
Ricky yang selalu siaga dan melakukan hal dengan rapi dan bersih itu juga menaruh anak buahnya ke dalam kelompok para sahabatnya sendiri, itu juga dia lakukan untuk melindungi para sahabatnya itu. Ricky tahu bahwa mereka tidak sekuat dirinya dan bahaya akan selalu datang kepada mereka, mengingat mereka adalah sahabat sekaligus anggota inti Geng Punk milik Ricky
"Jadi, apa kita mengajak tuan Galang saja untuk memulai usaha yang lainnya bos". usul Agha
"Jangan, kita tidak bisa terus menerus bergantung pada Galang. Meskipun itu adalah cara yang akan bisa membuat usaha baru kita aman, tapi gue gak ingin melakukan hal tersebut karena menurut gue itu seakan membuat kita memanfaatkan persahabatan gue dengan Galang". kata Bryan
"Apa kita bertemu saja dengan leader dan membuat perjanjian dengan nya?". usul Agha
"Mungkin itu bisa kita lakukan. nanti gue coba untuk menghubungi Ricky". kata Bryan
Dan mereka berdua duduk dengan santai di are taman rumah tersebut sambil mengingat-ingat kembali masa lalunya dengan anggota geng punk.
"Bos, apa boleh saya tahu tentang geng punk yang terkenal itu? Anda dulu termasuk dalam anggotanya dan pasti tahu tentang mereka". tanya Agha
"Geng tersebut memang tak kenal ampun, Hal itu memang Dengan sengaja di bangun oleh Ricky agar mereka segan jika ingin berhadapan atau mencari masalah dengan mereka. Ricky membangun Geng tersebut dengan cara yang unik dan dia akan selalu melindungi seluruh anggota dan kelompok yang ikut bersamanya". jelas Bryan
"Jadi yang paling berpengaruh itu memang sang leader". kata Agha
"Benar. Ricky memang sangat berpengaruh karena keberhasilan Geng tersebut juga atas hasil dari jeripaya Ricky". kata Bryan
"Saya dengar tuan Galang akan kembali ke negara ini". ucap Agha
"Untungnya Lo ingetin gue tentang si Curut satu itu. Sebentar,gue telfon dulu dia". kata Bryan lalu mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Galang.
Dia memilih melakukan panggilan video call dengan sahabatnya itu.
"*Ada apa yen, Lo kok tiba-tiba video call gue?". tanya Galang dari sambungan teleponnya
"Jadi gue gak boleh video call Lo , hanya cewek Lo doang yang boleh". ucap Bryan
"Sensi banget Lo , lagi pms ya?". goda Galang
"Gak lucu banget candaan Lo, garing kayak kerupuk". ucap Bryan
"Oh ya Yen, mendingan kita undang sekalian saja Yuli biar rame video call bertiga". usul Galang
Dan tanpa menunggu jawaban dari Bryan Galang langsung melakukan sambungan teleponnya ke Yuli dan terlihat wajah cewek tersebut.
"Kenapa kalian, Ganggu gue makan saja". celetuk Yuli
"Galak banget Lo Yul. Btw Lo lagi makan sama ayah dan bunda ya. Salam buat mereka". ucap Galang
"Galang apa kabar?". tanya bunda yang masih duduk di tempatnya
"Alhamdulillah baik Bun, bunda sehat terus ya, biar bisa jadi pawang singa betina itu". canda Galang
__ADS_1
Dan mereka semua yang mendengar langsung tertawa kecuali Luna dan Yuli.
"Wah si kutu kampret berani banget ngomong gitu, awas Lo ya". kata Yuli membuat Bryan dan Galang tertawa.
Yuli berpamitan kepada keduanya orang tua nya untuk pergi ke kamar karena dia tidak enak Jika mengobrol di ruang makan , apalagi mereka belum selesai makan nya.
"Lo kalau ngajak orang telfonan bilang dong, kan gue gak enak sama orang tua gue dan kakak gue". katanya lagi
"Ma'af lah Yul, Lo kalau mau marah sama si Bryan saja, karena dia yang video call gue dulu an". ucap Galang
"Lo ya, lempar batu sembunyi kaki, gue memang video call Lo, tapi yang ngajak Yuli bergabung kan Lo , somplak". kata Bryan kesal
"Sudah gak usah kesel juga kali Bray, Lo pasti rindu sama Galang makannya ngajak dia video call an, iya kan?". goda Yuli
"Ngapain gue rindu sama dia, Lo pikir gue mangga makan mangga Hem". kata Bryan
"Ya kali saja Lo bosan sama lebah yang selalu ada di sekeliling Lo , jadi Lo ganti haluan ke nyamuk". kata Yuli sambil tertawa
"Yul, gak nyambung banget deh, dan perumpamaan Lo itu gak masuk akal sekali, lebah dan nyamuk. Apaan coba". kata Bryan kesal
"Kalian berdua debat Mulu ya, apa jangan-jangan selama ini kalian bertemu tiap hari juga begitu?". tanya Galang
Dan mereka berdua dengan kompaknya langsung menggelengkan kepalanya menoleh pernyataan dari Galang tadi.
"Gue sudah kerja tadi Lang. Cuma sebentar dan kalau gak salah hanya satu atau dua jam gitu. Naikkan bos gue". kata Yuli sambil tersenyum
Galang lega melihat raut wajahnya Yuli yang seperti nya tidak merasa terbebani atau teraniaya ketika bekerja di tempat Ricky yang terkenal sadis itu.
"Apa Lo betah kerja di sana?". tanya Galang mencoba memastikan lagi
"Gue kerja dimana pun pasti betah asal gajinya sesuai dan memuaskan". jawab Yuli
"Yul, Lo harus tetap janji sama kita berdua kalau Lo bakal ceritain apapun masalah Lo terkait pekerjaan Lo yang sekarang ini". kata Galang
"Iya gue janji, lagian nih ya Ricky itu gue rasa gak seperti apa yang orang lain fikirkan deh. Gue merasa dia itu sebenarnya baik dan sangat hangat sekali". celoteh Yuli
"Apa yang membuat Lo bisa berpikir seperti itu?". tanya Bryan
"Ya gue hanya felling saja, karena gue yakin ada sifat dia yang orang lain gak tahu sama sekali dan dia berusaha untuk menutupi nya". ucap Yuli dengan yakin
mereka berdua yang pernah dekat dengan Ricky tidak membantah akan hal tersebut, karena itu adalah fakta nya dan Yuli bisa dengan cepat menyadari hal itu. Dia memang cewek istimewa bagi mereka dan itu benar adanya.
"Lo seharusnya cari tahu dulu dong, siapa tahu dia berbuat seperti itu agar Lo terperangkap jebakannya". kata Galang mencoba menggoyahkan kepercayaan Yuli. Dia hanya ingin mengetes sahabatnya saja.
"Lo pikir gue bodoh. Lo hanya ngetes gue kan, gak mempan bro, taktik Lo sudah terbaca sama gue". kata Yuli dan mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
"Oh ya Lang, Kapan Lo kembali ke sini lagi?". tanya Bryan
"Oh itu, gue masih nunggu sesuatu". jawab Galang
"Nunggu Kinara ya Lo Lang". goda Yuli dan langsung tertawa
"Lo gak jelas banget ya makin lama Yul. Lo tahu gak siapa kakaknya Kinara? ". Tanya Galang dan dia yakin pasti Yuli tidak mengetahui nya.
"Gue gak tahu, ya katanya sih kakaknya cakep banget tapi gue belum pernah tahu bahkan fotonya pun gue gak lihat juga". jawab Yuli Jujur
"Seharusnya Lo tahu Yul biar gak rugi. Mungkin kakaknya Kinara lebih cakep dari cowok anggota Geng Punk yang Lo suka". ejek Bryan
"Yuli suka dengan sahabatnya Ricky? yang mana dan siapa namanya?". tanya Galang penasaran
"lo pasti kaget dengar Lang. Cowok yang dia sukai adalah Arok salah satu dari anggota geng punk". jawab Bryan
dan sesuai dugaan ekspresi Galang pun berubah menjadi terkejut, Yuli menyukai kakak sekaligus pacar dari sahabatnya. Meskipun dia tahu pasti Yuli juga hanya sekedar suka dan tidak ingin memiliki.
"Lo kenapa berekspresi seperti itu sih Lang. Melongo terus matanya melotot lagi, gak takut pecah tuh biji bola mata Lo ". canda Yuli
"Yul gue saranin mending Lo cerita ke Kinara soal ini dan gue bisa taruhan mobil sama rumah gue kalau ekspresi Kinara bakal lebih konyol lagi dari pada gue". kata Galang
Dan mereka terus saling mengejek satu sama lainnya dan tak lupa juga terdengar gelak tawa dari kamar Yuli sampai ke luar kamar nya.
******
Di markas khusus yang Ricky miliki dan hanya beberapa orang yang tahu, dia masih berada di sana dan sekarang berada di dalam ruangan nya sambil menikmati rokok dan juga minuman beralkohol nya.
Tak lupa juga dua orang kepercayaan dia yang sudah menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka tadi*.
"Bos apa yang akan anda rencanakan untuk membantu tuan Ken dalam melawan Edward?". tanya Sam
"Tidak ada rencana apapun dan biarkan saja Ken melawan mereka dengan anak buahnya sendiri, kita lihat aja Ken lengah dengan serangan ini". kata Ricky
"Kalau tuan Ken belum siap untuk mengantisipasinya bagaimana bos, karena yang saya amati di dalam kelompok tuan Ken masih tenang-tenang saja tanpa ada persiapan apapun?". tanya Dira
"Jangan kau pikir Ken itu bodoh Dira, apa Lo Sudah kehilangan ke akuratan yang informasi yang biasanya Lo dapatkan?". tanya Ricky
"ma'af bos, mungkin saya sedikit lengah tentang hal ini". kata Dira mengakui kesalahannya
"Fokus kalian, jangan sampai konsentrasi kalian buyar dan itu akan menguntungkan mereka dan merugikan diri kalian sendiri". ucap Ricky mengingat kan anak buahnya
Dan mereka mengangguk paham akan hal tersebut, karena walau bagaimanapun mereka sendiri yang tetap bertanggung jawab dengan nyawa yang ada di tubuh mereka dan kelengahan yang mereka lakukan pasti tidak hanya berdampak pada orang lain tetapi yang dahulu merasa pasti nya mereka dulu.
Ricky selalu mengingatkan mereka semua untuk tetap waspada dengan segala hal karena tidak mungkin juga Ricky terus melindungi mereka dan secara bersamaan juga jadi mereka selalu di asah oleh Ricky jika terlihat sedikit saja mengendorkan fokus dan kewaspadaan nya.
__ADS_1