Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
BUMBU CINTA, 100% Halal


__ADS_3

Afifah dan El baru saja terbangun saat matahari sudah naik dan cahaya nya menembus Tirai kamar mereka.


Tubuh mereka masih tak terbalut apapun, hanya selimut putih tebal yang menutupi nya.


El lebih dulu bangun, ia memandangi wajah cantik istrinya yang sepertinya masih lelap tidur.


Ia tersenyum, mengingat kejadian kemarin malam, saat ia kehilangan kendali dan tak mau melepaskan afifah.


Ia melakukan nya berkali-kali, entah sampai berapa jam, sehingga se siang ini baru bangun.


Afifah pun mulai membuka mata nya, saat suami nya itu sudah menjelajahi tubuh nya.


"Mass!!" afifah mendorong kuat tubuh El.


"Aku masih pengen." suara El memohon.


"Tapi kan kemarin sudah mas.. aku benar-benar capek"


"Sekali saja"


Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.


...****************...


Byan sengaja bolos kerja, karena semua nya berada dirumah, menikmati Long weekend bersama keluarga tercinta.


"Kamana El byan?" tanya sanjaya


"Entah pa, byan sudah Kirim pesan namun tidak dibalas."


Hingga siang hari, El belum juga menampakan batang hidung nya, ternyata ia langsung pergi ke Mall jalan-jalan.


"Cantik sayang" El memandangi cincin berlian yang baru saja ia pasangkan di jari tengah afifah.


Afifah tersenyum kaku.


Lalu El juga memasangkan sebuah gelang berwarna putih, dengan 3 mata berlian di bagian atas nya.


"Bagus banget, cocok sama tangan kamu yang kecil dan putih. ini sekalian sama kalung nya"


"Tapi kan ini mahal mas, yang ada di jari manis ku itu juga berlian. mending uang nya buat beli sawah, nanti padi nya bisa dijual atau di buat makan" ucap afifah setelah melihat bandrol harga nya mencapai hampir 2M.


"Kamu pengen beli sawah? iya?"


"Maksud ku, jangan beli perhisan terus. mending uang nya dipakai buat investasi tanah"


"Kamu mau tanah? Lusa kalau pulang ke desa lagi, aku akan belikan" enteng sekali El mengatakan nya.


"Bungkus kalung nya, biar gelang sama cincin nya langsung dipakai istriku" El mengeluarkan Kartu berwarna Hitam.


"Mass.." namun panggilan itu tak membuat El berubah pikiran.


setelah dari sana, El membawa afifah ke subuah outlet brand besar, namun saat hendak masuk, afifah menghentikan langkahnya.


"Menurut lah fah, aku hanya ingin memanjakan mu sayang"


"Tapi bukan dengan cara seperti ini juga mas. aku gak suka"


El berjalan mendekati afifah "Lalu pengen nya yang seperti apa?"


"Kita belanja ke supermarket saja ya. Kamu tau kan mas, kalau aku suka masak"


"Terus?"

__ADS_1


"Aku pengen belajar lagi membuat kue, aku sudah siapin catatan untuk bikin kue"


El merasa kaget, biasanya wanita sangat suka dengan kemewahan, ini malah minta belanja keperluan dapur.


"Ayo mas, aku ingin beli biar besok kalau pulang aku bisa mencoba berbagai macam kue"


El, masih dia tercengang.


"Masss!" afifah menggoyangkan lengan El, sehingga El tersadar


"Oke, baiklah"


El benar-benar tak bisa menolak afifah, apalagi mata afifah sudah memohon seperti itu, kecuali diranjang beda cerita.


Kini mereka berdua sama-sama mendorong troli belanjaan, afifah membeli semua yang sudah ia catat kemarin, ia tak mau ada yang terlewat.


"Ambil yang banyak, kan kamu belajar fah. jadi biar enak kalau kue nya gak jadi bisa kamu ulang"


"Tidak mas, ini sudah cukup. udah aku itung satu persatu"


setelah 2 jam, mereka kini sudah berada di mobil menuju ke rumah besar dan mewah milik sanjaya.


setelah sampai, bi sumi menurunkan semua barang-barang belanjaan yang akan ia masak nanti malam. karena sesuai rencana tadi siang saat mereka berada di Mall, byan dan mira minta nanti malam mengadakan pesta barbeque.


seperti biasa, afifah mencium tangan sanjaya dan lastri, walau lastri masih saja jahat kepada afifah.


"Kak mira, aku tadi udah beli jagung, Beff, roti juga karena mas Ramdan pengen makan burger"


"Kamu gak beli ikan fah? buat dibakar?"


"Udah kak, aku tadi nambahin menu baru. Aku beli kerang, jadi nanti kita buat sate kerang"


"Waahhh... gak sabar banget aku ingin makan"


Kini Para laki-laki duduk sambil menikmati secangkir teh di taman belakang. Afifah sendiri menyiapkan semua bumbu-bumbu nya bersama bi sumi dan mira.


"kak mira, ini Bukan jahe" tegur afifah


"Hehe.. maaf deh, aku gak tau. Lagian bentuk nya sama semua"


Mira seperti author, masih belum bisa bedain rempah-rempah, kecuali kunir wkwkw..


"Kamu kok bisa jago masak gini fah? enak lagi, sampai El gemuk gitu" tutur Mira sambil mengupas bawang.


"Hehehe... Dulu aku belajar masak sejak kecil, bahkan umur 12 tahun bisa masak sendiri tanpa dibantu." afifah sibuk meracik bumbu sebelum dihaluskan oleh bi sumi.


"waaahh... hebat" Mira terkagum-kagum


"Hoby saja kak mira, mungkin juga karena tuntutan. Harus bantu ibu jualan, jadi masak adalah rutinitas yang tak pernah terlewatkan"


"Aku umur 12 tahun masih mainan boneka, belum masuk dapur"


"Tidak ada kata terlambat selama kita benar-benar ingin belajar kak. Afifah kan juga sering bahkan udah afifah catatin bumbu nya"


"Iya sih fah, cuma disini aku jarang sekali masak, semua nya bi sumi, aku kan juga kerja buat beberapa design baju"


"Kalau aku jujur gak bisa gambar kak wkwkw"


"Ya gitulah fah, kita sama-sama mempunyai keahlian masing-masing"


sedangkan Lastri masih tetap diam dan tidak tertarik sama sekali, dia lebih memilih duduk di sofa sambil bermain HP.


"Caca kemana Pa?" tanya El

__ADS_1


"Biasa di kamar, lagi rebahan."


"Nenek gak salah, kasih warisan rumah, hotel sama villa, pasti akan bermanfaat buat caca rebahan wkwkwk"


"Kakak benar"


"Lagi ngomongin aku kan" Tiba-tiba caca datang


"Enggak kok, kak byan lagi ngomongin El karena semakin gemuk wkwk"


Caca memandangi El dengan sangat serius.


"Waaahhh iya, kak El gemukan"


"itu semua karena BUMBU CINTA Afifah, 100% Halal jadilah gemuk gini"


"Hah? sejak kapan kak El jadi gini?" kaget, karena tak biasanya El seperti ini


"Kakak El mu ini lagi kasmaran, dan lagi bucin-bucin nya kakak ipar mu wkwkwk"


Suara tawa memenuhi halaman belakang, namun tak membuat lastri tertarik. seperti nya ia lagi Badmood.


...****************...


Pesta barbeque dimulai. Byan dan El sedang membakar jagung dan sosis, sedangkan sanjaya dan Lastri membakar Ikan gurame dan ayam. Sebenarnya Lastri tak mau ikut, namun Caca nya memaksanya.


Afifah dan Mira sedang membakar sate karang bersama Caca juga.


"Aku amb HP dulu ya, sayang kalau gak live"


semua cuek, tak menghiraukan kehebohan Caca yang mereka anggap gak penting.


Merka terus membakar, setelah selesai. mereka memanggil semua pekerja di dalam rumah, satpam dan supir yang masih belum pulang untuk ikut makan bersama.


Sanjaya, Byan, dan El tak pernah merasa keberatan, bagi mereka pekerja dirumah juga keluarga mereka. Tapi tidak dengan Lastri, menurut nya karyawan tetaplah karyawan.


Acara Live Caca masih berlangsung. Banyak sekali komentar yang masuk, mulai dari kagum sampai nyinyir.


"Enak banget deh pokok nya"


"Masakan enak banget dari dulu"


"juara"


"pantesan Tuan El semakin gemuk ya"


"iya gemuk, tambah tampan juga"


El hany tersenyum mendengar semua perkataan orang-orang yang sudah lama tinggal dirumah nya itu.


"Jarang-jarang makan gini kan, jangan sia-siakan. Makan semua, habiskan!" sahut Byan


Sanjaya sangat senang sekali dengan suasana seperti ini, ia bahagia sekali.


"Astagaaaaaa" Teriak Caca, membuat semua kaget.


Suasana yang awalnya penuh Tawa, senang menjadi hening.


**Ada apa sih Caca,


Jangan lupa tinggalkan jejak ya gaes, biar author semakin semangat 😘😘


Segini dulu, author udah Double Update ya.

__ADS_1


Selamat Malam, Selamat beristirahat**.


__ADS_2