Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Belajar Beladiri


__ADS_3

Mendengar kata Rachel tadi membuat Yuli memakan kentang nya tanpa banyak bicara lagi karena dia takut jika benar tersedak.


"Lo kenapa gak pesan minum?". tanya Ricky menatap Yuli


"Disini gak ada es teh, jadi gue gak pesan". kata Yuli dengan polosnya


"Apa gak ada minuman yang Lo suka di dalam menu itu?". tanya Ricky


yang lainnya melirik Ricky heran karena tidak biasanya dia berbicara saat sedang di meja makan dan makanan juga sudah terhidang dan dimakan juga.


"Gue gak suka minum yang ada di sini karena gue memang gak pernah minum yang seperti itu. Lebih enak minum es teh". jawab Yuli lagi tanpa melihat Ricky


"Re, suruh orang di dapur restoran ini buatkan es teh untuk dia". perintah Ricky yang langsung di laksanakan oleh Rere


"eh gak usah Re, lagian kentang gue juga sudah habis,DNA gue mau pulang duluan untuk istirahat karena nanti malam juga harus kerja". kata Yuli menghentikan langkah Rere.


"Ya Yul, kita kan belum selesai. Dan juga belum nonton terus shopping. Kerja berangkat telat sedikit gak apa-apa kali. Ya gak kak Ken?". tanya Kikan


"Ya gak bisa gitu juga Kikan, meskipun seandainya gue kenal dan juga dekat sama bos pemilik tempat gue kerja, gue gak akan seenak nya gitu. Itu sama saja gue makan gaji buta dan merugikan teman gue sendiri dong". jelas Yuli

__ADS_1


ketiga anggota tersebut kagum mendengar perkataan Yuli. Mereka tidak pernah melihat kebohongan di mata cewek itu, yang mereka lihat hanya tatapan tulus dam kadang kepolosan yang terpancar dari wajahnya.


"Lo berangkat sama kita dan naik di mobil gue, jadi nanti Lo tetap pulang bareng gue. Akan gue antar Lo sampai rumah". kata Ricky dengan tegas nya


"Gak usah repot-repot kali. Gue juga gak mau Lo antar pulang, bisa-bisa nanti tetangga gue menjauh dari gue lagi karena mereka takut pada Lo dan mengira gue punya urusan sama Lo ". kata Yuli mencoba menolak kata Ricky tadi.


"kenapa Lo harus perduli apa kata tetangga, Lo kan gak hidup dari mereka". kata Ipank


"Hey manusia kardus, eh sudah lama juga gue gak manggil Lo seperti ini ya hahahaha. Gue perduli dengan omongan tetangga karena kita hidup di Dunia ini juga butuh uluran seseorang jika mendapat musibah dan Lo pasti tahu, jika orang yang akan mengulurkan tangannya untuk pertama kalinya adalah tetangga kita". jelas Yuli


"Terserah apa kata Lo ,kalau kita berlima pasti tidak akan perduli dengan omong kosong tetangga, karena kita akan membungkam mereka jika mereka ingin membuka mulutnya". kata Ipank


Mereka hanya menatap datar Yuli karena ucapannya itu, dan tidak tersinggung sama sekali mendengarnya.


"Yul, sudah deh jangan mulai lagi, kita juga belum selesai makan nya. Lo cepat karena hanya makan kentang doang". kata Kikan


"Lo saja yang memang lambat, gue duluan saja, nih Sudah ada Bryan yang nunggu di parkiran sekarang". kata Yuli


"tunggu, kenapa Bryan ada di sini?". tanya Rachel

__ADS_1


sebelum menjawabnya, Yuli pun tersenyum manis kepada mereka semua. Karena dia sekarang bisa merasakan situasi yang kurang enak di sekitarnya.


"Ya karena gue sama Bryan mau latihan, lumayan juga mumpung bunda mengizinkan gue keluar jadi sekalian jadi alasan". jawab Yuli Jujur.


kedua sahabatnya tidak tahu kalau Yuli sering latihan bela diri karena Yuli tidak pernah mengatakannya.


"Latihan apa Lo sama Bryan?". tanya Kikan yang memang tidak tahu maksud dari latihan tadi itu apa


"sahabat gue yang paling kepo itu cuma Lo ya". kata Yuli sambil tertawa


"Gue minta Bryan untuk mengajari latihan beladiri agar gue gak merepotkan Galang dan Bryan lagi". tambahnya lagi.


kedua sahabatnya kaget mendengar perkataan Yuli tadi, kenapa dia harus bekerja keras sendiri untuk dirinya, mereka tahu bahwa Yuli bukan anak kandung dari ayahnya yang sekarang dan itu membuat dirinya ingin mandiri agar sang kakak tiri tidak terus menerus menghina ibunda nya karena hanya numpang saja di rumah itu tanpa bekerja keras


"Kenapa mesti belajar bela diri segala sih Yul, Lo itu cewek harus nya di jaga bukan malah belajar jadi kayak cowok". kata Kikan


"Ya kan buat jaga diri juga kali, kalau Lo sama Rachel kan sudah ada bodyguard yang kuat seperti mereka, dan siapa sih yang gak kenal sama mereka. Gak akan ada orang yang menyentuh orang yang dianggap mereka dekat jika ingin aman". celoteh Yuli


"Kalau gitu biar kak Rere saja yang mengajarimu". kata Kikan

__ADS_1


Yuli tidak menjawab omongan dari Kikan karena dia merasa Bingung harus menjawab apa, sementara itu mereka masih menunggu jawaban dari dia.


__ADS_2