
Yuli kini tampak sedang mempersiapkan segala sesuatu nya yang akan dia bawah nanti selama ke Italia dan tak lupa juga dia mempersiapkan keperluan bunda nya juga. Keberangkatan Mereka juga kurang dua hari lagi dan kini banyak hal yang di lakukan Yuli bersama dengan Ricky sebelum dia pergi meninggalkan kekasih nya itu
"Apa sudah selesai mengemas barang nya?". Tanya Ricky yang kini sudah masuk ke dalam kamar nya yang biasa di tempati oleh sang kekasih
"Tinggal sedikit lagi". Kata Yuli
"Apa mau aku bantu?". Tanya Ricky
"Tidak usah, lagi pula sebentar lagi juga selesai". Kata Yuli sambil tersenyum
Ricky pun kini menuju sofa kamar nya dan dia pun duduk di sana sambil mengamati kekasih nya itu yang sedang membereskan barang-barang nya dan Yuli pun kini masih sibuk dengan pekerjaan nya
"Aku mau pergi sebentar jadi lanjut kan saja pekerjaan kamu. Oh ya apa kamu mau menitip sesuatu?". Tanya Ricky
"Tidak, kemarin kan kita sudah belanja banyak sekali barang kebutuhan". Kata Yuli
Ricky pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan dia kini pergi menuju markas nya untuk bersenang-senang di sana tidak lupa juga Ricky mengajak para sahabat nya ke sana.
tidak lama perjalanan yang Ricky tempuh kini dia sudah sampai di Markas khusus nya dan di sana juga sudah terparkir rapi mobil para sahabat nya.
Ricky berjalan masuk ke dalam dan mereka semua para anak buah nya seperti biasa nya hanya menunduk hormat kepada bos besar nya itu.
"Lama sekali Lo datang nya Rick". Kata Ken
Ricky tidak menjawab malah dia langsung duduk bersama dengan mereka semua.
"Lo parah sekali Rick, mertua sendiri di siksa seperti itu". Kata Rere
"Mertua yang mana, di dalam ada dua mertua gue". kata Ricky dengan menyeringai
"Rio lah siapa lagi, kan papa kandung Yuli adalah Rio bukan Richard". Kata Ken
"Mungkin saja mereka berdua bukan papa kekasih gue". Kata Ricky dengan santai nya
"Kalau gue jadi mereka mana mau mempunyai menantu seperti Lo ". Kata Ken
"Dan sayang nya Lo bukan dia jadi Lo tidak bisa melakukan hal itu". Kata Ricky
"Apa Lo akan bermain dengan mereka lagi Rick?". Tanya Arok
"Ya, gue ingin sedikit bermain-main dengan mereka semua". Kata Ricky
"Apa Lo tidak ada niatan melepaskan Hans, Lo pasti tahu jika dia adalah kakak kesayangan mantan kekasih mu". Kata Arok
"Justru gue ingin menghabiskan dia terlebih dahulu sebelum yang lain nya". Kata Ricky
Mereka semua tersenyum melihat mata tajam sang leader yang memang sudah siap untuk mencabik mangsa nya itu
"Gue jadi penasaran bagaimana reaksi Stella jika melihat kakak kesayangan nya seperti itu". Kata Rere
"Pasti nya dia akan mengeluarkan Sifat asli nya nanti". Kata Arok
"Ayolah Rok, kenapa Lo se tidak suka itu sih Kepada Stella. Biar bagaimanapun dia dulu juga menjadi bagian dari perjalanan hidup Ricky". Kata Ken sambil tersenyum meledek
"Kenapa Lo setidak suka itu Rok kepada Stella. Bahkan dia pun tidak pernah mencari gara-gara dengan Lo tidak seperti si Yuli". Kata Ipank
"Ricky pasti sudah mengetahui apa alasan gue tidak menyukai nya. dan dia juga dulu bukan bagian dari anggota kita, dia berbeda dengan Yuli". Kata Arok
"Lo benar dia memang sangat berbeda sekali dan untuk itu juga dia bisa masuk ke dalam anggota kita". Kata Ricky
"Kalau begitu ayo Rick kita mulai ber senang-senang". Kata Ken
Mereka berlima pun berdiri dari duduk nya dan kini mereka berjalan menuju ruangan di mana ada Ketiga penghianat itu
"Hai Hans lama kita tidak bertemu". Kata Rere dengan menyeringai
Hans yang tidak berdaya pun tidak bisa berkata apa-apa dan kini dia terlihat sudah sangat lemah sekali akibat siksaan yang dia dapat kan dari Ricky
__ADS_1
"Seperti nya malaikat pencabut nyawa akan segera datang Hans jadi Lo bersiap saja dan katakan selamat tinggal kepada dunia dan adik ke Sayangan Lo itu". Kata Ken
terlihat wajah Hans Sangat kesal sekali dan dia juga ingin sekali melawan apalagi tadi Ken m nyebut kan adik nya membuat Hans merindukan dia.
Ricky mendekati Hans dan dia membawa pisau kesayangan nya. dia berjalan dan berhenti tepat di hadapan Hans
"Waktu mu sudah habis Hans jadi saat nya kau pergi dari dunia ini". Kata Ricky lalu memotong leher Hans dengan pisau yang nya yang kecil namun tajam itu. sungguh Hans ingin meminta ampun kepada Ricky namun dia tidak bisa mengatakan apapun dan kini dia hanya bisa menerima nasib nya untuk pergi meninggalkan adik kesayangannya selama-lama nya.
"Wah Rick Lo tega sekali membunuh Hans dengan cara seperti itu". Kata Ken
"gue hanya kasihan saja melihat nya menderita jadi gue menghilangkan rasa penderitaan nya". Kata Ricky sambil menatap Rio
"Lalu untuk kedua mertua Lo ini bagaimana?". Tanya Rere
"Bukan sekarang giliran mereka karena gue sudah puas bermain-main sekarang.". Kata Ricky
Ricky terlihat sedang memotong seluruh tubuh Hans dan dia kini memanggil anak buah nya agar membuang mayat Hans agar di berikan kepada buaya peliharaan nya yang tidak jauh dari markas nya
"Maaf bos ada tuan Sam datang kemari membawa tuan Leon". Kata anak buah Ricky melaporkan
"Leon datang kemari untuk apa?". Tanya Ipank
Ricky tidak menjawab dan dia kini pergi untuk menemui Leon.
"Lama tidak bertemu Leon". Sapa Ricky
"Ya, lama kita tidak bertemu kak". Kata Leon
mereka semua duduk manis di tempat yang ada dan Sam pun berpamitan kepada Ricky setelah dia mengantar kan Leon dia harus menuju perusahaan SH Corporation untuk melakukan pekerjaan nya membantu Diego
"Bagaimana keadaan Geng Lo Leon?". Tanya Ricky
"Pasti Lo juga sudah tahu bagaimana keadaan nya". Jawab Leon
"Langsung saja pada inti nya. gue menyuruh Lo datang kemari untuk ikut bersama dengan Hiro pergi ke Italia". Kata Ricky
"Apa ada tugas Penting dia di sana?". Tanya Leon
"Apa Lo sudah membereskan Albert dengan baik Leon?". Tanya Arok
"Apa kalian semua tidak mendengar berita nya?". Tanya Leon
Ya, berita kematian Albert yang di bunuh dengan sadis nya dan pembunuh nya tidak meninggalkan jejak sama sekali itu menjadi perbincangan hangat di dalam Dunia gelap. Banyak sekali kelompok dan juga Geng lain nya yang menerka siapa yang melakukan hal tersebut bahkan mereka juga tahu jika Albert di bantai hingga tidak tersisa satu pun dari anggota keluarga nya bahkan mayat nya juga tidak di ketemukan di mana pun.
"Kerja Lo memang bagus Leon tidak seperti Galang". Kata Ipank
"Jangan membedakan antara Galang dan Leon karena memang mereka sangat berbeda". Kata Ricky
"Tapi setidak nya Galang bisa belajar dari Leon dan juga Lo Rick". Kata Arok
"Terserah saja apa mau nya Galang yang penting dia masih bisa melakukan nya dengan baik hingga saat ini". Kata Ricky
"apa pekerjaan gue itu berkaitan dengan kekasih Lo kak?". Tanya Leon
"Ya. gue yakin Justin akan menyerang di Italia dan dia juga akan bersama dengan Demian kakak tiri Lo ". Kata Ricky
"Demian Alberto Cristian akan menyerang seorang Ricky Airlangga Hartama". Kata Leon
"Gue yakin Lo juga sudah mengetahui hal tersebut dan gue juga tahu jika Demian meminta bantuan Lo untuk melakukan rencana nya itu agar bisa berjalan sesuai dengan rencana nya". Kata Ricky
"Dan apa Lo tahu kalau gue akan membantu dia kak?". Tanya Leon
"Gue tahu dan untuk hal tersebut juga gue menyuruh Lo datang kemari sebab gue ingin melihat apa Lo ada di pihak gue atau Demian". Kata Ricky
"Dan sekarang apa Lo sudah menemukan jawaban nya?". Tanya Leon
"Gue sudah menemukan jawaban nya dan gue mengandalkan Lo Leon untuk menjaga kekasih gue". Kata Ricky sambil menyeringai
__ADS_1
"Gue akan melakukan yang terbaik untuk melindungi nya jadi Lo bisa percaya kan kepada gue". Kata Leon
"Dan Lo pasti tahu bagaimana gue jika dia sampai terluka sedikit saja". Kata Ricky
Leon mengangguk mengerti. Meski pun Leon adalah adik tiri dari Demian namun dia juga tidak pernah menganggap Demian sebagai anggota keluarga nya. Dia membantu Demian hanya saja agar dia mendapat kan keuntungan yang besar juga dari nya.
"Jadi kita tidak perlu datang ke sana juga Ricky?". Tanya Ken
"Gue akan tetap ke sana dan jika kalian tidak ingin ikut itu tidak masalah sama Sekali". Kata Ricky
"Tentu saja kita akan ikut. sudah lama juga kita tidak berolahraga otot". Kata Ken
"Lo nanti bisa tinggal di rumah Sam sebelum keberangkatan ke Italia". Kata Ricky
Kini mereka mengobrol tentang bagaimana rencana yang akan mereka buat untuk melindungi kekasih dari sang Leader. Rencana yang di berikan oleh Ricky memang sangat bagus sekali dan terlihat tidak ada cela sedikit pun tapi mereka juga tidak tahu hal apa yang akan terjadi meski pun Ricky sudah berencana dengan sangat matang, tidak ada yang tahu apa rencana nya itu akan berjalan dengan mulus atau tidak.
Mereka yang sudah selesai bicara oun Terlihat bersantai di sana dan ponsel Ricky pun berdering tertera nama Cinta yang berarti yang menelfon adalah kekasih nya. dia pun bergegas mengangkat nya
"Halo sayang, apa kamu butuh sesuatu?". Tanya Ricky
"Tidak, aku hanya ingin bertanya kamu ada di mana sekarang. di sini ada Nicholas kata nya ingin bertemu". Kata Yuli
"Kamu bilang sama Nicholas suruh dia datang ke kantor karena di sana sudah ada Sam". Kata Ricky dengan lembut nya
"Baik lah kalau begitu akan aku sampai kan kepada nya. Oh ya, kamu jangan melakukan hal yang aneh ya di luar sana apalagi melirik para wanita di luar rumah". Kata Yuli yang masih ingat kejadian kemarin
"Tidak mungkin aku melakukan nya. kamu sangat tahu betapa besar nya cinta ku kepada kekasih ku ini". Kata Ricky
"Sudah jangan banyak menggombal nanti kamu bisa-bisa menjadi Ricky yang cute bukan Ricky yang menyeramkan". Kata Yuli lalu tertawa membuat senyuman lebar pun tersungging di bibir Ricky
"Sebentar lagi aku akan pulang. kamu siap-siap kita akan makan malam di luar bersama dengan yang lain nya". Kata Ricky
"Ya sudah kalau begitu aku akan bersiap. aku tunggu di Rumah". Kata Yuli lalu menutup panggilan nya
mereka semua melihat ke arah Ricky apalagi Leon dia baru melihat Ricky yang seperti itu harus ini dan dia merasa takjub sekali dengan kekasih Ricky yang bisa membuat sang devil menjadi sangat romantis sekali
"Wah kak kekasih Lo itu pasti sangat hebat sekali hingga bisa membuat Lo seperti ini". Kata Leon
"Ini baru hal kecil saja Leon dan Lo belum melihat hal yang lain nya jauh lebih dari ini". Kata Ken
"Sudah sebaik nya kita pulang sekarang dan kalian nanti malam ayo kita makan bersama di luar ajak juga Rachel dna yang lain nya agar ramai". Kata Ricky
mereka pun kini bergegas pergi dari markas Ricky dan menuju kediaman masingmasing sementara Leon kini pergi bersama dengan Ken menuju rumah Sam.
Sedangkan di Indonesia Stella terlihat sangat tidak enak sekali hati nya entah mungkin dia bisa merasa kan hal buruk yang menimpa Hans atau itu hanya kegelisahan nya saja
"Kenapa sih Stella kok gelisah dari tadi?*. Tanya Grace
"aku hanya merasa ada hal buruk yang terjadi tapi aku tidak tahu itu apa dan kini aku sangat merindukan kak Hans". Kata Stella
Grace terdiam di tempat nya, dia tidak berani mengajak Stella untuk pergi ke Jepang sebab Dira masih memantau mereka dan Grace tidak mau lagi mendapatkan siksaan dari Dira yang lebih dari kemarin
"Sudah lah Stella mungkin Lo hanya kecapekan saja makanya seperti ini. lagian kak Hans kan hebat jadi dia bisa menjaga diri nya sendiri". Kata Grace
"Iya juga sih. aku berharap jika kak Hans bisa baik-baik saja di sana. Tapi kenapa dia belum bisa aku hubungi juga hingga sekarang". Kata Stella
"Mungkin saja Hans sibuk jadi tidak sempat mengangkat telfon nya." Kata Grace
"Bukan itu Grace bahkan ponsel kak Hans saja tidak bisa di telfon seperti mati atau sengaja di matikan". Kata Stella.
Entah kenapa perasaan Stella sangat tidak baik hari ini apalagi dia tiba-tiba kini merindukan kakak nya yang ada jauh dari nya itu.
"Sudah sebaik nya kita makan saja dan jangan lagi memikirkan hal itu". Kata Grace
Mereka kini makan makanan nya dan memang mereka berdua sedang pergi keluar untuk mencari makan dan di sana juga sudah ada Dira yang masih setia memantau mereka dari jauh untuk memastikan agar mereka berdua tidak datang ke Jepang untuk saat ini sebab Ricky belum mengizinkan nya
"Gue masih memantau mereka Sam dan rasa nya mereka nasih belum mendapat kan kabar tentang tuan Hans". Kata Dira melapor pada Sam
__ADS_1
"Tahan saja mereka untuk beberapa waktu dan jika bos dan yang lain nya sudah berangkat ke Italia baru biarkan mereka pergi kemanapun asal jangan Italia". Kata Sam
Dira paham dengan perintah Sam dan dia pun melakukan nya sesuai dengan arahan Sam