CEO Kembar Dan Gadis Pilihan

CEO Kembar Dan Gadis Pilihan
3 Hati Yang Sepemikiran.


__ADS_3

Selepas sarapan bersama dengan keluarga Sahabatnya, Rangga memilih untuk kembali ke penginapan. Sebenarnya bukan tanpa alasan dirinya ikut berlibur di pulau XX bersama para karyawan Atmadja group, karna ingin menjernihkan fikiran. Namun alih-alih dapat melepas penat, yang pria itu dapat justru sebuah kejadian yang membuatnya tak dapat berfikir tenang.


"Siapa tadi namanya, Natasya?." Rangga bergumam dan kembali mengingat nama gadis yang merupakan sekretaris pribadi dari Ernest.


"Aku bahkan tidak tau jika Ernest memiliki Sekretaris yang mirip dengann..." Suara Rangga tercekat. Dirinya serasa tak mampu menyebut nama seorang Wanita dengan mulutnya.


"Dan kenapa begitu melihatnya, malah mengingatkanku padanya beberapa tahun silam."


Anastasya, sebuah nama yang sebisa mungkin ingin Rangga lupa, namun selalu gagal. Dulu, selama masih menatap di Singapura, Rangga sedikit demi sedikit mulai melupakan Anastasya. Akan tetapi dengan meninggalnya sang Ayah, justru kembali mengingatkan dirinya pada Anastasya. Entah karna apa, namun yang pasti sampai detik ini pun dirinya masih betak melajang, sedikit banyak karna pengaruh Anastasya dalam fikirnya.


Rangga memilih duduk di sebuah kursi dan menatap ke arah lautan lepas lewat jendela kaca. Belum lama ini memang dirinya memutuskan untuk kembali ke Ibu kota. Melanjutkan bisnis Agensi model yang sempat terbengkalai milik keluarganya.


Tak ada yang menarik dengan kehidupan Rangga selepas menerima kekalahan dan memilih menghilang dari Anastasya, perempuan yang amat ia cinta. Gadis desa yang berpuluh tahun silam sukses membuatnya tergila-gila.


Wajah cantik alami dengan kulit bersih bercahaya, membuat Rangga sampai detik ini pun tak mampu melupakannya, dan ketika bertemu dengan Natasya, kenapa seluruh apa yang ada dalam diri gadis tersebut malah mengingatkannya pada sang mantan kekasih?.


Rangga sendiri nyaris tak percaya begitu Arka menjelaskan semua. Anastasya pergi tanpa membawa apa pun yang menjadi hak nya selama menjadi istri dari sahabatnya tersebut. Lalu seperti apa Anastasya hidup?.


Dulu, kalimat tersebut seakan menghantui. Tidak mungkin jika dirinya tak khawatir. Tidak mungkin jika dirinya tak perduli. Anastasya adalah separuh hidupnya, baik dulu, hari ini atau pun nanti. Akan tetapi ketiadaan kabar dari Anastasya membuat Rangga perlahan menyerah. Ia sadar, Anastasya masih muda dan juga cantik. Tidak mungkin perempuan itu akan hidup sendiri tanpa adanya pendamping, dan hal tersebut seperti sebuah kenyataan yang menampar kesadarannya. Seperti halnya waktu yang terus berlalu, Rangga pun dipaksa bangkin dan mengubur seluruh angan yang ada untuk dapat kembali membersamai Anastasya.


Rangga menatap nanar lautan lepas. Entah sampai kapan dirinya akan berkubang pada keputus asaan seperti ini. Tak menikah dan hanya mendedikasikan hidupnya untuk bekerja.


Terdengar helaan nafas dari sang pria. Demi apa pun sesungguhnya ia membenci keadaan seperti ini. Tetap sendiri meski dari segi usia sudah tak pantas lagi disebut lajang. Akan tetapi, bagaimana lagi. Dari pada menikah tanpa rasa cinta, lebih baik hidup sendiri asal bahagia.


💗💗💗💗💗


"Sayang."


"Ya?."

__ADS_1


"Apa kau lihat wajah Sekretaris putra kita tadi?." Zara, istri dari Arka yang sedang duduk dan menghadap kaca meja rias, bertanya pada sang suami.


"Heem," jawab Arka sekenanya. Pria itu duduk di atas ranjang namun tak ayal sedang ikut memikirkan sesuatu hal.


" Aku rasa, wajahnya cukup mengingatkanku pada seseorang."


"Benarkah?." Arka bertanya. "Memang mirip dengan wajah siapa?." Sambungnya sekaligus menatap sang istri dari pantulan cermin.


"Em.., aku lupa."


Arka sontak tergelak. Ia bangkit kemudian menghampiri sang istri. Ia usap lembut puncak kepala yang melahirkan putra dan putrinya dengan penuh cinta.


"Baiklah. Aku akan ke ruang sebelah. Memeriksa laptop dan pesan-pesan penting di ponselku. Kau tidak keberatan 'kan?."


"Tentu tidak, aku tau sesibuk apa suamiku meski sedang menikmati masa liburan," sindir Zara dengan suara lembut, yang mana membuat sang suami tergelak namun juga merasa bersalah.


"Aku janji tidak akan lama." Arka mendaratkan satu kecupan ke puncak kepala sang istri sebelum melangkah tuk meninggalkannya.


Anastasya


Sesungguhnya ada alasan kenapa dirinya tak menyebut nama Anastasya di hadapan suaminya. Karna rasa bersalah. Ya, meski kejadian itu sudah berlangsung bertahun yang lalu, namun rasa bersalah terus berhinggap dalam diri Zara ketika mengingat tentang Anastasya.


Sementara itu, di ruang Lain.


Beralasan untuk memeriksa berkas penting di ruangan lain, nyatanya Arka justru hanyut dalam kenangan bersama Anastasya.


Tak berbeda dengan Rangga dan juga istrinya, sosok Sekretaris Ernest seperti mengingatkannya pada sang mantan istri, Anastasya.


Jika masih hidup, lalu di mana keberadaannya sekarang?.

__ADS_1


Meski layar laptop menyala, namun fikiran Arka justru melanglang buana namun tidak sedikitpun tertuju pada hal pekerjaan.


Saat pesta malam itu, dirinya memang sempat melihat Natasya berdiri di panggung mendampingi putranya. Akan tetapi karna riuhnya acara dan para kolega bisnis yang terus berdatangan untuk menyapa, Arka tak begitu memperhatikan paras sang gadis. Hingga pada momen sarapa bersama pagi tadi, selepas melihat Natasya fikirannya menjadi tak karuan. Antara terkejut dan dipenuhi banyak tanda tanya.


Aku rasa mereka hanya mirip. Itu saja dan tidak lebih.


Akan tetapi ucapan Rangga yang bertemu dengan Anastasya di malam pesta, justru memunculkan praduga lain.


Di helanya nafas yang seperti menyesakkan dada. Anastasya, sosok perempuan yang memang ditakdirkan untuk membersamainya namun juga harus dipisahkan darinya. Jika di awal pernikahan dirinya menghalalkan Anastasya karna rasa Iba dan memenuhi permintaan Rangga. Akan tetapi seiringnya waktu berjalan dan proses berat kehidupan yang dijalani, tak urung menimbulkan benih-benih cinta yang sayangnya hanya mampu disimpan dalam dada.


Anastasya.


Dalam proses perceraian keduanya, nyatanya bukan hanya melukai hati Anastasya namun juga dirinya. Terlebih saat itu sang mantan istri memilih pergi tanpa membawa apa pun yang sudah menjadi haknya.


Rumah, toko bunga, uang, serta perhiasan tak dilirik Anastasya. Ia pergi hanya dengan membawa diri dan beberapa lembar pakaian.


Arka terpukul. Bukan karna terluka Anastasya pergi namun khawatir tentang kehidupan sang mantan istri ke depan untuk melanjutkan hidupnya. Meski kehidupan pernikahannya dengan Zara luar biasa bahagia, namun dari sudut hati terdalam ia masih menyalahkan diri karna sampai detik ini pun ia tak mengetahui kehidupan sang mantan istri seperti apa setelah berpisah darinya.


Arka menatap pasir putih yang membentang, menghiasi bibir pantai. Ini untuk pertama kalinya pulau XX ia kunjungi selepas beberapa tahun di tutup. Bukan tanpa alasan Arka memilih menutup pulau Xx meski untuk dikunjungi keluarga sekalipun. Anastasya lah yang menjadi alasannya.


Meski terkesan abai pada Anastasya semasa pernikahan, tetapi diam-diam Arka mengingat kuat apa apa saja yang disukai Anastasya atau pun yang dibencinya. Termasuk pulau XX ini, Arka tau jika sang mantan istri tengah galau atau tertekan, pulau ini lah yang menjadi tempat pelarian.


Rupanya bukan hanya pulau XX, sebuah rumah, toko bunga dan harta benda milik Anastasya termasuk mobil kesayangan perempuan tersebut, ia simpan dan tak boleh disentuh oleh siapa pun.


Kamar milik Anastasya di rumahnya selalu terkunci, namun selalu dalam kondisi bersih pun dengan barang-barang milik perempuan tersebut yang tak berpindah dari tempatnya, sama seperti saat Anastasya menempatinya.


Toko bunga, meski pun tak lagi beroprasi namun Arka selalu menjaganya dengan baik. Mempekerjakan tukang kebun dan pelayan untuk menjaga dan meastikan bangun tersebut tetap terawat sampai kapan pun. Arka tak pernah berniat menjual, termasuk sebuah Rumah megah yang memang diatas namakan Anastasya. Arka akan tetap menjaganya, tanpa batas waktu. Berharap jika suatu saat Anastasya muncul, maka pria tersebut akan memberikannya meski pun secara paksa.


Tbc.

__ADS_1


Di bab khusus percintaan Ernest, Di sini untuk tokoh Erich dan Isabel akan jarang muncul. Ya katakanlah ini Seasen 1 dan 2 😀 Biar adik. Sampai di part ini cukup nyesek ya, di mana kehidupan Anastasya dulu akan dibuka kembali.


Semoga dalam cerita ' CEO kembar dan gadis pilihan' dapat mengobati kerinduan kita pada 'Terjerat Dua Cincin Sang CEO'. Terimakasih. Salam sayang buat yang udah setia mengikuti perjalan cinta Si kembar sampai sejauh ini 💗


__ADS_2