Cinta Sang Leader Gangster

Cinta Sang Leader Gangster
Terbakar


__ADS_3

Dira sudah berangkat terlebih dahulu untuk mengecek nya dan jika Ricky belum puas dengan hasil nya maka Sam akan turun tangan untuk melakukan nya


"Apa yang membuat Lo gak puas Rick dengan rumah itu?". Tanya Ipank


"Gue merasa aneh saja kenapa bunda bisa mencari tempat tinggal yang sangat jauh dan juga gue rasa terpencil sekali padahal Lo juga tahu kan Lang kalau dia tidak pernah keluar dari rumah ini". Kata Ricky


"Hey bro rumah itu bukan nya terpencil tapi untuk bagi mereka itu memang cocok mereka gunakan untuk menjauh dari dunia kota kan keluarga Yuli memang suka sekali dengan kesederhanaan". Kata Galang


"Gue setuju dengan Galang dan gue rasa rumah itu memang nyaman sekali Rick kalau di gunakan untuk bersantai dan menenangkan diri". Kata Rere


"Jika karena letak nya yang menurut Lo terlalu jauh dan itu membuat Lo gak setuju gue rasa tidak masuk akal sekali Rick alasan Lo itu". Kata Arok


"Ok gue tidak membahas letak nya yang jauh sekarang. Bagaimana bunda mencari tempat tersebut sementara dia tidak pernah keluar rumah?". Tanya Ricky


"Apa Lo yakin bunda tidak pernah keluar rumah kan Lo juga gak ada di sini selama dua puluh empat jam". Kata Ken


"Bodoh Lo tetap saja ya Ken gak berkurang sedikit pun meskipun gue gak ada di sini apa gue gak bisa mendapatkan informasi tentang rumah ini". Kata Ricky


"Bisa saja kan Rick Lo ketinggalan informasi". Kata Ken


"Sudah lah Rick Kenapa juga Lo membahas masalah ini dan jika Lo gak tenang kalau Yuli pindah ke sana Lo bisa menyuruh Sam atau yang lain nya kan mengawasi di sana". Kata Arok


"Sam apa Lo tahu di mana keberadaan para anggota King Devil Sekarang?". Tanya Ricky


"Mereka semua ada di Texas bos dan kabar nya juga baru beberapa hari mereka ada di sana". Kata Sam


"Apa semua anggota ada di sana?". Tanya Ricky


"Tidak. Tuan Jo dan juga Dean mereka tidak ada di sana". Kata Sam


"Apa Lo ada urusan lagi dengan mereka Rick?". Tanya Ipank


"Tidak hanya gue rasa ada yang merencanakan sesuatu dan gue masih belum Tahu siapa". Kata Ricky


"Apa mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membalas Lo Rick?". Tanya Arok


"Mungkin saja. gue harus menyuruh Nicholas untuk mencari tahu tentang mereka". Kata Ricky


"Apa perlu saya saja yang melakukan nya bos?". Tanya Sam


"Tidak Lo harus tetap ada di sini untuk menjaga dia karena gue juga harus menjemput Rani dan mempertemukan nya dengan Yuli". Kata Ricky


"Lo jadi menjemput dia Rick? Apa boleh gue ikut?". Tanya Ken


"Apa Lo masih menunggu jawaban dari gue Ken". Kata Ricky membuat yang lain nya tertawa


"Ya mungkin saja Lo berubah haluan dan mengizinkan gue ikut". Kata Ken


"Sudah lah Ken Usaha Lo teruskan nanti saja jika ada Rani nya. Ricky akan mengubah jawaban nya jika yang bertanya adalah kekasih nya". Kata Ipank


"Maaf tuan Galang berangkat jam berapa besok?". Tanya Sam


"Gue berangkat mungkin setelah Yuli dan keluarga nya pindah rumah karena gue juga ingin mengantar dia pindahan". Kata Galang


"Apa mau saya antar ke Bandara besok?". Tanya Sam


"Tidak perlu Sam besok gue di antar Alex iyakan Re". Kata Galang


"Ya besok Alex yang akan mengantar Galang jadi Lo urus saja apa yang di butuhkan di sini". Kata Rere


"Apa Richard dan anak nya belum pulang juga? Dari tadi kita semua gak melihat nya sama sekali". Kata Ken


"Benar juga kemana pergi nya mereka berdua dari tadi tidak tampak sekali batang hidung nya". Kata Rere


Tidak lama setelah perbincangan mereka terdengar suara mobil datang dan mereka pun langsung melihat nya ternyata benar saja yang datang adalah Richard dan juga Luna


"Dari mana mereka hingga larut baru pulang". Kata Ipank


"Apa mungkin pekerjaan mereka terlalu banyak hingga lembur sampai selarut ini". Kata Rere


"Gak mungkin juga lembur hingga selarut ini lagian kan Luna juga gak Bekerja jadi mana mungkin juga dia lembur". Kata Galang


"Abaikan saja mereka berdua dan Lo Sam harus tetap fokus untuk menjaga Yuli dan juga bunda Ayu." Kata Ricky


"Siap bos saya akan melakukan nya dengan baik". Kata Sam


Tidak lama juga Dira kini datang dan dia juga sudah masuk ke dalam ruangan kerja Sam untuk menemui mereka semua


"Dira bagaimana apa di sana aman?". Tanya Ricky ketika melihat Dira datang


"Tidak ada hal yang mencurigakan di sana bos tapi di ada cctv yang sudah terpasang di sana". Kata Dira


Mereka semua yang sempat datang ke sana dan tidak melihat bahwa ada cctv merasa sangat janggal sekali sekarang


"Apa ada orang yang datang ke sana setelah kita pergi tadi?". Kata Ipank


"Tidak tuan karena setahu saya tidak ada yang datang ke sana karena setelah anda pergi tidak lama juga saya datang ke sana dan juga banyak anak buah bos yang ada di sekitar sana dan tidak melihat ada yang datang". Kata Dira


"Gue rasa rumah itu memang tidak beres". Kata Ricky


"Apa Lo akan membiarkan mereka menempati rumah itu Rick?". Tanya Galang yang merasa khawatir


"Gue tidak akan membiarkan mereka pergi ke rumah itu". Kata Ricky


"Dengan cara apa Lo menghalangi mereka?". Tanya Ipank


"Pasti Yuli juga akan tetap ingin tinggal di sana karena dia ingin menghargai orang tua nya yang sudah membeli kan rumah untuk mereka tinggali". Kata Ken


"Sam bakar rumah itu sekarang dan jangan meninggalkan jejak sama sekali". Kata Ricky


"Leader kita memang benar-benar hebat bertindak tanpa berpikir". Kata Rere


"Lo yakin akan membakar rumah itu? Apa nanti mereka tidak curiga?". Tanya Galang


"Saya akan membuat nya seolah itu terjadi akibat kerusakan arus listrik". Kata Sam


"Kalau seperti itu bagus sekali Sam. Memang ya otak bos dan tangan kanan nya hebat sekali". Kata Galang


"Gue tidak ingin mengambil resiko dengan tetap membiarkan mereka pergi dari sini dan gue juga akan mencari kan rumah untuk mereka besok". Kata Ricky


"Kita ikut saja apa keputusan Lo Rick karena Lo pasti tahu apa yang terbaik untuk mereka juga kan". Kata Arok


"Apa Lo tidak ingin memeriksa dulu Rick apa yang terjadi di sana". Tanya Arok


"Tidak gue sudah menargetkan orang yang gue curigai". Kata Ricky


"Jonathan?". Tanya Arok


"Benar dan bukan dia saja gue rasa dia juga bekerja sama dengan Rio Dengan cara mendekati Richard sebab yang gue tahu Richard masih sering berkomunikasi dengan Rio". Kata Ricky

__ADS_1


"Apa dia bodoh sekali mau saja di suruh oleh mereka apa dia juga tidak tahu apa resiko yang akan dia dapat kan". Kata Ipank yang nampak emosi sekali


"Lo kenapa Pank kerasukan ya ngamuk segala". Kata Rere


"Gue hanya gak habis pikir saja dengan Richard itu bagaimana bisa dia bekerja sama Jo dan juga Rio". Kata Ipank


"Hati-hati Lo Pank ada yang gak terima kalau Lo marah-marah seperti sekarang ini". Kata Ken


"Sorry Rick gue gak bermaksud apapun hanya saja gue terbawa suasana saja". Kata Ipank


"Sam Suruh Nicholas untuk mencari di mana Rio berada ". Kata Ricky


"Jadi Nicholas tidak jadi pergi ke Texas?." Tanya Galang


"Lebih baik dia mencari Rio karena sumber dari masalah nya adalah dia". Kata Ricky


"Kalau begitu gue juga akan menunda kepulangan gue Rick hingga kondisi di sini aman". Kata Galang


"Semua terserah kepada Lo Lang dan jika Lo membantal kan nya Lo harus izin ke papa dulu". Kata Ricky


"Gue akan Ke papa agar penerbangan gue di tunda dan pasti papa akan mengizinkan karena ini masih berkaitan dengan anak ke Sayang nya". Kata Galang


Tak terasa juga obrolan mereka hingga larut malam dan Sam juga kini telah melaksanakan apa yang di perintahkan oleh bos nya.


"Sebaik nya kalian semua pergi istirahat saja sekarang". Kata Ricky


"Apa Lo juga akan istirahat Rick?". Tanya Rere


"Tidak gue menunggu hasil dari kerja Sam". Kata Ricky


"Gak usah di tunggu pasti dia akan berhasil melakukan nya Rick". Kata Rere


"Gue juga akan menunggu Sam kembali kalau begitu". Kata Arok


"Ya sudah kita juga menunggu dia sama-sama di sini". Kata Ipank


Mereka menunggu tanpa melakukan obrolan sama sekali dan terlihat fokus dengan handphone nya masing-masing sekarang ini


"Apa gak ada makanan yang bisa kita makan di sini Rick?". Tanya Rere


"Lo cari saja di dapur mungkin saja ada". Kata Ricky


"Kenapa harus susah cari di dapur wow tidak bisa delivery saja". Kata Ken


"Otak si Ken benar-benar ya mana ada restoran buka jam segini. Restoran Lo memang jam segini belum tutup Ken?". Tanya Rere lalu pergi menuju dapur untuk mencari makanan


"Gue lupa sorry ". Kata Ken


Kini Rere sudah datang kembali dan membawa banyak sekali makanan


"Masakan bunda ternyata masih ada beruntung sekali Sam jika keluarga Yuli masih ada di sini. Setiap kali cari makanan pasti ada ". Kata Galang


"Kalau berani saja Sam makan". Kata Ipank


"Iya juga dia pasti takut sama bos nya". Kata Rere


"Nah itu Sam sudah kembali". Kata Galang yang memang sedari tadi ikut menunggu kabar juga dari Sam


"Bagaimana Sam Apa yang Lo dapat?". Tanya Ricky membuat Galang bingung dengan pertanyaan yang di ajukan


"Ternyata di rumah itu ada Jalan rahasia yang terhubung dengan sebuah rumah yang terletak di ujung bos". Kata Sam


"Tuan Hans juga ikut andil dalam hal ini bos". Kata Sam menambahkan


Ricky terlihat sangat geram sekali karena lagi-lagi Hans juga ikut campur mungkin sudah waktu nya juga Ricky menghabisi Hans atau yang lain nya agar tidak membahaya kan kekasih nya


"Gak kapok ya dia masih saja mau melakukan hal itu lagi". Kata Galang kesal sekali


"Apa rencana Lo kali ini Rick?". Tanya Ipank


"Gue harus menghabisi mereka semua agar tidak ada lagi orang yang mau mengganggu ketenangan keluarga Yuli ". Kata Ricky


"Mungkin memang sudah waktu nya untuk kita bertindak lagi Rick agar mereka semua semakin takut kepada kita". Kata Arok


"Ya kita harus menunjukkan bagaimana kita jika sedang marah". Kata Ken


"Apa semua sudah rata menjadi tanah Sam?". Tanya Ricky


"Sudah bos bahkan tidak ada jejak sama sekali yang saya tinggal kan". Kata Sam


"Bagus sekali dan untuk besok kita semua harus berpura-pura tidak mengetahui nya". Kata Ricky


"Ok Ricky kita akan menjalankan skenario yang Lo buat besok". Kata Ipank


Kini mereka pun langsung bubar untuk beristirahat dan Ricky pun sama dia juga beristirahat


Pagi menjelang di kediaman Sam sudah di sibukkan dengan berbagai macam aktivitas yang di lakukan oleh keluarga Yuli


mereka sengaja memasak banyak sekali makanan untuk perpindahan mereka nanti ke rumah baru nya. Mereka semua belum tahu kalau rumah yang akan di huni sudah terbakar habis


"Lezat sekali ini Bun makanan nya". Kata Yuli yang memang sering sekali menemani sang bunda memasak


"Kamu juga harus belajar membuat masakan ini sayang untuk Ricky nanti". Kata Ayu


"Kenapa untuk Ricky? Aku membuat nya untuk bunda saja Kenapa juga harus untuk dia". Kata Yuli


"Karena dia kan akan menjadi pasangan kamu nanti nya". Kata Ayu


"Bunda ih apaan sih". Kata Yuli


membuat Ayu tersenyum dengan tingkah anak nya itu


"Sudah selesai Bun masak nya?". Tanya Luna


"Sudah sayang dan tolong kamu bantu Yuli untuk membawa nya ke meja makan ya". Kata Ayu


Mereka berdua membawa sebagian makanan untuk di makan sekarang dan sebagain nya lagi mereka bungkus untuk nanti di makan di rumah baru nya


"Sam Lo kok sudah kembali?". Tanya Yuli


"Sam baru saja datang tadi". Jawab Ricky


"Tadi kapan perasaan aku gak lihat kedatangan dia dari tadi". Kata Yuli


"Ini kan rumah Sam jadi dia tahu lah jalan masuk selain dari pintu utama". Kata Galang


"Gue lupa kalau lagi numpang di rumah Sam sorry ya ke enakan sih. rumah nya juga bikin nyaman saja". Kata Yuli


"Kalau nyaman rumah ini bisa jadi milik kami sekarang". Kata Ricky

__ADS_1


Yuli pun tertawa mendengar nya "Kalau ngomong pak bos suka ngelantur". Kata Yuli


"Kalau Ricky yang ngomong pasti akan di kasih Yul sama Sam rumah nya". Kata Ipank


"Jangan kan rumah nyawa Sam pun bisa dia berikan jika Ricky yang meminta nya". Kata Rere


"Se setia itu Sam Lo sama Ricky jadi iri gue melihat nya". Kata Yuli


"Gak usah iri karena Lo juga akan dapat segala nya dari Ricky". Kata Galang


"Mau nyerahin nyawa juga gak jika aku meminta nya?". Tanya Yuli


"Kalau kamu mau aku pun rela memberikan nya dengan senang hati". Kata Ricky


"Pak bos boleh izin gak masuk kantor hari ini?". Tanya Yuli


"Boleh sekali". Kata Ricky


"Yuli kok lama kamu di meja makan nya ini masih banyak Lo sayang". Teriak Ayu dari dapur


Yuli pun langsung berlari menuju dapur dan meninggalkan mereka


"Maaf Bun lama tadi ngobrol sama Sam dulu di sana". Kata Yuli


"Dia sudah ada di sini?". Tanya Ayu


"Iya kata nya sih baru pulang". Kata Yuli


"Kita berikan apa yang untuk Sam buat rasa terima kasih mengizinkan kita tinggal di sini". Tanya Ayu


"Masakin makanan saja Bun kalau hadiah mana butuh dia kan dia juga orang kaya". Kata Yuli


"Bun ayah belum bangun juga?". Tanya Luna


"Belum mungkin ayah capek karena semalam pulang nya larut sekali". Kata Ayu


"Kita pindah nya jadi jam berapa Bun?". Tanya Luna


"Setelah selesai sarapan saja kita langsung pindah dari sini tapi kita pamit dulu kepada mereka semua". Kata Ayu


"Pamit kepada siapa Bun? kan gak ada orang di sini cuma ada Ricky dan para anggota nya saja itupun juga mereka semua pasti akan ikut mengantar kita lagi". Kata Yuli


"Bunda lupa kan di sini ada ratu mereka yang harus dikawal nanti". Goda Ayu


"Ratu apaan Bun ratu buaya". Kata Yuli


"Sudah ayo ke meja makan saja dan bunda panggil ayah dulu agar turun ke bawah bergabung bersama kita". Kata Ayu


Yuli dan Luna menuju meja makan sambil menunggu ayah dan bunda nya datang


"Lang jam berapa Lo berangkat nya?". Tanya Yuli


"Mungkin setelah mengantar Lo gue langsung berangkat". Kata Galang berbohong


jika dia bilang tidak jadi berangkat mungkin Yuli juga akan curiga dengan nya nanti


"Lo memang sahabat gue yang lumayan baik Lang". Kata Yuli


"Cuma lumayan baik saja gak lebih". Kata Galang


"Gak karena yang terbaik jatuh kepada Bryan". Kata Yuli lalu tertawa membuat mereka yang melihat ikut tersenyum di buat nya


"Kalah sama Bryan Lo Lang". Kata Ken


"Sam apa Bryan sudah berangkat dan kemana dia pergi nya?". Tanya Galang


"Tuan Bryan pergi ke New York tuan untuk beberapa hari dan setelah itu dia akan pergi ke Italia". Kata Sam


"Ngapain Bryan ke New York nyusul Hiro di sana". Kata Galang


"Dia ke Italia? Gak bosen sekali ya dia pergi ke Italia Mulu". Kata Yuli


"Memang nya dia sering pergi ke sana?". Tanya Rere


"Sering sekali sampai gue bosen dengar dia pamit dan selalu yang gue denger negara yang akan di kunjungi nya Italia". Kata Yuli


"Mungkin saja di Italia ada cewek nya"Kata Ken


"Jangan sembarang kalau bicara Bryan itu bukan seperti kalian yang suka sekali gonta ganti pasangan". Kata Yuli membela


"Kenapa kalian ribut sekali". Kata Ayu


"Yuli ini Bun membuat keributan saja". Kata Luna


"Tidak Bun kita hanya bercanda saja". Kata Galang


Ayu dan suami nya kini duduk bersama mereka


"Sebelum nya bunda di sini mau mengucapkan terima kasih atas bantuan nya dan tumpangan nya bunda sangat bersyukur sekali bisa mengenal kalian semua". Kata Ayu


"Jangan sungkan Bun untuk meminta bantuan kita karena Yuli adalah bagian dari kita sebab dia adalah kekasih leader kita". Kata Ipank


"Terima kasih banyak buat Sam yang sudah mengizinkan kami untuk tinggal di sini". Kata Ayu


"Tidak masalah nyonya". Kata Sam


"Bunda di panggil nyonya hebat sekali Bun". Kata Yuli


"Yuli sudah ngelucu nya". Kata Ayu


"Kalau sudah selesai bicara nya sebaik nya kita makan sekarang". Kata Ricky yang tidak mungkin bisa di bantah kecuali Yuli yang membantah nya


Mereka akhir nya makan dengan nikmat nya tanpa ada suara sedikit pun.


Setelah selesai makan mereka sudah bersiap untuk pergi ke rumah baru nya


"Seperti orang penting saja ya Bun kita di antar oleh mereka para orang hebat". Kata Yuli


"Yul Lo satu mobil dengan Ricky". Kata Galang


"Kalau itu gue sudah tahu kali Lang". Kata Yuli


Mereka semua pergi beriringan menuju rumah baru tersebut.


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam mereka akhir nya sampai di rumah tersebut dan mereka pun terkejut melihat keadaan rumah itu. Mereka semua Langsung turun dari mobil untuk melihat dengan jelas


"Bunda rumah kita". Kata Luna


"Kenapa rumah kita terbakar". Kata Richard yang juga tidak percaya Dengan apa yang dia lihat ini

__ADS_1


Sementara Yuli hanya diam saja melihat rumah yang akan mereka tempati itu sudah rata dengan tanah sekarang


__ADS_2