
Hari ini, Exel sudah siap dengan semua barang-barang nya. Semua kertas dan map-map yang sudah ia siapkan sejak semalam juga tak lupa ia bawa menuju kota.
Jika aku menjadi orang super sibuk, aku tak akan memikirkan apapun selain pekerjaan!
Itulah yang Exel yakinkan pada diri nya sendiri.
"Hati-hati ya Xel, jangan lupa kabarin mommy"
"Iya mom, Exel berangkat dulu ya."
"Assalamualaikum" Ucap Afifah
"Waalaikumsalam"
Exel lalu menjalankan mobil nya, pagi tadi dia sudah berpamitan, dan saat Exel pergi, semua jua juga sudah berangkat kerja.
Di sisi lain, Reihan benar-benar sedang di landa sebuah dilema besar. Untuk pertama kali nya, Alexa meminta sesuatu kepada nya, dan itu sangat sulit untuk meneruti nya.
"Kita pergi ke Bali, di sana ada Tante Caca. Sekalian kita bulan madu. kita belum pernah jalan-jalan kan?" Rayu Alexa kepada Reihan.
Reihan Hanya diam, benarkah untuk bulan madu? kenapa mendadak sekali? dan jika iya seperti itu, kenapa setelah malam pertama, Alexa slalu menghindar untuk melakukan nya.
"Aku belum ambil cuti xa, mana bisa mendadak besok berangkat"
"Kalau kamu setuju, tinggal bilang sama papa"
"Itu curang xa, gak boleh seperti itu"
Alexa sangat kesal sekali kepada reihan, ia langsung pergi dari sana. Percuma saja, dia sudah mengajukan cuti libur.
Reihan pun ikut keluar dari karena menyusul Alexa, ia terus berjalan ke arah belakang, ingin menjelaskan kepada Alexa, agar dia tak marah.
__ADS_1
"Rei" panggil El
"Iya pa" Reihan yang sangat sopan itu, langsung menghampiri El yang masih duduk ruang makan.
"Kenapa Alexa?"
"Hmm.. gak papa kok, pa. Cuma ngambek"
"Pengen apa dia? papa hafal sekali dia. Jarang minta apapun, sekali minta harus di turuti"
Reihan nampak menghela nafas nya dengan kasar.
"Alexa minta bulan madu ke Bali, pa"
"Uhuk.. uhuk" El yang tengah meminum Air putih langsung tersendak, keget.
"Reihan gak bisa, urus cuti kan setu minggu. dan Alexa ingin besok berangkat"
"Berangkatlah, buat cucu untuk papa"
Ia teringat kembali dengan kisah nya. Dia dan Afifah bukanlah pasangan menikah karena jatuh cinta. Begitu juga Alexa.
Dalam pikiran El saat ini, mungkinkah Alexa mewarisi sifat nya. Tidak! jangan sampai itu terjadi. Batin El. semoga Alexa, putri kesayangan nya itu mewarisi sifat malu-malu Afifah. itu doa nya saat ini.
El menghampiri Alexa yang sedang duduk di taman belakang sambil memandangi kolam ikan. setelah duduk di samping Alexa, El masih diam, tak bicara apapun, begitu juga Alexa.
"Kok gak siap-siap? katanya mau ke Bali?"
Alexa langsung menoleh ke arah El, menatap papa nya itu dengan tatapan ingin kejelasan.
"Cuti reihan sudah beres, kamu gak siap-siap?"
__ADS_1
Antara senang dan tidak, itulah yang saat ini Alexa rasakan. Ia ke Bali hanya ingin menghindar dan tak hadir di pernikahan Adam. Lalu, bagaimana dengan Bulan madu yang ia katakan tadi.
Mau tak mau, Alexa menjalankan Bulan madu nya selama satu minggu di pulau Dewata tersebut.
Reihan pun memberikan beberapa kejutan romantis, seperti dinner, Jalan-jalan dan memberikan hadiah sebuah gaun lingerie kepada Alexa.
"Mana mungkin aku memakainya"
"Pakailah sayang" Reihan tersenyum "Kita sudah 3 hari di sini dengan bersenang-senang.Biarkan kita habiskan sisa waktu kita secara Private, Seperti nya papa juga ingin segera meminang cucu"
Akhirnya yang di takutkan Alexa terjadi. Dia tidak bisa menghindar lagi, dan itu menjadi sebuah keuntungan untuk reihan. Semoga Alexa cepat Hamil, aamiin.
...****************...
Disisi lain, Exel sekarang menjadi seorang pengusaha. Dia sering keluar masuk negara-negara Asing. Menjadi sosok Pria Dewasa yang berpenampilan Cool, dan sangat berwibawa.
Bisnis nya semakin berkembang pesat, Ambisi Exel tentang beberapa impian nya juga mulai mengejarnya. Jangan kan menelpon orang tua, terkadang Exel lupa untuk sekedar makan.
Saat ini, dia berada di sebuah gedung tinggi. Menatap langit indah di negeri Paman syam. Ia baru saja menyelesaikan sebuah rapat kesepakatan pekerjaan. Negara tersebut adalah target utama Exel untuk di taklukan.
Bagi Exel, Amerika, Indonesia dan negara sekitarnya sudah menjadi kuasanya. Dan ambisi Exel ingin sekali menggenggam dunia dengan tangan nya.
"Sudah paman Jho, 3 bulan ke depan proyek ini akan berhasil"
"Tapi, kalau tidak. Kita bisa rugi besar Xel"
"Tidak akan, paman. Exel hanya mengambil keuntungan bersih 2 persen saja. Untuk pembukaan, agar penjualan meningkat dan Harga saham ikut meningkat juga"
"Lalu, rencana mu selanjutnya apa?" Tanya Jho yang duduk di depan Exel.
"Aku sedang memikirkan untuk masuk cina. Itu sangat sulit sekali, karena negara tersebut lebih suka produk dalam negeri"
__ADS_1
Exel slalu menyibukan diri nya, agar dipikiran nya hanya ada pekerjaan saja, bukan yang lain nya. Entah itu bagian kerja keras bisnis, atau kerja keras untuk menghindar.
Hanya Exel dan Tuhan saja yang tau.