
Ricky memang sangat suka jika ada musuh yang tertangkap karena mereka bisa menjadi mainan si Leader gila itu. Bermain dengan nyawa orang baginya sangat menyenangkan sekali dan Ricky tidak pernah peduli dengan perasaan mereka selama ini.
"Ayolah gue baru juga sampai di sini. Lo mau tinggalin gue demi mereka". Kata Galang
"Jijik gue dengar ucapan lo itu Lang". Kata Ricky
"Lo mending istirahat saja dulu. Biar Dira yang mengantar lo pulang ". Kata Ricky
"Gue mau pulang bareng lo saja, lagian di pesawat tadi gue juga sudah tidur lama banget ". Kata Galang sambil tersenyum Menggoda Ricky
"Kalau begitu biarkan mereka di sana dan besok gue akan kemari lagi. Ayo kita pulang ". Kata Ricky
"Buru-buru banget sih Rick. Gue masih kangen pada mereka semua". Kata Galang
"Lo bisa kemari besok. " Kata Ricky
"Gue besok mau nemuin seseorang jadi sekarang gue mau ngobrol sama kalian. lo gak mau gitu? ". Tanya Galang dengan mata memohonnya yang bisa membuat Ricky mengiyakan nya dengan mudah
"Terserah lo saja". Jawab Ricky lalu pergi menuju ruangan tempat dia duduk bersantai di sana dan di ikuti oleh Galang dan juga Dira .
"Sudah Tujuh tahun dan Gak ada yang berubah dari tempat ini.". Kata galang yang sudah duduk di hadapan Ricky
"Memang lo ingin ada perubahan apa? ". Tanya Ricky yang terlihat sedang bersantai sambil memainkan ponsel nya
"Ya kali aja ada foto cewek lo terpajang di setiap ruangan di sini". Kata Galang
Ricky enggan sekali menjawab pertanyaan yang dia rasa gak penting sama sekali
"Dir ngomong-ngomong Sam kemana kok gue gak lihat Dia dari tadi". Kata Galang
"Sam lagi liburan ". Jawab Ricky
"Gak mungkin Dia liburan, apa Lo sebaik itu memberi waktu liburan untuk orang kepercayaan Lo". Kata Galang mengejek
"Memang benar Tuan kalau Sam sekarang sedang Liburan ". Kata Dira membenarkan ucapan Bos nya
"Ok kalau begitu Dia liburan ke mana?. " Tanya Galang
Tidak akan mungkin jika Sam liburan karena Dia adalah orang yang paling Ricky andalkan dalam segala hal.
"Dia sedang berlibur di Amerika ".Jawab Ricky
Galang tahu pasti ada sesuatu yang sedang Sam kerjakan apalagi Dia sekarang berada Di Amerika
"Ok lah. Rick gue mau tanya sama lo tentang orang yang mencoba menyerang gue tadi. Lo tahu siapa mereka? ". Tanya Galang
"Mereka hanya serangga pengganggu yang tidak penting. " Jawab Ricky
Galang pun mengangguk paham dengan ucapan sahabatnya itu.
"Dira lo tahu gak Ricky sedang dekat dengan cewek mana sekarang? Lo jawab saja dan gak perlu takut padanya".Kata Galang
Dira pun melirik ke arah Ricky dan dia mengisyaratkan untuk menanggapi ucapan Sahabatnya itu
"Bos tidak sedang dekat dengan wanita manapun Tuan. Hanya saja ada cewek yang dulu melakukan kesalahan dan sekarang bekerja bersama Bos". Kata Dira
Galang tahu siapa cewek yang di maksud Dira karena Yuli juga sudah cerita kepadanya
"Apa Yuli masih baik-baik saja Rick? ". Tanya Galang
"Menurut Lo? ". Kata Ricky balik tanya padanya
"Ayolah Rick, Dia itu baik orang nya cuman ya gitu kadang alay dan juga suka ikut campur urusan orang tanpa memikirkan Akibat nya". Kata Galang
"Ayo kita pulang Lang. Gue ingin istirahat ".Kata Ricky yang sudah berdiri dari tempat duduknya dan Galang pun langsung mengikuti nya
"Gue pulang dulu Dir". Kata Galang yang hendak masuk ke dalam mobil Ricky
Dira hanya mengangguk kan kepalanya serta membungkuk kan badan memberi hormat pada kedua nya.
Dalam perjalanan menuju rumah Ricky Galang tidak berhenti untuk berbicara dan itu membuat Ricky menjadi kesal
"Lo ngelunjak ya sekarang Lang ". Kata Ricky
"Sensitif banget sih Ricky Lo. Kita kan sudah lama gak ketemu jadi wajar gue banyak sekali pertanyaan untuk Lo". Kata Galang
"Apa di luar negeri membuat Lo menjadi semakin bodoh Lang". Kata Ricky dengan ekspresi datar nya
"Justru gue sekarang semakin kuat Rick ". Kata Galang membanggakan dirinya
"Seharusnya memang seperti itu agar papi dan mami bangga pada Lo". Kata Ricky
Orang tua Galang sudah di anggap Ricky sebagai orang tua nya sendiri karena mereka yang telah ada di saat masa sulit yang pernah di lalui oleh Ricky
"Lo juga seharusnya bisa menjalin hubungan dengan serius pada satu wanita Rick agar bokap dan nyokap gue tidak sedih memikirkan Lo setiap hari ". Kata Galang
"Gue akan melakukan hal tersebut jika sudah menemukan orang yang tepat Lang dan papi serta mami tidak perlu khawatir tentang Gue karena Sekarang Gue lebih bahagia dari sebelumnya ". Kata Ricky
"Gue tahu hal itu dan gue juga berharap Lo tidak melakukan hal buruk kepada anggota keluarga Lo yang akan membuat Lo menyesalinya". Kata Galang mengingatkan
"Kalau soal itu mending Lo gak usah ikut campur karena Itu adalah masalah di keluarga Gue ". Kata Ricky
Mobil mereka pun sampi di rumah Ricky dan mereka segera melangkah kan kaki masuk kedalam
"Lo istirahat saja di kamar Lo dan jika butuh bantuan Lo pasti tahu harus tanya Ke siapa". Kata Ricky lalu meninggal kan Galang di bawah dan dia menuju lantai atas tempat kamarnya berada
Galang pun masih mengelilingi rumah itu dan dia melihat tidak ada perubahan sama sekali pada sahabat nya itu.
"Mungkin Lo harus gue dekat kan sama Yuli Rick agar hidup Lo menjadi lebih berwarna". Kata Galang
Dia kembali ke Jepang memang untuk mendekatkan kedua sahabat nya itu. Galang merasa Yuli adalah wanita yang baik dan mungkin tepat untuk bersanding dengan Ricky karena dia juga cewek yang pemberani. Selama Galang mengenal nya juga Dia tipikal cewek yang setia pada pasangannya dan sangat percaya sekali pada Pasangan nya dan itu juga yang membuat Yuli beberapa kali di hianati.
__ADS_1
"Gue istirahat dulu lah dan besok baru gue ketemu Bryan dan Yuli". Kata Galang sambil berjalan menuju kamar nya.
*******
Pagi pun menjelang dan terlihat Yuli yang masih tertidur pulas di atas ranjang nya
tok tok tok
ketukan pintu dari tadi terdengar namun Yuli masih tetap tidur dengan pulas nya
"Yul apa kamu sudah bersiap untuk berangkat sekolah? ". Tanya Bunda
Merasa tidak mendapatkan jawaban lantas membuat Ibunda Yuli mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut namun tidak bisa karena terkunci dari dalam
"Tumben sekali Dia mengunci pintu kamarnya". Kata nya
Dia pun kembali mengetuk pintu kamar tersebut berkali-kali tanpa henti.
Yuli yang mendengar suara ketukan merasa sangat terganggu sekali
"Duh siapa sih ini yang ganggu tidur gue". Kata nya yang masih setengah sadar
Dia berjalan menghampiri Pintu dan membuka nya
"Astaga Yuli kamu baru bangun. Sudah sana mandi nanti telat sekolah nya". Kata Bunda nya
"Yuli capek banget Bun, Bolos sehari gak apa-apa kali ya". Kata Yuli yang terlihat agak malas
"Kamu sebentar lagi mau ujian mana bisa bolos Yul. Sana cepat mandi setelah itu turun ke bawah untuk sarapan ". Kata Bunda dan langsung pergi ke bawah untuk menyiapkan makanan nya.
Yuli pun dengan rasa lelah yang melanda bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya
"Apa Yuli sudah bangun? ". Tanya Sang Ayah
"Dia baru saja bangun, Mungkin kelelahan karena dia bekerja dan juga harus belajar menghadapi ujian yang sebentar lagi di laksanakan ". Kata Bunda nya
"Dia mungkin sibuk keluyuran gak jelas yah. Alasan nya saja kerja". Kata Luna
"Luna, Yuli itu memang bekerja sayang jadi bunda harap kamu tidak berkata seperti itu lagi". Kata Bunda dengan lembut nya
Yuli turun dari kamar nya menuju ruang makan dan dia langsung menduduk kan bokongnya ke kursi tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Luna
"Sarapan Yang banyak biar kamu kuat belajar nya". Kata Ayah nya
Yuli hanya mengangguk kan kepalanya saja menganggapi omongan tersebut. Di saat mereka sedang asik makan tiba-tiba ponsel Yuli berbunyi dan dia segera mengangkat nya
"ada apa bray tumben telfon pagi-pagi gini". Tanya Yuli
"Gue sudah di depan rumah Lo". Jawab Bryan
"Langsung masuk saja kali bray, Gue lagi sarapan". Kata Yuli
"Lo jam segini baru sarapan? cepat keluar Lo, gue sudah nunggu dari tadi. "Kata Bryan lalu menutup telfon nya
"Lama banget Lo Yul, ke siangan lo ya bangun nya". Kata Bryan
"Iya. Ngebut Ya Bray biar gue gak telat". Kata Yuli
Bryan pun langsung menancap gas nya dengan kecepatan sedang.
"Yul apa Lo tahu kalau Galang sudah kembali ke sini? ". Tanya Bryan
"Gue sih tahu nya kalau tadi malam dia harusnya sudah sampai di bandara ". Jawab Yuli
"Jadi Lo tahu. Sekarang gimana pekerjaan Lo sama Ricky? ". Tanya Bryan
"Dia benar-benar sadis jika menghadapi para penghianat. Gue sampai jijik dan ingin muntah pas melihat nya". Kata Yuli
"Ya memang begitu lah Dia. Jika ada rasa belas kasihan sedikit saja maka orang lain akan memanfaatkan cela tersebut untuk menjatuhkan kita". Kata Bryan
"Tapi bukan nya itu sangat keterlaluan Ya Brya, apalagi Dia juga melakukan hal yang Gue juga gak tahu kebenarannya tentang seluruh anggota keluarga nya". Kata Yuli
"Ricky tidak se kejam itu pada keluarganya dan suatu saat nanti Lo dan semua orang pasti akan mengetahui tentang kebenaran Kabar menghilangnya keluarga Hartama ini". Kata Bryan dengan yakin bahea ada rencana dibalik itu semua
********
Galang Yang baru bangun segera membersihkan diri dan juga turun dari atas menuju Ruang makan
"Pagi Bik Na". Sapa Galang dengan sopan nya
Bik Na yang di sapa pun Langsung terkejut melihat siapa yang sedang berada di hadapan nya ini
"Den Galang. Apa Kabar? ". Tanya Bik Na dengan raut wajah gembira nya
"Saya Baik Bik. apa Ricky sangat merepotkan Selama Ini? ". Tanya Galang
"Tidak Den, hanya saja Den Ricky sama seperti dulu, jarang sekali makan". Jaeab Bik Na
"Yang sabar ya Bik kalau menurus bayi besar seperti Dia". Kata Galang membuat mereka berdua tertawa bersama
"Lo sudah bangun Lang? ". Tanya Ricky yang menghampiri mereka berdua
"Iya. Lo mau kemana Rapi sekali? ". Tanya Galang
"Gue mau ke Kampus sebentar, ada Yang harus Gue urus di sana". Kata Ricky
"Lo gak makan dulu Rick? ". Tanya Galang
"Lo harus makan dulu. Kasihan Bik Na sudah capek-capek masak buat Lo. Dan juga Gue mau ikut Lo ke kampus sekalian cuci mata". Kata Galang
Ricky pun menurut dan Dia langsung duduk di meja makan
__ADS_1
"Bik Na Duduk juga kita makan bersama". Kata Galang
Bik Na pun tidak menolak karena Dia juga ingin melihat bagaimana cara Galang membuat Ricky manusia lebih normal jika bersama nya
"Rick perasaan Lo kuliah Gak Lulus-Lulus ya. Apa Lo Bodoh banget ya di pelajaran". Kata Galang dengan asal
"Lo mending makan dulu dan gak usah ngomong ". Kata Ricky
"Gue cuma tanya saja bro. Kata Bokap gue lo itu cerdas tapi Kok gue lihat gak seperti itu ya". Kata Galang menggoda
"Memang apa yang membuat Lo berfikir bahwa Gue gak cerdas seperti apa yang di katakan Papi?". Tanya Ricky
"Ya karena Lo sampai sekarang masi jomblo jadi gue anggap Lo itu Gak cerdas". Kata Galang
"Gue bukan nya Gak mau Lang, tapi belum aja Gue nemu cewek yang bisa buat Gue benar-benar jatuh cinta dan bertekuk lutut di hadapan nya". Kata Ricky
"Gimana Cewek mau deketin Lo kalau Lo saja Ganas Banget Rick". Kata Galang
"Ganas apa nya. Mereka itu saja yang bodoh hanya menilai Gue dari Luar saja dan juga pasti hanya tertarik pada Harta dan kekuasaan Yang Gue miliki saja ". Kata Ricky
Dan omongan itu juga ada benar nya menurut Galang. Mulai Dari Casie Sampai Stella tidak ada yang beres semua. Mereka Hanya ingin memanfaatkan Ricky saja.
Mereka melanjutkan makam tanpa obrolan Lagi.
"Lo beneran mau ikut Gue? Kalau Lo mau jalan bisa pakai mobil yang di sana dan tertanda nama Lo. Itu adalah mobil yang Lo inginkan dan Gue sudah membelikan nya". Kata Ricky
"benar-benar Lo ya. Kalau Gue mau satu perusahaan Lo apa Lo kabulkan juga?. " Tanya Galang
"Gak masalah. akan Gue kasih". Kata Ricky dengan santai nya.
"Gue nebeng Lo saja Sekarang dan antar Gue ke sekolah Yuli. Lo pasti tahu kan tempat nya. " Kata Galang
Dan mereka berdua pun pergi menuju sekolah Yuli dengan kecepatan tinggi.
******
Rere Yang baru saja datang mengantar sepupunya itu terlihat tetap di tempat
"Apa ada sesuatu Kak Re? ". Tanya Kikan
"Gak ada. Lo belajar yang rajin ya di sana". Kata Rere
Mobil Arok pun terlihat baru saja sampai di depan sekolahan dan di ikuti Ken di belakang nya
"Lo tumben antar Rachel? ". Tanya Rere
"Sekalian saja. Kita harus membahas sesuatu kan jadi gue sekalian antar Rachel ke sekolah lalu berangkat bersama kita ke Perusahaan ". Kata Arok
"Kalian juga datang ke sini? ". Tanya Rere
"Sama seperti Arok, sekalian saja kita berangkat bareng ke kantor Ipank". Kata Ken.
Tidak begitu lama terlihat Mobil Hitam melaju dengam kencang dan berhenti tepat di hadapan mereka semua
"Kenapa Ricky ke mari juga? ". Tanya Rere
"Gue juga gak tahu. " Jawab Ipank
Ricky dan Galang pun turun secara bersamaan dari dalam mobil tersebut dan menghampiri mereka semua.
"apa kabar Rok? Lama tidak bertemu Lo". Sapa Galang
"Gue baik. Tumben Lo Kembali ke sini Galang. Apa ada hal penting sehingga membuat Lo datang Lagi ke jepang? ". Tanya Arok dengan tatapan menyelidik
"Gue hanya ingin Liburan dan melihat si Gila saja, apa Dia sudah berubah apa belum". Jawab Galang dengan santainya
"Lang, Gue sudah antar Lo kemari Jadi gue harus pergi sekarang ". Kata Ricky
"Tunggu dulu bro. Lagian Lo Buru-buru banget sih Rick". Kata Galang
Ricky pun membatalkan niat nya untuk segera pergi karena tidak ingin melihat Galang merengek pada nya di depan banyak orang
Terlihat mobil sport mewah warna Oren baru saja sampai di depan sekolah
"Itukan Yuli. Ternyata Dia di antar sahabat nya". Kata Kikan membuat mereka mengalihkan pandangan nya pada sosok yang baru saja datang itu
Yuli pun turun dari mobil Bryan di ikuti oleh pemilik mobil juga
"Lah ngapain Lo ikut turun juga?". Tanya Yuli
"Ya terserah Gue Dong. Krnapa sih Lo. " Tanya Bryan
"Lo itu Gak usah ikut turun bray karena gue gak mau aja jalan bareng sama lo". Kata Yuli
"Alasan saja Lo ya, Bilang saja takut mendapatkan banyak pertanyaan dari teman-teman Lo tentang Gue". Kata Bryan
"Nah itu Lo tahu bro. Sudah sana pergi, Oh ya bray Gue sabtu latihan ya". Kata Yuli
"Belajar saja sendiri. Males Gue sama Lo Yul ". Kata Bryan bercanda
"Ayolah sahabat ku yang baik hati dan tidak sombong, ajari Gue Jurus baru ya? ". Kata Yyli merayu
"Yul gue rasa yang Lo pelajari selama ini sudah cukup untuk melindungi diri Lo. Jadi gak perlu tambahan Jurus baru pun Lo sudah bisa menang melaean oara musuh ". Kata Bryan
"Kalau musuh Gue kayak Ricky mana bisa Gue menang Jika berkelahi karena ilmu gue masih jauh banget di bawah Dia". Kata Yuli dengan kesal nya
Galang Pun langsung tertawa mendengar perdebatan mereka berdua dan dia langsung mengampiri nya
"Lang Lo disini". Kata Yuli yang melihat siapa yang sedang menertawakan nya tadi
"Iya. Kalian beruda memang benar-benar ya susah banget kalau di suruh akur". Kata Galang
__ADS_1
Mereka semua hanya melihat dan mendengar interaksi antara ketiga sahabat yang tidak bisa selalu berkumpul bersama itu.