
setelah kejadian itu dia langsung melajukan motornya pergi meninggalkan sang cowok yang bertabrakan dengan nya tadi.
"Dasar manusia kardus resek bin belagu mentang-mentang dia kaya bisa seenak jidatnya ngerendahin gue. awas aja kalau ketemu lagi gue pites dia kayak kutu rambut". batin Yuli yang dari tadi masih menggerutu sambil melajukan motornya menuju sebuah kafe dan restoran yang sederhana namun elegan tempat dia bekerja.
"hallo semuanya gue datang nih. apa ada yang kangen sama gue cewek ter manis se dunia". teriaknya yang memasuki tempat bekerja. dia memang selalu bertingkah begitu jika mau masuk dan bahasa elo dan gue akan dia gunakan karena menurutnya agar terlihat sedikit keren aja.
mereka yang ada didalam langsung tertawa begitu mendengar suara yang tak asing bagi mereka. sicewek jutek yang mempunyai segudang cara untuk dekat dengan banyak orang.
"tumben banget kamu udah datang. padahal masih ada waktu lima belas menit lagi Lo sebelum masuk". kata Tasya. dia gadis yang pendiam dulu sebelum ada Yuli tapi semenjak bergaul dengan nya di menjadi sosok gadis yang bawel.
"kenapa memang nya apa elo gak kangen sama kakak manis ini". jawab Yuli sambil tersenyum memperlihatkan giginya.
"pede banget ya. mana ada yang kangen sama elo Yul malahan kita eneg melihat elo tiap hari". jawab Bagas dengan candaannya yang sudah dipahami oleh semua yang ada disana.
mereka memang sangat suka dengan Yuli. semenjak dia kerja disana mereka yang awalnya tidak betah dan merasa sangat lelah dengan pekerjaannya menjadi lebih semangat dan tak ingin putus asa.
"hey Bagas sahabatku Ter ganteng. gue tau elo rindu sama gue kan. sok gak ngaku segala. lihat nih dijidat elo tertulis Yuli i Miss you". kata Yuli yang sambil menunjuk jidat bagas membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
"udah deh mending kita lanjut beres-beres sebelum tempat ini dibuka". Kata Reza yang diangguki oleh semuanya. mereka mengerjakan tugas masing-masing dan saling membantu jika salah satu mengalami kesulitan dalam pekerjaan nya.
__ADS_1
"elo udah gak pernah ikut latihan voly Yul". kata Bagas sambil menatap temannya itu.
"gue masih ikut cuma pada waktu jam kosong aja. kan elo tahu sendiri gue sekarang juga sibuk cari uang". jawab Yuli yang tetap menjalankan tugas nya.
restoran dan kafe itu pun dibuka dan banyak sekali pengunjung yang datang dan mereka kebanyakan adalah para anak remaja. mereka suka tempat ini mungkin karena desain yang ada ditempat itu membuat mereka nyaman dan spot fotografi pun juga tersedia. pemilik nya memang sangat ahli dalam memprediksi dan strategi yang dilakukan memang tepat pada sasarannya.
******
dalam kamar tidur nya Ricky istirahat dengan pulas. dan para sahabatnya masih menikmati indahnya pemandangan yang ada didepan matanya. rumah sang Leader memang sejuk banyak sekali pepohonan dan bunganya di area halaman rumah itu.
"rok. lama sekali Ipank beli makanan. kenapa si kunyuk tadi gak nyuruh anak buahnya aja sih". gerutu Ken yang membuat Rere menggelengkan kepalanya. memang si Ken ada aja yang dibahas entah itu penting atau sekedar candaan kadang dia tidak tahu situasi dan kondisi waktu berbicara.
"mungkin dia ingin menenangkan pikirannya jadi dia berangkat sendiri mencari makanan". jawab Arok singkat. Arok memang orang yang cenderung tidak ingin menanggapi ucapan yang menurutnya tidak perlu untuk dijawab. dia dingin pada semua orang yang tak dikenalnya. dan sebenarnya dia adalah seorang yang penyayang dan sangat menjaga seseorang dengan sungguh-sungguh dan hal itu berlaku untuk adik perempuannya dan kekasihnya saja. jika dengan orang lain maka sikapnya akan dingin.
******
dalam restoran tersebut semua karyawan telah disibukkan dengan pekerjaannya karena tempat itu sangat ramai oleh pembeli. makanan yang disediakan disana cukup nikmat dan harganya juga terjangkau pula. berbeda dari restoran lainnya. hal itulah yang menjadikannya selalu ramai dan tak pernah terlihat sepi sedetikpun.
Ipank sudah sampai ditempat yang dituju untuk membeli makanan yang dia suka dan tak lupa para sahabatnya juga. tempat itu adalah salah satu usaha dari sahabatnya sendiri. dia mulai masuk dan membuat tatapan terpesona para pembeli disana tertuju padanya. banyak sekali tatapan kagum serta memuja dari semuanya akan tetapi mereka juga tahu siap orang yg sedang mereka tatapan dan mereka perlahan mulai menunduk kan wajahnya. Dan Yuli yang melihat siapa yang datang batuan langsung berjalan menghampirinya tanpa rasa takut dan dengan tatapan permusuhan yang terlihat begitu jelas oleh semua orang disana.
__ADS_1
"hey elo manusia kardus ngapain kesini. mau ganti rugi". kata Yuli yang berjalan menghampiri Ipank yang sudah berada didalam restoran tersebut. dia bahkan tidak sadar siapa yang telah dia lawan sekarang. sang cowok pun hanya tersenyum dengan sinisnya melihat Yuli.
"memang berapa kerugian yang elo terima. gue ganti sekarang". jawab Ipank sambil mengeluarkan beberapa lembar uangnya dari dompet.
"ini ambil pasti itu lebih dari cukup untuk mengganti kan kerugian yang elo terima". akta Ipank sambil menyodorkan uangnya. Yuli hanya menatap dia dengan tatapan biasa saja
"waaah elo cowok sok ganteng gak sopan banget ya sama cewek. elo pikir dengan uang segalanya akan terselesaikan". kata Yuli sambil menunjuk-nunjuk muka Ipank .
"hahahaha kayaknya elo gak tahu siapa gue". jawab Ipank singkat. Yuli pun akhirnya tertawa terbahak-bahak membuat semua pengunjuk bergidik ngeri melihat salah satu anggota geng yang terkenal dihina didepan banyak orang. para karyawan yang melihat itu pun tidak berani ikut campur karena mereka takut meskipun mereka ingin tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
"memangnya elo anak setan apa hingga gue harus takut sama elo". jawab Yuli dengan santainya
Ipank pun kembali tersenyum. "elo memang cewek yang hebat dan berani ya Yuli Ramadhani".teriak Ipank menyebutkan nama lengkapnya yang menggema di restoran itu. membuat Yuli kaget seketika kenapa dia bisa tahu namanya dan beberapa detik kemudian dia sudah bersikap santai kembali
"selama gue punya Tuhan gue gak takut sama apapun". jawab Yuli lagi dengan santainya. dia memang tahu geng pank yang terkenal anggota nya sadis-sadis itu tapi dia tidak pernah tau wajahnya dan soal nama dia tahu nama asli bukan panggilannya jadi wajar kalau dia bersikap seperti itu namun bila dia tahupun dia tetap akan bersikap seperti itu karena memang ya begitulah dia.
"kenapa tempat berkelas seperti ini harus mempekerjakan cewek Bodoh seperti dia". kata Ipank dengan seringai tipisnya.
"wah elo benar-benar nantangin gue ya. gini-gini juga gue jago karate dan juara satu tingkat tetangga waktu lomba". jawab dia dengan candaannya.
__ADS_1
"karena suasana hati gue baik kali ini gue ampuni elo. dan kalian cepat bungkus makanan yang seperti biasanya". perintah Ipank kepada beberapa pelayan yang ditunjuknya tadi sontak membuat Yuli kaget.
" siapa sebenarnya dia. kok gak menyebutkan pesanannya sih dan mereka semua juga langsung mengangguki perintah nya. apa jangan-jangan dia pemilik restoran ini.". batin yuli dalam hati. dan dia masih tak berpindah dari tempatnya dan tetap memasang tatapan penuh permusuhan pada Ipank.