Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Anggota Geng Sadis


__ADS_3

Dalam restoran masih terlihat hening dan tenang karena Ipank belum keluar dari tempat tersebut dan Yuli masih mengamati nya. Dia sangat heran dengan cowok kardus yang menyebalkan itu. pertanyaan yang dari tadi ada di otak nya adalah apakah dia anak pemilik tempat dia kerja dan jika itu benar maka matilah dia. dia memikirkan resiko yang akan diterima nya yaitu pemecatan.


"aduh bodoh banget gue. seharusnya gue gak usah berurusan sama dia. bisa berabe nih kalau gue dipecat. cari kerjaan paruh waktu kan sudah ". gumam dia yang bisa didengar oleh salah satu teman kerjanya.


mereka semua masih dalam suasana tegang dan tak ada yang berani beranjak dari tempat nya. Mereka terlihat seperti patung pajangan Hanya saja mereka masih bisa bernafas.


makanan pun selesai dibungkus dan karyawan yang melayani Ipank pun bergegas memberikan makanan nya. "nanti tagihannya kalian bisa kirim ke Ken biar nanti dia yang membayar semua yang gue pesan sekarang ini". kata Ipank sambil berjalan keluar restoran tersebut dan berlalu pergi.


"gila siapa sih sebenarnya dia. kok semua orang gue lihat ekspresi nya pada ketakutan semua". celoteh Yuli


"elo benar-benar ya. gak gaul banget jadi orang sampai gak tahu siapa dia". kata Adel yang menanggapi omongan temannya tadi.


"emang dia artis apa atau dia anak pemilik restoran ini ya hingga makanan tadi gak dibayar sama dia". tanya Yuli dengan muka memelas berharap mendapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan nya


mereka semua merasa Yuli kenapa begitu bodoh ya hingga tidak tahu siapa pemilik restoran tempat dia bekerja dan bahkan Ipank sudah sangat terkenal melalui gangnya yang mengerikan itu.


"Yul gue ingetin aja sama elo sebaiknya jangan lagi berurusan dengannya karena itu bisa memperpendek umur dan karir elo sendiri". kata Adel yang disetujui oleh para karyawan lainnya. mereka yang memang tahu siapa cowok yang tadi berdebat dengan teman kerjanya itu lebih memilih tidak mau berurusan dengannya sama sekali karena semua orang tahu apa konsekuensi jika berurusan dengan anggota geng punk.


"jawab dulu dong pertanyaan dari gue tadi. siapa sebenarnya cowok kardus tadi?". kata Yuli lagi. dia masih penasaran karena belum mendapatkan jawaban dari semua temannya


"udah kita lanjut kerja dulu aja. kalian lihat kan tempat ini rame banget. yang tadi dibahas nanti aja". Kat Tasya dan mereka semua Langsung bubar dan mulai melakukan pekerjaan nya kembali.


Reza yang tahu bahwa temannya itu pasti masih penasaran mulai mendekati dan mengajaknya berbicara lagi. "Yul gue mau tanya sama elo. apa Lo tahu tentang geng anak punk". tanya Reza yang mulai membuka pembicaraan nya pada Yuli dan tak lupa tetap mengerjakan pekerjaannya juga.

__ADS_1


"gue tahu. mereka geng yang berisikan lima anggota cowok yang terkenal sangat sadis bahkan dengan keluarganya sendiri pun mereka tega. memang kenapa? apa elo gak tahu tentang mereka. atau jangan-jangan elo berurusan sama mereka". tanya Yuli kepada teman kerjanya itu.


"hahaha gue gak akan berani beburusan dengan mereka karena semua orang pun juga segan berurusan dengan mereka walaupun mereka yang punya kedudukan dan jabatan tinggi akan kalah dengan mereka berlima itu." kata Reza


"terus kenapa elo tanya tentang mereka sama gue". tanya Yuli yang dibuat penasan


"elo tahu cowok yang elo sebut manusia kardus tadi dia adalah salah satu dari kelima anggota geng tersebut". jawab Reza yang mulai melihat raut waja kepanikan dari temannya itu tapi hanya sebentar saja ekspresi seperti itu.


"oooh jadi dia anggota punk." jawabnya santai


"elo gak takut gitu berurusan dengannya". kata Reza penasaran. sebenarnya manusia seperti asap teman kerjanya ini hingga tak takut pada Ipank sama sekali.


"gue kan sering bilang sama kalian selama ada Tuhan gue gak akan takut pada siapa pun. biarpun dia anggota punk sekalipun gue tetap gak takut sama dia". jawab Yuli santainya sambil berlalu meninggalkan Reza yang merasa shok dengan jawaban temannya itu.


Ipank yang sudah sampai dirumah sang sahabat berjalan keluar dari mobil dan melangkah masuk kerumah sambil membawa makanan yang sudah dibelinya. dia menaiki lift yang ada didalam rumah Ricky dan menuju lantai empat tempat para sahabatnya menunggu.


"lama banget Lo pank. habis ngapel dulu ya elo terus beli makanan setelah nya". tanya Ken dengan kesalnya karena dia sangat lapar dan menuniipank terlalu lama menurut nya.


"elo ya Ken ngelunjak banget jadi orang. Arok saja yang sakit gak semanja elo". jawab Rere sambil mengambil makanan yang dibawa sahabatnya tadi.


"emang elo masih sakit rok". tanya Ipank sambil mengeluarkan makanan yang ditelah dibelinya tadi.


"udah sembuh gue. Lo lama banget apa terjadi sesuatu?". tanya Arok smabil memakan makanan yang dibelikan sahabatnya tadi

__ADS_1


"gak ada cuma ada cewek gila yang nantangin gue tadi". jawab Ipank singkat dan dia mulai makan.


"panggil Ricky juga gue udah beliin dia makanan kesukaan nya". kata Ipank lagi


mereka bertiga saling bertatapan. siapa yang berani mengganggu istirahat sang leader devil itu. "elo gila apa dia sedang istirahat dan elo nyuruh kita untuk membangunkannya bisa mati kita pank". jawab Ken dengan santainya


"punya Ricky nanti saja kita kasih pas dia sudah bangun". kata Arok


mereka berempat menikmati makanan tersebut dengan lahapnya dan dalam keasikan mereka ternyata ada sosok yang memperhatikan dari tadi dan mereka menyadari itu serta membuat bulu kuduknya merinding


"enak ya makanntanpa gue dan dirumah gue lagi. nyampah banget kalian disini". kata Ricky yang mulai ikut duduk bergabung bersama sahabatnya itu.


Ricky mulai mengambil makanan yang ada dimeja itu dan mulai memakannya. "mana berani kita ganggu tidur Lo Rick. yang ada kita bakalan masuk hotel rumah sakit nanti". jawab Rere dengan candaannya.


mereka semua tertawaan tapi tidak dengan sang leader dia tetap dengan ekspresi datarnya itu dan tidak berniat untuk menanggapi omongan sahabatnya itu. "apa elo sudah bayar makanan ini pank. kasihan sekali pemilik restoran ini kalau setiap hari elo beli tapi gak pernah bayar sana sekali. bisa bangkrut dia". kata Ricky


"hahahaha hanya segini gak akan membuat sang pemilik bangkrut kali Rick. iyakan Ken". kata Rere dengan candaannya yang membuat seisi tempat itu tertawa terbahak bahak.


mereka melanjutkan kegiatan makanan bersama mereka. "Rick elo gak pernah pulang apa gak ada yang telfon elo gitu sekedar tanya kabar". tanya Ken yang langsung mendapat tatapan menyelidik dari keempat sahabatnya itu


"elo ya Ken udah dikasih lampu hijau malah gak dimanfaatkan dengan bagus malah tanya yang sudah jelas jawaban nya". kata Rere


"Rani bulan kemarin telfon gue dia bilang ada yang melamar dia"kata Ricky dengan ekspresi datarnya dan langsung mendapat tatapan terkejut dari Ken sahabatnya itu dan

__ADS_1


sontak saja perkataan itu membuat semua sahabatnya menatap Ken dan Ken pun terlihat kaget bercampur kecewa mendengar perkataan sang sahabat sekaligus kakak dari orang yang dicintainya dalam diam itu.


__ADS_2