
Cinta karena cinta
Tak perlu kau tanyakan
Tanpa alasan cinta datang dan bertahta
Cinta karena cinta
Jangan tanyakan mengapa
Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicara
Penyanyi cafe sedang menyanyi kan lagu judika yang berjudul cinta karena cinta.
el dan byan sudah duduk di sebuah rooftop, bersama prima dan santi. mereka sekarang sedang berada di cafe terus hits di kota tersebut.
mereka sedang menunggu kedatangan mira, tunangan byan.
"Kak santi" panggil seseorang, semua pun menoleh.
el melihat sosok seorang wanita bertubuh tinggi, langsung, cantik di tambah lagi rambut curly kecoklatan yang menjuntai sampai ke pinggang.
"Ghea?" santi pun berdiri lalu saling berpelukan. "apa kabar kamu?"
"Baik kak, kakak sendiri?" Ghea melihat 3 seorang pemuda sedang menatap nya.
"ini kak prima ya" Ghea menunjuk el dan tersenyum, sehingga nampak lah gigi gingsul nya
"bukan Ghea. ini pacar kakak, ayang prima" santi duduk di samping prima dan menggandeng nya.
"ayo duduklah" ajak santi. Ghea pun duduk di kursi kosong sebelah el.
"ayo kenalan dong, jangan bengong saja" ucap santi menatap el dan byan.
"ohh.. iya" byan mengulurkan tangan nya "aku byan.. ini kenalkan adik ku" byan bersemangat sekali setelah mendapatkan kode dari santi dan prima
setelah menjabat tangan byan, santi menatap el dengan penuh senyuman, dan yang di tatap hanya diam memasang muka datar "haii... aku Ghea" ucap Ghea setelah menerima uluran tangan el.
mereka pun berbincang, lebih tepat nya santi dan Ghea heboh dengan sendirinya. apalagi saat mira datang. mereka bertiga dengan asiknya bberbincang-bincang kesana kemari. prima dan byan juga ikut nimbrung. namun tidak dengan el. el merasa sangat bosan sekali. tak ada yang asik jika nongkrong bersama perempuan. begitu pikirnya.
maklum saja, el jomblo tak punya pasangan jadi dia merasa tak nyambung saja dengan obrolan mereka.
"el?" Tiba-tiba rania datang
el pun berdiri "rania?"
rania tetap berdiri, dia melihat ada 3 wanita disana. tatapan rania berhenti kepada wanita yang paling dekat duduk nya dengan el.
"jadi dia pacar kamu el?" tanya rania sinis sambil menunjuk Ghea tepat di kening Ghea
"apa-apaain sih kamu" el mengibas tangan rania
"ell" rania sedikit kaget, pasalnya baru kali ini el bersikap kasar kepadanya
__ADS_1
"dia memang pacar el, kenapa?" santi menjawab dengan ketus. tentu saja mereka tau semua cerita rania dan el
"sudahlah kamu pergi, dasar sampah" cibir byan, byan emosi melihat rania yang sudah menyakiti adik nya 2 tahun lalu, padahal el sangat mencintai nya dulu.
rania diam menatap byan dengan tatapan tidak suka.
"sebaiknya kamu pergi dari sini. jangan buat keributan atau kamu ku bawa ke kantor polisi" ancam prima
rania berdecak kesal, tak ada pilihan lain, rania langsung pergi jauh dari sana.
tanpa di sadari beberapa pengunjung disana mengabadikan momen tersebut. ya mungkin karena rania sosok publik figur yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir setelah berita pembatalan pernikahan nya dan putusnya hubungan rania dengan kekasihnya.
"maaf" ucap el dengan lembut kepada Ghea
"iya gakpapa" ghea tersenyum sangat manis kepada el
"bagaimana kalau besok kita berenang" byan mencoba mengembalikan suasana yang sempat rusak karena kedatangan rania.
"ide bagus"
"besok jam 9 kita berangkat" ucap santi "kamu ikut ya ghe" ajak santi
"iya, ayo ikutlah" bujuk mira karena Ghea masih diam saja
"hmm.. oke. kita berenang di hotel ku saja"
semua menatap ghea "ohhh.. maksud ku di hotel tempat ku kerja. aku manager hotel X. di sana ada kolam renang pribadi. tempat nya bagus. gimana?"
"setuju" ucap semua orang bersamaan kecuali el
"kamu ikut ya el" ajak prima.
"enggak, aku besok mau kembali ke desa. senin aku harus bekerja" ucap el
gagal sudah rencana santi dan yang lain nya untuk mendekatkan el dengan Ghea.
___
"mbakk.. kamu kenapa sih" bibir zakir bergetar, afifah tidak sadarkan diri.
bu zainab dan zakir duduk di kursi depan UGD puskesmas.
"ada apa sih bu?" zakir bertanya kepada ibunya yang sedang menangis di pelukan nya.
"tadi ustadz amir ke rumah. meminta maaf kepada mbak mu"
"lalu"
"tak lama kemudian, bu surti dan kyai sanusi datang. dirumah mereka membuat sedikit ketibutan nak. ibu tau jika mbak mu sangat tertekan dengan semua ini"
"maafin zakir yang tak bisa menjaga ibu dan mbak" zakirpun ikut menangis
"setelah kepergian ustadz amir. semua orang mencela mbak mu kir" tangisan bu zainab semakin pecah
__ADS_1
"bu zainab" ucap dokter halimah. tentu saja mengenali bu zainab. tidak ada yang tak kenal dengan nya
"bu halimah? bagaimana dengan afifah bu?" tanya bu zainab kepada dokter senior yang sudah 10 tahun bekerja di puskesmas tersebut
"gakpapa bu, tapi harus di rawat dulu disini beberapa hari ya. karena seperti nya afifah sangat tertekan."
"iya bu, boleh aku lihat anakku bu?"
"boleh, sebentar lagi di pindahkan ke ruang rawat bu"
setelah beberapa menit, afifah sudah berada di ruang rawat. ruangan yang tak terlalu besar, setiap ruangan berisi 3 pasien.
"zakir akan pulang dulu. ambil tekar, bantal sama selimut dulu bu" pamit zakir dan di jawab anggukan oleh sang ibu.
"bu.. maafin afifah slalu merepotkan ibu" afifah pun menangis.
"tidak nak, tidak.. " bu zainab ikut menangis "kamu gak merepotkan ibu. sekarang kamu jangan pikirkan apapun ya. biar kamu cepat sembuh"
afifah mengangguk "afifah gakapapa bu. besok kita pulang saja ya"
"enggak, tanpa seizin bu halimah, ibu gak akan bawa kamu pulang. ibu khawatir sama kamu nak"
"afifah gakpapa bu. kalau gak pulang bagaimana afifah kerja. dan buat bayar ini"
"kita kan masih punya tabungan fah, biar itu saja kita pakai"
"enggak, itu buat ibu umrah.. afifah gak mau"
tambah menangislah bu zainab.
Yaa Allah, engkau berikan begitu berat ujian untuk anak sholehah ku ini. sabarkanlah hati nya. tunjukan lah kepada kami jalan keluar dari masalah ini.
___
keesokan hari nya, byan sedang berusaha membujuk adik nya itu agar ikut berenang bersama.
"gak bisa kak, lain kali saja" tolak el
"el, kamu gak tertarik ya sama Ghea? Ghea itu cantik el. ini kesempatan."
el diam dan terus mengemasi baju-baju nya.
"santi bilang dia itu gak punya pacar. sudah lama dia sendiri"
"pikirkan el, dari pada kamu menikah dengan gadis kampung itu hanya karena kasian kepadanya. kenapa gak mencoba sama Ghea saja"
"kakak kenapa kok jadi memandang orang dari status sosial nya?" el memandang byan "kakak benar-benar sudah berubah."
"bukan seperti itu el. maksud aku... " byan mencoba menjelaskan kepada el, namun el langsung memotong nya. "kakakku, Byan Owais Sanjaya. dia sangat rendah hati, baik hati, tidak pernah membedakan mana kaya ataupun miskin. aku yakin yang sedang ku lihat saat ini bukanlah kakak ku yang sangat penyayang" dengan kesal el menutup reslenting tas nya
"el.. bukan seperti itu" namun el tak menghiraukan kata-kata kakak nya tersebut, el lebih memilih untuk keluar kamar dan meninggalkan kakak nya disana.
sial.. kenapa aku sampai keceplosan seperti ini. aku seharusnya tau kalau dia akan marah jika aku meremehkan orang lain. dia dari dulu gak pernah berubah. aku cuma mau kamu mendapatkan yang terbaik el.
__ADS_1
entah kenapa el sangat marah kepada kakak nya, memang sifat el persis seperti papa sanjaya, rendah hati, peduli, dan tak pernah merendahkan orang lain, apalagi orang lemah. sifat sosial el juga turunan dari papa nya. jika papa sanjaya memilih profesi polisi untuk membantu masyarakat, el memilih Dokter untuk membantu masyarakat kecil yang sakit. ia tau benar, negeri ini masih butuh dokter yang menjual ilmu pengetahuan nya dengan murah namun tetap berkualitas.