dua bulan berlalu, dan sudah satu bulan Exel ber aktifitas kembali seperti sedia kala. satu bulan mengasingkan diri di hotel memang terlihat berlebihan, tapi nyatanya itu membuat Exel lebih baik dari sebelum nya.
"Exel, kata papa mu, Alexa sudah mendekati hari kelahiran Anak nya. Ayo kita ke desa. Opa sama Oma mau lihat cicit pertama opa" Ucap sanjaya yang duduk di sofa
"Om byan gak ikut, pa?"
"Nanti nyusul kalau sudah lahiran. Jihan mau pergi kuliah di Singapore juga"
Tidak ada lagi alasan untuk menolak sanjaya. Jika exel mengatakan tak ikut ke desa, itu mustahil. Ia juga ingin menemui keponakan nya. Tapi untuk sekarang, exel tak tega jika membiarkan sanjaya pergi ke desa bersama sopir.
Exel sangat tau sekali, bahwa dia adalah cucu kesayangan sanjaya. Walau sangat jauh sejak kecil. Sanjaya lah yang slalu rutin menelpon nya, bahkan setiap hari tak pernah absen.
"Berangkat jam berapa, opa?" Tanya Exel setelah ia diam mempertimbangkan banyak hal.
"Besok pagi saja bagaimana?"
"Baiklah, opa. Besok jam sembilan pagi kita berangkat"
Sanjaya pun tersenyum "Ayo, antarkan opa ke kamar" Ucap nya sambil berusaha bangun dari duduk nya sambil berpegangan tongkat
"Exel gendong bagaimana, opa?" Ucap nya sambil terkekeh
"Tidak, opa mau berjalan."
"Ayo, Exel gendong saja" Goda Exel
__ADS_1
"Anak nakal, turunkan Opa" Teriak sanjaya saat tubuh nya di angkat oleh cucu nya itu.
"Sudah, diam opa" Ucap nya sambil terus membawa tubuh rentan kakek nya itu ke dalam kamar nya.
"Oh, Exel. Kamu apain opa kamu" Ucap lastri yang sudah ada di kamar
"Biar cepet, jadi Exel gendong oma" Jawab nya santai
"Ya ampun, anak ini nakal sekali." Lastri mencubit lengan cucu nya yang baru saja menurunkan sanjaya.
"Hehehe, sudahlah. Oma sama opa sekarang istirahat. Besok pagi kita pergi ke desa"
"Baiklah, kau juga istirahat" Ucap sanjaya
"Siap, komandan" Exel berdiri tegap sambil hormat kepada sanjaya. Setelah itu, ia menaikan selimut agar menutupi tubuh sanjaya dan Lastri sampai di dada.
Ini masih jam sembilan malam, terlalu sore bagi Exel untuk tidur jika tidak sedang capek.
Drrrttttt
Ponsel Exel bergetar di atas meja kaca samping nya. Ia melirik ada telepon masuk dari Sabrina. Ia meraih ponsel tersebut, memandangnya cukup lama sampai telepon tersebut mati.
Hati Exel masih bingung sekali, antara mau menerima nya atau tidak. Tapi ia cukup penasaran, apa yang ingin Sabrina katakan karena dia terus saja menelpon nya tapi tidak mengirimkan pesan apapun.
Drrrrttt
__ADS_1
Exel terkejut, saat ponsel yang ia genggam bergetar
📞 Hallo
📞Assalamualaikum, mas Exel
suara lembut itu membuat Exel merinding.
📞 Waalaikumsalam, ada apa Sabrina?
📞Sabrina mau tanya, apa mas Exel serius sama Sabrina?
📞Maksud nya, jika mas Exel serius sama Sabrina. Minggu ini lamar Sabrina, mas.
Exel diam mematung, untuk pertama kali nya ada wanita yang ingin di lamar oleh nya. Dan ini membuat jantung Exel berdetak sangat kencang.
📞 Jujur saja, mas. Setelah kejadian hibah tanah dan hadiah mahal dari mas Exel. Sabrina di gosip kan yang tidak-tidak oleh banyak orang. Sabrina malu, bahkan abi melarang Sabrina untuk sekolah. ..
📞 Lalu, kamu sekarang gak sekolah?
📞Tidak mas, Sabrina putus sekolah. Kata paman Sabrina ini aib. Itulah akibat nya jika Sabrina sekolah di luar. Akhirnya kena fitnah
📞 Kamu harus sekolah Sabrina. pendidikan itu penting
📞 Tidak mungkin, mas. Sabrina sudah hancur saat ini, dan akan semakin hancur saat Sabrina menikah dengan orang lain. Bukan dengan mas Exel
__ADS_1
Duar...
Hati Exel ikut sakit mendengar nya. Gadis kecil itu secara tak langsung memohon kepada nya. Apa kabar hati nya yang sudah mulai kuat namun sekarang menjadi lemah. Sabrina memanglah kelemahan Exel, tapi sayang nya Exel harus kuat. Ada sebuah harga diri yang ia jaga, setelah mommy dan adik tercinta nya. Tidak mungkin jika Exel harus datang dan meminta Sabrina. dan satu lagi, bagaimana cara membicarakan ini dengan mommy dan papa nya. Pasti mereka tak akan menyetujui nya, apalagi keluarga mereka tidak baik-baik saja.