Bumbu Cinta, 100% Halal

Bumbu Cinta, 100% Halal
Maafkan saja


__ADS_3

"Michella adalah mantan kekasih mas dulu, sayang"


Duar...


Andai Sabrina tau, tak mungkin Sabrina menanyakan hal itu kepada Exel.


"Lalu?"


Karina adalah bibi dari Michella, nama lengkap nya yaitu Karina Wilson. Nama belakang karina ia peroleh karena menikah dengan Adik dari Papa Michella, bernama Leonal Wilson.


Saat tau bahwa yang datang ke toko nya yaitu Exel dan Istrinya. Karina yang juga asli orang Indonesia itu langsung mengajak Sabrina untuk datang ke acara Bazar Indonesia, demi dekat dengan Sabrina tentu itu harus dilakukan oleh karina.


Karina adalah ketua komunitas orang Indonesia se eropa. Bukan hanya orang-orang besar saja, dia juga mengurus komunitas tenaga kerja Indonesia se Indonesia. Popularitas Karina memang sangat bagus, tidak ada yang mengatakan bahwa Karina itu tidak baik. Dia slalu tampil sempurna di mata semua orang.


Tapi, niat balas dendam nya kepada Exel berawal dari keponakan nya, Michella. Yang tak lain mantan kekasih exel. Michella sempat depresi karena Exel, Exel mempermalukan michella di hadapan banyak orang.


Dua tahun yang lalu, Exel sedang melakukan rapat bersama banyak pengusaha besar termasuk di sana ada michella dan ayah nya.


Exel menawarkan beberapa kerja sama kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Semua pengusaha itu berebut ingin mendapatkan kerja sama nya, karena proyek Exel ini menjanjikan untuk lima puluh tahun ke depan. Bukan hanya produk nya saja, pemerintah dari beberapa negara sudah mendaftarkan nama nya untuk membeli produk milik Exel tersebut.


Setelah mempelajari semua proposal yang mereka ajukan, Exel sudah memutuskan kepada siapa saja ia melakukan kerja sama setelah melakukan pertimbangan yang begitu sangat detail sekali.


Perusahaan Exel terkenal sangat rahasia, data perusahaan Exel tidak bisa di retas, untuk itulah hari ini semua pengusaha ini berkumpul untuk menunggu hasil keputusan Exel.


Setelah mengumumkan, Exel membagi semua produk nya satu per satu di setiap perusahaan. Tujuan Exel hanya ingin mwmpererat dan Exel ingin suatu saat usaha ini menjadi lebih besar lagi mengalahkan cina.


"Itu pikiran yang sangat bagus sekali, pak" Puji salah satu pengusaha.


"Saya yakin, kita akan berkembang besar sepuluh tahun kemudian"


Semua nampak setuju, walau hanya di kasih satu produk oleh Exel. Hanya perusahaan Wilson saja yang keberatan dengan keputusan Exel.


"Perusahaan ku yang paling besar dan terpercaya, kenapa saya mendapatkan produk kecil?" Ucap Leonal, yang tak lain ayah michella


"Karena itulah, pak Leonal. Produk kecil itu saya kasih kepada Anda. Karena dari sekian produk, hanya produk itu yang akan laku keras. Karena termasuk kebutuhan sehari-hari"


"Aku rasa anda mempunyai maksud lain kepada kami, pak Exel" Michella langsung bicara "Kenapa anda tidak profesional sekali, aku rasa anda menghubungkan nya dengan masalah pribadi"


Exel mengkerut kan dahi nya, lalu detik berikut nya ia di buat geram karena semua orang langsung berbisik, membicarakan Exel.


"Maaf nona Michella, kita memang kenal sebelum nya. Tapi, dalam dunia pekerjaan ini kita bukan lah siapa-siapa. Tidak juga teman"


Michella bertepuk tangan "Hebat sekali anda, pak. Setelah semua yang sudah anda lakukan saat ini kepada saya"


"Maaf nona michella, keputusan saya sudah final. Jika anda tidak mau menerima produk yang saya berikan, maka saya akan kasih ke perusahaan lain"

__ADS_1


"Kasih saja, aku yakin tidak ada yang mampu. Karena bahan baku produk tersebut di pegang oleh perusahaan ku"


"Baiklah, saya akan mengelola produk tersebut sendiri. dan saya akan menghapus nama perusahaan anda dari list kerjasama ini"


"Ayo, pa. Kita pergi dari sini. Kita tak perlu memohon dan tunduk kepada siapapun" Michella mengambil tas nya dan mulai melangkah keluar, namun saat ia tepat di hadapan Exel, langkah kaki nya berhenti lalu menatap Exel tajam. "Aku yakin, kau yang akan datang kepada ku dan memohon bertekuk lutut di kaki ku"


Exel tak bergeming, namun saat michella membuka pintu ruangan hendak keluar Exel memanggil nya.


"Nona Michella, tunggu"


Michella tersenyum jahat, lalu ia berbalik dengan wajah sombong nya.


"Saya cuma mau bilang, bahwa saya tidak takut dengan ancaman anda, nona."


Wajah michella langsung berubah kesal.


"Ancaman pertama nona beberapa hari yang lalu saja tidak saja dengar, apalagi sekarang. Nona salah jika mau menyogok saya dengan ancaman basi anda. Anak yang nona kandung adalah anak nona dengan Ronal winston suami dari Herlina winston. Karena keluarga winston sudah menolak anda, anda datang kepada saya dengan menuduh saya adalah ayah nya. Untuk itu kalau nona tidak menyudahi drama ini, saya akan melaporkan anda dengan penyemaran nama baik"


Semua orang mendengar dengan jelas apa yang di katakan oleh Exel. Michella langsung malu, apalagi papa nya. Exel mengatakan hal yang memalukan ini di depan semua pengusaha besar. Mereka yang ada di ruangan langsung menatap Michella dengan tatapan tidak suka.


Memang di luar negeri **** itu bebas, bahkan hamil di luar nikah sudah biasa. Tapi jika ada wanita yang hamil dengan suami orang atau pelakor tetap saja tidak di benarkan.


Setelah kejadian itu, michella malu sekali. Ia depresi sampai ia keguguran. Dan karena itulah michella meminta karina memberikan obat yang bisa merusak rahim Sabrina.


"Maafkan saja, mas" Ucap Sabrina enteng setelah mendengar penjelasan dari Exel.


"Maafkan saja mas, tidak usah balas dendam"


"Mas gak bisa, sayang" Exel menatap Sabrina dengan tatapan sulit di artikan.


"Kalau mas terus melanjutkan kasus ini, apa beda nya mas dengan Michella yang menyimpan dendam kepada orang lain?"


Exel diam


"Balas dendam terbaik yaitu terus berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita. Lama-lama mereka akan malu sendiri mas"


Apa kalian pernah merasakan sakit hati, iri, kecewa, atau mungkin merasa tersinggung dengan orang lain. Sudah sewajarnya hal itu terjadi, karena manusia memang seperti itu. Terkadang, ada kalanya kita menahan amarah dan akhirnya menimbulkan rasa dendam. 


Terkadang jika amarah kita terlalu dalam, kita akan menginginkan supaya orang yang menyakiti hati kita merasakan hal yang sama, seperti apa yang kita rasakan. Hal ini sering disebut dengan “balas dendam”, yaitu membalas perbuatan yang dilakukan orang lain kepada kita dengan merasakan hal serupa. Bolehkah jika demikian?


Sobat, membalas dendam merupakan perbuatan buruk yang tidak diperbolehkan dalam Islam. Menurut Islam, satu-satunya cara terbaik untuk `membalas dendam` adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf.


Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, "Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya," (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).


Selain itu, menjadi pemaaf juga dapat membuat kita lebih tenang dan damai. Hati dan pikiran kita akan terasa ringan dan tenang. Tentu saja membalas dendam tidak sama dengan ketika membalas perbuatan yang dzalim. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah teraniaya tidak ada satupun dosa atas mereka, sesungguhnya dosa itu atas orang yang berbuat dzalim kepada manusia dan melampaui batas di muka tanpa hak. Mereka mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang amat utama,” (QS. Asy Syuro: 39-43).

__ADS_1


Tentu saja terkadang kita merasa bahwa seseorang yang menjelek-jelekkan kita, harus kita balas, karena pada saat itu kita mungkin merasa sangat sakit hati. Namun, mengenai hal ini Rasulullah SAW bersabda:


“Apabila ada seseorang yang mencacimu atau menjelek-jelekanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia,” (HR. Al Muhamili dalam Amalinya no 354, Hasan).


Sifat pendendam sangat dilarang dalam islam karena bisa memperburuk akhlak seseorang. Selain itu, sifat ini juga dapat menjauhkan kita kepada Allah SWT. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sangat membenci sifat pendendam, dan sangat mengajnurkan kita untuk menjadi orang yang pemaaf.


Kalau pun balas dendam itu tetap dilakukan saking bencinya terhadap sesuatu, maka yang bersangkutan akan mendapat pengaruh buruk. Berikut ini adalah lima faktor mengapa balas dendam dilarang sebagaimana dilansir di Islamweb.


 1. Membenamkan kebencian dalam Jiwa


Orang yang berbuat balas dendam bukanlah orang yang terhormat. Dawud bin Rasyid mengutip perkataan orang bijak India yang menyebutkan, "Saya tidak akan menang melawan orang bodoh, tetapi saya tidak akan membalas dendam."


Dari Ibnu al-Kalabi dari ayahnya, dia mengatakan bahwa Salam bin Nawfal al-Daili adalah guru Bani Kenana. Suatu malam seseorang dari Bani Kenana keluar untuk melawan dengan pedang. Lalu dia dibawa ke hadapan Salam bin Nawfal dan bertanya soal apa yang sudah kamu dilakukan orang tersebut. 


Salam mengingatkan bahwa tidak ada gunanya membalas dendam. Sebab lebih terhormat menahan amarah, dan memaafkan orang yang berbuat buruk pada kita. Justru membalas dendam adalah perbuatan bodoh karena mentoleransi atau membenamkan kebencian dalam jiwa dan hartanya. 



Bukan perbuatan terhormat



Balas dendam itu bukan perbuatan yang terhormat. Orang bijak berkata, "Bukan kebiasaan yang terhormat untuk membalas dendam dengan cepat, dan juga bukan salah satu syarat kemurahan hati serta menghilangkan keberkahan.



Tidak diapresiasi



Orang yang melakukan balas dendam tidak perlu diberikan ucapan terima kasih dan tidak perlu dipuji. Al-Abshihi berkata, "Orang yang membalas dendam telah menyembuhkan amarahnya dan mengambil haknya. Sehingga dia tidak wajib disyukuri atas perbuatannya itu."



Bakal menyesal



Balas dendam itu akan diikuti rasa penyesalan, percayalah. Ini sebagaimana perkataan Ibnu Qayyim, "Tidak ada yang pernah membalas dendam. Jika dilakukan, penyesalan akan datang."



Menimbulkan kebencian


__ADS_1


Membalas dendam tidak akan mendatangkan kebaikan. Perbuatan tersebut justru menimbulkan kebencian di tengah masyarakat.


__ADS_2