Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Kota


__ADS_3

Setelah sholat subuh, Afifah langsung menuju dapur untuk memasak. Karena bahan makanan sudah menipis, afifah pun mengolah semua dan seadanya.


karena ayam tinggal sedikit, Afifah pun memasak ayam suwir pedas manis yang di campur telur orak-arik. Di tambah Tahu goreng dan sayur soup.


"Non Afifah sudah bangun?" bi sumi datang dan kaget melihat afifah sudah masak di dapur


"Iya bi, Sudah biasa masak jam segini. heheheh" jawab Afifah.


"Yasudah Bibi bantu ya Non" afifah pun hanya mengangguk


Jam 6, Nenek eka bangun dan melihat cucu menantu nya sudah sibuk di dapur.


"Sum, masih pagi kok sudah siap semua" tanya nenek Eka


"Iya Nyonya, ini Non Afifah malah habis subuh sudah masak" jawab bi sumi sambil memberikan Teh Pahit tanpa gula kepada nenek eka


"Sayang, seharus nya kamu temani saja El. kan ada bi sumi" ucap nenek eka kepada afifah


"Sudah biasa nek, kalau diam terus gak enak" jawab afifah


tak lama kemudian Lastri datang, nenek eka pun langsung melirik tajam Lastri.


"Baru Bangun Nyonya Sanjaya" sindir nenek eka


Lastri hanya diam saja


Afifah pun kaget.


"Udah lah ma, masih pagi juga jangan mulai" Lastri duduk di kursi makan, tepat depan nenek eka "Bi, tumben jam segini sudah masak?" tanya Lastri

__ADS_1


"Tadi Non afifah Nyo.... "


"Terserah mau masak kapanpun. kamu tinggal makan saja, gak usah banyak tanya" Nenek eka memotong ucapan bi sumi


"Ibu.... " sanjaya datang melerai perang yang akan di mulai, nenek eka pun tersenyum kepada sanjaya.


"Bu, jangan bertengkar terus. gak malu sama afifah?"


"Tau tuh" celetuk Lastri


"Maaa.... sudahlah" jawab sanjaya


"Sudah.. sudah, ayo sarapan" el turun dari tangga "Fah, siapkan sarapan nya" sambung el.


"Bi, panggilkan Byan dan Caca ya" Titah sanjaya


Sarapan pagi pun di mulai dengan sangat Hikmat, meski sebelum nya keluarga sanjaya sudah pernah makan Masakan Afifah, Tetapi sekarang mereka bisa tau bahwa Masakan Afifah sangat lah enak.


"Iya, ini enak banget" ucap sanjaya setelah menelan makanan dalam mulut nya


"Enak banget adik ipar" puji byan dengan mulut penuh makanan.


Afifah hanya tersenyum canggung kepada semua orang, pasalnya lastri terus memandangi afifah dengan tajam.


Setelah sarapan, afifah dan bi Sumi membersihkan dapur. sedangkan yang lain nya bersiap-siap untuk kembali ke kota. Satu persatu koper sudah berbaris rapi di teras, mengantri untuk masuk ke dalam bagasi mobil.


Kini nenek eka, afifah dan El sudah duduk di dalam mobil byan, sedangkan yang lain nya ikut mobil sanjaya. mobil byan sengaja mampir ke rumah afifah terlebih dahulu, untuk berpamitan sebelum berangkat ke kota.


"Hari-hari ya nak, Ibu titip afifah" ucap but zainab setelah el dan afifah mencium tangan nya

__ADS_1


"Iya, bu" hanya itu yang el katakan. setelah itu mereka berangkat ke kota.


di dalam perjalanan, sesekali afifah meneteskan air mata. ini adalah pertama kali nya ia pergi jail dari ibu nya. walau hanya beberapa hari, tetap saja afifah merasa sedih.


"Sabar sayang, lagian kan cuma beberapa hari saja" nenek eka memeluk afifah


"Iya nek, afifah cuma sedih karena ini pertama kali nya jauh dari ibu" jawab afifah


...****************...


setelah perjalanan hampir 4 jam, kini mereka semua sudah sampai di rumah besar sanjaya. Afifah kaget, ternyata rumah el di kota 2 kali lipat dari rumah el di desa. afifah terus memperhatikan semua sudut rumah el. karena capek, mereka semua langsung masuk ke kamar masing-masing untuk istirahat. lagian mereka sudah makan di restoran.


Afifah lagi-lagi di buat melongo melihat kamar el yang sangat besar dengan interior minimalis, ditambah tembok bercat abu-abu yang di mix dengan warna hitam dan Putih.


"Di sini banyak pembantu, jadi gak usah ngerjain apa-apa" ucap el


"Tapi aku suka masak mas, apa boleh aku ikut masak" tanya afifah sambil mengeluarkan baju dari dalam koper


"Terserah saja" jawab el, setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badan.


afifah pun juga keluar dari kamar mandi setelah menyegarkan badan nya, ia melihat el sudah terlelap tidur di atas kasur. karena ia juga capek, afifah pun ikut tidur disana.


jam terus berputar, tak terasa sudah jam 4 sore. nenek eka pun naik ke lantai dua untuk membangunkan byan dan el. karena nenek eka ingin mengajak semua orang pergi makan di luar.


setelah memaksa byan bangun, nenek eka pun melangkahkan kaki nya me kamar el, kurang lebih 15 langkah kaki, nenek eka pun Sudan sampai di depan pintu kamar el.


ceklek.. pintu terbuka


bibir nenek eka pun tersenyum, ia langsung Keluar Dan menutup lagi pintu nya.

__ADS_1


Anak zaman sekarang, sampai lupa ngunci pintu hehehe...


__ADS_2