
Ricky kini berada di ruangannya dan terlihat sedang santai duduk di kursi tempat nya bekerja. Dia memang tidak pernah datang ke kantor dan lebih suka mengerjakan pekerjaan di luar sesekali Ricky mengecek handphone nya untuk mengetahui perkembangan dari tugas Sam dan Dira Serta dia juga mengecek bagaimana kondisi anggota keluarga nya.
"Kalian terlihat lebih baik dari pada sebelumnya". Kata Ricky
Dia melihat video yang di kirim oleh anak buahnya yang menjaga anggota keluarga nya dan terlihat mereka lebih segar dan bahagia di sana.
"Jika waktu nya tiba kalian akan pergi dari sana dan akan aku tempat kan di Amerika". Kata Ricky lagi sambil tersenyum melihat Rani sang adik yang terlihat tertawa lepas.
Bukan Ricky tidak sayang kepada keluarga nya hanya saja dia benci sekali di hianati apalagi oleh keluarga nya sendiri. Dia juga melakukan semua itu untuk melindungi keluarga nya dari hal yang buruk yang bisa terjadi kapanpun.
**********
Di sekolah ujian tinggal menghitung hari saja dan terlihat sekali mereka semakin sibuk begitu juga dengan Yuli yang terlihat sedang serius mengerjakan tugas nya
"Yul apa benar tadi kak Ricky jemput Lo?". Tanya Kikan
"Mana ada kayak gitu. Dia Bohong kali". jawab Yuli Bohong
"Gak mungkin banget kalau kak Ricky bohong. yang ada Lo yang bohong". Kata Kikan
"Lo kenapa sih bahas soal dia, gak penting banget. Mending kerja kan saja tugas Lo itu". Kata Yuli
Kikan pun mendengus kesal melihat Yuli dan itu malah membuat Yuli tertawa karena sikap Kikan yang seperti itu
"Lo ada masalah sama Ricky?". Tanya Rachel
"Gak ada, cuma gue gak suka kalau dia datang kerumah dan Lo tahu sendiri kan alasannya apa". Kata Yuli
"Jadi beneran Ricky tadi ke rumah Lo". Kata Rachel yang terkejut mendengar hal tersebut.
"Bukan hanya hari ini saja, kemarin pun dia datang ke rumah dan itu menjadi masalah hari ini eh malah dia datang. Bikin gue kesal banget". Kata Yuli
"Jangan kesal-kesal Lo sama Ricky. Awas nanti cinta". Goda Rachel
"Benar itu Yul. Cinta berawal dari benci". Kata Kikan menambahi
"Kalian jangan do'ain gue dekat sama dia dong. Gimana sih". Kata Yuli pura-pura kesal dengan sahabat nya itu
"Apa Lo mau kita doain dekat dengan kak Nagato saja". Kata Kikan lalu tertawa terbahak-bahak
"Gak usah dua-duanya". Kata Yuli
"Oh iya Yul apa Lo tahu kalau Kinara sudah kembali?". Tanya Rachel
"Iya dua hari yang lalu dia pulang". Kata Yuli
"Apa Lo juga tahu kalau dia di culik di bandara". Kata Kikan membuat Yuli kaget mendengar hal tersebut. Dia berfikir punya nyawa berapa orang yang berani menculik Kinara dan apa dia bodoh sekali.
"Dia di culik. gak mungkin lah secara yang jemput dia kemarin saja orang top banget". Kata Yuli yang masih tidak percaya
"Apa maksudnya yang jemput dia top banget". Tanya Kikan heran
"Ya masak Lo gak tahu si Kan siapa orang Top itu yang pasti mereka adalah Ricky dan para anggota geng nya jadi mana mungkin ada yang berani menculik dia". Kata Yuli
"Memang benar Yul kalau dia kemarin itu sempat di culik di bandara bahkan kak Rere datang ke sana tergesa-gesa banget waktu berangkat dari rumah". Kata Kikan
Yuli masih belum percaya dengan apa yang di katakan Kikan apalagi kakak Kinara adalah Arok pasti sangat mustahil pikir nya
"Memang benar dia di culik dan Ricky juga sudah membuat pelajaran pada mereka semua". Kata Rachel yang mulai menanggapi pembicaraan mereka
"Jadi benar. Lalu apa yang terjadi dengan si penculik itu?". Tanya Yuli penasaran
"Ya menurut Lo apa Ricky akan melepaskan dia hidup-hidup". Kata Rachel
"Jadi dia langsung menghabisi mereka". Kata Yuli
"Benar. Ricky bahkan mencincang tubuhnya dan berita itu juga sudah terdengar di negara ini. Lo kemana saja sampai gak tahu hal itu". Kata Rachel
"Pantas saja ayah tadi sangat marah ketika tahu kemarin Ricky ke rumah". Kata Yuli
"ngapain dia ke rumah Lo Yul?". Tanya Rachel
"Jadi kemarin itu gue jogging sama Bryan di taman eh ketemu Galang dan Ricky beserta sahabat nya dan juga Kinara. Setelah jogging kita makan bareng dan gue sama Bryan nebeng mobilnya. dan mobil Bryan di rumah gue". Kata Yuli
"Jadi Lo jalan bareng sama mereka". Kata Kikan
__ADS_1
"Gak jalan bareng tapi olahraga bareng karena gak sengaja ketemu". Kata Yuli
"Kan Lo juga makan bareng sama mereka". Kata Kikan
"Iya makan bareng lalu pergi ke taman kota". Kata Yuli
"Wah apalagi di ajak ke taman kota. seneng banget pasti nya. Uh pantas saja kak Rere gak pulang dua hari". Kata Kikan yang baru ingat kau Rere tidak pulang setelah mendapat kabar penculikan Kinara
"Sudah kita selesaikan dulu ini". Kata Rachel menghentikan pembicaraan mereka.
Setelah sekolah selesai Yuli sudah bersiap untuk pergi bekerja di tempat Ricky
"Langsung berangkat". Tanya Ipank mengangetkan mereka bertiga yang sedang berdiri di depan gerbang
"Iya. Lo kok ada di sini, mau jemput Kikan ya". Kata Yuli
"Gue mau antar Lo ke kantor Ricky". Kata Ipank
"Gak usah, gue gak mau merepotkan Lo ". Kata Yuli yang merasa tidak enak
"Gak apa-apa lagian juga kita satu arah". Kata Ipank
"Mending Lo bareng kak Ipank saja biar gak telat nanti di pecat gimana". Kata Kikan menggoda
"Kau di pecat gue merasa bersyukur banget". Jawab Yuli langsung
"Lo ada di sini Pank". Kata Rere yang baru datang dan menghampiri mereka
"Tadi gue lewat sini dan melihat mereka jadi gue samperin sekalian juga mau ngajak Yuli nebeng". Kata Ipank
"Terima kasih tapi gak usah Pank. Gue bisa berangkat sendiri". Tolak Yuli
"Gak apa-apa Yul bareng Ipank saja biar gak nunggu Bus lama". Kata Rere
"Iya. Lo gak usah gengsi gitu". Kata Kikan
"Bukan nya gengsi Kikan tapi gue gak enak saja sama dia dan gue gak mau ada yang ngomong gak benar tentang kita". Kata Yuli
Dia takut jika terus dekat dengan Ipank maka akan membuat dia dan orang yang melihat nya salah paham tentang hubungan mereka
"Gak akan ada yang berani bicarakan kalian berdua jadi santai saja". Kata Rere
"Ikut gue saja dan Lo gak perlu pikirin hal yang aneh-aneh karena Kitakan bersahabat". Kata Ipank mencoba meyakinkan Yuli
"Kita sahabat". Kata Yuli memastikan
"Benar kita sahabat. apa Lo gak mau bersahabat sama gue". Kata Ipank
"Ya maulah. Ok kalau kita bersahabat gue mau bareng sama Lo". Kata Yuli
Mereka pun pergi ke kantor Ricky bersama dan meninggalkan Rere dan yang lainnya.
"Lo kenapa?". Tanya Ipank membuka obrolan di dalam mobil
"Gak kenapa-kenapa kok bro". Jawab Yuli sambil tersenyum
Hal tersebut membuat Ipank semakin suka kepada nya apalagi melihat senyum Yuli membuat hati dia tenang
"Lo kalau ada apa-apa bisa cerita ke gue. kita sekarang kan teman jadi Lo gak usah sungkan tentang hal tersebut". Kata Ipank
"Iya beres Bos". Kata Yuli membuat mereka berdua tersenyum
Sepanjang perjalanan mereka tidak henti untuk mengobrol dan tertawa bersama. Dengan seperti itu saja sudah bisa membuat Ipank setenang dan seceria itu.
Mereka sudah sampai di tempat Ricky dan Ipank pun ikut turun bersama Yuli
"Lah Lo kenapa ikut turun juga?". Tanya Yuli
"Gue mau jadi bodyguard Lo ". jawab Ipank bercanda
"Ya sudah ayo kita masuk bodyguard ku*. Kata Yuli sambil tertawa bersama
Mereka masuk kedalam kantor dan seperti biasa Yuli akan menjadi pusat perhatian para pegawai di sana
"Abaikan saja mereka". Kata Ipank yang seakan tahu apa yang di pikirkan Yuli
__ADS_1
"Tenang saja , gue sudah kebal akan hal tersebut". Kata Yuli
"Yul". Sapa Betran
"Iya ada apa?". Tanya Yuli
"Lo kerja nya di tempat Bos besar". Kata Betran
"Kenapa gue harus di ruangan itu terus. Apa Gak ada ruangan lagi buat gue dan bukannya itu ruang khusus pemilik perusahaan". Tanya Yuli
"Mending Lo tanya sendiri pada bos karena dia yang menyuruh Lo bekerja di ruangan itu". Kata Betran
"Apa Ricky ada di dalam?". Tanya Ipank
"iya tuan Ipank namun Bos tidak mau ada yang masuk ke ruangan tersebut kecuali Yuli". Jawab Betran
"Kenapa harus seperti itu. Bukannya Ipank juga sahabat nya". Kata Yuli
"Sudahlah gue bisa ketemu dia nanti dan Lo masuk saja. gue pergi dulu". Kata Ipank
Dia tidak mau membuat keributan dengan Ricky karena jika dia sudah memberikan perintah seperti maka siapapun tidak akan bisa menolaknya
"Benar-benar Tuh orang". Gerutu Yuli sambil berjalan masuk keruangan tersebut tanpa mengetuk pintu dan dia melihat Ricky sedang fokus dengan dokumen nya
"Bos". Kata Yuli
"Lo duduk di sana dan kerjakan berkas yang sudah di sana". perintah Ricky
Tanpa banyak bicara Yuli langsung melakukan apa yang di perintahkan bos nya
Yuli terlihat serius dalam mengerjakan pekerjaan yang di berikan Ricky tadi dan tanpa dia sadari sedari tadi Ricky sudah memperhatikan nya. Terlihat dia sedikit kesulitan dan berdiri menuju meja Ricky untuk bertanya
"Bos kalau yang seperti ini bagaimana? kenapa dari tadi gue gak bisa menyelesaikan nya?". Tanya Yuli yang masih terlihat sedikit kebingungan
"Lo lihat gue baik-baik". Kata Ricky
Dan dia pun langsung memberikan contoh kepada Yuli agar dia bisa mengerti dengan apa yang menurut dia nya sulit tadi.
Jarak mereka semakin dekat dan tidak bisa di pungkiri kalau Ricky memang benar-benar cerdas menurut Yuli
"Apa Lo sudah mengerti?"". Tanya Ricky
"Gue coba dulu dan jika nanti gue gak faham masih boleh kan bertanya". Kata Yuli
Dan Ricky hanya mengangguk kan kepalanya saja untuk menyetujui perkataan Yuli tadi. Dia kembali ke tempatnya dan mulai mengerjakan pekerjaan lagi
"Apa Lo lapar?". Tanya Ricky
"Belum". Jawab Yuli tanpa melihat siapa yang bertanya
"Kalau Lo lapar gue suruh Greg untuk membeli kan makanan". Kata Ricky
"Gue gak lapar dan nanti kalaupun gue lapar akan beli makan sendiri". Jawab Yuli sedikit ketus pada Ricky
setelah perbincangan itu kini tidak ada obrolan lagi yang terjadi di antara mereka berdua. Suasana kembali hening namun Ricky tetap memperhatikan Yuli dan dia pun kini berjalan mendekati nya
"apa ada yang susah?". Tanya Ricky
"gak ada dan sudah gue bilang kan kalau nanti butuh bantuan gue akan tanya". Kata Yuli sambil menggeser tempat duduknya agar tidak berdekatan dengan Ricky
dert dert dert
Bunyi telfon Ricky, terlihat ada panggilan video call dari Kinara. Diapun segera mengangkat nya
"Hay sayang kenapa video call?". Tanya Ricky dengan lembut nya
"Kak Ricky di mana? lagi sibuk gak?". Tanya Kinara
"Kakak lagi di kantor. Apa kamu butuh sesuatu hem?". Tanya Ricky
Kinara melamun sejenak. entah apa yang dia fikirkan sesaat itu.
"Berarti sekarang kak Ricky sama Yuli dong". Kata Kinara sambil tersenyum dan Ricky langsung memperlihatkan yuli yang kini duduk di sampingnya
"Wah kalian berdua semakin dekat ya. Kak Ricky semangat untuk mendekati yuli nya". Kata Kinara
__ADS_1
"Nar gak usah ngada-ngada Lo ya". Kata Yuli yang mendengar hal tersebut
"Kamu tenang saja kak Ricky akan selalu semangat untuk mendekati dia". Kata Ricky sambil mengedipkan sebelah matanya pada Yuli