
"siapa Yul?". tanya sang bunda
Yuli belum menjawab dan masih menatap mereka serta melihat kanan dan kiri sekitar rumah nya apa ada orang yang melihat kedatangan mereka.
"ayo masuk Kikan ada didalam". kata Yuli mengajak mereka untuk segera masuk rumah.
"ini Bun kakaknya Kikan mau jemput dia". katanya pada sang bunda.
"siang Tante ma'af mengganggu". Kat Rere dengan sopan nya.
"silahkan duduk nak". ucap bunda dengan suara bergetar nya
mereka berdua memahami mungkin bunda Yuli takut padanya karena memang mereka sudah terkenal dimana-mana
"kalian berdua jangan melihat bunda seperti itu. bisa sakit jantung bunda gue ". celetuk Yuli
"Yuli kamu itu kok bicara seperti itu sama tamu kita". kata bunda sambil menjewer telinga nya.
mereka yang melihat langsung tertawa "iya iya bunda. Yuli hanya bercanda. kan muka bunda kelihatan banget tegang nya". celoteh nya lagi
"kamu sama bunda berani berbicara seperti itu hem". goda bundanya masih tetap menjewer telinga nya
"iya ampun Bun Yuli gak akan menggoda bunda lagi tapi kalau Yuli keceplosan ay mau gimana lagi". katanya
"oh iya kalian silahkan duduk dulu. bunda buatkan minum dulu". kata bunda yang sudah terlihat tidak takut lagi pada mereka berdua
Yuli melihat mereka membawa kantong keresek membuat dia memiliki ide untuk kembali melakukan candaan nya.
"kalian dapat berapa tadi?." tanya Yuli
Ipank dan Rere pun bingung mau menjawab apa karena dia tidak tahu maksud dari pertanyaan Yuli
"sudah deh Yul Jangan mulai lagi bercanda nya". kata Rachel
"hahaha kalian lihat gak tadi ekspresi bodoh mereka". ucap Yuli tanpa takut sedikitpun.
Rachel dan Kikan hanya menggeleng kan kepalanya merespon ucapan Yuli tadi.
"kita bawa ini buat orang tua elo bukan buat Lo". kata Ipank
"jadi Lo mau ngelamar gue pakai ginian". goda Yuli
"siapa juga yang mau ngelamar Lo. pede banget jadi orang". kata Ipank dengan raut wajah kesalnya
mereka berempat tertawa melihat nya. "ayolah pank jujur saja. bukannya Lo tadi sudah mengaku di markas tadi bahwa Lo suka sama Yuli". kata Rere ikut menggodanya
"bisa diam gak Lo re". kata Ipank dengan tegas hingga membuat Rere pun takut karena terlihat sosok nya yang menyeramkan itu mungkin akan bangkit
"kalian jangan berkelahi di rumah gue lah. bisa-bisa barang yang dirumah ini yang harganya gak seberapa itu rusak". kata Yuli
Kikan yang mendengar perkataan kakak sepupu nya tadi sebenarnya terkejut namun dia bisa mengatasi nya dengan cepat dan berusaha terlihat biasa saja.
"silahkan diminum dan dinikmati kue nya". kata bunda Yuli
setelah selesai makan mereka berpamitan untuk pulang. "hel kamu yakin pulang sendiri?." tanya Yuli dengan rasa khawatirnya
"dia gak akan kenapa-kenapa kali meskipun pulang sendirian karena semua juga tahu kalau dia kekasih Arok." kata Rere
"hel biar gue yang nyetir mobil Lo". kata Ipank. mereka semua masuk dalam mobil meninggalkan rumah Yuli
******
Ricky yang sudah berada di rumah nya bersama Arok yang memang ingin beristirahat disana Karena malas untuk pulang.
__ADS_1
"apa yang Lo pikirkan rok?". tanya Ricky
Arok pun menunjukkan seringai tipis nya. " elo memang benar-benar peka Rick terhadap semua nya. ". jawab Arok
"memang Yuli lebih baik dari Rachel sehingga Lo mau berpaling dari nya ?". tanya nya
"gue cuma tertarik saja pada Rick karena dia cewek yang unik sekali. dan Lo gak tahu dia dengan berani bilang ke Rachel kalau suka sama gue walaupun gue tau itu hanya bercanda". jelas Arok
"respon Rachel gimana?". tanya Ricky
"Lo juga tahu kan gimana Rachel. Jika dia merasa Yuli lebih baik dari nya dan gue bahagia dia pasti rela lepasin gue". kata Arok
"rok kita harus ke distro sekarang. ada yang buat masalah disana". perintah Ricky dan mereka berdua pergi menggunakan mobil sang leader.
mobil mereka telah sampai di distro milik Ricky dan mereka melihat ada beberapa preman yang coba untuk menghancurkan barang disana. Ricky segera masuk
"berani sekali kalian mengacaukan bisnis ku?". kata Ricky dengan kilatan amarah yang terlihat jelas di wajah nya
mereka yang mendengar langsung menoleh melihat sumber suara Tersebut dan seketika mereka yang berjumlah sepuluh orang tersebut ketakutan melihat siapa yang tadi berbicara
"*sial kenapa gue bisa gak tahu kalau dia pemilik tempat ini.". batin salah satu preman
"matilah kita". batin yang lain nya*
"kata siapa yang menyuruh kalian kesini dan mengacaukan tempat ini?". tanya Ricky dengan aura mengintimidasi nya
semua orang pun takut mendengar hal tersebut sementara para pembeli di minta Arok untuk pergi dari tokoh
"ampun bos kami tidak mengetahui jika tempat ini adalah milik anda". kata salah satunya dengan jujur
memang benar bahwa banyak yang tidak tahu bisnis apa saja yang dimiliki oleh Sang Leader yang mereka tahu hanya satu perusahaan saja dan itu begerak dibidang perhotelan
"kalian tahu kan kalau gue gak pernah suka mengulang kata-kata kembali jadi cepat jawab". perintah Ricky
tanpa berbicara lagi Ricky langsung menghajar mereka satu persatu dan Arok cukup melihat nya saja karena mereka bukan tandingan sepupu nya itu
"jangan harap kalian bisa keluar dari sini dengan keadaan masih hidup". kata Ricky
di mengambil gunting yang ada di meja kasir dan mengarahkan nya kepada salah satu dari mereka.
dia menusuk perut satu preman itu hingga dia jatuh tak berdaya
"sebaiknya kalian jangan melawan itu juga akan sia-sia dan membuang tenaga kalian salah". kata Arok dengan tatapan sinisnya
Ricky kembali melakukan aksinya dengan menggunting kulit tangan orang yang ditusuknya tadi. tidak ada perlawanan sama sekali dari yang lain nya dan mereka hanya bisa menunggu giliran nya. melawan pun percuma dan tidak akan menang
setelah Ricky puas menggunting kulit nya dia beralih menggunting kedua telinga orang tersebut. dia mulai menghajar yang lainnya dan menyiksa dengan langsung memotong jari-jari mereka dari tangan hingga kaki dan kemudian memotong lidah nya.
"ampun bos ma'afkan lah kami". Kata mereka
"rok suruh anak buah elo bawa mereka yang belum gue apa-apain ke markas dan suruh Jack bereskan tempat ini. gue mau tempat ini kembali seperti semula". perintah Ricky
"Lo memang benar-benar sadis Rick". batin Arok
dan mereka berdua segera pergi meninggalkan tempat tersebut untuk kembali pulang
"Rick menurut Lo apa Ryuji yang melakukan semua itu?". tanya Arok membuka pembicaraan dalam mobil
"bukan dia." jawab nya singkat
Arok masih berfikir siapa yang berani membuat masalah dengan Ricky karena setahu dia tidak akan ada yang berani mengusik nya.
"lalu siapakah yang melakukan itu semua Rick". tanya Arok penasaran
__ADS_1
"nanti Lo juga akan tahu". kata Ricky
mobil mereka sudah sampai rumah dan Ricky menyuruh Arok untuk dan dia akan pergi ke markas tempat para preman tadi dibawah.
"elo kalau mau tetap disini gak apa-apa gue pergi dulu ada urusan". kata Ricky lalu berlalu pergi meninggalkan rumah nya.
******
setelah semua pulang kini Yuli disibukkan dengan pekerjaannya untuk membereskan piring-piring yang kotor.
"huf banyak banget cuciannya tapi kamu harus semangat Yuli". ucap nya menyemangati dirinya sendiri
setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah dia memilih untuk tidur sebentar karena nanti malam dia harus kerja lembur lagi.
*****
Ricky yang sudah sampai markas nya langsung masuk menuju tempat para preman tersebut. mereka yang melihat kedatangan sang leader langsung ketakutan. terlihat jelas raut kemarahan sang leader yang mendominasi ruangan itu.
"kalian pilih saja mau yang luar biasa atau sangat luar biasa?". tanya nya pada mereka
"bos ma'af kan lah kami. kami janji tidak akan mengganggu anda lagi dan kami mohon Jangan siksa kami seperti itu". pinta mereka pada sang leader
"ok perkataan kalian gue anggap sebagai pilihan yang sangat luar biasa maka bersiaplah kalian semua mendapatkan nya". kata Ricky
dia mulai aksinya dengan menyayat pipi satu preman tersebut dan dia lanjutan dengan memberikan luka nya cuka setelah itu diinjaknya wajah sang preman. tak hanya itu Ricky juga menyeret tubuh preman tersebut diatas serpihan kaca yang telah disiapkan anak buahnya
setelah selesai dia melanjutkan dengan yang lainnya melakukan hal yang sama setelah mereka semua di berikan hukum tersebut Ricky menyuruh anak buahnya menggantung mereka dengan satu kaki di ikat dan kepala mereka bergelantungan. dia juga menggergaji satu tangan mereka tapi tidak sampai terputus dan tak lupa juga mencongkel sebelah matanya.
Hanya rintihan kesakitan yang terdengar dari ruangan itu dan para anak buahnya merasa ngeri melihat aksi dari leader nya.
"siapkan api unggun dibawah kepala mereka satu persatu dan biarkan mereka merasakan panasnya api tersebut tapi jangan sampai mengenai bagian tubuh mereka karena ini semua belum berakhir". perintah Ricky dengan seringai menakutkan nya.
dia lalu berjalan pergi untuk membersihkan dirinya didalam ruangan yang ada disana sert terdapat beberapa baju dari Sang Leader tersusun rapi ditempat nya.
setelah selesai membersihkan tubuh nya Ricky beranjak pergi meninggalkan tempat itu dan menuju kafe untuk menenangkan dirinya sejenak.
"b*****t kenapa mereka sampai tertangkap oleh leader gila itu". kata bis preman tersebut
"dia memang anak buahnya sebagai karyawan disana bos. dan orang itu yang memberitakan kepada sang leader". kata anak buahnya
"sebaiknya kita bersembunyi dulu dan rubah penampilan kalian semua. jika kita tertangkap maka habislah kita dan anggota keluarga kita lainnya". kata sang bos
"bos kenapa kita mau menerima tawaran nya untuk menghancurkan tempat tersebut sedangkan bos tahu sendiri resiko yang akan terjadi?". tanya anak buah yang lain
"jika kita tidak menerima nya maka kita juga akan dihabisi oleh orang itu". jawab nya dengan nada pasrah
"kita harus pergi dari negara ini secepatnya". perintah nya lagi
mereka semua bersiap untuk pergi menyelamatkan diri mereka sendiri agar bisa terhindar dari amukan sang leader meskipun itu mustahil tapi mereka tetap akan mencoba nya
******
Yuli yang sudah bangun dari tidurnya mulai mempersiapkan diri untuk berangkat kerja dan hari ini dia tidak menggunakan motor nya karena sedang diperbaiki di bengkel.
dalam perjalanan nya dia melihat ada orang yang sedang berkelahi dan Yuli pun penasaran langsung menghampiri nya. dia melihat seorang dipukuli tanpa henti meskipun dia sudah meminta maaf dan memohon ampun tapi dia tetap memukulinya
Yuli yang tidak tega melihat orang tersebut terus dipukuli dia berinisiatif untuk membantu nya. dia mencari sesuatu yang bisa digunakan sebagai senjata untuk melawan orang tersebut. dia melihat-lihat sekitarnya dan menemukan kayu dengan segera dia memukul orang tersebut tanpa melihat siapa dia
bug buuuug buuuug
dia yang dipukul langsung menoleh dan melihat dengan sorot mata tajam nya. Yuli yang melihat siapa dia langsung terkejut sementara orang yang telah dipukul sudah pergi bersama seseorang Yang mungkin adalah teman nya
"berani sekali Lo ganggu kesenangan gue". teriaknya pada Yuli
__ADS_1
"sial kenapa hari ini gak beruntung banget sih ketemu dia". batin nya dengan ekspresi wajah cemas