CEO Kembar Dan Gadis Pilihan

CEO Kembar Dan Gadis Pilihan
Ibuku Nemang Cantik


__ADS_3

Duduk terpekur di atas ranjang, Anastasya seperti sedang tertimpa beban berat sepeninggal Ernest dari kediamannya. Fikirannya kini hanya tertuju pada sang Ibu. Tentang kedekatannya di masa lalu dengan pria-pria kalangan atas dan berlatar belakang konglomerat.


Senja tadi Natasya melepas Ernest pergi diantara perasaan gamang. Semenjak siang atasannya tersebut seperti sedang berusaha keras untuk membuka kehidupan masa lalu sang Ibu yang sampai detik ini pun tak pernah ia ketahui. Entah salah atau kah benar. Akan tetapi jika semuanya benar maka Natasya pun sangat kecewa pada sang Ibu yang hanya menutup rapat kisah masa lalu untuk dirinya sendiri.


Saat berpapasan atau pun berada di ruangan yang sama dengan Anastasya, gadis itu menjadi irit bicara. Entahlah, sepertinya Natasya pun masih butuh waktu. Untuk menengkan fikir serta mencari bukti akan kebenaran dari seluruh ucapan Ernest yang berhasil ia dengar.


Gadis berambut panjang itu lekas meraih sebuah laptop dan membukanya selepas mengingat satu hal. Duduk di atas ranjang, rupanya Natasya sedang berselancar di dunia maya untuk mencari artikel yang memuat berita tentang Rangga Wiratama bertahun-tahun lalu.


"Sebentar, aku harap ini membuahkan hasil." Natasya lekas meng klik dikolom pencarian. Berharap-harap cemas saat layanan sedang dalam pencarian.


Berhasil.


Banyak artikel muncul membahas tentang putra konglomerat keturunan Wiratama yang saat ini masih melajang.

__ADS_1


Beberapa foto lawas Rangga muncul. Foto pria bertubuh atletis tersebut yang masih tampak muda.


"Wah rupanya dia awet muda juga." Natasya seperti membandingkan wajah Rangga dulu dan kini. Tak banyak berubah, meski usianya semakin bertambah. Kurang puas, gadis berparas ayu itu kembali berselancar di dunia maya namun kali ini bukan hanya Nama Rangga yang ia ketik di kolom pencarian tetapi juga nama Ibunya.


Natasya menunggu dengan harap cemas. Saat artikel yang ia cari berhasil muncul di layar, sontak sepasang matanya terbelalak.


Gadis berkulit putih bak porselen itu menelan salivanya berat. Kini bukan hanya Foto muda Rangga yang terpampang tetapi juga ada beberapa foto Ibunya.


Sepasang mata sang gadis mulai membaca setiap kata dari artikel yang dimuat. Artikel yang seperti merangkum potongan hubungan asmara Rangga Wiratama dengan model pendatang baru yang sudah pernah dimuat media bertahun-tahun lalu.


Di foto-foto awal, beberapa foto Anastasya dengan berbagai pose muncul kepermukaan. Rupanya benar kata Zara jika Ibu dari Natasya dulu adalah seorang model. Dan wajah itu?. Natasya sama sekali tak menyangka jika saat muda wajah sang Ibu begitu mirip dengan wajah dirinya saat ini. Bak pinang dibagi dua.


Natasya benar-benar memfokuskan pandangan ke layar laptop. Di sana termuat tentang kedekatan antara Ibunya dan Rangga namun beberapa bulan kemudian hubungan mereka dikabarkan retak seiring menghilangnya Rangga yang diketahui meneruskan kerajaan bisnis keluarganya di Negara XX. Penyebab perpisahan pun tak disebutkan, mengingat setelah kejadian tersebut Anastasya pun menghilang bak ditelan bumi.

__ADS_1


Tak ada pemberitaan miring tentang Anastasya yang termuat baik dimedia cetak mau pun elektronik. Natasya menghela nafas dalam. Sesungguhnya ia pun penasaran akan alasan yang membuat Ibunya dan Rangga berpisah.


Rupanya tanpa banyak orang yang mengetahui jika Arka lah yang membungkam seluruh awak media dengan ancaman. Arka berani membayar mahal asalkan gosip tentang Anastasya tak beredar diluaran. Arka dan beberapa orang kepercayaan bergerak cepat. Membungkam bahkan mengancam media agar tak berbuat macam-macam. Pria itu tau jika kabar kehamilan Anastasya sudah terendus media dan dalam waktu singkat pasti menjadi santapan empuk kaum pencari berita. Arka tak ingin hal itu terjadi. Menyadari akan seberapa licik orang tua Rangga, Arka bergerak lebih dulu. Tak memberi celah sampai bisa memastikan tak ada sedikit pun gosip yang pada dasarnya merusak nama baik Anastasya.


Natasya mulai tak berminat saat beberapa nama gadis muncul. Para putri konglomerat yang dikabarkan dekat dengan Rangga namun tak pernah terbukti kebenarannya. Sampai saat ini Rangga masih berstatus lajang.


"Ibuku memang cantik, tapi aku tak pernah mengira jika beliau pernah berada diantara para pria konglomerat." Gadis itu tersenyum tipis. entah kenapa dirinya justru membayangkan kehidupan Ibunya saat muda dulu.


Heh


Natasya tergelak dan mencubit pipinya sendiri. Kenapa dirinya jadi sepenasaran ini sekarang?.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2