CEO Kembar Dan Gadis Pilihan

CEO Kembar Dan Gadis Pilihan
Episode Final ( END )


__ADS_3

Sungguh kejadian yang tak pernah Natasya bayangkan sebelumnya. Di pesta pernikahan Ibunya, Ernest berlutut dan melamarnya. Gadis itu syok, sementara tetamu lain tampak riuh dan memintanya untuk lekas memberi jawaban.


Kilas balik pertemuannya dengan Ernest, seakan berputar diingatan. Bagaimana pria itu memperlakukannya saat dirinya bekerja menjabat sebagai Sekretaris pribadi.


"Natasya, Wiil you Marry Me?." Tanya Ernest sekali lagi saat sang gadis belum jua menjawab.


Gadis itu menatap pada Ibunya terlebih dulu, di sana rupanya Anastasya sudah menangis dalam pelukan Rangga begitu melihat Ernest berlutut di hadapan putrinya.


Natasya menarik nafas dalam sebelum menjawab, " Ya, aku mau."


Ernest tercengang, ia terkejut. Dalam beberapa saat ia bahkan terdiam karna tak percaya. Sementara orang-orang disekitarnya sudah bertepuk tangan dan berteriak senang.


"Natasya, kau benar-benar menerimaku," tanya Ernest untuk lebih menyakinkan, dan anggukan kepala dari Natasya membuat Ernest bangkit dan spontan memeluk gadis yang beberapa detik lalu ia lamar.


"Yes." Ernest berseru senang. Setelah tenang ia meminta natasya untuk mengulurkan jemari manisnya yang akan ia lingkari dengan cincin sebagai pengikat hubungan mereka.


Resepsi pernikahan Rangga dan Anastasya benar-benar meriah. Ini bahkan bukan hanya kebahagiaan keluarga Anastasya dan Rangga tetapi juga kebahagiaan keluarga Arka.


Zara terlihat memeluk Natasya. Perempuan itu menangis terharu sekaligus bahagia. Tidak mengira jika rencananya untuk kembali menyatukan Rangga dan Anastasya justru mendapat bonus lamaran Putranya dan Natasya. Sungguh kebahagian yang berlipat ganda.


Selain keluarga Arka, keluarga Rangga pun tak kalah senang. Kejadian pada malam ini seperti kejutan, dan Ibu Rangga sudah tak sabar dengan pernikahan cucunya bersama Ernest nanti.


Malam yang dipenuhi kebahagiaan. Anastasya dan Natasya seperti sudah menemukan kebahagiaannya masing-masing. Kebahagiaan pun bukan hanya terasa pada mereka tetapi pada anggota keluarga lain. Pada malam itu, keluarga Arka dan Rangga bahkan sudah menentukan tangal pernikahan Natasya dan Ernest. Ernest bahkan geleng-geleng kepala menanggapi antusiasme keluarga agar dirinya dan Natasya segera resmi menjadi pasangan sah.


Baik Ernest dan Natasya tak keberatan. Berdebat pun percuma sebab kedua belah pihak keluarga sudah saling cocok.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


2 Minggu kemudian.


Sebuah pesta pernikahan kembali digelar oleh keluarga Rangga dan Arka dalam menikahkan putra putri mereka. Arka dan Rangga bukan hanya bersahabat tetapi mereka juga berbesan. Duduk berdampingan, dua pria yang usianya tak lagi muda itu menatap putra putri mereka yang duduk dipelaminan. Ada kebahagiaan tersendiri di hati keduanya.


Arka tersenyum lembut, ia lepas putranya untuk membangun biduk rumah tangga dengan gadis pilihannya. Sementara Rangga, pria itu pun melakukan hal sama. Melepas putri sambungnya untuk bersama pria yang sudah ia anggap seperti putranya sendiri sedari kecil.


"Kau tau, padahal aku belum puas membawa Natasya ke rumahku, tetapi putramu sudah berniat membawanya," protes Rangga pada Arka. Dua minggu, selama waktu itulah Natasya tinggal bersamanya. Gadis itu berbaur dengan keluarganya dan sudah sangat dekat dengan Ibunya. Rangga sudah sangat senang maka dari itu dirinya seperti keberatan saat Ernest bermaksud memboyongnya ke rumah baru selepas menikah nanti.


"Kau fikir, kau saja yang kehilangan, aku juga sama. Aku berharap setelah menikah Ernest akan tetap tinggal bersama kami, tapi nyatanya dia justru ingin tinggal sendiri," jawab Arka tak kalah kesal.


"Ernest bilang, itu lebih adil dari pada tinggal di rumah salah satu dari kita." Arka berbicara lagi, dan hal tersebut sontak membuat keduanya tergelak.


Begitulah adanya. Arka dan Rangga saling menepuk bahu. Masa sudah berganti, seiring usia keduanya yang semakin menua. Akan tetapi persahabatan mereka tak akan pernah lekang oleh waktu. Duduk saling berdampingan dan melihat pancaran kebahagiaan dari orang-orang yang mereka cintai, sungguh menjadi kebahagiaan tersendiri.


Erich, saudara kembar Ernest tampak hadir bersama Isabel dan buah hati mereka yang terlihat menggemaskan. Pasangan suami istri itu memeluk kedua mempelai dan memberinya banyak doa serta hadiah. Emely, gadis itu tak ketinggalan. Sebagai teman dekat Natasya, dia memberikan kado yang jumlahnya tak kalah banyak.


Sedari awal memasuki tempat resepsi, tubuh perempuan itu sudah gemetar. sejatinya dirinya tak mendapat undangan, hanya saja karna ia memohon pada Langit maka akses masuk pun dipermudah.


Sandara menatap nanar resepsi pernikahan megah mantan kekasihnya. Ada rasa perih yang serasa menyayat ulu hati. Bukan saat ini, dari dulu pun dirinya sudah menyesal karna mengkhianati Ernest.


"Kau sudah datang," sapa seorang pria yang kini posisinya membelakangi San. Gadis itu pun berbalik badan, menganggukkan kepala selepas melihat wajah dari seseorang yang sudah menyapanya.


"Ayo aku antar."


Sandara tak menolak. Gafis itu berjalan mengekori langkah Langit. Langit lah yang sudah banyak membantunya sampai bisa masuk ke tempat ini.


Langkah Sandara terhenti, ia seperti tak kuat melangkah ketika sudah mendekati kedua mempelai.

__ADS_1


"A-aku ti-tidak bisa." Terbata-bata San berucap. Ia ingin berbalik badan namun sigap langit menahan dan mengandeng tangannya.


"Sampai kapan kau akan siap, sedangkan ini kesempatan terakhirmu untuk bisa bertemu Tuan Muda Ernest."


Tak bisa menolak, tertatih Sandara mengikuti langkah langit sampai mendekati Rangga dan Natasya.


Gadis itu menelan ludah. Saat wajah Ernest sudah berada di hadapan. Ia melirik pada Langit, pria itu hanya diam namun dari isyarat pandangan seakan meminta pada Sandara untuk lekas berbicara dan pergi.


"A-aku uc-ucapkan selamat atas pernikahan ka-kalian. Semoga berbahagia." Sepasang bola mata Sandara sudah memanas. Bolehkah ia cemburu saat Ernest berdampingan dan memeluk pinggang perempuan lain?.


Sementara Ernest, pria itu tampak tenang. Enggan menyambut uluran tangan Sandara dan hanya menganggukkan kepala.


"Terimakasih. Aku juga berdoa, semoga kau selalu berbahagia." Ernest ikut mendoakan kebahagiaan Sandara. Di sana Natasya tersenyum dan menyambut uluran tangan Sandara. Kedua perempuan itu berpelukan, setelah terpisah, Langit dengan cepat menarik Sandara untuk lekas pergi dari hadapan kedua mempelai karna menghindari sesuatu hal yang bisa saja terjadi. Sandara sempat berbalik dan menatap Ernest sejenak sebelum Langit lebih kuat lagi menarik tanganya.


"Kak, dia siapa?." Natasya yang sedari tadi diam, akhirnya melemparkan tanya.


Ernest tersenyum kemudian menjawab, "Dia, bukan siapa-siapa."


Natasya mengangguk samar. Jika Ernest bilang bukan siapa-siapa, bukankah itu artinya seseorang yang tidak penting untuk ditanyakan apa lagi dipermasalahkan?.


Begitulah Natasya yang tak ingin mencari tau siapa tamu yang sempat menyita perhatiannya. Baginya tidak penting. Sekarang yang terpenting adalah pernikahannya dengan Ernest yang masih butuh saling menyesuaikan. Dari sinilah mereka akan belajar. Membangun biduk rumah tangga yang bahagia seperti kehidupan pernikahan orang tua mereka.


TAMAT.


Alhamdulilah..


Pada akhirnya CEO KEMBAR DAN GADIS PILIHAN ada di Episode Final. Terimakasih buat Kakak-kakak yang sudah mengikuti kisah Si Kembar sampai sejauh ini πŸ€§πŸ™.

__ADS_1


Sebenarnya berat, tapi Bab Sudah ratusan dan memang sudah saatnya Tamat. Terimakasih dan jangan pernah bosan untuk ikutin setiap tulisanku untuk kedepannya. Terimakasih, salam hangat😍


__ADS_2